Penjelasan Alkitab

GALATIA 5:22

Alkitab

Teks Itu

Setelah menderetkan panjang lebar apa yang dihasilkan nafsu kedagingan, dari dosa seksual sampai perpecahan dan mabuk-mabukan, Paulus berhenti dan membalik arah dengan dua kata: "Akan tetapi." Lalu ia menyebut satu hal saja, bukan daftar kedua: "buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, keramahan, kebaikan, kesetiaan." Sembilan sebutan (dilanjutkan di ayat 23), tetapi satu buah, satu sumber, satu karakter yang menampakkan diri dalam banyak wajah.

Inti

Perhatikan pilihan katanya. Untuk kedagingan Paulus memakai "pekerjaan", bentuk jamak, sesuatu yang kita produksi. Untuk Roh ia memakai karpos, buah, tunggal, sesuatu yang tumbuh. Buah tidak dirakit; buah muncul karena ada hidup yang mengalir. Inilah pukulan halus Paulus terhadap para guru yang menuntut sunat di Galatia: mereka menawarkan proyek, Allah menawarkan pertumbuhan. Dan karena itu ayat 23 menutup dengan kalimat yang hampir jenaka, "Tidak ada hukum yang melawan hal-hal ini." Tidak ada satu pun aturan Taurat yang perlu dipasang sebagai pagar di sekeliling orang yang penuh kasih dan penguasaan diri. Anugerah tidak melahirkan kelonggaran moral; anugerah melahirkan karakter yang tidak perlu diawasi.

Benang Merah

Gambar buah bukan temuan Paulus. Sejak Mazmur pertama, orang yang hidupnya berakar pada firman Tuhan digambarkan sebagai pohon di tepi air yang menghasilkan buah pada musimnya, dan para nabi memakai gambar yang sama untuk menuduh Israel: kebun anggur yang dirawat penuh kasih namun menghasilkan buah asam. Kegagalan itulah yang dijawab Yesus ketika Ia menyebut diri-Nya pokok anggur yang benar dan menegaskan bahwa cabang yang terpisah dari-Nya tidak bisa berbuah apa-apa (Yohanes 15). Paulus menulis di sisi lain Paskah dan Pentakosta: Roh yang dijanjikan para nabi untuk dicurahkan atas umat kini benar-benar hadir, dan hasilnya adalah karakter Kristus yang bertumbuh di dalam orang-orang biasa di Galatia. Buah Roh adalah rupa Yesus yang mulai kelihatan pada cabang.

Cermin

Daftar ini nyaman dibaca sampai kita menempelkannya pada Selasa siang. Kesabaran diuji bukan oleh gagasan tentang kesabaran, tetapi oleh anak yang menumpahkan susu untuk ketiga kalinya, oleh orang tua yang mulai lupa dan menanyakan hal yang sama tiap sepuluh menit. Kesetiaan diuji ketika pernikahan memasuki tahun-tahun yang datar dan ada perhatian baru yang terasa segar. Penguasaan diri diuji oleh ponsel pukul sebelas malam dan oleh angka di rekening yang membuat Anda merasa berhak. Dan hati-hati dengan godaan yang paling licin: memakai daftar ini sebagai lembar penilaian, lalu diam-diam merasa lebih matang daripada saudara di kelompok Anda. Itu bukan buah Roh; ayat 26 menyebutnya kesombongan, dan Paulus menaruhnya di sisi yang salah.

Konteks

Galatia adalah kumpulan jemaat muda, sebagian besar bukan Yahudi, yang baru saja masuk ke dalam keluarga Allah tanpa melewati pintu sunat. Lalu datang guru-guru yang berargumen: kalau kalian sungguh mau menjadi anak Abraham, lengkapi imanmu dengan tanda perjanjian itu. Dalam dunia yang mengukur orang lewat kehormatan dan status kelompok, tawaran itu masuk akal; siapa yang mau berdiri tanpa identitas yang jelas? Ketegangannya nyata sampai jemaat mulai, dalam kata-kata Paulus di ayat 15, "saling menggigit dan menelan". Di kota-kota Yunani-Romawi, daftar keburukan dan keutamaan adalah genre yang biasa dipakai para filsuf untuk melatih watak. Paulus meminjam bentuknya, lalu merampas mesinnya: bukan latihan disiplin yang menghasilkan watak ini, melainkan Roh.

Tokoh Utama

Yang bekerja di ayat ini adalah Roh Kudus, dan yang menarik: karakter yang Ia hasilkan persis karakter yang Allah nyatakan tentang diri-Nya sendiri kepada Musa di Sinai, ketika Ia menyebut diri-Nya panjang sabar, berlimpah kasih setia dan kesetiaan (Keluaran 34:6). Kesabaran, kasih, kesetiaan: itu bukan sifat-sifat rohani yang netral, itu potret Allah perjanjian. Roh tidak menempelkan moralitas asing pada kita; Ia menanamkan watak Allah sendiri ke dalam manusia yang keras kepala. Dan Ia bekerja seperti seorang petani, bukan seperti mandor: sabar dengan musim, tidak menarik akar untuk memeriksa kemajuan. Itu sebabnya buah Roh hampir selalu lebih terlihat oleh orang di sekitar Anda daripada oleh Anda sendiri.

Pertanyaan

Kalau ini buah, apa yang harus saya lakukan? Dan bagaimana dengan orang yang sudah bertahun-tahun percaya tetapi masih pemarah? Yesus berkata pohon dikenal dari buahnya (Matius 7:16), dan itu ucapan yang tajam, bukan penghiburan. Paulus juga tidak melunakkannya: ayat 21 memperingatkan bahwa mereka yang hidup dalam pekerjaan kedagingan tidak akan mewarisi Kerajaan Allah. Namun ia tidak berkata "usahakan lebih keras", melainkan "hiduplah dalam Roh" dan "berjalan sesuai dengan Roh". Ada tindakan di situ, tetapi tindakan seorang cabang: tinggal terhubung, tidak memutuskan aliran. Jujurnya, teks ini tidak memberi jadwal. Ia tidak menjanjikan bahwa kesabaran akan matang dalam tiga tahun, dan tidak menjelaskan mengapa pada sebagian orang penguasaan diri tumbuh sangat lambat. Yang ia janjikan adalah bahwa Roh sungguh bekerja, dan bahwa buah itu, betapapun kecil, adalah buah-Nya, bukan prestasi kita.

Refleksi

Dari sembilan sebutan itu, mana yang paling jelas tumbuh dalam hidup Anda lima tahun terakhir, dan lewat keadaan seperti apa Roh menumbuhkannya?

Di mana Anda sedang mencoba memproduksi buah dengan kekuatan sendiri, dan apa artinya di situ "tinggal terhubung" dengan Kristus minggu ini?

Bagikan penjelasan ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan yang sering diajukan tentang Galatians 5:22

Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.

Apa arti GALATIA 5:22?
Setelah menderetkan panjang lebar apa yang dihasilkan nafsu kedagingan, dari dosa seksual sampai perpecahan dan mabuk-mabukan, Paulus berhenti dan membalik arah dengan dua kata: "Akan tetapi." Lalu ia menyebut satu hal saja, bukan daftar kedua: "buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, keramahan, kebaikan, kesetiaan.
Tentang apakah GALATIA 5:22?
Gambar buah bukan temuan Paulus. Sejak Mazmur pertama, orang yang hidupnya berakar pada firman Tuhan digambarkan sebagai pohon di tepi air yang menghasilkan buah pada musimnya, dan para nabi memakai gambar yang sama untuk menuduh Israel: kebun anggur yang dirawat penuh kasih namun menghasilkan buah asam.
Apa konteks historis dari GALATIA 5:22?
Galatia adalah kumpulan jemaat muda, sebagian besar bukan Yahudi, yang baru saja masuk ke dalam keluarga Allah tanpa melewati pintu sunat. Lalu datang guru-guru yang berargumen: kalau kalian sungguh mau menjadi anak Abraham, lengkapi imanmu dengan tanda perjanjian itu. Dalam dunia yang mengukur orang lewat kehormatan dan status kelompok, tawaran itu masuk akal; siapa yang mau berdiri tanpa identitas yang jelas?
Apa yang GALATIA 5:22 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Kalau ini buah, apa yang harus saya lakukan? Dan bagaimana dengan orang yang sudah bertahun-tahun percaya tetapi masih pemarah? Yesus berkata pohon dikenal dari buahnya (Matius 7:16), dan itu ucapan yang tajam, bukan penghiburan. Paulus juga tidak melunakkannya: ayat 21 memperingatkan bahwa mereka yang hidup dalam pekerjaan kedagingan tidak akan mewarisi Kerajaan Allah.
Bagaimana GALATIA 5:22 masih relevan hari ini?
Di mana Anda sedang mencoba memproduksi buah dengan kekuatan sendiri, dan apa artinya di situ "tinggal terhubung" dengan Kristus minggu ini?
Terwujud berkat para mitra kami

Yang dibagikan komunitas tentang Galatians 5

Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.

Doa Editorial pada ayat 24

Bapa, ada bagian dalam diriku yang masih ingin menarikku ke arah yang salah. Aku mau melepaskannya, walau rasanya berat. Tolong aku hidup sebagai milik Kristus hari ini, dengan hati yang belajar berkata tidak pada apa yang merusakku.

Wawasan Editorial pada ayat 9

Sedikit ragi mengkhamirkan seluruh adonan." Paulus tidak sedang bicara soal roti. Ada orang-orang yang menyelipkan satu syarat kecil ke dalam Injil, dan diam-diam seluruh jemaat berubah rasanya.

Mungkin di hatimu juga ada ragi kecil itu. Satu pikiran bahwa kasih Kristus baru sah kalau kamu cukup baik hari ini. Kelihatannya sepele. Tapi ragi tidak pernah tinggal diam.

Syukur Editorial pada ayat 25

Terima kasih, Tuhan, karena Roh-Mu bukan hanya memberi aku hidup, tetapi juga menuntun langkahku hari ini. Aku bersyukur untuk setiap dorongan lembut yang menahanku dari amarah dan mengajakku memilih kasih. Ajar aku terus berjalan seturut Roh.

Wawasan Editorial pada ayat 3

Aku bersaksi sekali lagi kepada setiap orang yang bersunat bahwa ia wajib melakukan seluruh Hukum Taurat." Paulus tidak sedang menakuti, ia sedang jujur. Begitu kamu menambahkan satu syarat kecil untuk diterima Allah, kamu baru saja menandatangani seluruh daftarnya. Tidak ada setengah anugerah. Mana yang sedang kamu pilih hari ini?

Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda

Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.

Buka di alat studi