ESTER 10
Teks
Tiga ayat, dan pasal ini selesai. Ahasyweros memungut upeti atas seluruh negeri sampai ke pesisir-pesisir laut, seolah kerajaan itu kembali sibuk dengan urusannya yang biasa: uang, wilayah, kekuasaan. Lalu penulis menutup kisah dengan rumusan yang lazim dipakai untuk raja-raja, mengarahkan pembaca pada "kitab riwayat-riwayat zaman raja-raja Media dan Persia" untuk semua catatan tentang kekuasaan dan kepahlawanan sang raja. Tetapi yang paling menonjol bukan Ahasyweros. Ayat terakhir memusatkan sorotan pada seorang buangan Yahudi: Mordekhai, "orang kedua di bawah Raja Ahasyweros," termasyhur di antara bangsanya, dipercaya oleh saudara-saudaranya, dan digambarkan dengan dua kata kerja yang mengejutkan untuk seorang pejabat istana. Ia "mencari yang baik untuk bangsanya" dan "membicarakan damai sejahtera untuk seluruh keturunannya." Kitab yang dimulai dengan pesta seorang raja berakhir dengan kesejahteraan sebuah bangsa.
Inti
Perhatikan apa yang tidak disebut di sini: nama Allah. Sama seperti di seluruh kitab ini. Dan justru di situ letak kekuatannya. Pasal penutup ini tidak berkata "lihatlah mukjizat"; ia berkata: upeti dipungut, arsip disimpan, seorang Yahudi duduk di kursi kedua. Sangat biasa, sangat administratif, sangat politis. Namun bacalah dari belakang ke depan: satu pasal sebelumnya bangsa ini hampir dihapus dari muka bumi. Kini keturunan mereka mendengar kata "damai sejahtera" dari mulut orang yang duduk di dekat takhta. Inilah cara Allah memelihara umat-Nya ketika langit terasa bisu: bukan dengan suara dari awan, tetapi dengan menempatkan orang yang tepat di ruangan yang tepat. Keselamatan di sini berbentuk kekuasaan yang dipakai bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk kebaikan orang lain. Itu bukan sekadar politik yang baik; itu bayangan dari pemerintahan yang jauh lebih besar.
Benang Merah
Perhatikan urutannya: seorang Yahudi dari kalangan buangan, yang pernah berkabung di depan pintu gerbang, kini duduk sebagai "orang kedua di bawah Raja Ahasyweros," dan dari kursi itu ia berbicara demi hidup umatnya. Pola ini terlalu sering muncul dalam Kitab Suci untuk disebut kebetulan: yang rendah diangkat, dan pengangkatannya bukan hadiah pribadi melainkan jalan penyelamatan bagi banyak orang. Yusuf di Mesir, Daniel di Babel, Mordekhai di Susan. Semuanya adalah sketsa kasar dari Dia yang benar-benar turun ke tempat paling rendah, sampai ke kematian, lalu didudukkan di sebelah kanan takhta, bukan untuk menikmati kuasa tetapi untuk menjadi Pembela umat-Nya. Dan dua kata kerja terakhir kitab ini, mencari yang baik dan membicarakan damai sejahtera, adalah gambaran paling padat tentang pekerjaan Kristus sebagai Perantara kita sekarang ini.
Cermin
Yang menohok dalam ayat ini adalah arah kekuasaan Mordekhai. Ia punya akses, jabatan, nama besar; semuanya ia belanjakan untuk orang lain. Kita biasanya memakai posisi kita ke arah yang berlawanan: pengaruh di kantor untuk mengamankan diri, uang untuk membangun benteng, jabatan di gereja untuk dihargai, kata-kata untuk menang dalam perdebatan keluarga. Bahkan kebaikan kita cenderung dihitung: kepada siapa layak, siapa bisa membalas. Mordekhai justru berbicara damai sejahtera "untuk seluruh keturunannya," yaitu untuk orang-orang yang belum lahir dan tidak akan pernah mengucapkan terima kasih kepadanya. Hari ini, kirimkan satu pesan kepada seseorang yang tidak dapat membalas kebaikanmu, dan sebutkan di dalamnya satu hal konkret yang akan kamu lakukan untuk kebaikannya minggu ini.
Teks-Teks Terkait
Kisah Yusuf adalah bayangan terdekat: Yusuf pun menjadi orang kedua di Mesir, dan dari kursi itu ia memelihara hidup keluarga yang pernah menjualnya. Kesamaannya bukan hanya jabatan, tetapi maksudnya, yaitu kelangsungan hidup umat perjanjian. Sisi lainnya muncul di Perjanjian Baru, ketika Paulus menulis kepada jemaat di Efesus bahwa Kristus datang dan memberitakan damai sejahtera, baik kepada yang jauh maupun yang dekat. Kata yang sama, pekerjaan yang sama, tetapi kini jangkauannya melewati batas satu bangsa. Mordekhai menjamin keselamatan keturunan Yahudi di dalam kerajaan Persia; Kristus menciptakan satu umat baru dari bangsa-bangsa yang tadinya bermusuhan. Ester 10 adalah kalimat awal dari sebuah pemikiran yang baru selesai di Golgota.
Konteks
Kita berada di Susan, ibu kota kerajaan Persia, sekitar abad kelima sebelum Kristus, di bawah raja yang wilayahnya membentang dari India sampai ke pesisir Laut Tengah. Pemungutan upeti bukan detail sepele: itu tanda bahwa kerajaan kembali normal, mesin negara berjalan, dan negara-negara taklukan tetap membayar. Rujukan pada arsip kerajaan Media dan Persia adalah rumus penutup yang biasa dipakai untuk mencatat raja-raja, seperti dalam kitab Raja-Raja. Yang tidak biasa adalah siapa yang dicatat di dalamnya. Di kerajaan yang baru saja hampir mengeluarkan dekret pemusnahan satu etnis minoritas, nama seorang Yahudi kini tertulis dalam catatan resmi negara sebagai pejabat kedua. Umat Allah tetap di pembuangan, tetap tanpa bait suci, tetap rentan, dan justru di situ mereka dipelihara.
Tokoh Utama
Mordekhai muncul di akhir kitab tanpa satu pun pidato tentang dirinya. Yang kita dengar justru penilaian orang lain: ia "termasyhur di antara orang-orang Yahudi dan disenangi oleh banyak saudara laki-lakinya." Kepercayaan itu tidak jatuh dari langit; ia dibangun oleh seseorang yang pernah menolak tunduk kepada Haman dengan risiko nyawa dan yang mendorong Ester masuk ke ruang takhta ketika diam terasa lebih aman. Lanskap batinnya bukan ambisi, melainkan tanggung jawab. Ia tahu apa artinya menjadi minoritas yang hidupnya bergantung pada tanda tangan orang lain, dan ketika pena itu akhirnya ada dalam jangkauannya, ia memakainya untuk menulis kebaikan. Manusia seperti ini jarang; karena itu ia menunjuk melampaui dirinya, kepada Dia yang seluruh kekuasaan-Nya adalah kasih.
Refleksi
Di ruangan mana saja hari ini kamu punya pengaruh yang tidak dimiliki orang lain, dan untuk siapa pengaruh itu sedang kamu pakai?
Jika Kristus sekarang "membicarakan damai sejahtera" bagimu di hadapan Bapa, apa yang berubah dalam cara kamu memandang kerentanan hidupmu sendiri?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Esther 10
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti ESTER 10?
Tentang apakah ESTER 10?
Apa konteks historis dari ESTER 10?
Apa yang ESTER 10 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana ESTER 10 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Esther 10
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, Engkau mencatat apa yang sering tidak terlihat oleh siapa pun. Aku tidak perlu namaku ditulis dalam buku sejarah; cukup Engkau yang tahu. Pakai hidupku untuk kebaikan orang lain, dan biar Engkau yang menentukan nilainya.
Bapa, kekuasaan manusia terbentang luas, pajak ditetapkan, wilayah dikuasai, dan semuanya tampak begitu besar. Tapi aku tahu tangan-Mu yang diam-diam bekerja jauh lebih besar. Tolong aku percaya saat dunia terasa dikendalikan orang lain.
Bapa, ajar aku memakai apa pun yang Kaupercayakan padaku untuk kebaikan orang lain, bukan untuk mengangkat namaku sendiri. Jadikan aku orang yang mencari kesejahteraan sesama dan berbicara damai, bahkan saat lebih mudah diam atau melukai.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
