YEHEZKIEL 34
Teks
Firman datang kepada Yehezkiel bukan sebagai penghiburan, melainkan sebagai dakwaan: "Celakalah gembala-gembala Israel yang telah memberi makan diri mereka sendiri!" Para pemimpin Israel memakan lemak kawanan, mengenakan bulunya, menyembelih yang gemuk, tetapi tidak menguatkan yang lemah, tidak membalut yang terluka, tidak mencari yang hilang. Akibatnya domba tercerai-berai dan menjadi mangsa binatang buas. Maka Allah mengambil alih sendiri: Ia akan memeriksa, mencari, mengumpulkan, menggembalakan di padang rumput yang baik. Tetapi penghakiman tidak berhenti pada para pemimpin; domba yang gemuk pun ditegur karena menginjak rumput dan mengeruhkan air bagi yang lain. Pasal ini ditutup dengan janji seorang gembala tunggal, "hamba-Ku Daud", dan sebuah perjanjian damai.
Inti
Yang mengejutkan di sini bukan kemarahan Allah atas penyalahgunaan kuasa, melainkan cara Ia memperbaikinya. Ia tidak mengganti gembala buruk dengan gembala yang lebih kompeten; Ia berkata, "Aku sendiri akan memeriksa kawanan-Ku dan mencari mereka." Allah memikul sendiri pekerjaan yang gagal dilakukan manusia. Di sinilah Mazmur 23 mendapat latar belakangnya yang lebih gelap: pengakuan "TUHAN adalah gembalaku" bukan puisi pastoral yang tenang, melainkan pernyataan politik, sebab Israel sudah mengalami apa artinya digembalakan oleh manusia yang memakan kawanannya. Dan perhatikan ayat 16: Gembala yang sama yang membalut yang terluka juga "akan membinasakan yang gemuk dan kuat". Kasih yang mengumpulkan yang lemah mustahil netral terhadap yang menginjak mereka. Keadilan bukan sisi lain dari kelembutan Allah; keduanya satu gerakan.
Benang Merah
Dua pernyataan dalam pasal ini duduk berdampingan tanpa dijelaskan. Pertama: "Aku sendiri akan memeriksa kawanan-Ku." Kedua, sebelas ayat kemudian: "Aku akan menempatkan atas mereka seorang gembala, yaitu hamba-Ku Daud." Allah menggembalakan sendiri, dan Allah mengangkat seorang manusia. Yehezkiel tidak menyelesaikan ketegangan itu; ia membiarkannya terbuka selama berabad-abad. Lalu di Yohanes 10 seorang tukang kayu dari Nazaret berdiri di Bait Allah, di depan para pemimpin agama, dan menyebut diri-Nya gembala yang baik yang memberikan nyawa-Nya bagi domba. Siapa pun yang mengenal Yehezkiel 34 mendengar dua hal sekaligus: Dia mengklaim kursi Daud, dan Dia mengklaim tempat TUHAN. Pernyataan itu bukan metafora yang manis. Itu adalah penghakiman atas gembala-gembala yang sedang mendengarkan, persis seperti ayat 2.
Cermin
Pertanyaan Yehezkiel yang paling tajam bukan "apakah kamu seorang pemimpin", melainkan "siapa yang makan terlebih dahulu". Rapat yang kamu pimpin, rumah tangga yang kamu atur, kelompok kecil yang kamu bimbing: siapa yang pulang kenyang, dan siapa yang pulang dengan rumput yang sudah terinjak? Ayat 18 mengenai orang-orang yang bahkan tidak merasa sedang menindas siapa pun; mereka hanya minum air dan pergi, tanpa sadar bahwa yang tersisa bagi orang lain sudah keruh. Itu bisa berarti cara kamu memakai waktu keluarga, cara kamu menyerobot percakapan, cara kamu mengambil keuntungan yang sah tetapi membuat yang lemah membayar. Dan ayat 4 menuduh bukan karena kekerasan, melainkan karena kelalaian: yang hilang tidak dicari. Hari ini juga, tuliskan nama satu orang yang sudah lama menghilang dari lingkaranmu tanpa ada yang bertanya ke mana, lalu kirimi dia satu pesan singkat.
Tokoh Utama
Allah dalam pasal ini bersumpah: "Demi Aku yang hidup." Ia tidak berargumen, Ia bersumpah, seperti orang yang terlalu marah untuk sekadar berdebat. Namun kemarahan itu bergerak ke arah yang tidak kita duga. Ia tidak menghancurkan kawanan yang rusak; Ia membalut, mengumpulkan, menguatkan. Dan ada satu detail yang mudah terlewat: "Aku akan membiarkan mereka berbaring." Domba hanya berbaring kalau tidak takut. Allah tidak puas dengan domba yang selamat tetapi tetap waspada; Ia menginginkan kawanan yang bisa tidur. Lalu kalimat penutup yang mengejutkan dalam kelembutannya: "kamu adalah manusia dan Akulah Allahmu." Setelah seluruh bahasa domba, Ia melepaskan metafora itu dan menyebut mereka apa adanya, manusia, di hadapan Allah yang mengakui mereka.
Pertanyaan
Jika Allah berkata "Aku sendiri", mengapa dua puluh enam abad kemudian domba-domba masih dimangsa, dan sering kali oleh gembala-gembala yang disebut hamba Tuhan? Jawaban bahwa nubuat ini sudah digenapi dalam Kristus benar, tetapi tidak cukup. Kristus datang, dan orang percaya masih tercerai-berai; perjanjian damai dijanjikan, dan binatang buas belum lenyap dari negeri. Yehezkiel tidak memberi kita jadwal. Ia memberi kita jaminan tentang karakter Allah, bukan jaminan tentang kecepatan-Nya. Yang bisa kita pegang: setiap kali seorang gembala memakan kawanannya, ia sedang berdiri di bawah ayat 10, "Aku menentang para gembala." Itu bukan penghiburan yang hangat. Tetapi bagi orang yang pernah dilukai oleh pemimpin rohani, kalimat itu mungkin satu-satunya yang bisa dipercaya untuk saat ini.
Profil
Yang mendengar ini adalah orang buangan di Babel, sekitar masa jatuhnya Yerusalem. Mereka baru saja menyaksikan gembala terakhir mereka, Zedekia, melarikan diri, tertangkap, dan dibutakan. Bagi mereka "binatang buas" bukan kiasan samar; itu adalah Babel, Mesir, Asyur. Janji hujan pada waktunya, pohon yang berbuah, hidup aman tanpa rasa takut adalah bahasa berkat perjanjian yang mereka hafal dari Taurat, dan yang mereka sadari telah hilang karena pelanggaran mereka sendiri. Maka yang mereka dengar bukan sekadar hiburan, melainkan pembalikan sejarah mereka. Dan satu lagi yang kita lewatkan: "tidak akan lagi menanggung cemoohan bangsa-bangsa." Mereka hidup sebagai bangsa yang dipermalukan, allahnya dianggap kalah. Allah berjanji memulihkan bukan hanya perut mereka, tetapi nama mereka.
Refleksi
Di tempat mana kamu menjadi "domba yang gemuk", menikmati sesuatu yang sah sambil membuat air menjadi keruh bagi orang lain tanpa pernah berniat begitu?
Yesus menyebut diri-Nya gembala yang baik di hadapan para pemimpin yang gagal. Apa artinya bagi kepemimpinanmu bahwa gembala sejati itu menang bukan dengan kekuatan, melainkan dengan memberikan nyawa-Nya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ezekiel 34
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YEHEZKIEL 34?
Tentang apakah YEHEZKIEL 34?
Apa konteks historis dari YEHEZKIEL 34?
Apa yang YEHEZKIEL 34 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YEHEZKIEL 34 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Ezekiel 34?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
