KEJADIAN 10
Teksnya
Pasal ini adalah daftar: siapa lahir dari siapa, setelah air bah reda dan bumi kembali dihuni. Tiga anak Nuh, yaitu Sem, Ham, dan Yafet, menjadi pangkal dari tujuh puluh nama bangsa yang tersebar "masing-masing menurut bahasa, kaum keluarga, dan bangsanya sendiri" (ayat 5). Di tengah deretan nama itu ada dua sisipan yang mencolok: Nimrod, "orang perkasa pertama di bumi" yang membangun Babel dan Niniwe, dan Kanaan, yang keturunannya menempati wilayah yang membentang "ke arah Sodom, Gomora, Adma, Zeboim" (ayat 19). Lalu daftar itu ditutup persis seperti ia dibuka, dengan catatan bahwa dari mereka semua "bangsa-bangsa tersebar ke seluruh bumi setelah peristiwa air bah" (ayat 32). Sebuah peta dunia dalam bentuk silsilah, disusun bukan oleh ahli geografi, melainkan oleh orang yang percaya bahwa Allah menghitung setiap nama.
Intinya
Daftar nama yang mudah kita lewati ini sebenarnya adalah pernyataan iman yang berani: bumi yang baru saja dihancurkan oleh air kembali penuh. Perintah dan berkat kepada Nuh, agar manusia bertambah banyak dan memenuhi bumi, tidak dibatalkan oleh hukuman; justru dijalankan setelahnya. Itulah kabar teologis pertama dari pasal ini, bahwa Allah tidak menghapus manusia dan memulai dari nol, melainkan melanjutkan dengan darah dan keturunan yang sama, yang masih membawa benih kekacauan itu. Kabar kedua sama pentingnya: semua bangsa berasal dari satu keluarga. Tidak ada ras yang lahir dari sumber lain, tidak ada bangsa yang berada di luar jangkauan pemeliharaan Allah. Sebelum Israel pernah ada, Allah sudah memiliki tujuh puluh bangsa yang tercatat nama demi nama. Dan di dalam daftar yang sama tersembunyi bayang-bayang penghakiman: Babel, Niniwe, Sodom. Kasih karunia dan keadilan berdiri bersebelahan dalam satu silsilah.
Benang Merah
Tujuh puluh nama ini bukan akhir cerita, melainkan latar belakang bagi satu nama yang belum muncul. Persis setelah daftar ini dan setelah Babel, Allah memanggil satu orang dari salah satu cabang Sem, dan berjanji bahwa melalui dia semua kaum di bumi akan diberkati (Kejadian 12:3). Saya sebut ayat itu karena tanpa daftar Kejadian 10, janji kepada Abraham menjadi kabur: "semua kaum di bumi" bukan retorika saleh, itu daftar konkret yang baru saja kita baca, Gomer sampai Yoktan, termasuk Kanaan dan Asyur. Allah tidak menyempitkan diri kepada satu bangsa demi meninggalkan yang lain, tetapi memilih satu demi mencapai semua. Dan ketika di Yerusalem Roh Kudus turun dan orang-orang dari banyak bangsa mendengar dalam bahasa mereka sendiri (Kisah Para Rasul 2), yang terjadi bukan penghapusan daftar ini, melainkan penebusannya. Bahasa-bahasa yang memisahkan dipakai untuk memberitakan satu Kristus.
Cermin
Ada dua cara berada dalam pasal ini. Yang pertama seperti Nimrod: membangun sesuatu yang membuat orang menyebut namamu bertahun-tahun sesudahnya. Kita mengenalnya, meski kita memakai kata lain: portofolio, jabatan, rumah yang akhirnya lunas, anak-anak yang berhasil, reputasi di gereja. Yang kedua seperti Almodad, Uzal, dan Dikla, yaitu nama-nama yang tidak pernah dikhotbahkan, yang hanya tercatat dan tidak dijelaskan. Sebagian besar dari kita hidup di sana, di tengah daftar, mengerjakan pekerjaan yang tidak akan diingat siapa pun dalam tiga generasi. Kejadian 10 tidak menghibur kita dengan mengatakan bahwa kita sebenarnya penting. Ia mengatakan sesuatu yang lebih keras dan lebih lembut: Allah mencatat namamu tanpa perlu kau membuktikan apa pun.
Hari ini, tuliskan di selembar kertas nama dua bangsa yang biasanya hanya kau kenal dari berita buruk, lalu sebut kedua nama itu dengan suara terdengar dalam doa, satu kalimat untuk masing-masing.
Profilnya
Bayangkan pendengar pertama: orang Israel yang sedang menuju atau baru saja masuk Kanaan. Bagi mereka, ayat 15 sampai 19 bukan geografi netral. Itu daftar nama musuh yang akan mereka hadapi di lapangan: orang Yebusi, orang Amori, orang Het, kota-kota di sepanjang pesisir sampai ke Gaza. Mendengar bahwa semua bangsa itu berasal dari satu keluarga bersama mereka sendiri pasti mengganggu, karena musuh yang sepupu lebih sulit dibenci sepenuhnya. Dan bagi generasi selanjutnya, yang diangkut ke Babel dan hidup di bawah Asyur, ayat 10 sampai 12 terbaca seperti nubuat yang sudah lama menunggu: kedua kekaisaran yang menelan mereka lahir dari satu batang silsilah yang sama, dan tetap berada di bawah pengawasan Allah yang mencatatnya.
Detailnya
"Dia adalah pemburu yang perkasa di hadapan TUHAN." Kalimat itu menggantung tanpa penilaian, dan justru di situ kekuatannya. Kata Ibrani di baliknya, gibbor, berarti pahlawan, orang kuat, prajurit; kata yang sama dipakai untuk para tokoh besar dan juga untuk para tiran. "Di hadapan TUHAN" bisa berarti diberkati oleh Allah, atau bisa berarti terjadi tepat di depan mata Allah, tanpa persetujuan-Nya. Teks tidak memilih untuk kita. Yang teks lakukan adalah menyebut hasil karyanya: Babel dan Niniwe, dua kota yang di seluruh Alkitab menjadi lambang kuasa yang menindas. Kehebatan manusia tidak dikutuk di sini, tetapi juga tidak dipuji. Ia hanya dicatat, dengan kota-kotanya, di hadapan Allah yang bersabar terhadap kerajaan-kerajaan sampai waktunya.
Tokoh Utamanya
Allah tidak disebut sebagai pelaku satu kali pun dalam pasal ini, kecuali dalam ungkapan tentang Nimrod. Tidak ada "Allah berkata", tidak ada mukjizat. Dan itulah gambaran Allah yang paling mengejutkan di sini: Ia bekerja dalam bentuk kelahiran, migrasi, perbatasan wilayah, dan bahasa yang berubah. Allah yang baru saja menghakimi bumi dengan air kini memberi ruang, membiarkan Babel berdiri dan Kanaan menyebar, tidak karena Ia lalai tetapi karena Ia sabar. Yang Ia lakukan hanyalah menghitung. Tujuh puluh nama, satu per satu, termasuk nama para penindas dan nama-nama yang tidak berbuat apa-apa selain hidup dan mati. Allah semacam ini tidak mudah dijelaskan, tetapi Ia bisa dipercaya, karena Ia tidak melupakan siapa pun.
Refleksi
Jika Allah mencatat namamu tanpa mencatat prestasimu, apa yang sedang kau bangun hari ini demi dicatat oleh orang lain?
Bangsa atau kelompok mana yang dalam hatimu kau perlakukan seolah berada di luar daftar Allah, dan apa yang akan berubah jika kau mengakui mereka sebagai sepupu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Genesis 10
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KEJADIAN 10?
Tentang apakah KEJADIAN 10?
Apa konteks historis dari KEJADIAN 10?
Apa yang KEJADIAN 10 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KEJADIAN 10 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Genesis 10?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
