IBRANI 2:16
Teks
Satu kalimat pendek, hampir seperti kesimpulan hukum yang diketukkan di meja: "Jadi, jelaslah bahwa Ia tidak memberi pertolongan kepada para malaikat, tetapi kepada keturunan Abraham." Penulis Ibrani baru saja berbicara tentang Yesus yang mengambil darah dan daging, yang melalui kematian-Nya mematahkan kuasa maut dan membebaskan mereka yang seumur hidup diperbudak oleh ketakutan. Lalu datang ayat ini sebagai penegasan arah: pertolongan itu punya alamat. Bukan dicurahkan begitu saja ke seluruh jagat ciptaan, bukan diberikan kepada makhluk-makhluk mulia yang sejak tadi dibicarakan, melainkan kepada keturunan Abraham, kepada manusia yang fana, yang berdosa, yang takut mati. Satu kalimat, dan di dalamnya tersimpan seluruh skandal kasih Allah.
Inti
Ada sesuatu yang tidak nyaman di sini, dan sebaiknya kita tidak buru-buru melewatinya. Allah memilih. Pertolongan-Nya tidak tersebar rata; ada yang dilewati. Malaikat, yang lebih tinggi, lebih kuat, lebih dekat pada takhta, justru tidak dirangkul. Yang dirangkul adalah keturunan Abraham, umat perjanjian, manusia yang paling jelas membuktikan bahwa mereka tidak layak dirangkul. Inilah inti kabar itu: keselamatan bukan penghargaan atas kedudukan, melainkan tindakan Allah yang membungkuk ke arah yang rendah. Dan perhatikan bentuk pertolongan itu. Ia menolong bukan dari jauh, bukan dengan mengirim bantuan, melainkan dengan mengambil darah dan daging kita sendiri. Allah menolong manusia dengan menjadi manusia. Siapa yang masih bisa mengukur kasih semacam ini dengan logika kelayakan?
Benang Merah
Mengapa "keturunan Abraham" dan bukan sekadar "manusia"? Penulis Ibrani sedang menarik satu garis panjang. Kepada Abraham, Allah berjanji bahwa melalui keturunannya semua kaum di bumi akan diberkati, dan sejak saat itu sejarah keselamatan berjalan melalui satu keluarga, satu garis darah, satu janji yang berkali-kali nyaris padam. Abraham sendiri adalah orang yang menunggu di tengah ketidakmungkinan, yang harus percaya pada masa depan yang tidak bisa ia lihat. Dan sekarang Pertolongan itu datang bukan dari luar garis itu, melainkan dari dalamnya: Yesus lahir sebagai keturunan Abraham, satu dari keluarga itu, demi keluarga itu, dan melalui keluarga itu demi semua bangsa. Janji yang dulu terdengar samar di telinga seorang tua tanpa anak ternyata bermuara pada palungan dan salib. Benang merahnya bukan konsep; benang merahnya adalah darah dan daging.
Cermin
Ayat ini menyentuh sesuatu yang jarang kita ucapkan di depan orang: ketakutan akan kematian, yang dalam ayat sebelumnya disebut perbudakan seumur hidup. Ia jarang muncul sebagai pikiran jernih. Ia muncul sebagai kecemasan saat menunggu hasil pemeriksaan dokter, sebagai dorongan menumpuk tabungan melebihi yang diperlukan, sebagai kelelahan yang tidak berani berhenti bekerja karena takut tidak ada artinya kalau berhenti, sebagai rasa ngilu melihat wajah sendiri menua di cermin kamar mandi. Kita semua mengelola kematian dengan cara masing-masing, biasanya dengan sibuk. Dan di tengah semua itu, ayat ini berkata: Ia memegang kamu. Bukan malaikat, bukan yang kuat; kamu, yang takut. Hari ini, tulislah di secarik kertas satu hal yang paling kautakuti kehilangannya, lalu bacalah ayat ini keras-keras dengan namamu sendiri di tempat "keturunan Abraham".
Konteks
Surat ini ditulis kepada orang-orang Kristen Yahudi yang sedang lelah dan tergoda mundur. Ayat pertama pasal ini sudah membunyikan alarm: "supaya kita tidak terseret arus." Mereka hidup di dunia yang sangat menghormati malaikat. Dalam pemahaman Yahudi saat itu, Hukum Taurat sendiri disampaikan melalui perantaraan malaikat, dan makhluk-makhluk surgawi menempati tangga kehormatan yang tinggi, jauh di atas manusia. Meninggalkan sinagoge demi mengikut seorang Rabi yang disalibkan berarti kehilangan status, jaringan keluarga, kadang harta dan keamanan. Pertanyaan yang menghantui mereka wajar: apakah kami menukar yang mulia dengan yang hina? Ke dalam kegelisahan itulah penulis menancapkan ayat ini. Yang mulia memang tidak dipegang. Yang dipegang justru mereka yang merasa sedang kehilangan segalanya.
Pertanyaan
Lalu bagaimana dengan para malaikat? Teks ini mengatakan mereka tidak ditolong, dan berhenti di situ. Tidak ada penjelasan, tidak ada penghiburan susulan. Kita tahu dari ayat sebelumnya bahwa ada Iblis yang memiliki kuasa atas kematian, dan ada sesuatu yang rusak di dunia roh, tetapi bagi kerusakan itu tidak disediakan inkarnasi, tidak ada darah dan daging yang diambil, tidak ada penebusan. Mengapa? Alkitab diam. Dan diamnya Alkitab di sini sebaiknya tidak kita isi dengan spekulasi yang terdengar rapi. Yang tersisa justru pertanyaan yang lebih tajam bagi kita: kalau pertolongan ini sedemikian khusus, sedemikian sengaja diarahkan, mengapa kita memperlakukannya seolah hal biasa? Ayat tiga sudah memperingatkan: bagaimana mungkin kita lolos jika mengabaikan keselamatan yang besar itu. Pilihan Allah tidak menjelaskan diri; ia menuntut tanggapan.
Detail
Kata yang diterjemahkan "memberi pertolongan" dalam bahasa Yunani adalah epilambanomai, yang secara harfiah berarti memegang erat, mencengkeram, meraih seseorang. Ini bukan gambar bantuan yang dikirim dari kejauhan, bukan uluran nasihat atau paket bantuan yang dijatuhkan dari atas. Ini gambar tangan yang mencengkeram pergelangan tangan orang yang sedang tenggelam. Dan siapa pun yang pernah menarik orang dari air tahu konsekuensinya: untuk mencengkeram, engkau harus cukup dekat untuk ikut terseret. Itulah sebabnya ayat sebelumnya berbicara tentang darah dan daging, dan ayat sesudahnya tentang Yesus yang harus menjadi seperti saudara-saudara-Nya dalam segala hal. Pegangan itu tidak bisa dilakukan dari pinggir kolam. Ia harus turun. Ia harus merasakan kematian. Dan Ia tidak melepaskan.
Refleksi
Di bagian hidupmu yang mana engkau masih berusaha menyelamatkan dirimu sendiri, seolah tanganmu lebih bisa diandalkan daripada tangan yang mencengkerammu?
Jika pertolongan Allah datang dengan cara mengambil darah dan daging, apa artinya itu bagi tubuhmu yang lelah, menua, dan fana ini, hari ini juga?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Hebrews 2:16
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti IBRANI 2:16?
Tentang apakah IBRANI 2:16?
Apa konteks historis dari IBRANI 2:16?
Apa yang IBRANI 2:16 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana IBRANI 2:16 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Hebrews 2
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena keselamatan sebesar ini tidak datang dari desas-desus. Engkau sendiri yang pertama memberitakannya, lalu diteguhkan oleh mereka yang mendengar langsung dari-Mu. Aku bersyukur kabar itu sampai juga kepadaku hari ini, utuh dan dapat dipercaya.
Bapa, Engkau sendiri yang menguatkan kesaksian tentang Yesus, lewat tanda-tanda yang Kaukerjakan dan karunia yang Kaubagikan sesuai kehendak-Mu. Kadang aku ingin bukti dengan caraku sendiri. Ajar aku percaya pada cara-Mu, dan pakai hidupku untuk ikut bersaksi.
Dan membebaskan mereka semua yang, karena takut kepada maut, seumur hidupnya berada di bawah perbudakan." Perhatikan kata "seumur hidup". Rasa takut itu tidak hanya muncul di ranjang rumah sakit, tapi diam-diam mengatur caramu menyimpan uang, menghindari risiko, menggenggam orang yang kaukasihi terlalu erat. Yesus tidak menghapus kematian. Dia masuk ke dalamnya, lalu keluar, supaya rantai itu lepas dari tanganmu.
Dia harus dijadikan sama dengan saudara-saudara-Nya dalam segala hal." Dalam segala hal. Bukan sebagian. Yesus tahu rasanya lapar, letih, ditinggal teman, menangis di kubur sahabat. Karena itu ketika kamu datang kepada-Nya hari ini, kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa. Dia sudah pernah berdiri di tempatmu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi