YESAYA 65:17
Nas
Di tengah rentetan penghakiman yang keras, suara itu tiba-tiba berbalik arah: "Sebab, sesungguhnya, Aku menciptakan langit dan bumi baru, dan hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi ataupun timbul di dalam hati." Allah tidak sedang menjanjikan perbaikan, tidak sedang menambal apa yang rusak, melainkan mengumumkan sebuah tindakan penciptaan yang sama radikalnya dengan hari pertama di Kejadian. Dan yang paling mengganggu sekaligus melegakan adalah kalimat keduanya: yang lama tidak akan diingat lagi, bahkan tidak akan terlintas di hati. Bukan hanya dunia yang dibarui, tetapi juga ingatan, juga isi hati manusia yang selama ini disesaki oleh luka, kegagalan, dan penyesalan yang tak bisa ia usir sendiri.
Inti
Kata kerja yang dipakai di sini, bara, dalam Perjanjian Lama tidak pernah punya subjek selain Allah. Manusia bisa membentuk, memperbaiki, menyusun ulang; hanya Allah yang bisa bara. Artinya, pembaruan yang dijanjikan di sini berada sepenuhnya di luar jangkauan usaha kita, dan justru itulah anugerahnya. Perhatikan juga siapa yang lupa. Teks tidak berkata bahwa umat akan berhasil melupakan; teks berkata hal-hal yang dahulu "tidak akan diingat lagi", sebuah pernyataan pasif yang di ayat 16 sudah dijelaskan: telah "disembunyikan dari mata-Ku". Allah sendiri yang berhenti menyimpan catatan itu, dan karena Dia berhenti, ingatan manusia pun akhirnya bisa beristirahat. Di sini keselamatan bukan sekadar pengampunan atas masa lalu, melainkan penciptaan sebuah kenyataan di mana masa lalu tidak lagi punya kuasa untuk mendefinisikan siapa kita.
Benang Merah
Janji ini tidak berhenti di Yesaya. Ketika Yohanes di Patmos melihat "langit yang baru dan bumi yang baru", ia sedang mengutip nabi ini, dan ia menambahkan apa yang di sini masih tersembunyi: yang membuat pembaruan itu mungkin adalah Anak Domba yang disembelih. Sebab ada persoalan yang belum selesai dalam pasal ini. Ayat 6 dan 7 berbicara tentang pembalasan yang ditakar ke pangkuan mereka; ayat 17 berbicara tentang yang lama tidak diingat lagi. Bagaimana keduanya bisa berdiri bersama tanpa Allah menjadi hakim yang sembrono? Perjanjian Baru menjawabnya di kayu salib: catatan itu tidak dihapus dengan pura-pura, tetapi dipikul. Yang lama benar-benar dibalas, hanya saja di dalam tubuh Kristus. Karena itu Paulus berani menulis bahwa siapa yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru: bara itu sudah mulai bekerja, sekarang, di dalam orang-orang yang percaya.
Cermin
Ada hal-hal yang terus timbul di hati Anda, biasanya menjelang tidur. Kalimat yang Anda ucapkan kepada anak Anda lima tahun lalu dan tidak bisa Anda tarik kembali. Uang yang Anda pakai untuk sesuatu yang memalukan. Karier yang tidak pernah pulih setelah satu keputusan bodoh. Kesehatan yang Anda rusak sendiri. Kita menghukum diri berulang-ulang dengan ingatan, dan kita menyebutnya kejujuran, padahal sering kali itu adalah bentuk kesombongan terbalik: kita merasa hanya kita yang berhak menentukan apakah masa lalu kita sudah selesai atau belum. Teks ini merampas hak itu dari tangan Anda. Yang menentukan apakah suatu perkara masih diingat bukanlah Anda, melainkan Allah yang menyembunyikannya dari mata-Nya sendiri. Hari ini, tuliskan di secarik kertas satu hal lama yang paling sering timbul di hati Anda, lalu bacalah ayat 17 dengan suara keras di atas kertas itu, dan buanglah kertasnya.
Konteks
Kita berada di bagian akhir kitab Yesaya, di dunia sesudah pembuangan. Sebagian umat sudah pulang ke Yehuda, dan yang mereka temukan bukan kemuliaan melainkan reruntuhan: tembok yang roboh, Bait Allah yang kecil dan mengecewakan, tetangga yang bermusuhan, panen yang sering direbut orang lain, bayi-bayi yang mati sebelum genap seminggu. Ayat 21 dan 22 menyebut persis luka itu: membangun rumah lalu orang lain yang menghuninya, menanam lalu orang lain yang memakan. Di tengah kekecewaan semacam itu, agama menjadi kacau. Pasal ini penuh dengan gambaran ibadah campuran: kurban di taman-taman, duduk di pekuburan, meja yang disiapkan untuk Dewa Gad dan Dewa Meni, dewa nasib dan keberuntungan. Orang yang putus asa memang mudah menyembah nasib. Kepada komunitas yang pecah antara yang setia dan yang berkompromi inilah janji langit dan bumi baru diucapkan.
Tokoh Utama
Allah dalam pasal ini adalah Allah yang mengulurkan tangan sepanjang hari kepada bangsa yang memberontak, yang berseru "Aku di sini, Aku di sini" kepada orang yang tidak memanggil nama-Nya. Itu bukan potret penguasa yang dingin. Nada-Nya berganti-ganti seperti nada orang yang sedang terluka: marah sampai menyebut umat-Nya "asap dalam hidung-Ku", lalu tiba-tiba lembut seperti pemetik anggur yang menolak membuang setandan karena "masih ada manfaat di dalamnya". Dan di ayat 19 Ia mengatakan sesuatu yang jarang kita tangkap: Ia sendiri akan bersukacita di Yerusalem. Pembaruan ini bukan hanya proyek untuk kebahagiaan kita; Allah sedang menciptakan sesuatu yang membuat Diri-Nya sendiri bergembira. Ada kerinduan di dalam Allah yang belum tuntas, dan langit serta bumi baru adalah jawaban atas kerinduan itu.
Profil
Pendengar pertama bukan orang yang mencari inspirasi rohani. Mereka adalah petani dan tukang batu yang lelah, yang setiap pagi melihat kota yang tidak kunjung pulih dan setiap malam menghitung anak yang tidak selamat. Ketika mereka mendengar "langit dan bumi baru", mereka tidak membayangkan surga di awan, melainkan tanah yang akhirnya aman, panen yang akhirnya menjadi milik mereka sendiri, dan Allah yang menjawab sebelum mereka berseru. Bagi mereka, kalimat "hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi" terdengar seperti pengumuman bahwa pembuangan, aib nasional, dan dosa nenek moyang tidak akan menjadi identitas mereka selamanya. Itu bukan penghiburan sentimental. Itu berita bahwa sejarah mereka tidak berkata akhir tentang mereka; Allah yang berkata akhir.
Refleksi
Apa satu hal dari masa lalu yang masih Anda simpan lebih rapat daripada Allah menyimpannya, dan mengapa Anda enggan melepaskannya?
Jika Allah sendiri bersukacita atas dunia yang Ia ciptakan baru, bagian mana dari hidup Anda hari ini yang boleh mulai mencerminkan sukacita itu, sekecil apa pun?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Isaiah 65:17
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YESAYA 65:17?
Tentang apakah YESAYA 65:17?
Apa konteks historis dari YESAYA 65:17?
Apa yang YESAYA 65:17 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YESAYA 65:17 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Isaiah 65
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, Engkau membayangkan dunia di mana tak ada lagi tangis atas hidup yang terlalu singkat, di mana usia dijalani penuh sampai akhir. Aku menantikan itu. Sampai hari itu datang, tolong aku merawat setiap kehidupan yang Kau titipkan hari ini.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi