YESAYA 65
Teks
"Aku di sini, Aku di sini." Dua kali, seperti seseorang yang berdiri di ambang pintu dan melambai pada orang yang sengaja memalingkan muka. Begitulah pasal ini dibuka: Allah yang membiarkan diri-Nya ditemukan oleh mereka yang tidak mencari, sambil mengulurkan tangan sepanjang hari kepada bangsa yang memberontak, yang berkurban di taman-taman, duduk di pekuburan, dan berkata, "Menjauhlah, jangan mendekat kepadaku karena aku lebih suci darimu!" Lalu datang pembalasan, tetapi tidak total: seperti setandan anggur yang masih bergetah, sisa itu tidak dibinasakan. Dari situ pasal ini membelah umat menjadi dua, "hamba-hamba-Ku" yang makan dan bersorak, dan "kamu" yang lapar dan meraung. Dan di ujungnya, langit dan bumi baru: Yerusalem sebagai sukacita, tangisan lenyap, rumah dibangun dan dihuni sendiri, serigala dan anak domba makan bersama.
Inti
Perhatikan siapa yang bergerak lebih dulu. Bukan manusia yang mendaki mencari Allah; Allah yang berseru kepada bangsa yang bahkan tidak memanggil nama-Nya. Anugerah di sini bukan jawaban atas pencarian kita, melainkan pendahuluan yang membuat pencarian itu mungkin. Tetapi justru karena itu penolakan menjadi serius: tangan yang terulur sepanjang hari bisa ditepis sepanjang hari juga. Yang mengejutkan, dosa yang paling membakar di hidung Allah bukanlah daging babi atau dupa di bukit, melainkan kalimat "aku lebih suci darimu". Agama yang dipakai untuk mengukur diri di atas orang lain ternyata lebih memuakkan daripada kekafiran yang jujur. Dan penghakiman-Nya tidak meratakan semua; Ia menyisakan, seperti orang yang menolak membuang setandan anggur karena "masih ada manfaat di dalamnya". Sisa itulah benih dunia baru.
Benang Merah
Ayat 1 dan 2 punya gema yang panjang. Paulus mengutipnya di Roma 10 dan melakukan sesuatu yang berani: "Aku berkenan ditemukan orang yang tidak mencari Aku" ia terapkan pada bangsa-bangsa lain, dan "Aku telah mengulurkan tangan-Ku sepanjang hari" pada Israel. Artinya, kalimat yang di Yesaya masih satu bangsa terbelah menjadi dua arah, dan pintu yang terbuka itu ternyata jauh lebih lebar daripada yang dibayangkan pendengar pertama. Di sinilah Kristus berdiri: Dia adalah tandan anggur yang tidak dibinasakan, sisa yang menjadi benih, dan sekaligus Dia yang memanggil "Aku di sini" dengan tubuh dan suara. Dan janji penutup Alkitab tentang langit dan bumi baru bukan ide segar; itu kutipan dari ayat 17, digenapi dan diperluas.
Cermin
Ayat 22 menyentuh sesuatu yang sangat duniawi: "Mereka tidak akan membangun untuk dihuni orang lain." Siapa pun yang pernah menuang tahun-tahun ke dalam pekerjaan dan melihat orang lain memetik hasilnya tahu rasa itu. Proyek yang diklaim atasan. Rumah yang dicicil tetapi tidak sempat ditinggali. Anak yang dibesarkan dengan air mata dan "mendatangkan kesusahan". Yesaya tidak bilang itu tidak apa-apa; ia bilang hal itu akan berhenti. Tetapi sebelum sampai ke sana, pasal ini menoleh dan menunjuk kita dengan ayat 5. Kalimat "aku lebih suci darimu" jarang kita ucapkan; kita cukup memikirkannya tentang rekan kerja, saudara ipar, orang di gereja yang doktrinnya meleset. Hari ini, tuliskan satu nama orang yang diam-diam Anda rasa berada di bawah Anda secara rohani, lalu sebut nama itu keras-keras dalam doa dan mintalah berkat untuknya.
Profil
Bayangkan pendengar pertama: orang-orang yang baru pulang dari pembuangan atau anak-anak mereka, berdiri di antara reruntuhan dan tanah yang sudah diduduki orang lain. Mereka baru saja berseru di pasal sebelumnya, "Mengapa Engkau diam?" Jawaban yang mereka terima bukan penghiburan lembut, melainkan daftar tuduhan. Nama Gad dan Meni di ayat 11 adalah dewa keberuntungan dan nasib; di tengah ekonomi yang rapuh, orang menyiapkan meja bagi Nasib Baik seperti orang sekarang menyimpan jimat atau memeriksa ramalan. Duduk di pekuburan berarti mencari petunjuk dari orang mati, karena Allah terasa bisu. Mereka tidak menolak Tuhan dengan ateisme; mereka melengkapi-Nya dengan asuransi tambahan. Itu yang membuat tangan terulur itu terasa begitu pedih.
Detail
"Lembah Akhor menjadi tempat beristirahat bagi kawanan ternak." Nama itu bukan sembarang nama. Akhor berarti kesusahan, dan lembah itu adalah tempat Akhan dirajam dalam Yosua 7, luka pertama Israel di tanah perjanjian, titik di mana kemenangan berubah menjadi kuburan. Yesaya tidak menghapus nama itu. Ia membiarkannya berdiri dan mengubah isinya: lembah eksekusi menjadi padang tempat domba berbaring tenang. Begitulah cara Allah memulihkan, bukan dengan amnesia, melainkan dengan mengubah fungsi tempat yang paling menyakitkan. Ingatan Anda tentang kegagalan tertentu mungkin tidak akan dihapus. Tetapi tanah itu bisa berubah menjadi tempat di mana sesuatu akhirnya bisa beristirahat.
Pertanyaan
Ada yang janggal di ayat 20. Di langit dan bumi baru, orang masih mati, hanya saja pada usia seratus tahun ia "masih akan dianggap muda". Kematian belum lenyap; ia hanya diundur jauh. Padahal ayat 19 berkata tangisan tidak akan terdengar lagi. Dua hal itu tidak sepenuhnya cocok, dan sebaiknya kita tidak memaksa mereka cocok. Yesaya melukis dunia baru dengan cat yang tersedia di zamannya: panen, rumah, umur panjang, kandang yang aman. Gambar itu sungguh-sungguh, tetapi belum final. Ia menunjuk melampaui dirinya sendiri, ke sesuatu yang baru bisa dikatakan setelah ada kubur yang terbuka. Sampai saat itu kita memegang janji yang lebih besar daripada kata-katanya sendiri, dan menolak menutup celah itu dengan penjelasan murahan.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda sedang "menyiapkan meja bagi Dewa Gad", mengandalkan jaring pengaman yang diam-diam Anda percayai lebih daripada Allah?
Ayat 24 berkata, "sebelum mereka berseru, Aku akan menjawab." Apa yang berubah dalam cara Anda berdoa minggu ini jika kalimat itu benar?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Isaiah 65
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YESAYA 65?
Tentang apakah YESAYA 65?
Apa konteks historis dari YESAYA 65?
Apa yang YESAYA 65 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YESAYA 65 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Isaiah 65
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, Engkau membayangkan dunia di mana tak ada lagi tangis atas hidup yang terlalu singkat, di mana usia dijalani penuh sampai akhir. Aku menantikan itu. Sampai hari itu datang, tolong aku merawat setiap kehidupan yang Kau titipkan hari ini.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
