YAKOBUS 1:2
Teksnya
Yakobus baru saja menyebut dirinya pelayan dan menyapa dua belas suku yang tercerai-berai, lalu tanpa basa-basi ia melontarkan kalimat yang terdengar hampir tidak masuk akal: "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu sukacita jika kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan." Tidak ada pemanasan, tidak ada ucapan simpati lebih dulu. Ia berbicara kepada orang-orang yang hidupnya memang sedang terguncang, dan yang ia minta bukan supaya mereka merasa bahagia, melainkan supaya mereka menghitung ulang apa yang sedang terjadi pada mereka. Kata "jatuh" di situ penting: pencobaan bukan sesuatu yang dipilih, melainkan sesuatu yang menimpa, seperti orang yang tiba-tiba tersandung ke dalam lubang. Dan justru di dasar lubang itu Yakobus menaruh kata sukacita.
Intinya
Perhatikan bahwa Yakobus tidak berkata "rasakanlah sukacita", tetapi "anggaplah". Itu kata perhitungan, kata seorang akuntan yang menutup pembukuan dan menetapkan berapa nilai sebenarnya dari sebuah pos. Iman di sini bukan emosi yang dipaksakan, melainkan penilaian yang berani terhadap kenyataan: bahwa Allah yang memerintah atas hidup saya tidak sedang lalai ketika saya terguncang. Dan inilah yang membuat kalimat ini teologis sampai ke akarnya. Sukacita itu mungkin hanya kalau Allah itu baik, setia pada perjanjian-Nya, dan sedang mengerjakan sesuatu yang belum kelihatan. Ayat 3 dan 4 membuka kartunya: ujian menghasilkan ketabahan, ketabahan menghasilkan kedewasaan penuh. Jadi pencobaan bukan gangguan pada karya keselamatan Allah; ia adalah salah satu alat-Nya. Anugerah tidak hanya mengampuni kita, tetapi juga membentuk kita, dan pembentukan itu jarang terasa lembut.
Benang Merah
Yakobus menulis kepada "kedua belas suku yang tersebar di seluruh dunia", dan itu bukan sekadar alamat pos. Israel yang tercerai-berai adalah umat yang lahir dari pembuangan, dan seluruh Perjanjian Lama mengajarkan bahwa Allah memakai padang gurun dan pembuangan untuk memurnikan, bukan untuk membuang. Musa mengingatkan Israel bahwa empat puluh tahun di padang gurun adalah masa Allah menguji hati mereka untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya. Yakobus meletakkan gereja pada garis yang sama: umat perjanjian selalu dibentuk di tempat yang tidak nyaman. Dan puncak pola itu ada pada Kristus sendiri, yang oleh penderitaan menjadi sempurna, bukan karena Ia kurang, tetapi karena jalan ketaatan memang melewati Getsemani. Kalau Kepala umat ini menempuh jalan itu, tubuh-Nya tidak akan diberi jalan pintas.
Cermin
Kalimat ini melukai satu keyakinan yang diam-diam kita pelihara: bahwa hidup yang benar di hadapan Allah seharusnya berjalan lancar. Karena itu, ketika kontrak kerja tidak diperpanjang, ketika hasil pemeriksaan dokter tidak seperti yang diharapkan, ketika anak yang kita didik dengan doa justru menjauh, yang pertama muncul bukan sukacita melainkan tuduhan: Allah sedang menarik tangan-Nya. Yakobus tidak menyuruh Anda berpura-pura kuat. Ia menyuruh Anda berhitung ulang, dan perhitungan itu hanya jujur kalau Anda berani menyebut apa yang sedang menimpa Anda dengan nama aslinya. Ambil selembar kertas sekarang, tuliskan satu hal yang paling mengguncang Anda bulan ini dalam satu kalimat pendek, lalu di bawahnya tulis: "Allah memakai ini untuk mendewasakan aku." Bacalah kedua kalimat itu dengan suara keras, satu kali, hari ini.
Profilnya
Pembaca pertama Yakobus bukan orang Kristen yang sedang mencari pertumbuhan pribadi. Mereka adalah orang-orang Yahudi percaya yang terlempar dari Yerusalem, kehilangan tanah, jaringan keluarga, dan tempat berpijak di masyarakat. Di pasal ini juga terdengar suara mereka yang miskin dan yang diperas oleh orang kaya. Bagi mereka, kata "pencobaan" bukan abstraksi rohani melainkan sewa yang tidak terbayar, pengadilan yang tidak berpihak, dan cemoohan tetangga karena mengikuti seorang Mesias yang mati disalib. Justru kepada orang-orang seperti itu Yakobus berkata "anggaplah sebagai suatu sukacita", dan ia memanggil mereka "saudara-saudaraku". Di dunia yang sudah mencoret nama mereka, gelar itu sendiri adalah kabar baik: Allah masih menyusun sebuah keluarga, dan mereka ada di dalamnya.
Pertanyaannya
Tetapi bukankah ini terdengar kejam? Kalau semua penderitaan dihitung sebagai bahan pembentukan, apakah kita boleh mengatakan hal ini kepada ibu yang baru kehilangan anaknya? Yakobus sendiri memberi rambu di ayat 13: Allah tidak mencobai siapa pun. Artinya, ia tidak sedang berkata bahwa Allah menciptakan kejahatan demi mendidik kita. Ada jurang antara "Allah mengirim ini" dan "Allah memakai ini", dan Yakobus berdiri di sisi yang kedua. Namun jurang itu tidak sepenuhnya bisa dijelaskan. Ada penderitaan yang sampai akhir hidup tetap tidak terbaca maksudnya, dan Alkitab tidak memaksa kita berpura-pura sudah mengerti. Yang diberikan kepada kita bukan penjelasan lengkap, melainkan janji bahwa tidak ada satu pun yang terbuang, dan itu harus cukup untuk hari ini.
Detailnya
"Berbagai pencobaan." Kata itu mudah dilewati, padahal di situ tersimpan kelegaan. Yakobus tidak menyeragamkan penderitaan; ia mengakui bahwa bentuknya bermacam-macam, dan karena itu tidak ada satu formula rohani yang cocok untuk semuanya. Menarik bahwa di ayat 17 ia memakai bahasa yang bersebelahan: setiap pemberian yang baik turun dari Bapa segala terang. Yang beraneka ragam adalah pencobaan; yang tidak berubah adalah Allah, "pada-Nya tidak ada perubahan atau pertukaran bayangan". Di situlah letak dasar sukacita yang diminta Yakobus. Bukan karena penderitaan kita ringan atau mirip satu sama lain, tetapi karena di balik semua variasi itu ada satu Pribadi yang sifat-Nya tidak bergeser sedikit pun.
Refleksi
Kalau "anggaplah" adalah kata perhitungan dan bukan perasaan, penilaian mana tentang hidupmu saat ini yang perlu kamu hitung ulang di hadapan Allah?
Apa yang berubah dalam caramu menemani orang yang sedang terguncang, kalau kamu tahu Allah tidak mengirim penderitaan itu tetapi tetap sanggup memakainya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang James 1:2
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YAKOBUS 1:2?
Tentang apakah YAKOBUS 1:2?
Apa konteks historis dari YAKOBUS 1:2?
Apa yang YAKOBUS 1:2 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YAKOBUS 1:2 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang James 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, jaga hatiku supaya tidak mudah tertipu oleh suara yang bilang Engkau menahan yang baik dariku. Ingatkan aku lagi bahwa setiap hal baik dalam hidupku datang dari tangan-Mu. Tolong aku tetap percaya, bahkan saat aku belum mengerti.
Bapa, saat aku merasa kecil dan tidak diperhitungkan orang, ingatkan aku siapa aku di mata-Mu. Kau mengangkat yang rendah dan memberi tempat di keluarga-Mu. Ajari aku berdiri tegak bukan karena punya apa, tetapi karena Engkau memiliki aku.
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu sukacita ketika kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan." Perhatikan kata "anggaplah". Itu bukan perasaan yang muncul sendiri, tapi keputusan yang kamu ambil. Dan "jatuh" berarti kamu tidak memilih ujian itu. Yakobus tidak menyuruhmu tersenyum palsu. Ia menyuruhmu percaya bahwa Allah sedang mengerjakan sesuatu di tempat yang paling tidak kamu inginkan.
sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan." Perhatikan, Yakobus tidak menulis "sebab kamu merasa". Ada hari ketika hatimu terlalu lelah untuk merasakan apa pun. Yang tersisa cuma pengetahuan ini: hal yang menekanmu sekarang sedang membentuk sesuatu yang tidak pernah bisa lahir dari hidup yang serba mudah.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi