YUDAS 1:1
Teks
Seorang laki-laki bernama Yudas memperkenalkan dirinya dengan dua keterangan: ia hamba Kristus Yesus, dan ia saudara Yakobus. Yang tidak ia tulis justru paling mencolok, sebab menurut kesaksian Injil, ia tumbuh di rumah yang sama dengan Yesus. Lalu ia menyapa para pembacanya bukan dengan nama jemaat atau kota, melainkan dengan tiga hal yang telah terjadi atas diri mereka: mereka dipilih, mereka dikasihi Allah Bapa, dan mereka "dipelihara bagi Kristus Yesus". Satu kalimat pembuka, dan di dalamnya sudah terbentang seluruh garis keselamatan: dari pemilihan Bapa, melalui kasih-Nya, menuju Kristus yang menantikan mereka di ujung jalan.
Inti
Perhatikan arah kata "dipelihara bagi Kristus Yesus". Bukan dipelihara supaya aman, bukan dipelihara agar nyaman, melainkan dipelihara bagi Seseorang. Kata kerja Yunani tēreō berarti menjaga sesuatu yang dititipkan, seperti barang berharga yang disimpan sampai pemiliknya datang mengambilnya. Jadi orang percaya di sini digambarkan sebagai milik yang sedang disimpan untuk Kristus, dan Dialah yang akan datang menuntut hak-Nya. Inilah yang membuat surat ini, yang sebentar lagi akan berbicara keras tentang penyusup, pencemooh, dan penghakiman, tidak pernah berubah menjadi surat ketakutan. Keamanan jemaat tidak terletak pada kewaspadaan mereka sendiri, melainkan pada tangan yang menggenggam. Bandingkan saja dengan kalimat penutup surat ini: "Bagi Dia, yang berkuasa menjagamu tidak jatuh." Yudas membuka dan menutup dengan tangan yang sama.
Benang Merah
Yudas menulis "hamba Kristus Yesus" tentang Seseorang yang dulu makan di meja yang sama dengannya. Di sinilah benang merah itu muncul dengan tajam: saudara sedarah tidak memberi hak istimewa apa pun di hadapan Kristus; yang menentukan adalah kepemilikan. Dan perhatikan betapa Trinitaris kalimat ini tanpa pernah menjelaskan dirinya: Bapa memilih dan mengasihi, Kristus menerima dan menyimpan. Pola ini sama tuanya dengan Israel, umat yang dipilih bukan karena besar atau layak, melainkan karena dikasihi, lalu dijaga melalui padang gurun menuju tanah perjanjian. Yudas memakai pola itu, tetapi tujuannya bergeser: bukan lagi sebidang tanah, melainkan satu Pribadi. Seluruh gerak keselamatan, dari kekekalan sampai kedatangan-Nya kembali, berjalan menuju Kristus yang akan menerima milik-Nya kembali secara utuh.
Cermin
Kita hidup dengan perasaan bahwa iman kita bergantung pada kekuatan pegangan kita sendiri. Setelah satu bulan doa yang kering, setelah pertengkaran yang sama lagi dengan pasangan, setelah ketahuan berbohong soal angka di kantor, pikiran pertama yang datang biasanya: mungkin aku sudah terlepas. Yudas menjungkirbalikkan logika itu. Anda bukan orang yang sedang berusaha bertahan; Anda adalah titipan yang sedang dijaga. Itu bukan izin untuk bersantai, sebab empat ayat lagi Yudas akan menuntut perjuangan sungguh-sungguh. Tetapi perjuangan itu lahir dari rasa aman, bukan untuk membelinya. Hari ini, tuliskan tiga kata itu pada secarik kertas, "dipelihara bagi Kristus Yesus", lalu letakkan di tempat yang Anda lihat tiap pagi, dan ucapkan sekali dengan suara terdengar.
Pertanyaan
Kalau orang percaya memang dipelihara bagi Kristus, mengapa seluruh surat ini dipenuhi peringatan keras, bahkan tentang umat yang keluar dari Mesir lalu dibinasakan karena tidak percaya? Yudas jelas tidak menganggap dipelihara berarti tidak mungkin jatuh. Ia menempatkan dua hal berdampingan tanpa mendamaikannya untuk kita: Allah yang menggenggam, dan manusia yang sungguh-sungguh bisa menolak. Setiap usaha untuk melarutkan salah satunya menghasilkan iman yang lebih rapi tetapi lebih dangkal; yang satu melahirkan kecemasan tanpa henti, yang lain melahirkan kecerobohan rohani. Mungkin inilah cara Allah membentuk kita: peringatan itu sendiri adalah salah satu sarana pemeliharaan-Nya. Namun saya tidak akan berpura-pura ketegangan itu hilang. Yudas membiarkannya berdiri, dan kita sebaiknya juga.
Konteks
Surat ini kemungkinan besar ditulis oleh Yudas, saudara Yakobus pemimpin jemaat Yerusalem, dan karena itu juga saudara Yesus. Ia tidak menyebut nama kota penerima, yang menandakan surat edaran bagi jemaat-jemaat yang sudah berdiri cukup lama, cukup lama untuk disusupi orang. Di dunia Yunani-Romawi, surat selalu dibuka dengan nama pengirim dan status sosialnya, sebab status menentukan apakah surat itu layak didengar. Yudas justru membuang kartu terkuatnya. Dalam masyarakat yang sangat menghargai ikatan keluarga dan kehormatan nama, menyebut diri "hamba" adalah penurunan derajat yang disengaja. Ia memilih kata yang biasa dipakai untuk budak dan sekaligus untuk nabi-nabi yang melayani Tuhan. Posisinya di dunia itu: bukan tokoh, melainkan milik.
Tokoh Utama
Yudas adalah orang yang pernah menganggap saudaranya gila, lalu kemudian menyebut-Nya Tuhan. Perubahan itu tersembunyi di balik dua kata "hamba Kristus Yesus", dan ia tidak menceritakannya sedikit pun. Tidak ada kesaksian dramatis, tidak ada pembelaan diri. Yang tersisa hanyalah seorang laki-laki yang tahu persis bahwa kedekatan jasmani dengan Yesus tidak menyelamatkan siapa pun, dan karena itu ia menolak memakainya. Lanskap batinnya terasa dalam ayat berikutnya: ia sebenarnya ingin menulis sesuatu yang hangat tentang keselamatan bersama, tetapi keadaan memaksanya menulis sesuatu yang keras. Itu suara seorang gembala yang sedang menahan amarah karena mengasihi. Dan ia memulai semuanya bukan dengan kemarahan, melainkan dengan mengingatkan jemaat siapa mereka: dipilih, dikasihi, dijaga.
Refleksi
Kalau Anda harus memperkenalkan diri tanpa menyebut jabatan, prestasi, atau relasi yang membuat Anda dihormati, apa yang tersisa, dan apakah "hamba Kristus Yesus" cukup bagi Anda?
Di bagian hidup mana Anda sedang hidup seolah pemeliharaan iman Anda sepenuhnya bergantung pada kekuatan pegangan Anda sendiri?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Jude 1:1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YUDAS 1:1?
Tentang apakah YUDAS 1:1?
Apa konteks historis dari YUDAS 1:1?
Apa yang YUDAS 1:1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YUDAS 1:1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Jude 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
bintang-bintang pengembara, yang bagi mereka telah tersedia tempat di kegelapan yang paling gelap untuk selama-lamanya." Pelaut zaman dulu menentukan arah dengan bintang. Tapi bintang yang mengembara tidak bisa dipercaya; siapa pun yang mengikutinya pasti tersesat. Ada orang yang diam-diam menjadikan hidupmu patokan. Ke mana kamu sedang membawa mereka?
Perhatikan gerak katanya: "mereka mengikuti jalan Kain", lalu "menjerumuskan diri ke dalam kesesatan Bileam", lalu "binasa dalam pemberontakan Korah". Dimulai dengan berjalan, berakhir dengan binasa. Tidak ada yang runtuh dalam sehari. Iri hati yang dipelihara, uang yang diam-diam menjadi alasan, kekesalan pada pemimpin yang dipupuk. Langkah mana yang sedang kaujalani hari ini?
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menyingkapkan apa yang mudah bersembunyi di hatiku: gerutu, rasa tidak pernah puas, dan kata-kata manis yang sebenarnya mencari untung. Terima kasih untuk kecukupan yang Kauberi hari ini dan untuk mulut yang boleh belajar jujur dan rendah hati.
Terima kasih, Tuhan, untuk iman yang telah disampaikan sekali untuk selamanya kepada orang-orang kudus. Aku tidak perlu mencari kebenaran yang baru, sebab Engkau sudah memberikannya utuh. Terima kasih juga untuk keselamatan yang kita miliki bersama, yang mengikat aku dengan saudara-saudaraku.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi