LUKAS 2:52
Teks
Satu kalimat saja, dan Lukas menutup seluruh masa kanak-kanak Yesus: "Yesus pun bertumbuh semakin besar dan semakin bijaksana. Ia juga semakin disukai Allah dan manusia." Setelah drama di Bait Allah, setelah Maria menyimpan semuanya dalam hati, tirai turun. Tidak ada mukjizat masa remaja, tidak ada catatan tentang suara dari langit, tidak ada daftar prestasi. Hanya empat arah pertumbuhan: tubuh, hikmat, hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama. Delapan belas tahun hidup diringkas dalam satu baris, dan baris itu ditulis dengan kata kerja yang berlangsung terus-menerus, bukan sekali jadi. Yesus tidak melompat dari palungan ke Sungai Yordan. Ia berjalan ke sana, setapak demi setapak, selama hampir dua dekade yang tidak seorang pun merasa perlu mencatatnya.
Inti
Di sinilah inkarnasi menjadi sungguh-sungguh mengganggu. Kalau Yesus "semakin bijaksana", berarti ada saat Ia belum sebijaksana itu. Allah yang menjadi manusia tidak berpura-pura kecil; Ia benar-benar kecil, benar-benar belajar, benar-benar bertambah. Hikmat itu sendiri duduk di lantai bengkel dan belajar mengukur kayu. Dan justru di situlah letak kabar baiknya: keselamatan kita tidak bergantung pada Tuhan yang mampir sebentar dengan menyamar, melainkan pada Dia yang menjalani kemanusiaan dari dalam, lengkap dengan proses yang lambat. Perhatikan juga urutannya: disukai Allah dan manusia. Pertumbuhan rohani yang sejati tidak membuat seseorang asing bagi tetangganya. Yesus bukan anak ajaib yang terasing; Ia anak yang disukai orang sekampung. Kekudusan, dalam versi Allah sendiri, ternyata berwajah ramah.
Benang Merah
Lukas menaruh kalimat ini persis di ambang pintu antara dua dunia: antara janji-janji yang digenggam Simeon dan Hana, dan pelayanan yang akan dimulai di tepi Yordan. Dan yang mengisi ambang itu bukan persiapan spektakuler, melainkan pertumbuhan biasa. Israel menanti Mesias selama berabad-abad; ketika Ia akhirnya datang, Ia pun ikut menanti, menjalani waktu yang sama lambatnya dengan waktu kita. Seluruh rencana penyelamatan bergerak melalui seorang anak tukang kayu yang bertambah tinggi dan bertambah bijaksana tanpa penonton. Itu pola yang sama dengan Betlehem: Allah bekerja di tempat yang tidak dianggap penting oleh siapa pun. Dan ketika nanti Ia taat sampai mati, ketaatan itu tidak muncul mendadak; ia sudah dilatih selama delapan belas tahun di Nazaret.
Cermin
Akui saja: Anda tidak ingin delapan belas tahun yang tidak tercatat. Anda ingin hidup yang kelihatan. Mungkin Anda mengajar, memimpin kelompok kecil, membesarkan anak, menyelesaikan laporan yang tidak dibaca siapa pun, dan diam-diam ada suara yang berbisik bahwa semua ini belum benar-benar dihitung, bahwa hidup Anda baru akan dimulai ketika sesuatu yang besar akhirnya terjadi. Ayat ini melucuti bisikan itu. Yesus menghabiskan hampir seluruh hidup-Nya di ruang yang tidak dilihat orang, dan Bapa menyukainya. Perhatikan juga kata "semakin". Anda mungkin lelah karena merasa harus sudah selesai: sudah sabar, sudah bebas dari dosa lama itu, sudah bijaksana sebagai orang tua. Yesus sendiri bertumbuh bertahap. Kalau Dia boleh berproses, mengapa Anda menuntut diri sendiri jadi instan? Sebaliknya, ayat ini juga menekan dari sisi lain: "semakin" berarti bergerak. Hidup yang berhenti bertumbuh karena merasa sudah cukup tahu bukan sedang beristirahat, melainkan sedang mengering.
Hari ini, tuliskan di satu lembar kertas satu hal kecil di mana Anda tahu Anda belum bijaksana, misalnya cara Anda menjawab ketika disanggah, lalu tulis di bawahnya satu kalimat doa: "Tuhan, ajar aku bertumbuh di sini." Simpan kertas itu di tempat yang Anda lihat besok pagi.
Konteks
Nazaret adalah kampung kecil di Galilea, mungkin beberapa ratus penduduk, jauh dari pusat kekuasaan dan dianggap pinggiran oleh orang Yudea. Di desa seperti itu semua orang tahu urusan semua orang. Anak laki-laki belajar pekerjaan ayahnya, menghafal Taurat di sinagoge setempat, bekerja dengan tangan sejak usia belia, dan naik ke Yerusalem pada hari raya bersama rombongan sekampung, seperti yang baru saja digambarkan Lukas. Kalimat "semakin disukai manusia" karena itu berbobot sosial: di komunitas sekecil itu, reputasi dibangun dari ribuan interaksi kecil, dari cara seseorang menepati janji dan memperlakukan tetangganya. Yesus tumbuh di bawah pengawasan mata desa, dan lulus. Baru kemudian, ketika Ia mulai mengajar, kampung yang sama akan berbalik menolak-Nya.
Detail
Kata "disukai" di sini menerjemahkan kata Yunani charis, kata yang di tempat lain kita terjemahkan "anugerah" atau "kasih karunia". Jadi kalimatnya secara harfiah berbunyi: Yesus bertambah dalam charis di hadapan Allah dan manusia. Kata yang sama sudah muncul beberapa ayat sebelumnya, ketika Lukas mencatat bahwa "anugerah Allah ada pada-Nya". Ini penting karena menjaga kita dari salah paham. Yesus tidak sedang mengumpulkan poin kebaikan sampai Allah akhirnya senang pada-Nya. Yang bertambah adalah perkenanan yang mengalir dari Allah ke atas hidup yang terbuka terhadap-Nya. Dan di hadapan manusia, charis berarti sesuatu yang menarik, yang membuat orang senang berada di dekat-Nya. Kekudusan yang membuat orang menjauh patut dicurigai.
Pertanyaan
Bagaimana Allah bisa bertambah bijaksana? Kalau Yesus sungguh ilahi, apa artinya Ia belum tahu sesuatu? Jawaban mudah ada dua, dan keduanya buruk. Yang pertama berkata Ia hanya berpura-pura belajar demi penampilan; itu menghapus kemanusiaan-Nya dan menjadikan inkarnasi sandiwara. Yang kedua berkata Ia tidak benar-benar Allah, hanya manusia luar biasa; itu menghapus keselamatan kita. Gereja selalu menolak keduanya dan bertahan pada ketegangan: sungguh Allah, sungguh manusia, dalam satu pribadi. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana kesadaran manusiawi Yesus berhubungan dengan pengetahuan ilahi-Nya, dan siapa pun yang mengaku bisa sedang menjual kepastian yang tidak dimilikinya. Yang bisa saya katakan: justru karena Ia benar-benar belajar, Ia benar-benar mengerti apa artinya menjadi Anda.
Refleksi
Bagian hidup saya yang mana yang terasa "terbuang" karena tidak terlihat siapa pun, dan apa yang berubah jika delapan belas tahun Nazaret itu benar?
Di mana pertumbuhan rohani saya justru membuat saya sulit disukai orang sekitar, dan apakah itu karena salib atau karena saya sendiri?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 2:52
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti LUKAS 2:52?
Tentang apakah LUKAS 2:52?
Apa konteks historis dari LUKAS 2:52?
Apa yang LUKAS 2:52 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana LUKAS 2:52 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Luke 2?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi