Penjelasan Alkitab

LUKAS 2:34

Alkitab

Teks

Setelah memuji Allah sambil menggendong bayi itu, Simeon memberkati Yusuf dan Maria, lalu nada suaranya berubah. Ia berpaling khusus kepada Maria dan mengucapkan kalimat yang pasti terasa ganjil di ruang Bait Allah yang baru saja dipenuhi nyanyian: "Dengar, Anak ini telah ditetapkan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang di Israel, serta menjadi tanda yang ditentang banyak orang." Jadi berkat dan peringatan diucapkan dalam satu tarikan napas. Anak yang baru saja disebut "cahaya" dan "keselamatan" kini disebut penyebab jatuh, penyebab bangkit, dan sasaran perlawanan. Simeon tidak melunakkan apa pun demi perasaan sepasang orang tua muda yang baru saja datang membawa persembahan dua ekor burung, persembahan orang miskin. Ia menyebut apa adanya: kehadiran Anak ini akan memecah Israel menjadi dua.

Inti

Yang dikatakan Simeon bukan ramalan tentang nasib buruk, melainkan tentang watak keselamatan Allah. Keselamatan itu nyata, ditawarkan, cukup, tetapi tidak netral. Ia menempatkan orang pada posisi. Kata "ditetapkan" di sini berarti Allah sendiri yang menaruh Anak ini di tengah umat-Nya sebagai batu ujian, bukan sebagai penghias kesalehan yang sudah ada. Karena itu jatuh dan bangkit terjadi pada kelompok yang sama: "banyak orang di Israel", bukan orang kafir di luar sana. Umat yang paling dekat dengan Baitlah yang paling berisiko tersandung. Inilah sisi tajam anugerah: anugerah yang hanya bisa diterima dengan tangan kosong akan selalu menyinggung orang yang tangannya sudah penuh. Dan karena Kristus adalah "tanda yang ditentang", mengikut Dia berarti ikut ditentang; bukan karena kita menjengkelkan, melainkan karena Dia membongkar apa yang ingin tetap tersembunyi.

Benang Merah

Simeon berbicara dengan kosakata para nabi. Di zaman Yesaya, Allah menyebut diri-Nya batu penjuru sekaligus batu sandungan bagi kedua kaum Israel: keselamatan dan kehancuran terletak pada benda yang sama, tergantung apakah orang bersandar padanya atau tersandung atasnya. Simeon mengambil gambaran itu dan menunjuk seorang bayi berusia empat puluh hari. Yang dulu berupa batu di Sion kini bernapas di lengan seorang lelaki tua. Dan pola itu terus berjalan sampai ujung Injil: orang banyak yang bersorak lalu berteriak menyalibkan, satu penjahat mengejek dan satu memohon, satu perwira mengaku dan satu majelis menolak. Salib adalah tempat nubuat Simeon mencapai bentuk paling telanjang. Di sana orang benar-benar jatuh dan benar-benar bangkit, dan Maria berdiri cukup dekat untuk merasakan pedang itu.

Cermin

Pertanyaannya bukan apakah Anda percaya Yesus, melainkan di titik mana Dia belum diizinkan menjatuhkan apa pun dalam hidup Anda. Ada bagian yang kita simpan rapi di luar jangkauan-Nya: cara kita menghitung penghasilan dan menyebutnya "realistis", cara kita berbicara tentang mantan pasangan atau rekan kerja yang melukai, kebiasaan tubuh yang kita rawat diam-diam, jadwal yang penuh karena kita takut menjadi tidak penting. Kristus bukan pelengkap yang memberkati susunan itu. Dia tanda yang ditentang, dan sering kali yang menentang-Nya pertama kali adalah hati kita sendiri, bukan dunia di luar. Perhatikan juga: jatuh bukan akhir. Urutan Simeon adalah jatuh lalu bangkit. Orang yang tidak pernah dijatuhkan Kristus di satu titik pun kemungkinan besar belum pernah dibangkitkan oleh-Nya.

Hari ini, ambil kertas, tuliskan satu bidang hidup yang paling tidak ingin Anda serahkan untuk diperiksa, lalu ucapkan dengan suara keras: "Tuhan Yesus, di titik ini aku bersedia dijatuhkan dulu supaya Engkau membangkitkan aku." Lalu simpan kertas itu di tempat yang akan Anda lihat besok pagi.

Intertekstual

Dua gema penting. Pertama, Yesaya 8, tempat Allah menjadi tempat perlindungan sekaligus batu sandungan bagi Israel. Simeon jelas sedang membaca Yesaya dalam terang bayi ini; itu sebabnya ia berani memakai bahasa yang begitu keras di dalam Bait Allah. Kedua, Lukas 20, ketika Yesus sendiri mengutip perumpamaan batu yang dibuang tukang bangunan dan menambahkan bahwa siapa yang jatuh di atas batu itu akan hancur. Yesus mengonfirmasi nubuat Simeon tentang diri-Nya sendiri, tiga puluh tahun kemudian, di gedung yang sama. Kedua teks itu menolak gambaran Yesus sebagai tokoh yang netral dan menyenangkan semua pihak. Allah menempatkan batu itu di tengah jalan dengan sengaja, bukan sebagai jebakan, melainkan sebagai pertanyaan yang menuntut jawaban dari setiap orang yang lewat.

Profil

Lukas menulis untuk pembaca yang sudah mengalami perpecahan ini secara nyata. Jemaat-jemaat awal penuh orang Yahudi yang kehilangan keluarga, sinagoge, dan posisi sosial karena mengakui Yesus sebagai Mesias, sementara saudara-saudara mereka yang saleh justru menolak-Nya. Pertanyaan yang menggerogoti mereka: apakah kami salah jalan, kalau umat Allah sendiri menolak Dia? Nubuat Simeon menjawab itu sebelum terjadi. Perpecahan bukan bukti kegagalan Mesias; perpecahan sudah diumumkan di Bait Allah sejak hari keempat puluh, oleh seorang lelaki saleh yang dipimpin Roh Kudus, di hadapan ibu-Nya sendiri. Bagi pembaca pertama, ayat ini bukan hiasan Natal melainkan penopang di tengah tekanan: penolakan yang mereka alami sudah masuk hitungan Allah.

Detail

Kata "ditetapkan" menerjemahkan kata Yunani keitai, yang arti dasarnya sederhana: terbaring, tergeletak, diletakkan. Lukas memakai kata dari keluarga yang sama dua belas ayat sebelumnya, ketika malaikat memberi tanda kepada para gembala tentang Bayi yang "berbaring di dalam palungan", dan ketika para gembala menemukan-Nya persis demikian. Jadi ada permainan yang mudah terlewat: Anak yang terbaring tak berdaya di palungan itulah yang diletakkan Allah di tengah Israel sebagai titik penentu. Ketidakberdayaan dan otoritas berada di tempat yang sama. Tidak ada pedang di tangan-Nya, tidak ada pasukan, hanya kain lampin; dan justru karena itu Dia tidak bisa dihindari. Yang menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang bukan kekuasaan yang memaksa, melainkan kasih yang terbaring terbuka di hadapan kita.

Refleksi

Di bidang mana hidup saya Kristus masih saya perlakukan sebagai pelengkap yang memberkati rencana saya, bukan sebagai batu yang boleh menjatuhkan rencana itu?

Kalau saya tidak pernah mengalami perlawanan, dari dalam maupun dari luar, karena mengikut Yesus, apa yang mungkin sedang saya hindari dari pemberitaan-Nya?

Bagikan penjelasan ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 2:34

Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.

Apa arti LUKAS 2:34?
Setelah memuji Allah sambil menggendong bayi itu, Simeon memberkati Yusuf dan Maria, lalu nada suaranya berubah. Ia berpaling khusus kepada Maria dan mengucapkan kalimat yang pasti terasa ganjil di ruang Bait Allah yang baru saja dipenuhi nyanyian: "Dengar, Anak ini telah ditetapkan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang di Israel, serta menjadi tanda yang ditentang banyak orang.
Tentang apakah LUKAS 2:34?
Simeon berbicara dengan kosakata para nabi. Di zaman Yesaya, Allah menyebut diri-Nya batu penjuru sekaligus batu sandungan bagi kedua kaum Israel: keselamatan dan kehancuran terletak pada benda yang sama, tergantung apakah orang bersandar padanya atau tersandung atasnya. Simeon mengambil gambaran itu dan menunjuk seorang bayi berusia empat puluh hari.
Apa konteks historis dari LUKAS 2:34?
Hari ini, ambil kertas, tuliskan satu bidang hidup yang paling tidak ingin Anda serahkan untuk diperiksa, lalu ucapkan dengan suara keras: "Tuhan Yesus, di titik ini aku bersedia dijatuhkan dulu supaya Engkau membangkitkan aku." Lalu simpan kertas itu di tempat yang akan Anda lihat besok pagi.
Apa yang LUKAS 2:34 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Lukas menulis untuk pembaca yang sudah mengalami perpecahan ini secara nyata. Jemaat-jemaat awal penuh orang Yahudi yang kehilangan keluarga, sinagoge, dan posisi sosial karena mengakui Yesus sebagai Mesias, sementara saudara-saudara mereka yang saleh justru menolak-Nya. Pertanyaan yang menggerogoti mereka: apakah kami salah jalan, kalau umat Allah sendiri menolak Dia?
Bagaimana LUKAS 2:34 masih relevan hari ini?
Di bidang mana hidup saya Kristus masih saya perlakukan sebagai pelengkap yang memberkati rencana saya, bukan sebagai batu yang boleh menjatuhkan rencana itu?

Apa yang menyentuh hati Anda dalam Luke 2?

Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.

Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda

Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.

Buka di alat studi