LUKAS 23:39
Teks
Di salib sebelah Yesus tergantung seorang penjahat yang sedang sekarat, dan justru dari mulut orang itu keluar ejekan: "Bukankah Engkau Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" Ia mengulangi apa yang sudah diteriakkan para pemimpin Yahudi beberapa saat sebelumnya dan apa yang baru saja diucapkan para tentara Romawi, hanya dengan satu tambahan kecil yang getir: "dan kami." Orang ini ingin ikut diselamatkan, tetapi dengan syarat Yesus turun dari salib. Ia menuntut keselamatan tanpa keselamatan Allah; ia mau diselamatkan dari hukumannya, bukan dari dosanya. Ayat ini adalah suara terakhir dari paduan ejekan yang mengelilingi salib, dan yang paling dekat jaraknya dengan Yesus.
Inti
Perhatikan bentuk ejekannya: selalu "selamatkanlah diri-Mu." Para pemimpin mengatakannya, para tentara mengatakannya, dan sekarang penjahat ini. Tiga kali pencobaan yang sama, dan Lukas sengaja menyusunnya demikian, karena di padang gurun Iblis juga tiga kali menantang Yesus dengan pola yang persis sama: jika Engkau Anak Allah, pakailah kuasa-Mu untuk diri-Mu sendiri. Di sinilah letak jantung Injil. Mesias yang menyelamatkan diri-Nya sendiri tidak dapat menyelamatkan siapa pun. Kuasa Allah dinyatakan bukan dengan turun dari salib, melainkan dengan bertahan di atasnya. Penjahat itu sebenarnya mengajukan pertanyaan yang benar, "Bukankah Engkau Kristus?", tetapi dengan ukuran yang salah: ia menuntut bukti berupa kebebasan, padahal buktinya justru berupa darah. Keselamatan yang ia inginkan hanyalah perpanjangan hidup; keselamatan yang ditawarkan Yesus adalah Firdaus.
Benang Merah
Yang terjadi di Golgota bukan peristiwa yang berdiri sendiri; itu adalah babak terakhir dari sebuah percakapan panjang yang sudah dimulai di padang gurun. Di sana Iblis berkata, jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah batu ini menjadi roti. Lukas menutup kisah pencobaan itu dengan catatan bahwa Iblis mundur "sampai waktu yang tepat." Waktu itu tiba sekarang, dan suaranya keluar dari mulut manusia: pemimpin agama, serdadu kafir, dan seorang penjahat yang sekarat. Tiga lapisan masyarakat, satu godaan yang sama. Di seluruh Kitab Suci, inilah pola si penggoda sejak taman Eden: menawarkan jalan pintas menuju kemuliaan tanpa melewati ketaatan. Dan di seluruh Kitab Suci, inilah jawaban Allah: keselamatan datang melalui Hamba yang tidak membuka mulut-Nya untuk membela diri.
Cermin
Jujur saja, doa kita sering berbentuk persis seperti kalimat penjahat ini. Kita tidak meminta Allah mengubah kita; kita meminta Dia membatalkan akibat. Utang yang menumpuk karena keputusan kita sendiri, hubungan yang retak karena lidah kita sendiri, tubuh yang rusak karena kebiasaan yang kita pelihara bertahun-tahun, dan doa kita berbunyi: turunlah dari salib itu, Tuhan, dan turunkan aku juga. Perhatikan betapa halus bedanya dengan penjahat yang satu lagi. Ia tidak minta dilepaskan dari palang kayunya. Ia hanya minta diingat. Itulah perbedaan antara ingin selamat dari hukuman dan ingin selamat bersama Yesus. Hari ini, ucapkanlah dengan suara keras, sendirian, kalimat penjahat kedua: "Ya Yesus, ingatlah aku." Tanpa menambahkan satu syarat pun di belakangnya.
Intertekstual
Tiga gema terdengar di balik ayat ini. Pertama, Mazmur 22, mazmur orang benar yang dikelilingi pengejek yang berkata biarlah TUHAN melepaskan dia; Lukas tidak mengutipnya, ia cukup melaporkan ejekan itu apa adanya dan membiarkan pembaca mengenalinya. Kedua, Yesaya 53, di mana Hamba itu "terhitung di antara pemberontak": Lukas sudah menyiapkannya di ayat 33, seorang penjahat di kanan dan seorang di kiri. Ketiga, dan yang paling tajam, ajaran Yesus sendiri bahwa siapa yang mau menyelamatkan nyawanya akan kehilangannya. Penjahat itu menuntut Yesus melakukan tepat apa yang Yesus ajarkan mustahil menyelamatkan. Ironi Lukas lengkap: Injil dikhotbahkan dari mulut orang yang menolaknya, secara terbalik.
Profil
Pembaca pertama Lukas hidup di dunia yang mengenal salib bukan sebagai perhiasan leher, melainkan sebagai tontonan tepi jalan. Mereka tahu bahwa penyaliban dirancang untuk memaksa korban mengaku kalah di depan umum, dan bahwa kata "penjahat" di sini menunjuk orang semacam Barabas, perampok bersenjata yang terlibat pemberontakan. Jadi bagi mereka, pertanyaan "Bukankah Engkau Kristus?" terdengar sangat masuk akal: Mesias yang gagal membebaskan dirinya sendiri jelas Mesias palsu. Lukas menulis bagi orang seperti Teofilus, yang perlu diyakinkan bahwa iman ini bukan lelucon. Dan ia tidak menyembunyikan ejekan itu; ia mencatatnya tiga kali, lalu membiarkan kegelapan di tengah hari dan tirai yang robek memberi jawabannya.
Detail
Kata yang dipakai Lukas untuk "menghina" adalah eblasphēmei, akar dari kata hujat. Dalam Perjanjian Baru kata itu hampir selalu dipakai untuk penistaan terhadap Allah, bukan sekadar hinaan antarmanusia. Lukas bisa memakai kata yang lebih ringan, sebagaimana ia memakai kata "mengejek" untuk para serdadu di ayat 36. Ia tidak memilihnya. Dengan satu kata, Lukas memberi tahu kita siapa yang sedang tergantung di tengah: bukan korban yang dilecehkan sesama narapidana, melainkan Allah yang dihujat oleh ciptaan-Nya yang sedang sekarat. Dan di sinilah kengerian berubah menjadi kabar baik. Beberapa menit sebelumnya Yesus berdoa, "Ya Bapa, ampunilah mereka." Doa itu sudah terucap sebelum hujatan ini keluar. Pengampunan mendahului penghinaan.
Refleksi
Dalam doa-doa Anda belakangan ini, Anda lebih sering meminta Allah menurunkan Anda dari salib, atau meminta Dia mengingat Anda di dalam Kerajaan-Nya?
Kedua penjahat itu menanggung hukuman yang sama dan menghadapi Yesus yang sama; apa yang sebenarnya membedakan mereka, dan di mana Anda mengenali diri Anda sendiri?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Luke 23:39
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti LUKAS 23:39?
Tentang apakah LUKAS 23:39?
Apa konteks historis dari LUKAS 23:39?
Apa yang LUKAS 23:39 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana LUKAS 23:39 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Luke 23
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, Engkau dipindahkan dari satu penguasa ke penguasa lain, seolah tak ada yang mau bertanggung jawab atas diri-Mu. Saat aku merasa diabaikan dan dioper ke sana kemari, ingatkan aku bahwa Engkau mengerti rasanya, dan Engkau tidak pernah melepaskan aku.
Terima kasih, Tuhan, karena bahkan tuduhan mereka justru bersaksi: Yesus mengajar "di seluruh Yudea, mulai dari Galilea sampai ke sini." Tidak ada tempat yang Dia lewatkan, tidak ada orang yang terlalu jauh. Ajaran-Nya sampai juga kepadaku hari ini.
Terima kasih, Yesus, untuk diam-Mu di hadapan Herodes. Begitu banyak pertanyaan diajukan, tetapi Engkau tidak menjawab sepatah kata pun. Engkau menahan diri dari membela diri, supaya jalan salib itu tuntas bagiku. Diam-Mu di sana menjadi suaraku di hadapan Bapa.
Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Pilatus sendiri berkata, "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada Orang ini." Engkau tidak bersalah, tetapi Engkau tetap berjalan menuju salib demi menanggung kesalahanku. Kini aku boleh berdiri di hadapan Bapa tanpa tuduhan, karena kebenaran-Mu yang menutupi aku.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi