MAZMUR 139:1
Teks
Sebuah mazmur yang dikumpulkan untuk ibadah umat, ditandatangani dengan nama Daud, dibuka bukan dengan pujian umum tentang kebesaran Allah, melainkan dengan satu pengakuan yang sangat pribadi: "Ya TUHAN, Engkau telah memeriksa, dan mengenal aku." Daud tidak berkata bahwa Allah tahu banyak hal; ia berkata bahwa Allah telah menyelidiki dirinya, menggali sampai dasar, dan hasil penyelidikan itu adalah pengenalan. Seluruh mazmur yang panjang ini, dengan rahim ibu, dunia orang mati, sayap fajar, dan kegelapan yang bukan gelap, sesungguhnya hanyalah penjabaran dari kalimat pembuka itu. Dan kalimat itu tidak netral. Diselidiki oleh Allah bisa terasa seperti pelukan, bisa juga terasa seperti interogasi. Daud sengaja membiarkan kedua rasa itu berdiri berdampingan sejak baris pertama.
Inti
Di sini bertemu dua hal yang sering kita pisahkan: Allah yang mahatahu dan Allah yang terikat perjanjian. Daud tidak menyapa "Allah" sebagai kuasa umum, tetapi "TUHAN", nama perjanjian yang dinyatakan kepada Musa, nama yang mengandung janji "Aku menyertai kamu". Artinya, pengetahuan yang menyelidiki itu bukan pengawasan dingin dari langit, melainkan perhatian seorang Pengikat janji yang tidak pernah melepaskan umat-Nya dari pandangan-Nya. Kata "mengenal" dalam Kitab Suci jarang berarti sekadar mengumpulkan informasi; ia berarti keterlibatan, komitmen, hubungan yang menuntut dan memberi. Maka ayat ini sekaligus kabar baik dan kabar yang menggentarkan. Tidak ada bagian hidup Anda yang tersembunyi dari Allah, termasuk yang Anda sendiri belum berani namai, dan justru bagian itulah yang sudah lama dikenal dan tetap dipegang-Nya.
Benang Merah
Ayat ini berdiri di tengah sebuah gerak besar dalam Alkitab: dari manusia yang bersembunyi menuju manusia yang dikenal dan dipulihkan. Di Eden, pertanyaan pertama Allah kepada manusia yang jatuh adalah "Di manakah engkau?", bukan karena Ia kehilangan jejak, melainkan karena manusia mulai hidup dengan asumsi bahwa ada tempat untuk menghindar. Daud membalik asumsi itu: tidak ada tempat seperti itu, dan itu justru keselamatannya. Lalu datanglah Yesus, Allah yang menyelidiki dalam daging, yang "tahu apa yang ada di dalam manusia", dan yang memandang Natanael di bawah pohon ara sebelum Natanael melihat-Nya. Penyelidikan itu memuncak di salib, di mana segala yang dikenal Allah tentang kita ditanggung oleh Dia yang dikenal-Nya sempurna. Karena itu diselidiki tidak lagi berarti dipermalukan, melainkan ditebus.
Cermin
Kita hidup dengan versi diri yang berlapis: yang ditampilkan di kantor, yang disajikan di meja makan, yang muncul di grup gereja, dan yang hanya muncul jam dua pagi ketika semua orang tidur. Ayat ini menolak lapisan itu sebagai tempat berlindung. Allah tidak mengenal Anda lewat profil media sosial, kesaksian yang sudah dipoles, atau laporan keuangan yang rapi. Ia mengenal kemarahan yang Anda simpan terhadap seseorang di rumah, kelelahan yang tidak Anda akui kepada pasangan, dan motif bercampur di balik pelayanan yang orang puji. Yang menakutkan sekaligus melegakan: Ia sudah tahu, dan Ia belum pergi. Hari ini, ambil waktu sepuluh menit, duduk diam, dan ucapkan dengan suara terdengar satu hal tentang diri Anda yang belum pernah Anda katakan kepada siapa pun, lalu tutup dengan: "Engkau telah memeriksa, dan mengenal aku."
Konteks
Mazmur ini diserahkan "kepada pemimpin pujian", artinya pengakuan yang sangat pribadi ini dinyanyikan bersama-sama di hadapan umum. Di dunia Timur Dekat kuno, dewa-dewa terikat pada wilayah: dewa gunung tidak berkuasa di lembah, dewa suatu bangsa tidak menjangkau negeri lain. Daud, seorang raja yang pernah menjadi buron di gua-gua dan di wilayah bangsa asing, menyatakan sesuatu yang radikal bagi telinga zamannya: TUHAN tidak punya batas wilayah, tidak punya batas kegelapan, tidak punya batas rahim atau kubur. Lebih dari itu, kata "memeriksa" berbau ruang pengadilan. Daud tampaknya sedang berada di bawah tuduhan, dan akhir mazmur menyebut para penumpah darah. Ia mengajukan banding bukan kepada hakim manusia yang bisa salah membaca hati, melainkan kepada Dia yang sudah selesai membaca.
Detail
Kata Ibrani yang diterjemahkan "memeriksa", chaqar, dipakai untuk menggali tambang, menyelidiki tanah, menyelami sesuatu sampai ke dasar yang tersembunyi. Ini bukan pandangan sekilas, melainkan kerja keras yang sabar, menembus lapisan demi lapisan. Perhatikan bentuk waktunya: "Engkau telah memeriksa". Penyelidikan itu sudah selesai sebelum mazmur dimulai. Daud tidak sedang menawarkan diri untuk diperiksa di ayat satu; ia melaporkan hasil yang sudah ada. Dan baru pada ayat 23 ia berani berdoa, "Selidikilah aku, ya Allah." Mazmur ini bergerak dari fakta yang menggentarkan menuju permohonan yang sukarela. Itulah perjalanan iman: dari tahu bahwa Allah sudah menggali, menjadi bersedia menyerahkan sekop itu ke tangan-Nya.
Intertekstual
Ibrani 4:13 menggemakan ayat ini dengan nada yang lebih tajam: segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia yang kepada-Nya kita memberi pertanggungjawaban. Penulis Ibrani sengaja menempatkan kalimat itu tepat sebelum berbicara tentang Imam Besar yang turut merasakan kelemahan kita, supaya kita tahu bahwa yang menyelidiki dan yang mengasihani adalah Pribadi yang sama. Bandingkan juga dengan Yunus, yang mencoba apa yang Daud nyatakan mustahil: melarikan diri dari hadirat TUHAN menuju ujung laut. Yunus menemukan bahwa laut pun milik Allah, dan bahwa dikejar sampai ke dasar lautan ternyata adalah bentuk kasih karunia, bukan hukuman.
Refleksi
Bagian mana dari hidup Anda yang Anda perlakukan seolah-olah berada di luar jangkauan pandangan Allah, dan apa yang berubah jika Anda mengakui bahwa Ia sudah lama mengenalnya?
Daud butuh dua puluh dua ayat sebelum berani berdoa "selidikilah aku". Apa yang masih menahan Anda untuk mengucapkan doa itu dengan sungguh-sungguh hari ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 139:1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MAZMUR 139:1?
Tentang apakah MAZMUR 139:1?
Apa konteks historis dari MAZMUR 139:1?
Apa yang MAZMUR 139:1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MAZMUR 139:1 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Psalms 139?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi