MATIUS 18:19
Teks Itu
Yesus baru saja menguraikan langkah demi langkah menghadapi saudara yang berdosa: empat mata dulu, lalu dua atau tiga saksi, lalu jemaat. Tepat di situ, sesudah kalimat berat tentang mengikat dan melepaskan, Ia menambahkan: "jika dua orang di antaramu sepakat di bumi tentang sesuatu yang mereka minta, hal itu akan terjadi bagi mereka oleh Bapa-Ku yang ada di surga." Jadi ini bukan janji lepas tentang doa pada umumnya, melainkan janji yang diikatkan pada situasi yang paling tidak nyaman dalam hidup bersama: ketika dua orang percaya berdiri di hadapan Bapa mengenai nasib seorang saudara yang tersesat. Ayat berikutnya menjelaskan mengapa hal itu mungkin: karena Yesus sendiri hadir di tengah dua atau tiga orang yang berkumpul dalam Nama-Nya.
Intinya
Kita terbiasa membaca ayat ini sebagai rumus: kumpulkan satu orang lagi, samakan keinginan, dan surga menuruti. Tetapi kata yang dipakai Yesus untuk "sepakat" adalah symphōneō, dari mana kita mendapat kata simfoni: bukan dua orang yang kebetulan menginginkan hal yang sama, melainkan dua suara yang dilaraskan pada nada yang sama. Nada itu ditentukan oleh konteksnya, yaitu kehendak Bapa yang baru saja dinyatakan: "bukanlah kehendak Bapamu yang di surga jika seorang dari anak-anak kecil ini binasa." Di sinilah letak beratnya. Doa bersama bukan alat untuk menggerakkan Allah ke arah kita, tetapi tempat di mana dua orang dibawa ke arah Allah. Dan justru doa semacam itu, doa yang memihak pada pemulihan seorang manusia, dijanjikan akan terjadi.
Benang Merah
Perhatikan apa yang sebenarnya Yesus janjikan hadir di situ: bukan hasil, melainkan diri-Nya. "Di tempat dua atau tiga orang berkumpul bersama dalam Nama-Ku, Aku ada di tengah-tengah mereka." Dalam Perjanjian Lama, kehadiran Allah terikat pada tempat: kemah, tabut, Bait Suci di Yerusalem. Orang berjalan berhari-hari untuk berdiri di dekatnya. Sekarang Yesus memindahkan titik itu ke dua orang yang berdiri bersama dalam Nama-Nya demi seorang saudara. Inilah Gembala dari perumpamaan sebelumnya, yang meninggalkan sembilan puluh sembilan dan pergi mencari yang satu; Ia tidak mencari sendirian, Ia mencari melalui jemaat-Nya. Doa kesepakatan adalah cara Gembala itu tetap berjalan mencari, memakai kaki dan mulut orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Cermin
Uji ayat ini pada hidup Anda yang sebenarnya. Ada nama yang muncul di kepala Anda saat membaca ini: adik yang memutuskan hubungan setelah urusan warisan, rekan kerja yang Anda tahu sedang menghancurkan pernikahannya, anak remaja yang tidak lagi mau ikut ke gereja, teman satu kelompok yang berhenti datang tanpa penjelasan. Dan apa yang biasanya kita lakukan dengan nama itu? Kita membicarakannya. Kadang dengan wajah prihatin, kadang dengan kalimat "tolong didoakan, ya", yang ternyata hanya pembungkus sopan untuk kabar burung. Yesus menutup jalan itu. Ia menyuruh dua orang berdiri bersama di hadapan Bapa, bukan berdiri berhadapan sambil membicarakan orang ketiga. Hari ini: ambil ponsel, telepon satu orang yang Anda percaya, sebutkan satu nama, dan berdoalah bersama lewat telepon selama dua menit. Jangan analisis dulu. Doakan dulu.
Pertanyaan
Lalu bagaimana dengan doa yang sudah dilakukan persis begitu, dan tidak terjadi apa-apa? Dua orang tua yang selama dua puluh tahun berlutut untuk anak yang sama, dan anak itu tetap jauh. Kalimat Yesus terdengar tanpa syarat, dan pengalaman kita terdengar sebaliknya. Saya tidak mau menutupnya dengan penjelasan yang rapi. Tetapi perhatikan: beberapa ayat sebelumnya Yesus memperhitungkan kemungkinan seseorang menolak mendengarkan sampai akhir, "biarlah ia menjadi seperti bangsa-bangsa lain dan pengumpul pajak." Bapa tidak menghendaki seorang pun binasa, dan manusia tetap bisa berkeras. Doa yang dijanjikan terkabul itu tidak memaksa hati siapa pun. Yang tersisa bagi kita bukan rumus, melainkan Gembala yang belum berhenti mencari, dan kita yang belum boleh berhenti berdoa.
Sang Tokoh Utama
Yang bertindak dalam ayat ini bukan kedua orang itu, melainkan "Bapa-Ku yang ada di surga." Yesus memakai sebutan itu dengan sengaja. Bukan Hakim, bukan Penguasa, tetapi Bapa, dan Ia menyebut-Nya Bapa-Ku, seolah membuka pintu rumah-Nya sendiri untuk dua orang yang berdiri di ambang dengan satu nama di tangan. Inilah Allah yang lebih bersukacita atas satu yang ditemukan daripada sembilan puluh sembilan yang tidak tersesat, yang menurut Yesus bahkan menempatkan malaikat bagi anak-anak kecil yang diremehkan orang. Lanskap batin-Nya bukan keengganan yang harus diatasi dengan doa yang cukup keras, melainkan kerinduan yang sudah lebih dulu ada daripada doa kita, dan yang menunggu untuk dipakai.
Detailnya
Hitung angkanya. "Satu atau dua orang lagi bersamamu supaya dengan mulut dari dua atau tiga orang saksi" di ayat 16; "dua orang di antaramu sepakat" di ayat 19; "dua atau tiga orang berkumpul" di ayat 20. Angka yang sama, berulang. Artinya: orang-orang yang tadi diminta menjadi saksi dalam percakapan yang tidak enak itu, sekarang diminta menjadi pendoa. Bukan panitia lain, bukan tim rohani terpisah. Mereka yang berani duduk di ruangan yang canggung itulah yang diberi janji ini. Yesus tidak memisahkan konfrontasi dari doa; Ia menjahitnya menjadi satu gerakan. Siapa yang tidak mau ikut dalam percakapan yang berat, kehilangan haknya atas janji yang ringan.
Refleksi
Siapa nama yang Anda bicarakan lebih sering daripada Anda doakan, dan apa yang membuat Anda lebih nyaman membicarakannya?
Adakah satu orang dalam hidup Anda yang bersedia berdiri bersama Anda di hadapan Bapa untuk perkara yang sulit, dan kalau tidak ada, siapa yang akan Anda minta minggu ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 18:19
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 18:19?
Tentang apakah MATIUS 18:19?
Apa konteks historis dari MATIUS 18:19?
Apa yang MATIUS 18:19 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 18:19 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 18
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bagaimana pendapatmu?" Yesus tidak langsung menjelaskan, Dia bertanya lebih dulu. Dan perhatikan satu hal kecil: yang sembilan puluh sembilan ditinggalkan di pegunungan, bukan di kandang yang aman. Mencari yang satu itu ada harganya. Kalau hari ini kamu merasa jadi yang tersesat, Dia tidak sedang menunggumu pulang. Dia sedang berjalan mencarimu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi