MATIUS 21:22
Teksnya
Sesudah pohon ara itu mengering di depan mata mereka, Yesus menutup penjelasan-Nya dengan satu kalimat pendek: "Dan, segala sesuatu yang kamu minta dalam doa, percayalah, kamu akan menerimanya." Kalimat itu berdiri di atas ayat sebelumnya tentang iman yang tidak bimbang dan gunung yang terangkat. Doa dan iman diikat menjadi satu, dan janji yang keluar terdengar hampir terlalu luas untuk ditelan.
Bayangkan pagi itu. Jalan berdebu dari Betania ke Yerusalem, matahari baru naik, dan Guru mereka lapar. Sebuah pohon ara berdaun lebat di pinggir jalan, tanda yang menjanjikan buah, ternyata kosong. Satu kalimat keluar dari mulut-Nya, dan pohon itu layu seketika. Para murid berhenti berjalan. Mereka tidak bertanya "mengapa", mereka bertanya "bagaimana": "Bagaimana pohon ara itu kering seketika itu juga?" Mata mereka masih di ranting yang mengerut ketika Yesus mengalihkan perhatian mereka dari pohon ke doa.
Intinya
Perhatikan di mana kalimat ini diucapkan. Bukan di ruang doa yang tenang, melainkan di jalan menuju Bait Allah yang baru saja Ia bersihkan. Pohon ara berdaun tanpa buah adalah gambar Israel yang penuh daun ibadah tetapi kosong dari buah. Di tengah penghakiman itulah Yesus berkata: kamu pun bisa berbicara dengan kuasa seperti ini, asal kamu percaya. Doa bukan teknik untuk memaksa langit, melainkan cara hidup orang yang berdiri di pihak Allah dan pekerjaan-Nya. Yang dijanjikan bukan kemampuan mengubah semesta sesuai selera kita, tetapi keberanian untuk meminta dengan hati yang sungguh-sungguh terikat pada apa yang Yesus sedang kerjakan. "Percayalah" bukan syarat teknis, melainkan penyerahan penuh kepada Pribadi yang menunggangi keledai itu.
Benang Merah
Kalimat ini jatuh persis di antara dua adegan besar: Raja yang masuk dengan rendah hati menunggang keledai, dan Raja yang akan ditolak oleh para petani kebun anggur. Yesus sedang berjalan menuju penolakan, dan di tengah jalan itu Ia membagikan kuasa doa kepada murid-murid-Nya. Ini pola yang berulang di seluruh Kitab Suci: Allah tidak menyimpan kuasa-Nya untuk diri-Nya sendiri, Ia mengikat manusia ke dalam pekerjaan-Nya. Abraham menawar untuk Sodom, Musa berdiri di celah, para nabi merengek dan memohon. Sekarang Anak Daud, yang beberapa hari lagi akan berdoa di Getsemani dengan keringat seperti darah, berkata kepada dua belas orang biasa: mintalah. Doa Kristen tidak pernah lepas dari salib; justru di sanalah "percayalah" itu diuji sampai habis.
Cermin
Ada doa yang kita ucapkan sambil sudah menyiapkan alasan mengapa jawabannya tidak datang. Kita berdoa untuk pernikahan yang retak, untuk anak yang menjauh, untuk hasil pemeriksaan yang belum keluar, dan diam-diam kita menahan diri agar tidak terlalu berharap, supaya nanti tidak terlalu sakit. Itu bukan kerendahan hati, itu perlindungan diri. Ayat ini menelanjangi kompromi kecil itu. Sebaliknya, ada juga versi kita yang memakai ayat ini sebagai kartu tagihan: aku sudah percaya cukup keras, maka Allah berutang padaku. Keduanya sama-sama menghindari hal yang paling sulit, yaitu percaya kepada Pribadi, bukan kepada hasil.
Hari ini, sebelum tidur, sebutkan satu permintaan yang selama ini kamu doakan setengah hati karena takut kecewa. Ucapkan dengan suara terdengar, lengkap dan jelas, lalu tambahkan: "Aku percaya kepada-Mu."
Detail
Kata kerja "minta" dalam ayat ini adalah kata yang biasa dipakai untuk seorang bawahan yang meminta kepada atasannya, bukan untuk kesepakatan antara dua pihak setara. Menariknya, Yesus sendiri hampir tidak pernah memakai kata itu untuk doa-Nya sendiri; Ia memakai kata lain yang lebih setara antar Bapa dan Anak. Artinya, ketika Ia memberikan kata ini kepada murid-murid, Ia sedang menempatkan mereka pada posisi yang jujur: kamu adalah peminta, bukan pemilik. Justru itu yang melegakan. Doa yang dijanjikan di sini bukan negosiasi yang harus kamu menangkan, melainkan permintaan seorang anak yang tahu persis siapa yang berdiri di seberang meja. Kekuatannya tidak terletak pada intensitas emosimu, tetapi pada kemurahan hati Dia yang mendengar.
Pertanyaan
Lalu bagaimana dengan doa yang tidak dijawab? Kita semua punya daftarnya. Nama-nama yang kita sebut bertahun-tahun sampai suara kita habis, dan tidak ada yang berubah. Menjelaskan ayat ini dengan berkata "kamu kurang iman" adalah kekejaman yang dibungkus rohani. Namun menghaluskannya menjadi "Allah selalu menjawab, kadang dengan tidak" juga terlalu cepat, sebab Yesus jelas mengatakan "kamu akan menerimanya", bukan "kamu akan menerima sesuatu yang lain". Yang jujur adalah ini: janji ini diucapkan oleh Seseorang yang beberapa hari kemudian meminta agar cawan itu lewat, dan cawan itu tidak lewat. Ia tahu apa yang Ia janjikan dan Ia tahu apa yang Ia alami. Kita berdiri di antara keduanya, memegang janji tanpa bisa menjelaskannya, dan tetap meminta.
Profil Pendengar Pertama
Matius menulis untuk orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus, banyak di antaranya sudah kehilangan tempat di sinagoge dan mungkin sudah menyaksikan Bait Allah runtuh. Bagi mereka, pohon ara yang mengering bukan cerita aneh tentang tanaman, melainkan gambaran pahit tentang bangsa mereka sendiri. Dan pertanyaan yang menekan dada mereka adalah: kalau Bait Allah tidak ada lagi, ke mana kami membawa doa kami? Ayat ini adalah jawabannya. Tempat doa bukan lagi bangunan batu, melainkan iman kepada Anak Daud yang menunggang keledai itu. Mereka mendengar bukan janji sukses, melainkan kepastian bahwa akses kepada Allah tidak ikut runtuh bersama gedung.
Refleksi
Permintaan mana yang sudah lama tidak lagi kamu bawa kepada Allah, dan apa alasan sesungguhnya kamu berhenti?
Kalau doamu hari ini semuanya dijawab, apakah yang bertumbuh adalah Kerajaan-Nya atau kenyamananmu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 21:22
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 21:22?
Tentang apakah MATIUS 21:22?
Apa konteks historis dari MATIUS 21:22?
Apa yang MATIUS 21:22 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 21:22 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Matthew 21?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi