MAZMUR 133:2
Teks
Bayangkan tanduk minyak itu dimiringkan di atas kepala Harun, dan tidak berhenti setelah beberapa tetes. Minyak urapan itu terus dituang: membasahi rambut, menetes ke janggut, menggenang di janggut yang tebal itu, lalu merambat turun sampai ke tepi leher jubah imam. Itulah gambar yang dipilih Daud untuk menjelaskan kalimat sebelumnya, "Lihatlah, betapa baik dan betapa indahnya, jika saudara-saudara duduk bersama-sama!" Persaudaraan yang rukun, kata pemazmur, rasanya seperti itu: "seperti minyak yang baik di atas kepala, turun ke janggut, ke janggut Harun, lalu turun ke leher jubahnya." Bukan sekadar menyenangkan, melainkan mewah, berlimpah, dan berbau wangi sampai ke pinggir pakaian. Satu gerakan saja yang digambarkan di sini, dan gerakan itu selalu ke bawah.
Inti
Yang mengejutkan dari ayat ini adalah pilihan gambarnya. Daud tidak membandingkan kerukunan dengan sesuatu yang hangat dan akrab, misalnya perjamuan keluarga, melainkan dengan ritus pentahbisan imam besar. Artinya, kesatuan umat bukan urusan kecocokan karakter, melainkan urusan kudus. Minyak urapan dalam Perjanjian Lama tidak boleh dibuat sembarangan dan tidak boleh dipakai untuk keperluan biasa; ia menandai bahwa seseorang atau sesuatu kini menjadi milik Tuhan. Ketika kerukunan disamakan dengan minyak itu, pemazmur sedang mengatakan: ketika saudara-saudara duduk bersama tanpa saling mencurigai, di situ ada sesuatu yang berbau ilahi, bukan sekadar sosial. Dan perhatikan arahnya. Minyak itu tidak naik dari jemaat kepada Allah sebagai prestasi; ia dicurahkan dari atas dan mengalir turun. Kesatuan adalah anugerah yang menetes, bukan hasil yang dipanjat.
Benang Merah
Harun diurapi agar ia bisa berdiri di antara Allah dan umat, memikul nama-nama suku di dadanya. Minyak itu membuat seorang manusia biasa menjadi perantara. Maka ketika Daud memakai gambar itu untuk melukiskan kerukunan, ia sedang menyinggung sesuatu yang jauh lebih besar daripada suasana baik di antara saudara: umat yang bersatu adalah umat yang hidup di bawah imamat. Dan perjalanan minyak itu belum selesai di janggut Harun. Yang diurapi dengan Roh tanpa batas adalah Yesus Kristus, Imam Besar yang tidak mati-matian menjaga urapan-Nya untuk diri sendiri, melainkan membiarkannya mengalir turun ke tubuh-Nya, jemaat. Kesatuan orang percaya karena itu bukan proyek organisasi gereja; ia adalah limpahan dari Kepala yang diurapi, menetes sampai ke ujung jubah, sampai ke anggota yang paling jauh dan paling tidak diperhitungkan.
Cermin
Kita biasanya mengurus kesatuan dari arah yang salah. Kita menghitung siapa yang lebih dulu harus minta maaf, siapa yang terakhir kali menelepon, siapa yang pantas menerima kehangatan kita dan siapa yang belum. Di keluarga besar, perselisihan warisan bisa membekukan hubungan selama dua puluh tahun. Di gereja, dua orang duduk di baris yang sama tetapi rapi menghindari tatapan. Di tempat kerja, kita menyebutnya profesionalisme padahal itu permusuhan yang berpakaian sopan. Ayat ini tidak menyuruh Anda memanjat menuju rekonsiliasi dengan kekuatan sendiri; ia memberi tahu bahwa minyak sudah dicurahkan dan sedang mengalir turun, dan satu-satunya pertanyaan adalah apakah Anda mau berdiri di bawahnya atau menyingkir. Hari ini, sebutkan dengan suara keras nama satu orang seiman yang hubungannya dengan Anda sedang beku, lalu doakan dengan satu kalimat: "Tuhan, alirkan minyak-Mu sampai kepada dia dan kepadaku."
Profil
Nyanyian ini dinyanyikan di jalan. Para peziarah berjalan menanjak ke Yerusalem tiga kali setahun, dari desa-desa yang saling bersaing soal air, tanah, dan batas ladang. Kerajaan yang pernah pecah menjadi utara dan selatan masih meninggalkan luka dalam ingatan mereka. Lalu di jalan sempit itu orang-orang yang sepanjang tahun saling curiga tiba-tiba berjalan berdampingan, makan dari bekal yang sama, tidur di tempat yang sama. Bagi mereka, kalimat "saudara-saudara duduk bersama-sama" bukan idealisme manis, melainkan pengalaman langka yang hanya terjadi beberapa hari dalam setahun. Dan ketika mereka menyebut janggut Harun, mereka tidak membayangkan sesuatu yang asing: Bait Suci sudah terlihat di depan, imam-imam sungguh ada di sana. Kerukunan dan ibadah menyatu dalam satu pemandangan.
Detail
Kata yang paling bekerja keras di ayat ini adalah "turun", dan ia muncul dua kali. Minyak itu "turun ke janggut", lalu "turun ke leher jubahnya". Pemazmur bisa saja berhenti di kepala; gambar itu sudah cukup indah. Tetapi ia sengaja mengikuti tetesan itu ke bawah, lebih jauh dari yang nyaman, sampai ke kain, sampai ke bagian jubah yang tidak dilihat siapa pun. Dalam ayat berikutnya gerakan yang sama diulang: embun yang "jatuh ke bukit-bukit Sion". Selalu dari atas ke bawah, selalu melewati batas yang kita kira sudah cukup. Berkat Allah tidak berhenti di tempat yang terhormat. Ia terus merembes ke bawah, ke orang yang paling pinggir dalam daftar Anda.
Tokoh Utama
Harun berdiri diam di tengah gambar ini, tidak berbicara, tidak melakukan apa-apa. Ia hanya ditetesi. Itulah seluruh perannya di sini, dan itu mengatakan sesuatu tentang manusia di hadapan Allah: kita menerima sebelum kita melayani. Tetapi tokoh yang sesungguhnya bekerja adalah TUHAN sendiri, yang menurut ayat tiga "memerintahkan berkat, hidup selama-lamanya". Allah tidak sekadar mengizinkan kesatuan; Ia memerintahkannya seperti raja memerintahkan panen. Ada kemurahan hati yang hampir berlebihan dalam cara Dia mencurahkan: terlalu banyak minyak, terlalu basah, sampai ke jubah. Allah yang kita sembah bukan penakar yang cermat, melainkan Pemberi yang membiarkan pemberian-Nya meluber.
Refleksi
Siapa yang selama ini Anda letakkan di luar jangkauan "minyak" itu, dan apa alasan yang Anda pakai untuk membenarkannya?
Kalau kesatuan adalah sesuatu yang mengalir turun dan bukan dipanjat, apa yang perlu Anda berhenti usahakan minggu ini supaya tangan Anda terbuka untuk menerimanya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 133:2
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MAZMUR 133:2?
Tentang apakah MAZMUR 133:2?
Apa konteks historis dari MAZMUR 133:2?
Apa yang MAZMUR 133:2 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MAZMUR 133:2 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Psalms 133
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Embun Hermon jatuh jauh di utara, sedangkan Sion ada di selatan. Secara geografis mustahil. Namun begitulah persaudaraan yang rukun: menyegarkan tempat yang seharusnya kering. "Sebab di sanalah TUHAN memerintahkan berkat, yaitu kehidupan untuk selama-lamanya." Berkat itu turun di tempat orang memilih hidup damai. Di mana kamu sedang menahan damai itu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi