MAZMUR 14
Teks
Seorang penyair memandang sekelilingnya dan melihat sesuatu yang membuatnya muak: orang-orang yang berkata dalam hati, "Tidak ada Allah," lalu hidup persis seperti itu, tanpa rem dan tanpa malu. Mazmur ini menaikkan kamera: TUHAN sendiri menunduk dari surga, memindai seluruh keturunan manusia untuk mencari satu orang bijaksana yang mencari Dia, dan hasil pencarian itu kosong, "Seorang pun tidak!" Lalu fokus menyempit lagi ke bumi, ke mereka yang "memakan habis umat-Ku seperti memakan roti," dan diakhiri dengan rintihan yang hampir seperti doa yang putus asa, agar keselamatan datang dari Sion dan Yakub boleh bersukacita kembali.
Inti
Kalimat "Tidak ada Allah" di sini bukan kesimpulan seorang filsuf yang bergulat dengan bukti. Dalam dunia Daud hampir tak ada orang yang menyangkal keberadaan ilah-ilah; yang disangkal adalah bahwa Allah ini benar-benar memperhatikan, menghitung, dan menuntut pertanggungjawaban. Itu ateisme praktis, keyakinan diam-diam bahwa langit kosong dari saksi. Dan Mazmur ini menunjukkan ke mana keyakinan itu selalu bermuara: bukan ke skeptisisme sopan, melainkan ke perut. Orang yang merasa tak diawasi akan mulai memakan sesamanya "seperti memakan roti," santai, tanpa berpikir panjang. Kejutan teologisnya ada di ayat 2 dan 3: ketika Allah memeriksa, bukan hanya para penindas yang gagal lulus. Semua menyimpang. Mazmur ini menutup pintu bagi kita yang membacanya sambil mengangguk puas tentang orang lain.
Benang Merah
Ayat 3 adalah salah satu kalimat Perjanjian Lama yang paling keras, dan Paulus mengambilnya bulat-bulat ketika ia menyusun dakwaannya terhadap seluruh umat manusia di Roma 3. Ia memakai Mazmur ini bukan untuk membuat orang putus asa, melainkan untuk menutup satu jalan keluar: jalan merasa diri cukup. Kalau pemindaian Allah dari surga tidak menemukan seorang pun, maka pertolongan tidak mungkin naik dari bumi; ia harus turun. Dan justru di sanalah ayat 7 berdiri, sebuah erangan yang belum tahu namanya sendiri: "Kiranya keselamatan bagi orang Israel datang dari Sion!" Sion adalah bukit kecil berbatu dengan sebuah tempat kudus di atasnya. Berabad-abad kemudian, di luar tembok bukit yang sama, keselamatan itu datang dalam bentuk seorang Manusia yang mencari Allah dengan sempurna dan dimakan habis seperti roti demi umat-Nya.
Cermin
Ateisme praktis jarang terdengar seperti penyangkalan. Ia terdengar seperti perhitungan: tidak ada yang tahu, jadi ini aman. Angka yang digeser sedikit di laporan keuangan. Karyawan yang Anda tekan karena ia tidak punya pilihan lain. Nada suara di rumah yang hanya keluar ketika tidak ada tamu. Kalimat sinis tentang rekan kerja yang Anda lempar begitu saja, "seperti memakan roti," tanpa merasa kenyang dan tanpa merasa bersalah. Mazmur ini tidak bertanya apakah Anda percaya Allah ada; ia bertanya apakah Anda hidup seolah ada yang melihat. Dan ayat 6 menambahkan sudut yang tajam: mempermalukan nasihat orang tertindas, menertawakan iman orang yang tidak punya apa-apa selain Tuhan, sudah termasuk dalam daftar. Hari ini juga: sebut satu nama orang yang pernah Anda remehkan karena ia lemah, katakan nama itu keras-keras di hadapan Allah, dan minta ampun untuk satu kalimat spesifik yang Anda ucapkan tentang dia.
Tokoh Utama
Tokoh utama Mazmur ini bukan si bodoh, melainkan Allah yang menunduk. Gambarannya hampir jenaka kalau tidak begitu serius: TUHAN mencondongkan tubuh dari surga, memicingkan mata ke arah bumi, mencari. Kata Ibrani untuk si bodoh di ayat 1, nabal, bukan berarti kurang pintar; itu kata untuk orang yang moralnya busuk, yang akalnya runtuh karena hatinya rusak. Dan yang mencari dia justru Allah. Perhatikan: Ia tidak langsung menghukum, Ia memeriksa dulu. Ada kesabaran yang menyakitkan di sana, seperti seorang ayah yang berkeliling kamar mencari bukti bahwa anaknya masih punya hati nurani. Hasilnya nol. Namun Allah yang sama, di ayat 5, berdiri di tengah "keturunan orang benar" dan membuat para penindas gemetar tanpa Ia perlu mengangkat tangan.
Profil
Bayangkan siapa yang menyanyikan ini. Bukan para pejabat. Judulnya menyebut pemimpin pujian, jadi lagu ini dipakai bersama-sama, kemungkinan besar di pelataran bait suci: petani yang ladangnya disita lewat pengadilan yang bisa dibeli, janda yang jubahnya ditahan sebagai jaminan, buruh harian yang upahnya tidak dibayar dan tidak punya siapa pun untuk mengadu. Mereka mencium bau asap korban bakaran sambil menyanyikan bahwa orang-orang yang menginjak mereka sebentar lagi akan "berada dalam ketakutan besar." Itu bukan teologi abstrak bagi mereka, itu satu-satunya pengadilan yang masih terbuka. Dan ayat 7, dengan kata "memulihkan keadaan umat-Nya," terdengar seperti gema pembuangan, membuat Mazmur ini terus dinyanyikan ulang oleh generasi-generasi yang tanahnya sudah hilang dan masih menunggu.
Pertanyaan
Kalau benar "tidak ada seorang pun yang berbuat baik, seorang pun tidak," siapa itu "keturunan orang benar" di ayat 5 dan siapa "orang tertindas" di ayat 6? Mazmur ini seakan membantah dirinya sendiri dalam empat ayat. Penyelesaian yang murah akan berkata: ayat 3 hanya melebih-lebihkan. Saya tidak percaya itu. Yang lebih jujur: Mazmur ini memandang dari dua ketinggian. Dari surga, diperiksa dengan ukuran Allah, tidak ada yang lolos, termasuk si tertindas. Dari bumi, di tengah konflik nyata antara pemeras dan yang diperas, ada perbedaan moral yang Allah tolak untuk disamarkan. Keduanya benar, dan ketegangannya tidak diselesaikan di sini. Mungkin memang baru terselesaikan di satu tempat: pada Dia yang berdiri di kedua sisi sekaligus, dihitung bersama para pelanggar demi membenarkan mereka.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda bertindak seolah tidak ada yang melihat, dan apa yang akan berubah besok pagi kalau Anda sungguh percaya ada yang melihat?
Ayat 6 menyebut orang yang mempermalukan nasihat orang tertindas. Kapan terakhir kali Anda menolak mendengar seseorang justru karena ia tidak punya kuasa apa pun atas Anda?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 14
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MAZMUR 14?
Tentang apakah MAZMUR 14?
Apa konteks historis dari MAZMUR 14?
Apa yang MAZMUR 14 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MAZMUR 14 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Psalms 14?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
