MAZMUR 89:2
Teks
Ayat ini bukan kalimat baru, melainkan alasan di balik sumpah penyanyi pada ayat sebelumnya. Mengapa ia berjanji menyanyikan kasih setia TUHAN selamanya dan mewariskan berita tentang kesetiaan-Nya dari generasi ke generasi? "Sebab, aku berkata, 'Kasih setia-Mu akan dibangun selamanya; kesetiaan-Mu ditegakkan di langit.'" Etan tidak sedang melaporkan suasana hatinya. Ia sedang menyebutkan sebuah keyakinan yang berbentuk bangunan: kasih setia Allah bukan perasaan yang datang dan pergi, melainkan sesuatu yang didirikan, batu demi batu, tanpa batas waktu. Dan fondasi bangunan itu tidak terletak di tanah Yehuda yang bisa dijarah, melainkan di langit. Dua kata kerja, dibangun dan ditegakkan, memikul seluruh mazmur yang panjang dan pahit ini.
Inti
Perhatikan bahwa dua kata kerja itu muncul lagi dua ayat kemudian, kali ini tentang Daud: "Aku akan menegakkan keturunanmu selamanya, dan membangun takhtamu dari generasi ke generasi." Bahasanya sengaja dikembarkan. Yang dibangun di langit dan yang dibangun di bumi memakai kosakata yang sama, karena yang satu adalah dasar bagi yang lain. Takhta Daud berdiri bukan karena kelihaian dinasti itu, tetapi karena kasih setia Allah sudah lebih dahulu dipasang di tempat yang tidak bisa dijangkau tentara mana pun. Di sinilah Mazmur 89 mengambil alih janji dalam 2 Samuel 7, ketika TUHAN bersumpah bahwa takhta Daud akan kokoh untuk selamanya. Etan mengutip janji itu bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai alat bukti yang akan ia bawa ke pengadilan pada ayat 50, saat ia bertanya: di mana kasih setia-Mu yang dahulu?
Benang Merah
Yang membuat ayat ini tidak mati bersama dinasti Daud adalah kata "di langit". Ketika tembok Yerusalem rubuh dan mahkota tergeletak di tanah, fondasi janji itu tetap berada di tempat yang tidak ikut terbakar. Karena itu, berabad-abad kemudian, malaikat dapat berkata kepada Maria bahwa anaknya akan menerima takhta Daud, bapa-Nya, dan memerintah selamanya; kalimat itu hanya masuk akal kalau janji Mazmur 89 memang tidak pernah dibatalkan, hanya ditunda sampai lahir seorang keturunan yang tidak perlu dipukul dengan tongkat karena pelanggarannya sendiri. Paulus merumuskannya dengan singkat: segala janji Allah menjadi "ya" di dalam Kristus, dan karena itu kita mengucapkan "amin". Menarik, mazmur yang penuh keluhan ini pun ditutup dengan "Amin dan Amin!" Etan belum melihat jawabannya, tetapi ia sudah mengucapkan kata yang tepat.
Cermin
Kita semua punya versi kecil dari takhta yang jatuh ke tanah. Pernikahan yang dulu terasa dibangun untuk selamanya. Pekerjaan yang runtuh dalam satu rapat lima belas menit. Anak yang dibesarkan dengan doa tetapi tidak lagi mau ikut ke gereja. Tubuh yang tiba-tiba mengkhianati rencana sepuluh tahun ke depan. Dan di titik itu muncul godaan yang paling halus: menyimpulkan bahwa kasih setia Allah ternyata tidak lebih kokoh daripada bangunan yang baru saja rubuh. Etan menolak kesimpulan itu, bukan karena ia merasa lebih baik, melainkan karena ia tahu letak fondasinya. Ia tidak berkata "semua baik-baik saja"; ia berkata "fondasinya tidak di sini". Hari ini, tulislah di selembar kertas satu hal yang runtuh dalam hidupmu tahun ini, lalu tulis di bawahnya kalimat ayat ini dan ucapkan keras-keras.
Detail
Kata yang diterjemahkan "kasih setia" adalah hesed, dan itu bukan kata perasaan. Hesed adalah kesetiaan yang terikat pada perjanjian, loyalitas seorang pihak kuat kepada pihak lemah yang sudah diikatnya dengan janji. Kata ini muncul berulang-ulang di sepanjang mazmur, sampai akhirnya dilemparkan kembali kepada Allah sebagai pertanyaan pada ayat 50. Dan perhatikan kata kerjanya: dibangun. Bukan "dirasakan", bukan "dijanjikan", melainkan dibangun, seperti rumah, seperti dinasti. Dalam bahasa Ibrani, membangun rumah dan membangun keturunan adalah kata yang sama. Jadi ketika Etan berkata kasih setia Allah dibangun selamanya, ia memakai bahasa arsitektur dan bahasa keluarga sekaligus: sesuatu yang berdiri, dan sesuatu yang beranak cucu.
Konteks
Etan orang Ezrahi dikenal sebagai salah satu orang paling bijak di zaman Salomo, tetapi mazmur yang memakai namanya jelas berbicara dari reruntuhan: tembok hancur, benteng jadi puing, raja yang diurapi dipermalukan di depan bangsa-bangsa. Itu bahasa tahun 586 SM, ketika Babel meratakan Yerusalem dan menyeret keturunan Daud pergi. Dalam dunia Timur Dekat kuno, kekalahan seorang raja berarti kekalahan dewanya. Para tetangga tidak hanya menertawakan Yehuda; mereka menertawakan TUHAN. Itulah sebabnya Etan mengakhiri dengan menunjuk hinaan terhadap "langkah-langkah orang yang Engkau urapi": ini bukan sekadar kehilangan politik, ini soal nama Allah di mata dunia. Mazmur 89 menutup buku ketiga Mazmur, dan ia menutupnya dengan pintu yang sengaja dibiarkan terbuka.
Pertanyaan
Bagaimana ayat 2 bisa berdiri berdampingan dengan ayat 39? Di sini Allah berfirman bahwa Ia takkan membatalkan perjanjian-Nya dan takkan berdusta kepada Daud. Di sana Etan berkata kepada Allah: "Engkau telah membatalkan perjanjian dengan hamba-Mu." Salah satu dari keduanya tampak keliru. Mazmur ini tidak menawarkan jalan keluar yang rapi; ia membiarkan kedua kalimat itu berdiri dan tidak mendamaikannya. Yang dilakukan Etan hanyalah satu hal: ia membawa kontradiksi itu kepada Allah sendiri, bukan kepada orang lain dan bukan kepada dirinya sendiri. Kadang iman bukan berarti menemukan rumus yang mencocokkan janji dengan kenyataan, melainkan menolak melepaskan salah satunya. Etan memegang janji dan memegang reruntuhan, lalu berkata: Engkau yang harus menjelaskan ini. Penjelasan itu datang, tetapi baru enam abad kemudian, di sebuah kayu salib.
Refleksi
Janji Allah mana yang sedang kamu pegang sambil menatap kenyataan yang tampaknya membantahnya, dan sudahkah kamu membawa kontradiksi itu kepada-Nya secara terbuka, bukan hanya memendamnya?
Kalau kasih setia Allah "ditegakkan di langit", apa artinya bagi caramu menilai keberhasilan dan kegagalan yang terlihat di bumi, minggu ini saja?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 89:2
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MAZMUR 89:2?
Tentang apakah MAZMUR 89:2?
Apa konteks historis dari MAZMUR 89:2?
Apa yang MAZMUR 89:2 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MAZMUR 89:2 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Psalms 89
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah yang perkasa seperti Engkau, ya TUHAN? Kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu." Perhatikan: kuasa dan kesetiaan Tuhan tidak pernah terpisah. Kekuatan-Nya selalu berjalan bersama janji-Nya. Dan mazmur ini ditulis oleh orang yang sedang bergumul, yang di akhir pasal justru bertanya di mana kasih setia itu. Kamu boleh memuji sambil masih bertanya.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi