WAHYU 1:1
Teks
Ayat pembuka Wahyu memperkenalkan diri sebagai "Penyataan dari Yesus Kristus, yang diberikan Allah kepada-Nya untuk ditunjukkan kepada hamba-hamba-Nya tentang hal-hal yang segera harus terjadi." Ada rantai penyampaian yang jelas di sini: Allah memberikan kepada Yesus Kristus, Kristus mengutus malaikat-Nya, malaikat itu menyampaikan kepada Yohanes, dan Yohanes menuliskannya untuk hamba-hamba Allah, yaitu jemaat-jemaat yang akan disebut namanya beberapa ayat kemudian. Jadi kitab yang sering dianggap penuh teka-teki ini justru dibuka dengan pernyataan tentang asal-usulnya, bukan tentang teka-tekinya. Sebelum ada satu pun meterai dibuka, satu pun trompet ditiup, pembaca sudah diberi tahu siapa yang berbicara, melalui siapa firman itu turun, dan kepada siapa firman itu ditujukan.
Inti
Perhatikan urutannya, karena di situ letak bobot teologisnya. Wahyu ini bukan hasil penerawangan Yohanes, bukan spekulasi seorang tahanan tentang masa depan kekaisaran. Ia adalah pemberian: Allah memberi kepada Kristus, Kristus menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya. Artinya, masa depan bukan sesuatu yang kita raba dari tanda-tanda zaman; masa depan adalah sesuatu yang diberikan, disingkapkan, oleh Dia yang memegangnya. Dan yang disingkapkan bukan sekadar rangkaian peristiwa, melainkan Pribadi. Frasa "Penyataan dari Yesus Kristus" bisa berarti penyataan yang berasal dari-Nya dan penyataan tentang diri-Nya, dan seluruh kitab ini membuktikan bahwa keduanya benar sekaligus. Kristus adalah sumber isi kitab ini dan Ia juga adalah isinya. Siapa pun yang membaca Wahyu terutama untuk memetakan kronologi akhir zaman sudah salah membaca kalimat pertamanya. Yang dibuka di sini adalah tabir, dan di baliknya berdiri Anak Manusia yang mati dan hidup selama-lamanya.
Benang Merah
Rantai penyampaian dalam ayat ini bukan hal baru dalam Alkitab. Sepanjang Perjanjian Lama, firman Allah turun kepada umat melalui para nabi: Allah berfirman, nabi menerima, umat mendengar dan harus memilih. Wahyu berdiri dalam garis itu, tetapi dengan satu pergeseran yang menentukan. Kini di tengah rantai itu berdiri Kristus. Bukan sebagai nabi tambahan, melainkan sebagai Dia yang menerima dari Bapa dan meneruskan kepada hamba-hamba-Nya. Yang dulu diberikan kepada Musa, Yesaya, Daniel, sekarang dipercayakan kepada Anak. Dan perhatikan: Dia yang meneruskan penyataan ini adalah Dia yang "melepaskan kita dari dosa-dosa kita dengan darah-Nya" (ayat 5). Jadi rencana penyelamatan dan penyingkapan masa depan bukan dua jalur terpisah. Salib dan takhta dipegang oleh tangan yang sama.
Cermin
Kita ingin tahu. Itu bukan dosa, tetapi keinginan tahu punya kebiasaan menyeleweng. Ketika pekerjaan tidak pasti, ketika hasil pemeriksaan dokter belum keluar, ketika anak menjauh dan kita tidak tahu ke mana ia berjalan, kita menginginkan peta. Wahyu 1:1 memberi sesuatu yang lain: bukan peta, melainkan Pribadi yang membuka tabir. Itu bisa terasa mengecewakan, dan sebaiknya kita jujur soal itu. Ayat ini tidak menjanjikan bahwa Anda akan mengerti mengapa tahun ini begitu berat. Yang dijanjikan adalah bahwa yang sedang terjadi tidak lepas dari tangan Kristus. Pertanyaannya lalu berbalik kepada Anda: apakah Anda mencari kepastian tentang jalannya sejarah, atau kepercayaan kepada Dia yang memegangnya?
Profil
Pembaca pertama kitab ini adalah tujuh jemaat kecil di kota-kota provinsi Asia, di bawah bayang-bayang Roma. Mereka bukan mayoritas, bukan pemegang kekuasaan, bukan pihak yang menentukan arah kota. Sebagian dari mereka kehilangan pekerjaan karena menolak ikut serta dalam upacara-upacara yang mengagungkan kaisar. Bagi mereka, kalimat "hamba-hamba-Nya" bukan bahasa rohani yang manis; kata itu menyatakan kepada siapa mereka sesungguhnya terikat, dan karena itu kepada siapa mereka tidak terikat. Mereka mendengar bahwa penyataan tentang jalannya sejarah tidak dititipkan kepada istana di Roma tetapi kepada mereka, kelompok-kelompok kecil di rumah-rumah sewaan. Sejarah dibuka rahasianya bukan di pusat kekuasaan, melainkan di pinggiran.
Konteks
Yohanes menulis dari Patmos, sebuah pulau berbatu di laut Aegea, "karena firman Allah dan kesaksian Yesus" (ayat 9). Ia tidak sedang berlibur; ia disingkirkan. Dan justru dari tempat pembuangan itu datang kitab tentang siapa yang benar-benar bertakhta. Kekaisaran Roma pada masa itu mengelola gambaran dirinya dengan cermat: kaisar sebagai penjamin damai, kuil-kuil di setiap kota, patung dan uang logam yang mengingatkan siapa yang berkuasa. Ke dalam dunia dengan kabar resmi seperti itu, sebuah surat datang dengan kabar lain, disampaikan lewat malaikat kepada seorang buangan. Membaca Wahyu tanpa merasakan ketegangan ini akan membuat kitab ini menjadi ramalan; dengan merasakannya, kitab ini menjadi perlawanan yang penuh harapan.
Detail
Kata "segera" dalam "hal-hal yang segera harus terjadi" sudah dua puluh abad membuat orang gelisah. Tidak terjadi juga, kata sebagian. Tetapi perhatikan apa yang dijanjikan segera: bukan bahwa segalanya selesai besok, melainkan bahwa hal-hal ini mulai bergerak sekarang, tanpa jeda, tanpa penundaan. Sejak Kristus mati dan bangkit, jam terakhir sejarah sudah berdentang. Jemaat-jemaat di Asia tidak sedang menunggu di ruang tunggu yang kosong; mereka sudah berada di dalam babak terakhir, di mana penderitaan mereka bukan selingan melainkan bagian dari pertempuran yang sedang diselesaikan. "Waktunya sudah dekat," kata ayat 3. Dekat bukan karena kalender, tetapi karena Dia yang datang sudah memegang kunci maut.
Refleksi
Kalau Wahyu pertama-tama adalah penyataan tentang Kristus dan bukan bagan akhir zaman, apa yang perlu berubah dalam cara saya membaca dan mengajarkannya?
Di bagian hidup mana saya sedang menuntut peta dari Allah, padahal yang Ia tawarkan adalah diri-Nya sendiri sebagai Dia yang memegang masa depan?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Revelation 1:1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti WAHYU 1:1?
Tentang apakah WAHYU 1:1?
Apa konteks historis dari WAHYU 1:1?
Apa yang WAHYU 1:1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana WAHYU 1:1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Revelation 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau lebih dulu bersuara, sehingga Yohanes berbalik untuk melihat suara yang berbicara kepadanya. Dan yang dilihatnya bukan kekosongan, melainkan tujuh kaki pelita emas. Terima kasih Engkau hadir di tengah jemaat-Mu, juga di tengah kami hari ini.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi