ROMA 16:20
Teksnya
Setelah deretan panjang salam dan peringatan tajam terhadap mereka yang memecah belah jemaat, Paulus menutup dengan satu kalimat yang mengubah seluruh suhu pasal ini: "Allah sumber damai sejahtera akan segera meremukkan Iblis di bawah kakimu." Lalu, seolah tidak perlu penjelasan lagi, ia menambahkan berkat singkat: "Anugerah Yesus, Tuhan kita, menyertaimu." Dua kalimat, dua dunia. Yang pertama berbicara tentang perang kosmis yang sudah diputuskan hasilnya; yang kedua tentang kasih karunia yang menyertai orang-orang biasa di Roma, yang namanya baru saja disebut satu per satu. Perhatikan siapa yang meremukkan dan di bawah kaki siapa hal itu terjadi: Allah yang bertindak, jemaat yang menjadi tempat kemenangan itu dinyatakan.
Intinya
Kalimat ini menyatukan dua hal yang jarang kita letakkan berdampingan: damai sejahtera dan peremukan. Allah disebut "sumber damai sejahtera" justru pada saat Ia digambarkan menghancurkan Iblis. Shalom dalam Alkitab bukan ketenangan yang netral, bukan gencatan senjata, melainkan keutuhan yang dipulihkan dengan menyingkirkan apa yang merusaknya. Damai sejati menuntut ada yang kalah. Dan yang kalah bukan orang-orang yang memecah belah jemaat di ayat 17, melainkan kuasa yang bekerja di belakang mereka. Inilah yang menjaga jemaat dari kepahitan: musuh sesungguhnya bukan saudara yang menyesatkan, tetapi Iblis. Lalu kata "segera" itu. Paulus tidak menjanjikan penyelesaian cepat atas setiap konflik, tetapi menegaskan bahwa waktu sedang berjalan ke satu arah, dan bukan arah yang ditentukan si jahat.
Benang Merah
Siapa pun yang pernah membaca Kejadian 3 akan merasakan getarannya di sini. Di taman, setelah ular menipu, Allah berfirman tentang keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala ular, sementara ular meremukkan tumitnya. Paulus tidak mengutipnya; ia menggemakannya. Dan ia melakukan sesuatu yang berani: kata kerja itu dipindahkan dari Mesias kepada jemaat. Bukan "di bawah kaki-Nya", melainkan "di bawah kakimu". Inilah logika seluruh Surat Roma dalam satu kalimat penutup. Kemenangan Kristus bukan prestasi yang kita kagumi dari jauh, melainkan kemenangan yang kita diikutsertakan di dalamnya, sebagaimana kematian dan kebangkitan-Nya menjadi milik kita dalam pasal 6. Kepala sudah menang; tubuh menginjak. Janji tertua dalam Alkitab mendarat di lantai rumah-rumah kecil di Roma.
Cermin
Perhatikan apa yang dilakukan ayat ini terhadap daftar musuh Anda. Rekan kerja yang menjatuhkan nama Anda dalam rapat, saudara seiman yang menyebarkan setengah kebenaran tentang keluarga Anda, orang yang berbicara "dengan perkataan yang halus serta kata-kata sanjungan" dan membuat kelompok kecil Anda terbelah. Paulus tidak meminta Anda berpura-pura mereka tidak berbahaya; ayat 17 jelas, jauhilah mereka. Tetapi ia memindahkan sasaran. Yang akan diremukkan bukan mereka. Itu melucuti kepahitan Anda tanpa melucuti kewaspadaan Anda. Dan ada hal kedua: Anda mungkin lebih merasa diremukkan daripada meremukkan. "Segera" adalah kata untuk orang yang lelah menunggu. Tulis hari ini satu nama orang yang diam-diam Anda perlakukan sebagai musuh, lalu ucapkan dengan suara keras di atas nama itu: "Bukan dia musuhku," dan doakan dia selama satu menit.
Profil
Dengarkan "di bawah kakimu" dengan telinga orang Roma. Mereka hidup di kota yang arak-arakan kemenangannya menampilkan raja-raja taklukan digiring di depan kereta sang pemenang; kaki di atas leher musuh adalah bahasa visual kekaisaran. Dan siapa yang mendengar kalimat itu? Orang-orang dari rumah tangga Narkisus dan Aristobulus, kemungkinan besar budak dan bekas budak. Perempuan seperti Trifena, Trifosa, Persis, yang "bekerja keras dalam Tuhan". Andronikus dan Yunias yang pernah dipenjara. Orang-orang tanpa kuasa, tanpa nama di forum, berkumpul di ruang sewaan. Kepada merekalah dikatakan bahwa kaki merekalah yang akan berdiri di atas musuh terbesar. Bukan kaki Kaisar. Itu bukan penghiburan manis; itu subversi.
Intertekstualitas
Tiga gema layak disebut. Pertama, Kejadian 3:15, yang sudah kita lihat. Kedua, Yosua 10, ketika para panglima Israel meletakkan kaki di atas leher raja-raja yang kalah sebagai tanda bahwa kemenangan Allah menjadi kemenangan umat; gambar itulah yang Paulus pinjam untuk jemaat tanpa pedang. Ketiga, dan ini yang menegangkan: Petrus menulis bahwa si jahat berjalan keliling seperti singa yang mengaum mencari mangsa, sementara Wahyu menempatkan peremukan terakhir di ujung sejarah. Jadi mana yang benar, Iblis di bawah kaki atau Iblis yang masih mengaum? Keduanya. Alkitab menolak memilih. Kita hidup di antara putusan yang sudah dijatuhkan dan eksekusi yang belum tuntas, dan justru di ruang antara itu kata "segera" menjadi perlu.
Konteks
Paulus mendiktekan surat ini kepada Tertius, kemungkinan besar di Korintus, sekitar musim dingin tahun 57, sebelum berlayar ke Yerusalem membawa persembahan dari jemaat-jemaat non-Yahudi, dengan harapan akhirnya sampai ke Spanyol lewat Roma. Ia menulis kepada jemaat yang tidak pernah ia dirikan dan belum pernah ia kunjungi. Jemaat itu terdiri atas kelompok-kelompok rumah yang rapuh, dengan ketegangan nyata antara orang Yahudi yang baru kembali setelah pengusiran dari kota dan orang non-Yahudi yang sementara itu mengambil alih kepemimpinan. Perpecahan bukan ancaman teoretis; itu sudah di depan pintu. Maka berkat penutup ini bukan basa-basi liturgis, melainkan senjata yang diletakkan Paulus ke tangan jemaat yang ia tinggalkan tanpa kehadirannya.
Refleksi
Siapa yang selama ini Anda perangi seolah-olah dialah musuh terakhir, dan apa yang berubah jika Anda melihat kuasa di belakangnya?
Kata "segera" sudah berumur hampir dua ribu tahun. Apa artinya bagi cara Anda menanggung situasi yang tidak kunjung berubah minggu ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Romans 16:20
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti ROMA 16:20?
Tentang apakah ROMA 16:20?
Apa konteks historis dari ROMA 16:20?
Apa yang ROMA 16:20 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana ROMA 16:20 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Romans 16
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja keras dalam Tuhan. Salam kepada Persis yang kekasih, yang telah bekerja keras dalam Tuhan." Tiga nama perempuan yang tidak pernah muncul lagi di seluruh Alkitab. Tidak ada daftar prestasi, hanya satu kalimat: mereka bekerja keras. Dan itu cukup untuk dicatat selamanya. Pelayananmu yang tak dilihat siapa pun hari ini, apakah kamu percaya Dia menghitungnya?
Bapa, terima kasih untuk orang-orang yang berjalan bersamaku dalam pekerjaan-Mu. Mereka jarang disebut, tapi Engkau mengenal nama mereka. Jadikan aku teman sekerja yang setia, dan ajar aku mengasihi mereka dengan tulus, bukan hanya saat mudah.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi