Kuasa untuk memulihkan dan menjaga
Pemulihan dan tanggung jawab
Renungan singkat untuk direnungkan dengan tenang, diambil dari bagian Alkitab dalam Matius 10:1, Yoel 2:25, Kejadian 4:9 and Nehemia 8:10.
☀ Momen pagi
Dan, Yesus memanggil kedua belas murid-Nya serta memberi mereka kuasa atas roh-roh najis untuk mengusir roh-roh itu dan untuk menyembuhkan segala macam penyakit maupun segala macam kesakitan.
Matius 10:1
Kita menganggap angka hanya alat hitung, netral, tanpa makna. Tetapi dalam Injil, dua belas bukan sekadar jumlah orang yang Yesus panggil. Bangsa Israel sendiri terdiri dari dua belas suku, keturunan dua belas anak Yakub. Ketika Yesus memilih dua belas murid, Dia sedang menyusun kembali umat Allah, memulai sesuatu yang baru namun berakar pada janji lama.
Di pasal lain, setelah lima roti dan dua ikan memberi makan ribuan orang, yang tersisa dikumpulkan dalam dua belas bakul. Bukan satu bakul besar, bukan sisa yang dibuang, tetapi dua belas, cukup untuk setiap suku, cukup untuk seluruh umat. Allah tidak hanya mencukupi hari ini, Dia mencukupi dengan kelimpahan yang terbagi rapi untuk semua.
Pagi ini mungkin engkau merasa hanya satu orang di antara banyak, satu bagian kecil dari rencana yang jauh lebih besar. Tetapi Yesus memanggil nama-nama, satu per satu, dan memberi mereka wewenang nyata untuk bekerja. Panggilan-Nya tidak hilang dalam kerumunan. Engkau bukan angka yang diabaikan, engkau bagian yang diperhitungkan dalam rencana-Nya hari ini, entah di meja kerja, di dapur, atau di jalan menuju sekolah.
Hari ini
Tuliskan dua belas nama orang yang mungkin akan kautemui atau kaupikirkan hari ini, lalu doakan masing-masing dengan satu kalimat pendek sebelum engkau mulai bekerja.
✦ Momen siang
“Aku akan memulihkan, tahun-tahun yang hasilnya dimakan belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap, dan belalang pengerip, yaitu tentara-Ku yang besar yang Kukirimkan kepadamu.
Yoel 2:25
Memulihkan. Satu kata yang gampang dilewati begitu saja, padahal di situlah seluruh ayat ini bertumpu. Bukan sekadar mengganti satu musim gagal panen, tapi tahun-tahun jamak, bertahun-tahun yang sudah hilang dan tak bisa diputar ulang.
Di tanah Israel kuno, belalang bukan hama biasa. Ia datang bergelombang: belalang pengembara, belalang besar, belalang pelompat, ulat belalang, empat tahap dalam satu serbuan, masing-masing menghabiskan apa yang disisakan yang sebelumnya. Dalam hitungan jam, ladang gandum, kebun anggur, pohon ara bisa gundul sampai ke batang. Petani yang menyaksikannya tahu: ini bukan kerugian kecil, ini kelaparan yang menanti.
Yoel memakai gambaran itu untuk sesuatu yang lebih dalam daripada panen. Bangsa itu sudah kehilangan bertahun-tahun karena dosa dan penghakiman, waktu yang rasanya tak akan pernah kembali. Tapi Allah berbicara bukan tentang satu panen baru, melainkan tentang tahun-tahun yang dikembalikan.
Mungkin ada musim dalam hidupmu yang terasa seperti ladang yang sudah dihabisi, waktu yang terbuang karena pilihan yang salah, karena keadaan yang di luar kendalimu, karena memang hidup kadang begitu. Ayat ini tidak menjanjikan bahwa waktu itu bisa diputar ulang seolah tak pernah terjadi. Ia menjanjikan sesuatu yang lain: Allah yang sanggup membuat tahun-tahun yang hilang itu berbuah lagi, dengan cara-Nya sendiri.
Hari ini
Ambil waktu sepuluh menit ini. Tuliskan di kertas atau catatan ponsel satu musim atau satu tahun yang terasa seperti dimakan belalang, lalu doakan dengan suara pelan: Tuhan, pulihkan tahun itu bagiku.
◐ Momen sore
Lalu, TUHAN bertanya kepada Kain, “Di mana Habel, adikmu?” Kain menjawab, “Aku tidak tahu. Apakah aku penjaga adikku?”
Kejadian 4:9
Siang ini, coba diam sejenak. Dengarkan apa yang tidak terdengar: tidak ada jawaban, hanya pertanyaan yang menggantung di udara.
Tuhan bertanya kepada Kain, bukan karena Dia tidak tahu di mana Habel berada, tetapi untuk memberi Kain ruang mengaku. Alih-alih menjawab, Kain melempar pertanyaan balik. Itu bukan sekadar kalimat retoris. Itu cara manusia menolak tanggung jawab dengan membungkusnya dalam tanda tanya.
Ada sesuatu yang ironis dalam kata yang dipilih Kain. Habel adalah seorang penggembala, pekerjaannya sehari-hari adalah menjaga, mengawasi kawanan dombanya dengan penuh perhatian. Kain memakai kata itu justru untuk mengelak dari saudaranya sendiri yang tahu betul apa artinya menjaga.
Teks ini tidak buru-buru menjawab pertanyaan Kain. Jawabannya tidak diberikan di ayat itu, seolah pertanyaan itu sengaja dibiarkan terbuka, agar setiap pembaca sesudahnya harus menjawabnya sendiri. Siapa saudaramu yang sedang kaubiarkan, kauanggap bukan urusanmu, padahal kau tahu persis di mana dia dan dalam keadaan apa?
Pertanyaan itu masih hidup hari ini, di sore yang biasa, di tengah pekerjaan yang menumpuk. Mungkin ada nama yang muncul di pikiranmu sekarang, seseorang yang kauabaikan karena lebih mudah berpura-pura tidak tahu.
Hari ini
Tuliskan nama orang itu di selembar kertas kecil sore ini, lalu kirim satu pesan singkat untuk bertanya kabar mereka yang sesungguhnya, bukan basa-basi.
☾ Momen sore
(8-11) Nehemia berkata kepada mereka, “Makanlah makanan yang berlemak dan minumlah minuman yang manis, dan kirimkanlah sebagian kepada orang-orang yang tidak menyediakannya, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita. Jangan bersedih hati sebab sukacita dari TUHAN adalah kekuatanmu.”
Nehemia 8:10
Orang-orang itu sudah berdiri sejak subuh, mendengarkan Ezra membacakan Kitab Taurat di depan Pintu Gerbang Air. Berjam-jam lamanya, dari pagi sampai tengah hari, mereka hanya berdiri dan mendengar. Ketika firman itu dijelaskan, banyak yang mulai menangis. Bukan karena sedih biasa, tapi karena baru sadar betapa jauh mereka hidup dari apa yang Allah firmankan.
Di titik itulah Nehemia dan para Lewi tidak membiarkan air mata itu menjadi beban yang dibawa pulang. Mereka berkata, pulanglah, makanlah yang enak, minumlah yang manis, dan kirimkan bagian kepada orang yang tidak punya persiapan apa-apa. Hari ini kudus bagi Tuhan kita. Jangan bersedih, sebab sukacita Yahweh adalah kekuatanmu.
Itu bukan menutup-nutupi kesalahan. Itu adalah keputusan untuk tidak membiarkan hari berakhir dalam rasa bersalah yang mengunci diri. Sukacita Yahweh, bukan hasil usaha mereka sendiri, dijadikan tempat berpijak untuk malam itu.
Mungkin hari ini dipenuhi hal-hal yang membuatmu merasa kurang, kurang sabar, kurang rajin, kurang baik. Malam ini, sebelum kamu menutup hari dengan daftar kekuranganmu sendiri, dengarkan kembali apa yang dikatakan kepada orang-orang yang menangis itu: jangan bersedih, sebab sukacita Tuhan adalah kekuatanmu, bukan kekuatanmu sendiri.
Hari ini
Malam ini, kirimkan satu pesan singkat kepada seseorang yang mungkin sedang tidak punya apa-apa untuk dirayakan hari ini, sekadar menyapa dan mengatakan bahwa kamu memikirkan dia.
Baca perikop ini dalam Alkitab Yang Terbuka (AYT)
Ketuk sebuah bagian untuk membaca teks lengkapnya di sini.
1Dan, Yesus memanggil kedua belas murid-Nya serta memberi mereka kuasa atas roh-roh najis untuk mengusir roh-roh itu dan untuk menyembuhkan segala macam penyakit maupun segala macam kesakitan.
25“Aku akan memulihkan, tahun-tahun yang hasilnya dimakan belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap, dan belalang pengerip, yaitu tentara-Ku yang besar yang Kukirimkan kepadamu.
9Lalu, TUHAN bertanya kepada Kain, “Di mana Habel, adikmu?” Kain menjawab, “Aku tidak tahu. Apakah aku penjaga adikku?”
10(8-11) Nehemia berkata kepada mereka, “Makanlah makanan yang berlemak dan minumlah minuman yang manis, dan kirimkanlah sebagian kepada orang-orang yang tidak menyediakannya, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita. Jangan bersedih hati sebab sukacita dari TUHAN adalah kekuatanmu.”
Ingin menggali lebih dalam?
Untuk setiap ayat dalam renungan ini, Anda bisa memperoleh penjelasan Alkitab yang mendalam beserta konteks, latar belakang, dan penerapannya.
Mulai penelusuran mendalam