Menjadi saksi kesetiaan Tuhan
Kesaksian dan kesetiaan
Renungan singkat untuk direnungkan dengan tenang, diambil dari bagian Alkitab dalam Kisah Para Rasul 9:27, 2 Raja-raja 22:20, Ulangan 26:2 and Rut 4:9.
☀ Momen pagi
Namun, Barnabas menggandeng Saulus dan membawanya kepada para rasul, lalu menceritakan kepada mereka bagaimana ia telah melihat Tuhan di dalam perjalanan, dan bahwa Tuhan telah berbicara kepadanya, serta bagaimana ia dengan berani telah berbicara dalam nama Yesus di Damsyik.
Kisah Para Rasul 9:27
Mengambil. Satu kata kecil, tapi coba bayangkan geraknya: seseorang melangkah maju, mengulurkan tangan, dan membawa orang lain masuk ke tempat yang tadinya tertutup baginya.
Di Yerusalem waktu itu, nama Saulus masih membuat orang gemetar. Dialah yang dulu memburu jemaat, menyeret orang ke penjara, menyetujui kematian Stefanus. Begitu dia bertobat dan datang mendekat, murid-murid menjauh, takut ini hanya tipu daya. Lalu Barnabas, yang namanya sendiri berarti anak penghiburan, tidak cukup puas dengan kata-kata manis dari jauh. Dia mengambil Saulus, membawanya langsung kepada para rasul, dan bicara untuknya.
Itu bukan tindakan murah. Reputasi Barnabas dipertaruhkan untuk orang yang baru kemarin jadi musuh bersama. Kalau Saulus ternyata palsu, Barnabas yang akan menanggung malu. Tapi dia memilih percaya pada apa yang sudah terjadi pada Saulus di jalan Damsyik, dan berani jadi jembatan.
Hari ini, sebelum kamu masuk ke ruang ibadah, ada kemungkinan seseorang berdiri di pinggir, canggung, tidak yakin apakah dia diterima. Mungkin dia baru, mungkin dia punya masa lalu yang orang lain masih curigai, mungkin dia hanya duduk sendirian minggu demi minggu. Barnabas mengajarkan bahwa penyambutan sejati punya kaki, bukan cuma senyum dari jauh.
Hari ini
Pikirkan satu orang yang kemungkinan hadir di ibadah hari ini namun biasa duduk sendirian atau terasa asing. Begitu kamu melihatnya, jalanlah langsung ke arahnya, sebut namanya, dan duduklah di sampingnya.
✦ Momen siang
‘Oleh sebab itu, ketahuilah, Aku akan mengumpulkan kamu kepada nenek moyangmu dan kamu akan dikebumikan di dalam kuburmu dengan damai. Matamu tidak akan melihat semua malapetaka yang akan Aku datangkan atas tempat ini.’” Lalu, mereka kembali kepada raja untuk menyampaikannya.
2 Raja-raja 22:20
Dunia kita percaya bahwa kata yang paling menentukan selalu datang dari mimbar atau jabatan tertinggi. Dua Raja-raja 22 diam-diam meruntuhkan anggapan itu.
Ketika Kitab Taurat yang hilang ditemukan di bait Allah, Imam Besar Hilkia dan para pejabat istana Yosia tidak pergi kepada nabi besar sezaman mereka, Yeremia. Mereka justru mendatangi Hulda, seorang perempuan, istri penjaga pakaian, yang tinggal di perkampungan kedua Yerusalem. Tidak ada jabatan istimewa yang tercatat baginya, hanya satu sebutan singkat: nabiah. Itu cukup bagi mereka untuk mempercayakan firman yang menentukan nasib bangsa ke tangannya.
Hulda tidak melunakkan kata itu. Ia menyampaikan hukuman dengan jelas, namun juga satu hal yang lebih halus: karena hati Yosia luluh dan ia merendahkan diri di hadapan Tuhan, raja itu sendiri akan diluputkan dari menyaksikan bencana itu. Firman yang keras tetap memperhatikan satu hati yang menangis.
Hari ini, hari Minggu, kita berhimpun bukan karena jabatan kita di gereja, melainkan karena kita datang ke hadapan Tuhan yang sama yang didengar Hulda. Mungkin ada suara di sekitarmu yang jarang dilirik, padahal membawa kata yang jujur. Bukan gelar, melainkan hati yang mendengar sungguh-sungguh, yang membuat kata itu terdengar.
Hari ini
Pikirkan satu orang di gerejamu yang jarang diminta pendapatnya. Hari ini, carilah dia, tanyakan dengan sungguh apa yang ia pikirkan tentang sesuatu, lalu dengarkan sampai habis tanpa menyela.
◐ Momen sore
Kamu harus mengambil hasil sulung dari tanahmu, yang kamu kumpulkan dari tanah yang telah TUHAN, Allahmu, berikan kepadamu. Taruhlah ke dalam keranjang dan pergilah ke tempat yang TUHAN, Allahmu pilih untuk menegakkan nama-Nya.
Ulangan 26:2
Bayangkan seorang petani berdiri di ujung ladangnya. Baru sebagian gandum yang menguning, sisanya masih hijau, masih rentan kekeringan atau hama. Tapi ia memotong hasil pertama itu, menaruhnya dalam keranjang, dan berjalan ke tempat yang dipilih Yahweh, jauh sebelum ia tahu bagaimana panen tahun ini akan berakhir.
Itulah yang diperintahkan dalam Ulangan 26. Bukan persembahan dari kelebihan setelah lumbung penuh, tapi dari yang pertama matang, diberikan saat hasil akhirnya masih tanda tanya. Di depan imam, orang itu mengucapkan pengakuan tentang nenek moyang yang pernah menjadi budak, lalu dibawa keluar dengan tangan Yahweh yang kuat. Firstfruits mengikat ingatan dan ucapan syukur jadi satu gerakan tubuh.
Kebiasaan ini melindungi dari satu godaan halus: menunggu sampai aman baru bersyukur. Memberi sebelum panen selesai berarti mengakui bahwa tanah, hujan, dan hasilnya bukan milik sendiri untuk dikendalikan dulu baru dibagi belakangan.
Ini yang menggelitik. Kita lebih suka berterima kasih setelah gaji cair, setelah hasil lab keluar baik, setelah segalanya jelas. Allah justru meminta pengakuan di depan, sebelum gambarnya lengkap, saat hasil akhir masih bisa berubah.
Hari ini
Hari ini, hari ketika umat-Nya berkumpul di tempat yang Ia pilih, bawalah satu hal minggu ini yang hasilnya belum kamu ketahui. Tuliskan di secarik kertas, letakkan di tempat yang akan kamu lihat besok, lalu ucapkan syukur untuknya sekarang juga, sebelum kamu tahu bagaimana itu akan berakhir.
☾ Momen sore
Kemudian, Boas berkata kepada para tua-tua dan semua orang di situ, “Pada hari ini, engkau semua menjadi saksi bahwa aku telah membeli dari tangan Naomi semua yang menjadi milik Elimelekh dan semua yang menjadi milik Kilyon dan Mahlon.
Rut 4:9
Ada seorang kerabat dekat Elimelekh yang namanya tidak pernah disebut dalam kisah ini. Di gerbang kota Betlehem, di hadapan sepuluh tua-tua, ia melepas sandalnya sendiri dan menyerahkan haknya sebagai penebus kepada Boas. Satu gerakan kecil, tapi mengubah seluruh nasib Rut dan Naomi.
Dalam adat Israel kuno, seorang goel, kerabat penebus, bertanggung jawab menebus tanah keluarga yang terjual karena kemiskinan, dan menikahi janda yang tidak beranak agar nama suaminya yang telah mati tidak hilang dari antara bangsanya. Tugas ini melindungi para janda yang tidak punya hak waris sendiri, dan menjaga agar tanah pusaka tetap tinggal dalam keluarganya.
Melepas sandal adalah cara sah menyerahkan hak itu kepada orang lain, dilakukan di depan umum di gerbang kota agar semua orang bisa menjadi saksi. Karena itu Boas berdiri dan berkata kepada orang banyak itu, kata-kata yang kita baca tadi: mereka adalah saksi hari itu.
Di situlah tergambar siapa Allah kita. Dia bukan Pribadi yang melepas sandal dan mundur dari tanggung jawab-Nya atas kita. Dalam Kristus, Dia justru maju, mengikat diri-Nya pada kita secara terbuka, di hadapan saksi, untuk menebus apa yang tidak bisa kita tebus sendiri.
Malam ini, biarkan itu menenangkan hatimu. Engkau tidak dibiarkan menanggung sendirian.
Hari ini
Sebelum tidur, lepaskan sepatu atau sandalmu sambil berkata pelan, 'Tuhan adalah penebusku', sebagai gambaran kecil dari gerbang Betlehem itu, lalu serahkan hari ini kepada-Nya.
Baca perikop ini dalam Alkitab Yang Terbuka (AYT)
Ketuk sebuah bagian untuk membaca teks lengkapnya di sini.
27Namun, Barnabas menggandeng Saulus dan membawanya kepada para rasul, lalu menceritakan kepada mereka bagaimana ia telah melihat Tuhan di dalam perjalanan, dan bahwa Tuhan telah berbicara kepadanya, serta bagaimana ia dengan berani telah berbicara dalam nama Yesus di Damsyik.
20‘Oleh sebab itu, ketahuilah, Aku akan mengumpulkan kamu kepada nenek moyangmu dan kamu akan dikebumikan di dalam kuburmu dengan damai. Matamu tidak akan melihat semua malapetaka yang akan Aku datangkan atas tempat ini.’” Lalu, mereka kembali kepada raja untuk menyampaikannya.
2Kamu harus mengambil hasil sulung dari tanahmu, yang kamu kumpulkan dari tanah yang telah TUHAN, Allahmu, berikan kepadamu. Taruhlah ke dalam keranjang dan pergilah ke tempat yang TUHAN, Allahmu pilih untuk menegakkan nama-Nya.
9Kemudian, Boas berkata kepada para tua-tua dan semua orang di situ, “Pada hari ini, engkau semua menjadi saksi bahwa aku telah membeli dari tangan Naomi semua yang menjadi milik Elimelekh dan semua yang menjadi milik Kilyon dan Mahlon.
Ingin menggali lebih dalam?
Untuk setiap ayat dalam renungan ini, Anda bisa memperoleh penjelasan Alkitab yang mendalam beserta konteks, latar belakang, dan penerapannya.
Mulai penelusuran mendalam