Allah Hadir di Tengah Kegelapan
Hadirat Allah
Renungan singkat untuk direnungkan dengan tenang, diambil dari bagian Alkitab dalam Yesaya 9:6, Markus 1:10, 1 Raja-raja 8:12-13 and 1 Petrus 4:12-13.
☀ Momen pagi
(9-5) Sesungguhnya, seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah dikaruniakan bagi kita, dan pemerintahan akan ada di bahunya; nama-Nya akan disebut: “Penasihat Ajaib”, “Allah Yang Mahakuasa”, “Bapa Yang Kekal”, “Raja Damai”.
Yesaya 9:6
Air panas mengalir ke dalam cangkir, dan sebentar lagi rumah ini akan mulai bergerak lagi: sepatu dicari, jadwal dicek, pintu dibuka dan ditutup.
Nabi Yesaya menyebut Anak yang akan datang itu Sar Shalom, yang biasa diterjemahkan Raja Damai. Tapi kata shalom dalam bahasa Ibrani jauh lebih luas daripada sekadar suasana yang tenang. Shalom menggambarkan sesuatu yang utuh, lengkap, tidak ada bagian yang hilang atau retak. Dalam berkat para imam di Bilangan 6, kata yang sama ditaruh sebagai penutup: bukan sekadar harapan hari yang sepi dari masalah, melainkan hidup yang disatukan kembali oleh Tuhan sendiri.
Itu sebabnya shalom bukan janji bahwa hari ini akan sunyi. Kamis ini mungkin sudah penuh sejak subuh: rapat, tugas sekolah anak, daftar yang belum selesai dari kemarin. Shalom tidak datang dengan menyingkirkan semua itu, tapi dengan menempatkan setiap bagian yang berserakan kembali pada tempatnya, di tangan Dia yang pemerintahannya ada di atas bahu-Nya sendiri.
Jadi perspektif pagi ini bukan mencari keheningan, tapi mengenali bahwa Sang Raja Damai berjalan masuk ke dalam keramaian bersamamu, menata yang pecah sepotong demi sepotong, bahkan di tengah jadwal yang padat.
Hari ini
Sebelum berangkat hari ini, ucapkan berkat ini dengan suara pelan atas orang-orang di rumahmu, biarpun mereka belum ada di ruangan itu: sebutkan nama mereka, lalu ucapkan kata shalom atas hidup mereka hari ini.
✦ Momen siang
Segera sesudah keluar dari air, Dia melihat langit terbelah dan Roh turun menyerupai burung merpati ke atas-Nya.
Markus 1:10
Perhatikan letaknya. Langit tidak terbuka saat Yesus berdoa di bait Allah atau berkhotbah di depan orang banyak. Langit terbuka tepat ketika Ia baru saja naik dari air, saat tubuh-Nya masih basah oleh Sungai Yordan. Detail kecil ini mudah terlewat, padahal di situlah titik baliknya terjadi.
Sebelum momen ini, Yohanes Pembaptis sudah berhari-hari membaptis orang di sungai itu. Yesus datang bersama antrean orang biasa, turun ke air, sama seperti yang lain. Tidak ada yang istimewa dari gerakan tubuh itu sendiri. Tapi begitu Ia naik, sesuatu terjadi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kata yang dipakai Markus untuk langit yang terbelah ini hanya muncul satu kali lagi dalam Injilnya, yaitu saat tirai bait Allah terbelah pada hari Yesus mati di kayu salib. Markus mengikat awal dan akhir kisah ini dengan kata yang sama. Yang terbuka di sungai itu adalah jalan yang kelak akan ditutup lewat kematian-Nya, lalu dibuka lagi untuk selamanya.
Dari momen basah dan sunyi ini, segalanya bergerak. Roh yang turun seperti burung merpati itu segera mendorong Yesus ke padang gurun, lalu ke Galilea, lalu ke jalan salib. Pelayanan-Nya tidak dimulai dengan mukjizat besar, tapi dengan suara dari langit yang didengar di pinggir sungai yang ramai.
Itu berarti langit bisa terbuka di tempat yang tidak dianggap sakral oleh siapa pun, di sela antrean, di tengah rutinitas, saat seseorang tidak sedang mencari sorotan. Hari ini, di sela jam makan siang yang biasa, kebenaran itu sama: Tuhan tidak menunggu ruang megah untuk berbicara.
Hari ini
Sebelum kembali ke pekerjaanmu sore ini, berhentilah sejenak di luar ruangan atau dekat jendela. Pandang langit selama satu menit penuh, lalu ucapkan pelan, aku anak-Mu, sebagai pengingat bahwa Tuhan juga berbicara di jam-jam yang biasa ini.
◐ Momen sore
Lalu, Salomo berkata: “TUHAN berfirman bahwa Dia akan tinggal dalam kekelaman yang pekat. Sesungguhnya, Aku telah membangun bait maha tinggi, tempat Engkau bersemayam selama-lamanya.”
1 Raja-raja 8:12-13
Mengapa justru ketika Allah datang paling dekat, yang terasa bukan terang, melainkan gelap?
Semua sudah dipersiapkan dengan rapi sebelum itu. Bait yang megah selesai dibangun, tabut perjanjian diarak masuk dengan upacara yang teratur, para imam tahu persis urutan tugas mereka. Ini momen yang direncanakan, dikendalikan, bisa diprediksi dari awal sampai akhir.
Lalu segalanya berubah. Awan memenuhi rumah itu sedemikian rupa sehingga para imam tidak sanggup lagi berdiri untuk melayani. Bukan karena mereka berdosa, tapi karena kemuliaan itu terlalu tebal untuk ditangani. Inilah titik baliknya, upacara yang tertata rapi diambil alih oleh kehadiran yang tidak bisa diatur siapa pun. Awan yang sama pernah menuntun Israel di padang gurun, awan yang sama menyelubungi Sinai. Gelap, di sini, bukan tanda Allah menjauh, melainkan tanda Ia terlalu besar untuk dipahami sekaligus.
Yang menarik, Salomo tidak menuntut penjelasan. Ia hanya mengakui bahwa Yahweh berkenan diam dalam kekelaman pekat. Tidak semua langsung masuk akal, dan ia tidak memaksakannya masuk akal.
Mungkin hari ini juga ada sesuatu tentang Allah yang belum selesai bagimu, yang tidak mau rapi dijelaskan. Kamu tidak harus menyelesaikannya sore ini.
Hari ini
Ambil secarik kertas, tulis satu pertanyaan tentang Allah yang belum terjawab bagimu. Jangan coba jawab sekarang, cukup taruh kertas itu di tempat yang akan kamu lihat lagi, sebagai pengingat bahwa Ia hadir meski belum semuanya terang.
☾ Momen sore
Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah terkejut dengan api pencobaan yang datang untuk menguji kamu, seolah-olah sesuatu yang aneh terjadi atas kamu. Namun, bersukacitalah karena kamu ikut ambil bagian dalam penderitaan Kristus sehingga kamu juga dapat bersukacita dan bergembira pada saat kemuliaan-Nya dinyatakan.
1 Petrus 4:12-13
Kamu baru saja mematikan lampu dapur, Kamis malam ini, ketika ponsel bergetar: kabar yang tidak kamu duga setelah hari yang kelihatannya biasa saja. Tidak ada penjelasan yang masuk akal malam ini, hanya sesuatu yang berat untuk dibawa tidur.
Petrus menulis suratnya kepada orang-orang percaya yang tersebar di wilayah yang sekarang disebut Turki, orang-orang yang tiba-tiba dicurigai, dijauhi, bahkan dianiaya hanya karena mengikut Kristus. Mereka bertanya-tanya, mengapa penderitaan ini datang padahal mereka tidak berbuat salah. Petrus tidak menjelaskan sebab-musababnya. Ia memakai kata uji coba yang berapi-api, gambaran dari tungku pemurnian logam, bukan untuk menghanguskan tapi untuk memurnikan. Ia berkata, jangan heran, seolah ini sesuatu yang aneh. Justru di titik itu kamu sedang ikut ambil bagian dalam penderitaan Kristus sendiri.
Ini bukan jawaban yang membereskan segalanya malam ini. Tapi ini memberi tempat bagi yang belum masuk akal, tempat di dalam kisah yang lebih besar, yang berujung pada kemuliaan yang akan dinyatakan.
Kamu tidak harus mengerti semuanya sebelum tidur. Cukup membawa yang tidak masuk akal itu, dan meletakkannya di tangan yang sudah pernah menanggung penderitaan lebih dulu.
Hari ini
Ambil secarik kertas malam ini. Tuliskan satu hal hari ini yang terasa tidak masuk akal bagimu, lalu ucapkan dengan suara pelan, Tuhan, aku serahkan ini malam ini, sebelum kamu mematikan lampu kamar.
Baca perikop ini dalam Alkitab Yang Terbuka (AYT)
Ketuk sebuah bagian untuk membaca teks lengkapnya di sini.
6(9-5) Sesungguhnya, seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah dikaruniakan bagi kita, dan pemerintahan akan ada di bahunya; nama-Nya akan disebut: “Penasihat Ajaib”, “Allah Yang Mahakuasa”, “Bapa Yang Kekal”, “Raja Damai”.
10Segera sesudah keluar dari air, Dia melihat langit terbelah dan Roh turun menyerupai burung merpati ke atas-Nya.
12Lalu, Salomo berkata: “TUHAN berfirman bahwa Dia akan tinggal dalam kekelaman yang pekat.
13Sesungguhnya, Aku telah membangun bait maha tinggi, tempat Engkau bersemayam selama-lamanya.”
12Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah terkejut dengan api pencobaan yang datang untuk menguji kamu, seolah-olah sesuatu yang aneh terjadi atas kamu.
13Namun, bersukacitalah karena kamu ikut ambil bagian dalam penderitaan Kristus sehingga kamu juga dapat bersukacita dan bergembira pada saat kemuliaan-Nya dinyatakan.
Ingin menggali lebih dalam?
Untuk setiap ayat dalam renungan ini, Anda bisa memperoleh penjelasan Alkitab yang mendalam beserta konteks, latar belakang, dan penerapannya.
Mulai penelusuran mendalam