Berkat yang selalu berlimpah
Kelimpahan dan syukur
Renungan singkat untuk direnungkan dengan tenang, diambil dari bagian Alkitab dalam Matius 14:20, 2 Timotius 4:13, Nehemia 8:6 and Matius 14:20.
☀ Momen pagi
Dan, mereka semua makan dan dikenyangkan. Lalu, mereka mengambil potongan-potongan yang sisa, ada dua belas keranjang penuh.
Matius 14:20
Keranjang yang dipakai murid-murid malam itu bukan keranjang besar. Itu keranjang anyaman rotan, jenis yang biasa dibawa orang untuk bekal perjalanan sehari, cukup untuk roti dan ikan kering, ringan digantung di bahu. Ada dua belas keranjang seperti itu, dan semuanya penuh setelah lima ribu orang makan sampai kenyang.
Dua belas bukan angka sembarangan. Itu jumlah suku Israel, jumlah murid yang berjalan bersama Yesus. Setiap murid membawa satu keranjang penuh di tangannya sendiri, sisa dari roti yang mereka bagikan dengan tangan mereka sendiri. Yesus tidak hanya mencukupkan orang banyak, Dia membuat setiap orang yang melayani ikut membawa pulang bukti bahwa yang mereka bagikan tidak pernah kurang.
Hari ini mungkin terasa seperti lima roti untuk lima ribu orang, terlalu sedikit untuk semua tuntutan yang menunggu: pekerjaan, keluarga, percakapan yang belum selesai. Tapi cerita ini tidak berhenti di angka yang kecil. Cerita ini berhenti di dua belas keranjang penuh, sesudah semua orang makan.
Yesus tidak memberi pas-pasan. Dia memberi lebih dari cukup, dan Dia membiarkan tangan manusia yang membagikannya. Berjalan ke hari ini bukan berarti membawa persediaan sendiri yang lengkap, tapi membawa yang sedikit itu ke tangan Yesus dan melihat apa yang terjadi ketika dibagikan.
Hari ini
Ambil satu hal kecil dari dapur atau bekalmu hari ini, roti, buah, camilan, dan berikan langsung kepada satu orang tertentu sebelum tengah hari, sambil mengucapkan bahwa ini bagian dari rasa syukurmu pagi ini.
✦ Momen siang
Jika kamu datang, bawalah jubah yang kutinggalkan kepada Karpus di Troas dan juga buku-bukuku, terutama semua perkamen itu.
2 Timotius 4:13
Orang yang sudah dekat dengan ajal biasanya dianggap sudah lepas dari hal-hal kecil, seolah pikirannya hanya tertuju pada kekekalan. Tapi surat terakhir Paulus dari penjara justru penuh permintaan yang sangat sederhana: sebuah jubah dan beberapa gulungan kertas.
Jubah itu bukan aksesori. Di penjara Roma yang lembap dan dingin, jubah tebal adalah satu-satunya perlindungan dari udara malam. Paulus meninggalkannya di Troas, mungkin karena harus bergerak cepat waktu itu, dan sekarang, menjelang musim dingin, dia membutuhkannya kembali. Gulungan kertas yang dia sebut, kemungkinan perkamen berisi salinan Kitab Suci atau catatan pribadinya, juga bukan barang mewah. Itu adalah alat kerjanya, bahan untuk mengajar, merenung, dan menulis surat seperti yang sedang dia tulis saat itu.
Yang menarik, Paulus tidak malu meminta ini. Dia tidak berkata, aku sudah cukup dengan iman saja, tidak perlu jubah. Dia menyebutnya secara langsung, konkret, tanpa basa-basi rohani. Kebutuhan tubuh dan kebutuhan untuk terus belajar berjalan bersama iman yang dalam, bukan bertentangan dengannya.
Itu membebaskan untuk hari ini. Di tengah kesibukan kerja, kamu tidak perlu berpura-pura bahwa kebutuhan kecil itu tidak penting, sepotong roti yang terlupakan, jaket yang tertinggal, catatan yang hilang. Tuhan yang menopang Paulus di penjara juga memperhatikan detail semacam itu dalam harimu.
Hari ini
Sebelum kamu kembali bekerja, penuhi satu kebutuhan fisik kecil yang selama ini kamu abaikan hari ini, minum air yang cukup, ambil jaket yang tertinggal, atau simpan catatan penting itu di tempat yang aman, dan ucapkan doa singkat sambil melakukannya, Tuhan, Engkau peduli pada hal sekecil ini.
◐ Momen sore
(8-7) Ezra memuji TUHAN, Allah Yang Mahabesar. Semua orang mengangkat tangannya dan berkata, “Amin, Amin!” Lalu, mereka bersujud dan menyembah TUHAN dengan muka mereka sampai ke tanah.
Nehemia 8:6
Jam dua siang, layar laptop masih terang, rapat ketiga baru selesai, dan kau baru sadar sudah berapa lama sejak terakhir kali kau benar-benar mendengarkan sesuatu tanpa sambil membalas pesan atau memikirkan hal lain.
Di alun-alun dekat pintu air, orang-orang berdiri dari pagi sampai tengah hari hanya untuk mendengar. Bukan duduk santai, bukan sambil lalu. Berdiri, lama, menunggu setiap kata dibacakan dan dijelaskan, karena kitab itu sudah lama tidak dibuka di depan mereka.
Lalu Ezra membuka kitab itu, dan yang terjadi bukan sekadar mengangguk setuju. Tangan diangkat, kepala tertunduk, wajah sampai ke tanah, mulut berseru Amin, Amin. Seluruh tubuh ikut menjawab, bukan hanya pikiran. Dan beberapa ayat sesudahnya orang-orang menangis mendengar isi hukum itu, sampai Nehemia harus menyuruh mereka berhenti berduka dan pergi makan.
Itu bukan info singkat yang lewat lalu dilupakan. Itu firman yang membuat tubuh bereaksi, karena isinya menyentuh sesuatu yang nyata. Pertanyaannya untuk siang ini: kapan terakhir kali firman membuatmu bergerak, bukan hanya membuatmu setuju?
Hari ini
Berdirilah sebentar dari kursimu sekarang, baca satu ayat pendek dari Kitab Suci dengan suara keras, lalu ucapkan Amin dengan suara yang bisa kau dengar sendiri.
☾ Momen sore
Dan, mereka semua makan dan dikenyangkan. Lalu, mereka mengambil potongan-potongan yang sisa, ada dua belas keranjang penuh.
Matius 14:20
Dua belas keranjang berdiri di rumput yang basah oleh embun sore, masing-masing berat di tangan orang yang mengangkatnya, penuh sampai ke bibirnya dengan sisa roti dan ikan yang tadinya cuma lima roti dan dua ikan kecil.
Dua belas. Bukan sebelas, bukan tiga belas. Angka itu bukan kebetulan. Dua belas tribu Israel, dan tidak lama sebelumnya, di Matius 10, dua belas murid yang diutus Yesus berdua-dua ke desa-desa. Sekarang mereka masing-masing mengangkat satu keranjang penuh, seolah setiap suku, setiap murid, mendapat bagiannya sendiri yang tidak berkekurangan.
Bayangkan malam itu di bukit dekat Galilea. Ribuan orang sudah makan dan kenyang, dan yang tersisa bukan remah-remah, tapi keranjang-keranjang penuh. Berlebih itu bukan kemewahan yang sia-sia, tapi tanda bahwa apa yang di tangan Yesus selalu cukup untuk semua yang datang, tanpa terkecuali satu suku pun.
Hari ini mungkin engkau merasa yang kau punya terlalu sedikit untuk semua yang harus diselesaikan, terlalu tipis untuk dibagi. Tapi malam ini boleh menjadi waktu untuk melihat kembali, adakah yang ternyata lebih dari cukup tadi, sesuatu yang kau terima tanpa memintanya sebesar itu.
Hari ini
Sebelum tidur, ambil selembar kertas kecil dan tuliskan satu hal hari ini yang ternyata lebih dari cukup bagimu, sesuatu yang berlebih seperti keranjang itu. Letakkan kertas itu di meja, supaya besok pagi engkau melihatnya lagi sebelum berangkat.
Baca perikop ini dalam Alkitab Yang Terbuka (AYT)
Ketuk sebuah bagian untuk membaca teks lengkapnya di sini.
20Dan, mereka semua makan dan dikenyangkan. Lalu, mereka mengambil potongan-potongan yang sisa, ada dua belas keranjang penuh.
13Jika kamu datang, bawalah jubah yang kutinggalkan kepada Karpus di Troas dan juga buku-bukuku, terutama semua perkamen itu.
6(8-7) Ezra memuji TUHAN, Allah Yang Mahabesar. Semua orang mengangkat tangannya dan berkata, “Amin, Amin!” Lalu, mereka bersujud dan menyembah TUHAN dengan muka mereka sampai ke tanah.
20Dan, mereka semua makan dan dikenyangkan. Lalu, mereka mengambil potongan-potongan yang sisa, ada dua belas keranjang penuh.
Ingin menggali lebih dalam?
Untuk setiap ayat dalam renungan ini, Anda bisa memperoleh penjelasan Alkitab yang mendalam beserta konteks, latar belakang, dan penerapannya.
Mulai penelusuran mendalam