Teguh Setia di Tengah Pergumulan
Iman yang teguh
Renungan singkat untuk direnungkan dengan tenang, diambil dari bagian Alkitab dalam 2 Timotius 4:7, Kolose 3:13-14, Keluaran 32:4 and 1 Samuel 17:40.
☀ Momen pagi
Aku telah bertarung dalam pertarungan yang baik; aku telah mengakhiri pertandingan; aku telah memelihara iman.
2 Timotius 4:7
Di ujung lintasan lari zaman Romawi, seorang hakim berdiri memegang mahkota, bukan dari emas, hanya rangkaian daun salam atau zaitun yang akan layu dalam beberapa hari. Namun para pelari berlatih bertahun-tahun, menahan napas yang menyesakkan dan otot yang terbakar, demi detik ketika mereka menyentuh garis itu dan mahkota itu diangkat ke atas kepala mereka.
Paulus menulis kalimat ini bukan dari tribun penonton, melainkan dari sel penjara di Roma, menjelang hukuman mati. Teman-temannya satu per satu pergi, hanya Lukas yang masih tinggal. Dalam situasi segetir itu ia memakai tiga gambar sekaligus, pertarungan, perlombaan, dan penjagaan harta. Kata yang dipakainya untuk bertanding sama dengan kata untuk pergulatan di arena olahraga, dan memelihara iman sebenarnya berarti menjaga sesuatu yang dipercayakan, seperti prajurit yang mengawal barang titipan, bukan hasil ciptaannya sendiri.
Paulus tidak sedang memuji dirinya. Ia sedang bersaksi di ambang kematian, kepada Timotius yang masih muda dan mudah gentar, bahwa perjalanan ini bisa ditempuh sampai akhir karena ada yang dipegang, bukan karena kekuatan sendiri yang tak pernah goyah.
Hari ini hari Minggu, hari ketika umat berkumpul, saling menguatkan seperti Lukas menguatkan Paulus di sel yang dingin itu. Mungkin perlombaanmu belum selesai, bahkan terasa berat di garis start pagi ini. Tapi ingatlah apa yang sedang kau jaga, iman yang dipercayakan kepadamu, bukan sesuatu yang kau ciptakan sendiri.
Hari ini
Tuliskan nama satu orang yang pernah menguatkan imanmu seperti Lukas menguatkan Paulus, lalu kirim pesan singkat ucapan terima kasih kepadanya sebelum kamu berangkat ke ibadah hari ini.
✦ Momen siang
Sabarlah seorang terhadap yang lain, dan saling mengampunilah jika ternyata ada seorang yang bersalah terhadap yang lain. Sama seperti Tuhan telah mengampunimu, maka kamu juga harus saling mengampuni. Di atas semua itu, kenakanlah kasih, yang menjadi pengikat yang sempurna.
Kolose 3:13-14
Tychikus berjalan jauh dari Roma, debu jalan masih menempel di sandalnya ketika gulungan surat itu akhirnya dibuka di hadapan jemaat Kolose. Mereka duduk berdesakan, pekerja dan tuan, orang Yahudi dan orang bukan Yahudi dalam satu ruangan, mendengarkan kata-kata yang baru saja dibacakan.
Jemaat ini bukan kumpulan orang yang seragam. Ada luka lama di antara mereka, ada yang masih menyimpan keluhan terhadap saudara seiman yang lain. Justru di tengah situasi itulah Paulus menulis tentang mengenakan sesuatu, seperti mengganti pakaian, karena siapa mereka sekarang, orang-orang pilihan Allah yang dikasihi.
Di bagian penutup ayat ini, Paulus memakai kata yang dalam bahasa aslinya berarti ikat pinggang atau sabuk, bagian pakaian yang mengikat semua lapisan jubah longgar menjadi satu sehingga tidak berantakan saat orang berjalan. Tanpa sabuk itu, kesabaran, saling menanggung, dan saling mengampuni yang baru saja disebutkan akan terlepas satu per satu. Kasih adalah sabuk yang mengikat semuanya menjadi utuh.
Hari ini hari Tuhan, hari jemaat berkumpul bukan karena kewajiban tetapi karena mereka memang sudah dipilih dan dikasihi lebih dulu oleh-Nya. Pengampunan yang Paulus maksud bukan basa-basi sebelum ibadah dimulai, melainkan cara jemaat benar-benar menjadi satu tubuh ketika bernyanyi dan berdoa bersama hari ini.
Hari ini
Sebut dalam hati nama satu orang yang masih kausimpan keluhannya, lalu ucapkan pelan, "aku mengampuni, seperti Kristus telah mengampuni aku." Lakukan ini sebelum waktu makan siangmu selesai.
◐ Momen sore
Dia menerimanya dari tangan mereka dan membentuknya dengan alat pahat, lalu dia membuatnya menjadi anak sapi tuangan. Kemudian, mereka berkata, “Inilah ilahmu, hai Israel, yang telah membawamu keluar dari tanah Mesir!”
Keluaran 32:4
Ketidaksabaran bisa melahirkan allah baru dalam hitungan hari.
Di atas gunung, Musa sedang menerima petunjuk yang sangat rinci tentang bagaimana Allah ingin disembah, tentang kemah suci, tentang mezbah, tentang bagaimana umat harus mendekat kepada-Nya. Empat puluh hari itu terasa lama bagi orang-orang yang menunggu di bawah. Mereka tidak tahan dengan jeda antara janji dan kehadiran.
Maka Harun mengumpulkan emas, meleburnya, membentuknya dengan pahat menjadi anak lembu, sosok yang dikenal di sekitar mereka sebagai lambang kekuatan. Yang mengejutkan, kata yang mereka pakai persis sama dengan kata yang baru saja Allah ucapkan sendiri tentang diri-Nya: yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir. Mereka tidak sedang mencari allah lain. Mereka sedang membentuk Allah yang sama menurut ukuran yang bisa mereka pegang dan lihat.
Dari titik itu, segalanya berubah. Loh batu pecah, murka menyala, dan Musa harus turun membawa kemarahan serta syafaat sekaligus.
Pertanyaannya tidak pernah selesai sampai hari ini: berapa sering penantian yang terlalu lama membuat kita membentuk ibadah menurut selera sendiri, lalu menyebutnya ibadah kepada Tuhan yang sama?
Hari ini
Sebelum ibadah hari ini dimulai, duduklah diam sepuluh menit dan tuliskan satu bentuk ibadah yang pernah kaubuat sendiri untuk menggantikan menunggu Tuhan dengan sungguh, lalu bawa tulisan itu dalam doa singkat sebelum engkau melangkah masuk.
☾ Momen sore
Daud mengambil tongkat di tangannya, lalu memilih lima batu licin dari sungai dan ditaruhnya dalam kantong gembala kepunyaannya, yaitu tempat batu-batu. Dengan umban di tangannya, dia mendekat kepada orang Filistin itu.
1 Samuel 17:40
Gemericik air sungai, dan tangan seorang anak muda menyusuri dasar yang berbatu. Satu per satu ia mengangkat batu, menimbangnya sebentar di telapak tangan, lalu memasukkannya ke kantong kulit yang biasa menyimpan bekal gembala.
Sebelum momen ini, pasukan Israel sudah berhari-hari berdiri di lembah, mendengar Goliat berteriak menantang, dan tidak ada yang berani maju. Daud baru datang mengantar roti untuk kakak-kakaknya ketika ia mendengar tantangan itu dan sesuatu di dalam dirinya bergerak.
Yang berubah bukan kekuatan Daud, melainkan pilihannya. Ia menolak baju zirah dan pedang Saul yang ditawarkan, karena itu bukan miliknya, bukan yang ia kenal. Ia memilih tali umban dan batu sungai, alat yang sudah bertahun-tahun ia pakai menjaga kambing domba dari serigala. Ia maju bukan dengan perlengkapan yang dipinjam, tapi dengan apa yang sudah dilatih tangannya dan iman yang sudah tumbuh di padang sunyi.
Dari lima batu kecil itu, satu lemparan menjatuhkan raksasa, dan seluruh pasukan Filistin lari. Kemenangan besar lahir dari sesuatu yang kelihatannya terlalu sederhana untuk melawan ancaman sebesar itu.
Malam ini, mungkin ada sesuatu yang terasa seperti Goliat, besar dan menekan. Daud tidak menunggu sampai ia merasa cukup kuat. Ia maju dengan yang ada di tangannya, dikenal baik olehnya, dan percaya Tuhan menyertai yang kecil itu.
Hari ini
Ambil lima benda kecil di sekitarmu, kerikil, kancing, atau apa saja yang mudah ditemukan. Untuk setiap benda, ucapkan satu hal kecil hari ini yang ternyata dipakai Tuhan lebih besar dari yang kau kira.
Baca perikop ini dalam Alkitab Yang Terbuka (AYT)
Ketuk sebuah bagian untuk membaca teks lengkapnya di sini.
7Aku telah bertarung dalam pertarungan yang baik; aku telah mengakhiri pertandingan; aku telah memelihara iman.
13Sabarlah seorang terhadap yang lain, dan saling mengampunilah jika ternyata ada seorang yang bersalah terhadap yang lain. Sama seperti Tuhan telah mengampunimu, maka kamu juga harus saling mengampuni.
14Di atas semua itu, kenakanlah kasih, yang menjadi pengikat yang sempurna.
4Dia menerimanya dari tangan mereka dan membentuknya dengan alat pahat, lalu dia membuatnya menjadi anak sapi tuangan. Kemudian, mereka berkata, “Inilah ilahmu, hai Israel, yang telah membawamu keluar dari tanah Mesir!”
40Daud mengambil tongkat di tangannya, lalu memilih lima batu licin dari sungai dan ditaruhnya dalam kantong gembala kepunyaannya, yaitu tempat batu-batu. Dengan umban di tangannya, dia mendekat kepada orang Filistin itu.
Ingin menggali lebih dalam?
Untuk setiap ayat dalam renungan ini, Anda bisa memperoleh penjelasan Alkitab yang mendalam beserta konteks, latar belakang, dan penerapannya.
Mulai penelusuran mendalam