Rendah hati di hadapan kasih Allah
Rendah hati dan kasih
Renungan singkat untuk direnungkan dengan tenang, diambil dari bagian Alkitab dalam Rut 2:2, Kejadian 2:7, 2 Korintus 13:14 and Yohanes 13:4-5.
☀ Momen pagi
Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi, “Izinkan aku pergi ke ladang dan memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang bermurah hati kepadaku.” Naomi berkata kepadanya, “Pergilah, anakku.”
Rut 2:2
Sebelum hari ini penuh, berhentilah sejenak. Rasakan dulu lantai di bawah kakimu, napas yang keluar masuk, dan ketahuilah bahwa kamu belum tahu apa yang menantimu di depan.
Rut bangun pagi itu tanpa jaminan apa pun. Ia seorang janda, orang asing di Betlehem, tanpa ladang, tanpa suami, tanpa jalan belakang. Yang ia punya hanyalah hukum Israel yang mengizinkan orang miskin memungut sisa panen di pinggir ladang, hak yang kecil, tapi nyata. Rut tidak menunggu belas kasihan datang mencarinya. Ia bangun, bicara dengan Naomi, lalu berjalan ke ladang yang ia bahkan belum tahu milik siapa.
Itu bukan langkah besar. Hanya memungut gandum yang tercecer, di bawah terik matahari, di antara para penuai yang tidak mengenalnya. Tapi dari langkah kecil itu Allah menenun jalan yang jauh lebih besar daripada yang bisa dilihat Rut pagi itu.
Mungkin hari ini kamu juga tidak tahu apa yang menanti di ladangmu sendiri, entah itu kantor, dapur, atau ruang kelas. Kamu tidak perlu melihat seluruh jalan. Kamu hanya perlu bangun, dan mengambil langkah yang ada di depanmu.
Hari ini
Sebelum kamu membuka ponsel atau memulai pekerjaan pertama hari ini, kirim satu pesan singkat kepada seseorang, tawarkan bantuan konkret untuk hari ini juga, lalu tepati apa yang kamu tulis.
✦ Momen siang
Kemudian, TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah dan mengembuskan napas kehidupan ke dalam lubang hidungnya sehingga manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Kejadian 2:7
Jam dua belas lewat sedikit, kamu duduk dengan nasi kotak di meja kerja, ponsel masih menyala dengan notifikasi yang belum dibaca. Perutmu lapar, matamu lelah, dan sebelum sendok pertama masuk, kamu sudah memikirkan rapat jam satu.
Dalam Kejadian 2:7, kata yang diterjemahkan 'jiwa' adalah nephesh. Bukan bagian rohani yang terpisah dari tubuh, seperti yang sering kita bayangkan. Nephesh adalah seluruh dirimu yang hidup, debu yang dibentuk dan napas yang ditiupkan, menjadi satu makhluk yang lapar, haus, lelah, dan rindu. Kata ini juga dipakai untuk menggambarkan tenggorokan, nafsu makan, hidup itu sendiri. Ketika Pemazmur berkata jiwanya mendambakan Allah seperti rusa mendambakan air, itu bukan kiasan rohani yang jauh dari tubuh, itu haus yang sungguhan, seluruh dirimu yang menginginkan.
Artinya makan siangmu hari ini bukan selingan dari hidup rohanimu. Tubuhmu yang lapar ini adalah nephesh-mu, dirimu yang utuh di hadapan Allah. Tidak ada bagian darimu yang terlalu biasa untuk dilihat Tuhan.
Hari ini
Maka berhentilah sejenak sebelum kamu melanjutkan makan siangmu. Letakkan sendok atau garpu, tarik napas, dan katakan pelan, 'Tuhan, inilah aku, tubuh dan jiwa, yang Engkau bentuk dan beri napas.' Lalu lanjutkan makanmu dengan tenang, tanpa ponsel di tangan.
◐ Momen sore
(13-13) Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah dan persekutuan dari Roh Kudus menyertai kamu semua.
2 Korintus 13:14
Persekutuan. Kata yang biasa kita dengar di pengumuman gereja, seolah artinya cuma acara minum teh sesudah ibadah. Tapi kata Yunani di baliknya, koinonia, memotret sesuatu yang jauh lebih konkret: bukan sekadar duduk berdekatan, melainkan memiliki sesuatu bersama. Apa yang tadinya milikmu sendiri, menjadi milik bersama.
Kata itu muncul saat orang-orang percaya di Kisah Para Rasul menjual harta benda mereka dan membagikannya, karena kebutuhan sesama saudara menjadi tanggungan bersama, bukan urusan orang lain. Kata yang sama dipakai Paulus untuk jemaat Filipi, yang bukan hanya mendoakannya, tetapi mengirim dana nyata supaya pemberitaan Injil bisa terus berjalan. Koinonia selalu berisiko, selalu menyangkut sesuatu yang berpindah tangan.
Terjemahan kita sering memilih kata lembut, persekutuan, kesatuan, yang terdengar hangat tapi aman. Padahal kata aslinya menuntut sesuatu yang lebih menagih: saham, bagian, keterlibatan yang kalau ditarik mundur akan terasa kehilangan.
Pertanyaan yang pantas digantung siang ini, bukan dijawab buru-buru: apakah komunitas yang kita sebut persekutuan benar-benar saling memiliki, atau hanya saling menyapa? Roh Kudus yang disebut Paulus di sini bukan sekadar suasana rapat, tapi Pribadi yang mengikat orang-orang berbeda menjadi satu kepunyaan.
Hari ini
Hari ini, pilih satu kebutuhan nyata seseorang yang kamu tahu, lalu berikan sesuatu yang benar-benar milikmu untuknya, uang, waktu, atau barang, bukan sekadar kata-kata dukungan.
☾ Momen sore
Dia berdiri dari jamuan makan malam dan melepaskan jubah-Nya, serta mengambil kain linen dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Kemudian, Dia menuangkan air ke sebuah baskom dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya serta mengeringkan kaki mereka dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya.
Yohanes 13:4-5
Perhatikan urutannya. Sebelum ada satu kata diucapkan, sebelum Petrus sempat protes, Yesus sudah berdiri, melepaskan jubah-Nya, lalu mengikatkan kain lenan pada pinggang-Nya. Jubah itu dilepas lebih dulu, baru kain itu diikat. Ada jeda kecil di situ, saat Dia memilih untuk berhenti menjadi Guru yang dihormati dan menjadi hamba yang melayani.
Baskom dan kain itu benda biasa, ada di setiap rumah orang Yahudi waktu itu. Jalanan berdebu, kaki orang kotor sehabis berjalan seharian, dan biasanya budak yang paling rendah di rumahlah yang bertugas membasuh kaki para tamu. Bukan tuan rumah, apalagi guru terhormat. Malam itu, Yesus sendiri yang mengambil baskom itu. Tidak ada murid yang menawarkan diri, jadi Dia yang turun tangan.
Ini terjadi menjelang malam, di ujung hari yang panjang, tidak lama sebelum Dia menghadapi salib. Justru pada saat paling berat dalam hidup-Nya, Dia berlutut dan membasuh kaki orang-orang yang akan meninggalkan-Nya beberapa jam kemudian. Kasih-Nya tidak menunggu situasi yang pantas.
Hari ini mungkin Anda juga pulang dengan kaki yang lelah, bukan karena debu jalan, tapi karena beban yang dipikul sejak pagi. Ingat, Yesus yang pertama kali berlutut untuk Anda. Dari situ, ada ruang untuk melayani orang lain tanpa merasa direndahkan, karena Tuhan sendiri pernah melakukannya.
Hari ini
Malam ini, sebelum tidur, basuh kaki pasangan atau anak Anda dengan air hangat selama beberapa menit, tanpa diminta, sambil diam-diam mengucap syukur kepada Tuhan atas hari yang baru saja selesai.
Baca perikop ini dalam Alkitab Yang Terbuka (AYT)
Ketuk sebuah bagian untuk membaca teks lengkapnya di sini.
2Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi, “Izinkan aku pergi ke ladang dan memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang bermurah hati kepadaku.” Naomi berkata kepadanya, “Pergilah, anakku.”
7Kemudian, TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah dan mengembuskan napas kehidupan ke dalam lubang hidungnya sehingga manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
14(13-13) Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah dan persekutuan dari Roh Kudus menyertai kamu semua.
4Dia berdiri dari jamuan makan malam dan melepaskan jubah-Nya, serta mengambil kain linen dan mengikatkannya pada pinggang-Nya.
5Kemudian, Dia menuangkan air ke sebuah baskom dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya serta mengeringkan kaki mereka dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya.
Ingin menggali lebih dalam?
Untuk setiap ayat dalam renungan ini, Anda bisa memperoleh penjelasan Alkitab yang mendalam beserta konteks, latar belakang, dan penerapannya.
Mulai penelusuran mendalam