Ketura: Nama dalam Daftar Keturunan Abraham
Siapa Ketura
Ketura (קְטוּרָה) adalah seorang perempuan yang hidup pada zaman para bapa leluhur, sekitar 1996 SM sampai 1635 SM (era menurut kronologi Ussher (1650)). Seluruh jejaknya berjumlah empat ayat yang tersebar dalam dua kitab: Genesis 25:1, Genesis 25:4, dan 1 Chronicles 1:32-33. Ia dikenal karena satu hubungan dan satu daftar, yaitu bahwa ia diambil Abraham menjadi istri, dan bahwa dari dia lahir enam anak laki-laki. Di luar itu, teks tidak menyimpan apa pun tentang dirinya.
Satu kalimat yang memperkenalkannya
Perkenalannya sesingkat mungkin: "Kemudian, Abraham mengambil seorang istri lagi, bernama Ketura" (Genesis 25:1). Tidak ada latar, tidak ada percakapan, tidak ada tempat yang disebutkan. Kita tidak diberi tahu bagaimana Abraham bertemu dengannya, siapa yang mengatur pernikahan itu, atau apa yang dikatakan salah satu dari mereka. Kata "kemudian" dan "lagi" adalah satu-satunya petunjuk urutan waktu di dalam ayat itu, dan tidak lebih dari itu.
Bagi pembaca yang terbiasa dengan kisah para bapa leluhur yang penuh dialog dan perpindahan tempat, keheningan ini terasa mencolok. Ketura tidak berbicara sepatah kata pun. Ia tidak menangis, tidak tertawa, tidak menuntut, tidak berdoa. Ia disebutkan, lalu daftar keturunannya mengambil alih.
Enam anak dan cucu yang disebut namanya
Daftar itu diberikan dua kali. Dalam 1 Chronicles 1:32-33 kita membaca: "Anak-anak yang lahir dari Ketura, gundik Abraham, adalah Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak, dan Suah. Anak-anak Yoksan adalah Syeba dan Dedan. Anak-anak Midian adalah Efa, Efer, Hanokh, Abida, dan Eldaa. Semua itu adalah keturunan Ketura."
Genesis 25:4 mengulang cabang Midian, dengan ejaan satu nama yang sedikit berbeda: "Keturunan Midian adalah Efa, Efer, Henokh, Abida, dan Eldaa. Mereka semua adalah keturunan Ketura."
Enam anak laki-laki, lalu cucu-cucu yang disebutkan namanya melalui dua dari enam anak itu, yakni melalui Yoksan dan melalui Midian. Perhatikan bagaimana kedua ayat itu ditutup dengan cara yang hampir sama: bukan dengan kalimat tentang keturunan suaminya, melainkan dengan kalimat "keturunan Ketura". Namanya menjadi penanda bagi seluruh cabang keluarga ini. Dalam sebuah daftar silsilah, hal itu bukan perkara kecil. Perempuan yang tidak pernah kita dengar suaranya tetap menjadi judul bagi sebuah garis keturunan yang dicatat sampai dua tingkat generasi.
Istri dan gundik
Dua ayat memberi dua sebutan yang berbeda tentang kedudukannya. Genesis 25:1 menyebut dia "seorang istri", sedangkan 1 Chronicles 1:32 menyebut dia "gundik Abraham". Kedua sebutan itu diletakkan berdampingan di dalam teks tanpa penjelasan apa pun mengenai hubungan antara keduanya. Yang jujur untuk dikatakan hanyalah ini: kedua kata itu benar-benar ada, dan pembaca yang setia mencatat keduanya tanpa memilih salah satu untuk menghapus yang lain. Kedudukan Ketura di rumah Abraham digambarkan dengan dua istilah, dan selisih di antara keduanya tidak diterangkan.
Tidak ada adegan, tidak ada kegagalan yang dicatat
Perlu dikatakan terus terang: tentang Ketura tidak ada satu pun adegan yang diceritakan. Setiap penyebutan namanya berupa daftar, silsilah, atau catatan sepintas. Tidak ada konflik, tidak ada perjalanan, tidak ada perjumpaan, tidak ada janji yang diucapkan kepadanya, tidak ada pilihan sulit yang harus ia ambil.
Karena itu, tidak ada satu pun kegagalan atau dosa Ketura yang dicatat. Ini bukan pujian atas kesalehannya, dan tidak boleh dibaca demikian. Catatan-catatan yang ada tentang tokoh lain kerap menyebut kesalahan mereka tanpa menutupinya, tetapi tentang Ketura tidak ada cerita sama sekali, baik yang baik maupun yang buruk. Diamnya teks bukan pembelaan, dan bukan pula tuduhan. Diam tetaplah diam, dan kita tidak berhak mengisinya.
Apa yang tidak kita ketahui
Daftar hal yang tidak diketahui tentang Ketura jauh lebih panjang daripada yang diketahui. Nama orang tuanya tidak disebutkan. Suku atau bangsanya tidak disebutkan, dan asal usulnya tidak diberitahukan. Tidak ada keterangan berapa lama ia hidup, di mana ia mati, atau di mana ia dikuburkan. Tidak ada cerita tentang bagaimana ia membesarkan keenam anaknya, dan tidak ada keterangan tentang apa yang terjadi padanya setelah anak-anak itu lahir.
Semua itu tetap kosong, dan kekosongan itu sebaiknya dibiarkan kosong. Menambal celah dengan dugaan berarti menambahkan sesuatu pada catatan yang justru sengaja dibuat singkat. Yang kita miliki adalah sebuah nama, sebuah pernikahan, enam anak laki-laki, cucu-cucu yang disebutkan namanya, dan dua kali penegasan bahwa mereka semua adalah "keturunan Ketura".
Nama yang tetap tercatat
Dari semua yang bisa hilang, namanya justru tidak hilang. Nama enam anaknya ikut tersimpan, demikian pula nama cucu-cucunya. Semua itu tersimpan dua kali, dalam Genesis 25:1 dan Genesis 25:4, lalu sekali lagi ketika daftar panjang keturunan disusun kembali dalam 1 Chronicles 1:32-33.
Banyak orang yang disebutkan hanya berupa nama dalam sebuah daftar. Ketura adalah salah satunya, dan ia mendapat kehormatan yang tergolong jarang: cabang keluarga itu ditandai dengan namanya sendiri, bukan hanya dengan nama Abraham (Genesis 25:4; 1 Chronicles 1:32-33). Untuk seorang perempuan yang tidak pernah kita dengar suaranya, itu adalah catatan yang cukup jelas bahwa ia tidak dilupakan.
