EFESUS 4:22
Teks
Paulus baru saja mengatakan bahwa cara hidup bangsa-bangsa lain, dengan pikiran yang sia-sia dan hati yang mengeras, bukanlah cara jemaat belajar mengenal Kristus. Lalu datang perintahnya: "buanglah manusia lamamu yang kamu dapat dari cara hidupmu yang lama, yang sedang dirusak oleh hawa nafsu yang menipu." Jadi bukan sekadar memperbaiki beberapa kebiasaan buruk, melainkan menanggalkan seluruh sosok diri yang terbentuk oleh masa lalu, seperti orang melepas pakaian kerja yang sudah bau dan koyak. Yang menarik, Paulus memakai bentuk yang mengandung gerak berkelanjutan: manusia lama itu "sedang dirusak", bukan sudah rusak sekali untuk selamanya. Ada proses pembusukan yang berjalan diam-diam, digerakkan oleh keinginan yang berjanji manis tetapi menipu. Ayat ini adalah setengah dari sebuah pasangan; sisanya menyusul di ayat 24.
Intinya
Kata "manusia lama" bergema jauh melampaui Efesus. Paulus memakai gambaran yang sama dalam Roma 6, di mana manusia lama kita dikatakan telah disalibkan bersama Kristus, dan dalam Kolose 3, di mana jemaat disebut sudah menanggalkannya. Ketiganya berbicara tentang identitas kolektif yang kita warisi dari Adam: bukan daftar dosa pribadi, melainkan seluruh cara menjadi manusia yang tercemar. Di sinilah letak ketegangan yang jujur. Jika manusia lama sudah disalibkan, mengapa Paulus masih memerintahkan untuk membuangnya? Karena Injil selalu bekerja begitu: Allah menyatakan sesuatu benar tentang kita, lalu memanggil kita hidup ke dalam kenyataan itu. Perhatikan juga bahwa manusia baru di ayat 24 "diciptakan", kata kerja pasif. Anda tidak memproduksi diri yang baru; Anda mengenakan apa yang telah Allah jadikan.
Benang Merah
Gambaran pakaian ini bukan temuan Paulus. Kitab Suci membuka dengan sepasang manusia yang menjahit daun ara untuk menutupi malu, lalu Allah sendiri yang menggantinya dengan pakaian kulit. Sejak itu pakaian selalu menjadi bahasa identitas dalam Alkitab: jubah imam, jubah kotor imam besar Yosua yang ditanggalkan dan diganti dalam penglihatan Zakharia, jubah terbaik yang dikenakan ayah pada anak yang pulang. Selalu polanya sama: manusia tidak sanggup memakaikan dirinya sendiri, Allah yang memakaikannya. Karena itu ayat 5 tidak berdiri jauh dari ayat 22. "Satu baptisan," tulis Paulus beberapa baris sebelumnya, dan dalam jemaat mula-mula orang memang menanggalkan pakaian sebelum masuk air lalu mengenakan yang bersih setelah keluar. Perintah ini bukan tuntutan baru; ini penjelasan tentang apa yang sudah terjadi pada tubuh mereka di air itu.
Cermin
Perhatikan kata "menipu". Paulus tidak berkata hawa nafsu itu jahat dan menjijikkan, sebab jika begitu kita akan mudah menolaknya. Ia berkata hawa nafsu itu berbohong. Ia menjanjikan sesuatu yang tidak pernah diberikannya. Kemarahan yang Anda simpan terhadap saudara Anda menjanjikan rasa benar; yang Anda dapat hanyalah malam-malam yang gelisah. Gulir layar sebelum tidur menjanjikan istirahat; yang datang adalah kelelahan yang lebih dalam. Pekerjaan tambahan itu menjanjikan rasa aman bagi keluarga; anak-anak Anda hanya merasakan Anda semakin jarang ada. Dan sementara itu, kata Paulus, sesuatu di dalam diri sedang membusuk pelan-pelan, tanpa bunyi. Hari ini juga: ambil kertas, tulis satu keinginan yang paling sering Anda turuti minggu ini, lalu tulis dua kalimat, apa yang dijanjikannya kepada Anda dan apa yang sungguh diberikannya.
Pertanyaan
Jika manusia lama sudah disalibkan bersama Kristus, mengapa ia masih bisa berdiri di dapur saya jam tujuh pagi dan membentak? Jawaban yang terlalu cepat akan berkata: itu hanya kebiasaan sisa. Tetapi Paulus tidak meremehkannya; ia memakai kata kerja yang berat, "dirusak", dan ia menulis perintah ini kepada orang-orang yang sudah dimeteraikan Roh Kudus (ayat 30). Rupanya orang percaya hidup di antara dua kenyataan yang sama-sama sungguh: vonis Allah sudah jatuh, pelaksanaannya belum selesai. Paulus tidak memberi jadwal. Ia tidak berkata berapa lama, tidak menjanjikan bahwa pergumulan itu akan berhenti sebelum kematian. Yang ia janjikan hanya arah: manusia lama sedang membusuk, sedang menuju habis. Itu bukan penghiburan murah, tetapi itulah yang ada.
Profil
Efesus adalah kota kuil Artemis, salah satu keajaiban dunia kuno. Bagi banyak pembaca surat ini, "cara hidupmu yang lama" bukan istilah rohani yang kabur, melainkan alamat yang konkret: perayaan kuil, perkumpulan tukang yang setiap pertemuannya dibuka dengan persembahan kepada dewa, jaringan pelanggan yang menghidupi keluarga. Menanggalkan manusia lama berarti kehilangan penghasilan dan kehormatan. Perhatikan siapa yang Paulus sapa beberapa ayat kemudian: orang yang dulu mencuri, orang yang mulutnya kotor, orang yang menyimpan kepahitan. Jemaat ini bukan kumpulan orang saleh yang perlu sedikit penyempurnaan. Mereka mantan penyembah berhala, sebagian budak, sebagian tuan. Dan mereka mendengar bahwa yang lama itu bukan sekadar dilarang, melainkan sudah kedaluwarsa; pakaian orang mati yang tidak perlu dipakai lagi.
Tokoh Utama
Yang menulis kalimat ini adalah orang yang memperkenalkan diri sebagai "orang yang dipenjarakan karena Tuhan". Paulus tahu persis harga menanggalkan manusia lama. Ia pernah punya nama, garis keturunan, catatan prestasi keagamaan yang tanpa cela, dan ia menyebut semua itu sampah demi mengenal Kristus. Karena itu nada ayat 22 tidak terdengar seperti guru moral yang menuntut dari kursi yang nyaman. Ini suara orang yang sudah menyerahkan seluruh sosok dirinya dan menemukan bahwa yang diterima jauh melampaui yang dilepas. Namun tokoh sebenarnya di balik ayat ini bukan Paulus melainkan Allah, yang di ayat 24 disebut sebagai Pencipta manusia baru itu. Perintah untuk membuang datang dari Dia yang sudah menyiapkan pakaian gantinya. Tanpa itu, ini hanya seruan agar kita telanjang.
Refleksi
Keinginan mana dalam hidup Anda yang paling pandai berbohong, dan sudah berapa lama Anda mempercayainya?
Jika manusia baru itu "diciptakan" oleh Allah dan bukan Anda produksi sendiri, apa artinya itu bagi cara Anda menghadapi kegagalan Anda minggu ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ephesians 4:22
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti EFESUS 4:22?
Tentang apakah EFESUS 4:22?
Apa konteks historis dari EFESUS 4:22?
Apa yang EFESUS 4:22 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana EFESUS 4:22 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ephesians 4
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak melewatkan aku. Setiap orang Kaupercayakan bagian sesuai ukuran pemberian Kristus, dan aku pun punya bagian itu. Ampuni aku kalau sering membandingkan diri. Ajar aku memakai apa yang Kauberi dengan setia.
Bapa, pikiranku sering lelah oleh pola lama yang sulit kulepaskan. Perbarui aku dari dalam, di tempat yang tidak terlihat orang lain. Ajar aku berpikir dengan cara-Mu, sedikit demi sedikit, sampai hidupku ikut berubah.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tidak menuntut aku menjadi manusia tanpa amarah, melainkan mengajar aku: "Ketika kamu marah, jangan berbuat dosa." Terima kasih untuk batas kasih itu, agar matahari tidak terbenam sementara hatiku masih menyimpan marah.
Bapa, aku sering memilih kata yang aman daripada kata yang jujur. Tolong aku melepaskan kepura-puraan itu, dan berani berkata benar dengan lembut kepada orang-orang di sekitarku. Ingatkan aku bahwa kami saling terhubung, dan setiap dusta kecil melukai kami bersama.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi