YEHEZKIEL 37
Teks
Tangan TUHAN mengangkat Yehezkiel dan menurunkannya di sebuah lembah yang dipenuhi tulang manusia, bukan tulang segar melainkan tulang yang, seperti ditekankan dua kali, "sangat kering", lalu ia disuruh berjalan berkeliling di antaranya sebelum diberi pertanyaan yang mustahil dijawab manusia: "dapatkah tulang-tulang ini hidup?" Atas perintah Allah ia bernubuat, dan terdengar gemuruh serta suara berderak-derak: tulang bertemu tulang, otot dan daging tumbuh, kulit menutupi, tetapi tubuh-tubuh itu masih mati sampai nafas dari keempat mata angin masuk dan mereka berdiri sebagai "suatu pasukan yang sangat besar". Bagian kedua pasal ini memakai dua tongkat kayu yang disatukan di tangan nabi untuk menjanjikan satu bangsa, satu raja, satu perjanjian damai, dan tempat kudus Allah di tengah-tengah mereka selamanya.
Inti
Bayangkan apa arti lembah bertulang itu bagi orang buangan di Babel sekitar tahun 585 SM. Mereka tahu seperti apa medan perang setelah tentara Babel selesai bekerja: mayat yang tidak dikuburkan, dibiarkan membusuk di terik matahari, dijamah burung dan anjing. Tidak dikuburkan berarti kehilangan nama, kehilangan tanah, kehilangan tempat di antara para bapa leluhur. Dan Allah tidak sekadar memakai gambar itu; Ia menaruh nabinya di tengahnya dan menyuruhnya berjalan-jalan, mencium, menghitung, sampai kesimpulannya jelas: ini tidak bisa diperbaiki. Justru di titik itu pertanyaan datang, dan Yehezkiel menjawab dengan satu kalimat yang paling jujur dalam seluruh Perjanjian Lama: "Ya, Tuhan ALLAH, Engkau mengetahuinya." Bukan iman yang optimis, bukan penyangkalan; hanya penolakan untuk berbohong tentang kematian sekaligus penolakan untuk membatasi Allah.
Inti teologis pasal ini terletak di sana. Israel sendiri merumuskan keadaannya tanpa hiasan: "Tulang-tulang kami telah mengering dan pengharapan kami sudah lenyap." Mereka tidak sedang lemah iman, mereka sedang membaca situasi dengan benar. Bait Allah hangus, dinasti Daud tamat, tanah hilang. Dan jawaban Allah bukan koreksi atas penilaian mereka, melainkan janji yang lebih radikal: Aku akan membuka kubur. Perhatikan bahwa pemulihan di sini terjadi dalam dua tahap, dan tahap pertama tidak cukup. Tulang bisa disusun rapi, otot dan kulit bisa lengkap, dan hasilnya tetap mayat yang utuh. Kata Ibrani ruakh di bagian ini berarti nafas, angin, sekaligus Roh, dan permainan makna itu bukan kebetulan: yang membuat hidup bukan struktur yang benar tetapi Roh Allah sendiri. Bangsa boleh kembali, kota boleh dibangun, ibadah boleh berjalan; tanpa "Roh-Ku ke dalammu" itu semua hanyalah tubuh rapi tanpa nafas. Dan tujuannya diulang tiga kali seperti pukulan palu: supaya kamu tahu bahwa Akulah TUHAN. Kebangkitan diberikan bukan agar Israel nyaman, melainkan agar Israel mengenal siapa yang berbicara dan melakukannya.
Benang Merah
Bagian kedua pasal ini terasa aneh sampai kita ingat berapa lama luka itu sudah terbuka. Kerajaan utara jatuh pada 722 SM; ketika Yehezkiel memegang dua tongkat di depan mata orang buangan, Efraim sudah lenyap ke dalam bangsa-bangsa selama seratus lima puluh tahun. Menyatukan kedua tongkat itu berarti menjanjikan sesuatu yang tidak pernah lagi ada dalam ingatan siapa pun yang hidup. Lalu janji itu bertumpuk: satu gembala, hamba-Ku Daud, perjanjian damai yang abadi, "Kediaman-Ku juga akan ada bersama mereka." Yohanes menulis bahwa Firman itu menjadi manusia dan berkemah di antara kita, dan ia memakai justru kata "kediaman" itu; kemudian Yesus menyebut diri-Nya gembala yang satu, yang mengumpulkan kawanan lain juga. Dan pada malam Paskah, di ruangan tertutup, Ia menghembusi murid-murid-Nya dan berkata: terimalah Roh Kudus. Nafas dari keempat mata angin itu akhirnya keluar dari mulut seorang Manusia yang baru bangkit dari kubur.
Cermin
Ada bedanya antara sedang lelah dan sudah kering. Anda tahu bedanya. Pernikahan yang masih berjalan tetapi tidak ada lagi yang tersisa untuk dibicarakan setelah pukul sembilan. Anak yang sudah bertahun-tahun tidak mau mendengar apa pun tentang iman, dan doa Anda mulai terasa seperti kebiasaan sopan. Pekerjaan yang menghabiskan Anda tanpa memberi apa pun kembali. Tubuh yang tidak lagi bisa diandalkan. Teks ini tidak menyuruh Anda berpikir positif tentang hal-hal itu. Israel diizinkan berkata "Kami benar-benar sudah lenyap" tanpa ditegur. Yang ditolak teks ini bukan kejujuran Anda tentang kematian, melainkan kesimpulan yang Anda tarik darinya: bahwa keringnya sesuatu adalah kata terakhir. Dan ia juga melucuti kebanggaan yang lain: bahwa kita bisa menyusun ulang hidup kita sendiri dengan struktur yang lebih baik, jadwal yang lebih rapi, disiplin yang lebih ketat. Tulang dan kulit yang lengkap tetap mayat.
Pertanyaan
Lalu apakah janji ini digenapi? Pada 538 SM sebagian orang buangan memang kembali. Tetapi yang mereka temukan adalah provinsi kecil di bawah kekuasaan Persia, bait yang begitu sederhana sampai orang-orang tua menangis melihatnya, dan tidak ada raja Daud sama sekali. Sepuluh suku utara tidak berbaris pulang. Tidak ada satu bangsa di atas gunung-gunung Israel dengan tempat kudus di tengahnya "selama-lamanya". Kita bisa buru-buru menutup celah ini dengan berkata: semuanya digenapi di dalam Kristus. Sebagian benar, dan Perjanjian Baru memang membaca begitu. Tetapi jujurlah bahwa celahnya tetap terasa, dan orang-orang yang pulang dari Babel hidup dan mati di dalam celah itu. Nubuat ini memberi mereka cukup untuk berdiri, tidak cukup untuk berhenti menanti. Mungkin itu memang cara Allah bekerja dengan kita: memberi nafas untuk hari ini, dan menahan penggenapan penuh supaya kita tidak berhenti memandang ke depan.
Tokoh Utama
Allah dalam pasal ini adalah Allah yang mengajukan pertanyaan yang jawabannya sudah Ia ketahui. Ia tidak menyembunyikan lembah itu dari nabi-Nya, tidak mempercepat langkahnya, tidak melunakkan kata "sangat kering". Ia menuntut agar keadaan dilihat dulu sampai habis. Kemudian Ia melakukan sesuatu yang mengejutkan: Ia tidak menghidupkan tulang-tulang itu secara langsung, melainkan menyuruh seorang manusia berbicara kepada mayat. Firman-Nya dipercayakan ke mulut yang bisa gemetar. Dan motif-Nya dinyatakan berulang tanpa malu: supaya kamu mengetahui bahwa Akulah TUHAN, supaya bangsa-bangsa mengetahui. Ini Allah yang cemburu akan nama-Nya, bukan karena rapuh, melainkan karena mengenal Dia adalah satu-satunya hidup yang tersedia bagi kita. Ia menyelamatkan orang yang tidak memohon, membersihkan orang yang telah menajiskan diri, dan mengembalikan orang yang sudah menyerah. Kasih-Nya lebih keras kepala daripada keputusasaan umat-Nya.
Konteks
Yehezkiel adalah imam yang dibuang pada 597 SM bersama gelombang pertama, ditempatkan di Tel-Abib di tepi terusan Kebar, di dataran lumpur Babel: kanal, kuil bertingkat, dewa-dewa yang tampak menang. Ia berbicara sekitar 585 SM, tak lama setelah kabar sampai bahwa Yerusalem jatuh dan bait Allah terbakar. Sebelum itu ia masih bisa dituduh menakut-nakuti; sesudah itu tidak ada lagi yang perlu ditakuti, karena semuanya sudah terjadi. Para tua-tua duduk di rumahnya, secara sosial masih memegang wibawa, secara nyata tidak memerintah apa pun. Di dunia kuno, dewa yang kalah berarti dewa yang lemah, dan bangsa yang terbuang berarti bangsa yang mati. Allah menyebut nabi-Nya "anak manusia", sekadar manusia, sembilan puluh tiga kali; dan lewat manusia sekadar itu Ia memerintahkan tulang-tulang untuk mendengar.
Refleksi
Di bagian hidupmu yang mana kamu sudah berhenti berdoa karena diam-diam menyimpulkan bahwa di sana tidak mungkin ada lagi kehidupan?
Apa yang dalam dirimu atau dalam gemeja mu tersusun rapi dan lengkap, tetapi sesungguhnya menunggu nafas Allah supaya benar-benar hidup?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ezekiel 37
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YEHEZKIEL 37?
Tentang apakah YEHEZKIEL 37?
Apa konteks historis dari YEHEZKIEL 37?
Apa yang YEHEZKIEL 37 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YEHEZKIEL 37 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ezekiel 37
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tidak membiarkan umat-Mu bertanya-tanya dalam gelap. Ketika mereka berkata, "Tidakkah kamu akan memberi tahu kami apa maksudmu dengan hal-hal itu?", Engkau menyediakan jawaban. Terima kasih untuk setiap tanda yang Kaujelaskan, dan untuk janji-Mu menyatukan yang terpecah.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
