KEJADIAN 1
Teks
Air gelap yang tak berujung, tanpa bentuk, tanpa isi: begitulah Kejadian 1 memulai, dan bagi telinga kuno itu bukan gambaran netral melainkan gambaran ketakutan. Ke dalam kekacauan itu Allah berbicara, dan firman-Nya menaklukkan tanpa perang: terang dipisahkan dari gelap, air dari air, laut dari darat, sampai ruang kosong itu berubah menjadi rumah yang tertata. Lalu ruang-ruang itu diisi: matahari dan bulan, ikan dan burung, ternak dan binatang liar, masing-masing menurut jenisnya. Puncaknya manusia, laki-laki dan perempuan, dibuat menurut rupa Allah dan diberi kuasa serta berkat. Enam kali terdengar penilaian "itu baik", dan pada akhirnya, ketika Allah mengamati seluruhnya: "itu sangat baik!"
Inti
Perhatikan apa yang tidak ada di sini. Tidak ada pertempuran dewa, tidak ada mayat monster laut yang dibelah menjadi langit dan bumi, tidak ada manusia yang dicetak dari darah dewa pemberontak untuk menjadi budak yang memberi makan para dewa. Yang ada hanya suara: "Jadilah terang." Lalu, terang itu jadi. Allah tidak berjuang melawan kekacauan; Ia berbicara, dan kekacauan menyerah. Bahkan "binatang-binatang laut yang besar", makhluk yang ditakuti bangsa-bangsa tetangga sebagai kekuatan purba, di sini sekadar ciptaan yang diberkati. Dan manusia bukan budak melainkan tselem, kata Ibrani untuk patung yang didirikan raja di wilayah jajahannya sebagai tanda kehadiran dan kekuasaannya. Anda dan saya adalah tanda kehadiran itu. Bukan alat produksi ilahi, melainkan wakil yang diberkati, dipercaya, dan disebut sangat baik.
Benang Merah
Yang menciptakan di pasal ini adalah suara. Bukan tangan, bukan pedang, melainkan firman yang keluar dan langsung menjadi kenyataan. Ketika Yohanes membuka Injilnya dengan "pada mulanya", ia sedang meletakkan tangannya persis di atas kalimat pertama Kejadian dan berkata: suara itu punya wajah, punya nama, dan pernah berjalan di Galilea. Karena itu setiap kali Yesus berkata "diamlah" kepada danau yang mengamuk, atau memanggil orang mati keluar dari kubur, kita bukan sedang melihat mukjizat yang terlepas dari Kejadian 1; kita sedang melihat firman yang sama sedang bekerja lagi di atas air yang gelap. Dan ketika Paulus menulis bahwa Allah yang berfirman "jadilah terang" itulah yang menerangi hati kita, ia menempatkan pertobatan Anda dalam kategori yang sama dengan hari pertama penciptaan: sesuatu yang tidak bisa Anda usahakan, hanya bisa diterima.
Cermin
Kejadian 1 menyentuh dua ketakutan yang jarang kita akui. Yang pertama: takut bahwa hidup saya tidak berbentuk dan kosong, bahwa di balik jadwal yang penuh sebenarnya tidak ada yang tertata, hanya air gelap. Yang kedua, yang lebih dalam: takut bahwa saya ada demi kegunaan saya. Bekerja supaya berguna, melayani supaya dibutuhkan, menjaga tubuh supaya diterima. Itulah persis gambaran manusia dalam mitos-mitos tetangga Israel: budak yang memberi makan dewa. Kejadian 1 menolaknya. Berkat datang sebelum tugas; "sangat baik" diucapkan sebelum manusia menghasilkan apa pun. Anda tidak sedang membuktikan diri layak ada. Anda sudah dinilai, dan penilaian itu bukan dari atasan, dari orang tua, atau dari cermin kamar mandi.
Hari ini juga: tuliskan di secarik kertas satu hal tentang tubuh, pekerjaan, atau keluarga Anda yang diam-diam Anda anggap gagal, lalu ucapkan keras-keras di atasnya kalimat Sang Pencipta, "itu sangat baik", dan simpan kertas itu di dompet Anda.
Interteks
Dua gema layak didengar. Yang pertama, pembukaan Injil Yohanes yang sengaja meniru "pada mulanya" dan berbicara tentang terang yang bersinar dalam kegelapan; Yohanes sedang mengatakan bahwa karya penciptaan dan karya keselamatan bukan dua proyek berbeda, melainkan satu suara yang sama. Yang kedua justru sebuah kontras: dalam penglihatan terakhir Alkitab, kota Allah turun dan laut tidak ada lagi. Bagi kita itu terdengar seperti kehilangan pantai; bagi telinga kuno itu berarti kekacauan yang di Kejadian 1 dibatasi dan diberi tempat akhirnya dihapus sama sekali. Dari "kegelapan menutupi permukaan samudra" sampai dunia tanpa laut, di situlah seluruh Alkitab bergerak: dari kekacauan yang ditertibkan menuju kekacauan yang ditiadakan.
Profil
Bayangkan pendengar pertamanya: umat yang pernah melihat kuil-kuil bertingkat menjulang di kota asing, mendengar imam-imam menceritakan bagaimana dewa muda membelah tubuh dewi laut untuk membuat langit, dan menyaksikan raja disebut satu-satunya gambar dewa di bumi. Mereka hidup di dunia di mana matahari dan bulan adalah dewa yang harus ditakuti, di mana bintang menentukan nasib, di mana orang kecil tidak punya harga. Lalu mereka mendengar teks ini. Matahari dan bulan tidak disebut namanya, hanya "dua penerang yang besar", seperti lampu yang digantung di langit-langit. Bintang disebut sambil lalu. Dan gambar Allah bukan milik raja, melainkan diberikan kepada "laki-laki dan perempuan", termasuk budak, janda, dan anak-anak mereka. Teks ini bukan sekadar informasi tentang asal usul; ini pembebasan dari rasa takut.
Pertanyaan
Lalu dari mana kegelapan itu? Ayat 2 tidak mengatakan Allah menciptakannya. Kegelapan dan samudra sudah ada di sana, dan tidak pernah sekali pun disebut "baik". Yang Allah lakukan adalah memisahkan, membatasi, memberi nama, memberi tempat. Itu jujur dan mengganggu sekaligus: Alkitab tidak menjelaskan asal usul kekacauan, ia hanya menunjukkan siapa yang berkuasa atasnya. Bagi Anda yang sedang duduk di tepi kegelapan sendiri, penyakit, pernikahan yang dingin, anak yang menjauh, teks ini tidak menawarkan penjelasan sebab akibat. Ia menawarkan sesuatu yang lain: Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air itu, dan sebuah suara yang sanggup memulai hari pertama di tempat yang tampaknya tidak punya pagi.
Refleksi
Di bagian hidup Anda mana yang terasa "tidak berbentuk dan kosong", dan apa artinya percaya bahwa Roh Allah sedang melayang-layang justru di atas air itu?
Kalau berkat datang sebelum tugas, apa yang perlu berubah dalam cara Anda mengukur nilai diri Anda minggu ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Genesis 1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KEJADIAN 1?
Tentang apakah KEJADIAN 1?
Apa konteks historis dari KEJADIAN 1?
Apa yang KEJADIAN 1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KEJADIAN 1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Genesis 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
saat saya dilahirkan
Membayangkan Allah melihat ciptaannya, seorang manusia dan berkata
Sungguh baik manusia ciptaanKu.
Saat saya menyadari dan mengaku kesalahan, Tuhan memulai pekerjaan Nya,
Saat saya datang dengan kepedihan kepadaNya, Ia mulai bekerja
Ia yang memulai,
Percaya bahwa pekerjaan Tuhan menjadi denyut hidup yang saya sedang jalani
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
