KEJADIAN 1:5
Teks
Allah memberi nama kepada apa yang baru saja Ia pisahkan: terang itu disebut-Nya siang, gelap itu disebut-Nya malam. Lalu kalimat yang akan berulang enam kali seperti ketukan gendang: "Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama." Bukan sekadar catatan waktu, melainkan penutup resmi atas babak pertama pekerjaan Allah. Perhatikan urutannya: petang lebih dulu, baru pagi. Hari tidak dimulai saat matahari naik, tetapi saat cahaya surut. Dan perhatikan pula apa yang tidak dilakukan Allah: Ia tidak memusnahkan kegelapan. Ia memisahkan, menamai, dan memberinya tempat di dalam ritme yang Ia tetapkan sendiri. Ayat ini pendek, tetapi di dalamnya lahir sesuatu yang sebelumnya belum ada sama sekali: waktu, dengan batas, nama, dan hitungan.
Inti
Menamai adalah tindakan kuasa. Dalam dunia kuno, yang berhak memberi nama adalah yang berhak memerintah; nanti Adam akan menamai binatang-binatang justru karena ia diberi kuasa atas mereka. Maka ketika Allah menyebut terang itu siang dan gelap itu malam, Ia sedang menyatakan bahwa keduanya berada di bawah pemerintahan-Nya. Ini penting justru karena gelap tidak dihapus. Kegelapan yang di ayat 2 menutupi permukaan samudra tidak dilenyapkan, melainkan dibatasi, diberi nama, dan dimasukkan ke dalam irama yang baik. Allah tidak bekerja dengan cara meniadakan segala yang gelap, tetapi dengan menertibkannya. Dan hari pertama itu dihitung, ada awal dan ada akhir. Waktu bukan lingkaran tanpa ujung yang menelan segalanya, melainkan garis yang dimulai oleh firman Allah dan bergerak menuju sesuatu.
Benang Merah
Terang pada hari pertama bukan terang matahari; matahari baru muncul pada hari keempat. Artinya, ada terang yang lebih dahulu daripada sumber-sumber terang yang kita kenal, terang yang lahir langsung dari firman. Di sinilah Perjanjian Baru menemukan pijakannya ketika Injil Yohanes membuka dirinya dengan dua kata yang sama, "Pada mulanya", lalu berbicara tentang Firman yang di dalam-Nya ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Yohanes tidak sedang membuat kiasan indah; ia sedang berkata bahwa Pribadi yang berfirman "Jadilah terang" itu kemudian berdiri di Galilea dengan tubuh dan nama. Dan pola petang-lalu-pagi itu terus bergema: kubur ditutup pada sore hari, kebangkitan dinyatakan pagi-pagi benar. Bukan kebetulan sastrawi, melainkan cara Allah bekerja sejak hari pertama.
Cermin
Kita menyusun hari dari pagi: bangun, produktif, lalu tidur sebagai sisa tenaga yang habis. Hari Allah dimulai dari petang, artinya manusia memasuki hari dengan tidur, bukan dengan kerja. Anda tidak memulai; Anda menyusul apa yang sudah Allah kerjakan selama Anda pingsan di tempat tidur. Itu menohok kalau Anda tipe yang membawa pekerjaan kantor ke bantal, atau yang merasa keluarganya hanya selamat karena Anda terus berjaga. Petang juga berarti ada hal-hal yang hari ini tidak selesai, dan itu sah. Allah tidak menuntut Anda menghabiskan kegelapan; Ia menamainya malam dan memberinya batas. Malam ini, sebelum tidur, sebutkan dengan suara keras satu urusan yang belum selesai hari ini, lalu katakan: "Ini malam. Pagi adalah milik-Mu."
Profil
Pendengar pertama hidup di antara bangsa-bangsa yang menyembah siang dan malam sebagai dewa. Matahari punya nama, punya kuil, punya imam. Di Kejadian 1 siang dan malam tidak punya nama sendiri; nama mereka diberikan oleh Allah, seperti majikan menamai apa yang menjadi miliknya. Bagi telinga Israel itu berarti: kekuatan-kekuatan yang ditakuti tetangga kami sebenarnya adalah ciptaan yang sudah didaftar dan dijadwalkan. Mereka juga langsung menangkap hitungannya. Hari pertama menuntut hari kedua, ketiga, sampai hari ketujuh yang mereka rayakan setiap pekan. Ayat ini bukan informasi astronomi bagi mereka, melainkan dasar kalender ibadah: waktu bukan milik penguasa asing, waktu adalah pemberian yang berirama dari Allah mereka.
Konteks
Pasal ini berdiri sebagai gerbang seluruh Taurat, ditulis untuk umat yang pernah menjadi budak dan pernah menjadi buangan; dua keadaan di mana orang lain yang menentukan kapan engkau bangun dan kapan engkau boleh berhenti. Budak tidak punya kalender sendiri. Orang buangan hidup menurut hari raya bangsa yang menaklukkannya. Kepada mereka dikatakan: hari pertama tidak dimulai oleh Firaun atau Babel, melainkan oleh firman Allah. Karena itu pula perayaan Israel dimulai pada petang, bukan pagi; Paskah dimakan malam hari. Ritme yang lahir di ayat 5 kemudian mengatur seluruh hidup mereka, sampai ke Sabat yang membuat kerja punya ujung. Menghitung hari adalah tindakan iman bahwa waktu ada pemiliknya.
Intertekstualitas
Tiga gema terdengar jelas. Yohanes membuka Injilnya dengan "Pada mulanya" dan menyebut terang yang bersinar dalam kegelapan tanpa pernah dipadamkan. Paulus, dalam suratnya yang kedua kepada jemaat Korintus, menyebut Allah yang memerintahkan terang bercahaya dari dalam gelap sebagai Allah yang sama yang menyalakan terang di dalam hati manusia; penciptaan dan pertobatan memakai kata kerja yang sama. Tetapi ada juga ketegangan yang jujur. Amos memperingatkan bahwa hari TUHAN bisa menjadi kegelapan, bukan terang; malam yang tertib itu dapat berbalik menjadi penghakiman. Dan di ujung Alkitab, Wahyu menutup lingkaran dengan cara yang mengejutkan: di kota yang baru tidak ada lagi malam. Apa yang di hari pertama hanya dibatasi, pada akhirnya dihapus. Kejadian 1:5 adalah janji setengah jadi yang menunggu penggenapan.
Refleksi
Apa yang berubah dalam cara Anda mengakhiri hari, jika hari sebenarnya justru dimulai di situ?
Kegelapan mana dalam hidup Anda yang Anda tuntut untuk dihapus, padahal saat ini Allah sedang menamai dan membatasinya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Genesis 1:5
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KEJADIAN 1:5?
Tentang apakah KEJADIAN 1:5?
Apa konteks historis dari KEJADIAN 1:5?
Apa yang KEJADIAN 1:5 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KEJADIAN 1:5 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Genesis 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
saat saya dilahirkan
Membayangkan Allah melihat ciptaannya, seorang manusia dan berkata
Sungguh baik manusia ciptaanKu.
Saat saya menyadari dan mengaku kesalahan, Tuhan memulai pekerjaan Nya,
Saat saya datang dengan kepedihan kepadaNya, Ia mulai bekerja
Ia yang memulai,
Percaya bahwa pekerjaan Tuhan menjadi denyut hidup yang saya sedang jalani
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi