Untuk anak usia 3 hingga 6 tahun

GALATIA 2

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)

Alkitab

Penjelasan

Di kota Antiokhia, hari sudah mulai malam. Di dalam sebuah rumah ada meja yang panjang. Di atas meja ada roti yang masih hangat. Roti itu baunya enak sekali.

Di sekeliling meja duduk banyak orang. Mereka makan bersama. Mereka bercerita dan tertawa. Mereka semua sahabat Yesus.

Salah satu dari mereka bernama Petrus. Petrus suka duduk di meja itu. Ia makan roti bersama orang-orang dari negeri lain. Orang-orang itu dulu belum mengenal Tuhan. Sekarang mereka mengenal Yesus. Dan mereka sangat senang.

Lalu, tiba-tiba… pintu terbuka.

Ada beberapa orang masuk. Petrus melihat mereka. Dan Petrus menjadi takut. Ia takut mereka akan berkata: "Petrus, kamu tidak boleh makan dengan mereka."

Maka Petrus berdiri. Pelan-pelan ia pergi dari meja itu. Ia duduk jauh di meja yang lain.

Sekarang ada kursi yang kosong. Roti di depan kursi itu tidak dimakan. Sahabat-sahabat Petrus melihat kursi kosong itu. Mereka menjadi sedih. Sangat sedih.

Dan yang lain ikut-ikutan. Mereka juga berdiri dan pergi. Bahkan Barnabas ikut pergi.

Apa Artinya Ini?

Di rumah itu ada seorang lagi. Namanya Paulus. Paulus melihat semuanya. Ia melihat kursi kosong. Ia melihat wajah yang sedih.

Lalu Paulus berdiri. Dan Paulus berkata dengan suara jelas, di depan semua orang: "Petrus, mengapa kamu pergi?"

Semua orang menjadi sepi. Sepi sekali.

Paulus berkata lagi: "Yesus mengasihi mereka juga. Yesus mati untuk mereka juga. Jadi duduklah kembali di meja ini."

Karena itulah yang Paulus tahu. Tidak ada satu orang pun yang cukup baik sendiri. Tidak Petrus. Tidak Paulus. Tidak kamu, dan tidak aku. Kita semua butuh Yesus. Dan Yesus mau menerima kita semua.

Benang Merah

Paulus tahu itu dari dalam hatinya sendiri. Dulu Paulus mengira ia harus baik sekali. Baik sekali, supaya Tuhan mau melihat dia.

Tetapi lalu Paulus mengenal Yesus. Dan Paulus berkata satu hal yang sangat indah. Ia berkata: Yesus mengasihi aku. Yesus memberikan diri-Nya untuk aku.

Yesus tidak menunggu sampai kita baik. Yesus datang lebih dulu. Ia mati di kayu salib. Untuk Petrus. Untuk Paulus. Untuk orang-orang di meja itu. Dan juga untuk kamu.

Jadi tidak ada kursi kosong lagi. Di meja Yesus, semua boleh duduk.

Untuk Kamu

Kadang di sekolah ada anak yang duduk sendiri. Ia sendirian, dan tidak ada yang menemani.

Kamu boleh melakukan yang Paulus mau. Kamu boleh duduk di sebelah anak itu. Kamu boleh berkata: "Ayo, ikut aku."

Karena Yesus juga melakukan itu untuk kamu. Ia datang dan duduk dekat kamu. Dan Ia tidak pergi. Tidak pernah.

Mari Bicarakan

Menurutmu, bagaimana perasaan orang-orang saat melihat kursi Petrus kosong?

Siapa yang boleh kamu ajak duduk di sebelahmu besok?

Berdoa Bersama

Tuhan Yesus, terima kasih untuk meja-Mu. Terima kasih, aku boleh duduk di situ. Terima kasih, Engkau sayang aku. Tolong aku, supaya tidak ada yang duduk sendiri. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang GALATIA 2

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah GALATIA 2?
Di kota Antiokhia, hari sudah mulai malam. Di dalam sebuah rumah ada meja yang panjang. Di atas meja ada roti yang masih hangat. Roti itu baunya enak sekali.
Apa yang dikatakan GALATIA 2?
Ada beberapa orang masuk. Petrus melihat mereka. Dan Petrus menjadi takut. Ia takut mereka akan berkata: "Petrus, kamu tidak boleh makan dengan mereka."
Apa yang GALATIA 2 ajarkan tentang Tuhan?
Di rumah itu ada seorang lagi. Namanya Paulus. Paulus melihat semuanya. Ia melihat kursi kosong. Ia melihat wajah yang sedih.
Apa yang dapat dipelajari balita dari GALATIA 2?
Karena itulah yang Paulus tahu. Tidak ada satu orang pun yang cukup baik sendiri. Tidak Petrus. Tidak Paulus. Tidak kamu, dan tidak aku. Kita semua butuh Yesus. Dan Yesus mau menerima kita semua.
Mengapa GALATIA 2 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Tetapi lalu Paulus mengenal Yesus. Dan Paulus berkata satu hal yang sangat indah. Ia berkata: Yesus mengasihi aku. Yesus memberikan diri-Nya untuk aku.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 20

Paulus menulis kalimat ini di tengah konflik soal siapa yang boleh duduk semeja. Dan jawabannya bukan aturan baru, melainkan: "yang telah mengasihiku dan menyerahkan diri-Nya untukku." Perhatikan kata "ku" di situ. Bukan kasih yang umum, tapi kasih yang menyebut namamu. Kalau itu benar, kamu tidak perlu lagi membuktikan apa pun hari ini.

Wawasan Editorial pada ayat 5

Paulus bisa saja mengalah sedikit saja soal Titus. Cuma satu orang, cuma satu aturan kecil, demi damai. Tetapi ia menulis, "kami tidak menyerah kepada mereka, bahkan sesaat pun, supaya kebenaran Injil tetap terpelihara bagi kamu." Kompromi itu bukan untuk dirinya, tapi untukmu, yang membaca berabad-abad kemudian. Anugerah dijaga seseorang yang keras kepala pada waktunya. Apa yang sedang kau tawar hari ini?

Wawasan Editorial pada ayat 4

Paulus menyebut mereka "saudara-saudara palsu yang menyusup masuk untuk memata-matai kebebasan yang kita miliki dalam Kristus Yesus". Mereka tidak datang dengan wajah musuh, tapi wajah saudara. Dan yang mereka incar justru kebebasanmu. Ada suara yang menuntutmu terus membuktikan diri di hadapan Allah. Periksa, dari mana suara itu datang?

Wawasan Editorial pada ayat 8

Paulus menulis, "sebab Ia yang bekerja melalui Petrus untuk kerasulan bagi orang-orang bersunat, juga bekerja melalui aku untuk orang-orang bukan Yahudi." Allah yang sama, dua ladang berbeda. Petrus tidak diminta menjadi Paulus, dan Paulus tidak menjadi Petrus. Mungkin kamu diam-diam iri melihat pelayanan orang lain. Tapi Tuhan yang memanggilnya, Dia juga yang bekerja di dalam kamu, di ladang yang Ia percayakan padamu.

Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?

Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak

For parents and teachers: Ditulis khusus untuk dibacakan kepada anak usia 3 hingga 6 tahun. Gunakan sebagai titik awal untuk berbincang dengan anak Anda, bukan sebagai satu-satunya sumber. This explanation is generated automatically by language models. While we strive for theological soundness, the software can make mistakes.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network