2 SAMUEL 14
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Cerita ini penuh siasat. Yoab, panglima Daud, melihat sesuatu yang tidak diucapkan raja: hatinya rindu pada Absalom, anaknya yang dibuang karena membunuh kakaknya sendiri (kejadian itu terjadi sebelum bab ini). Daud tidak berani memanggilnya pulang, mungkin karena kewajibannya sebagai raja dan hukum yang berlaku bertentangan dengan kerinduannya sebagai ayah. Yoab memutuskan mendorong Daud lewat jalan memutar.
Ia menyewa seorang perempuan dari Tekoa untuk berpura-pura menjadi janda yang berduka. Ceritanya diatur rapi: dua anaknya berkelahi, satu membunuh yang lain, dan sekarang keluarga menuntut anak yang masih hidup dibunuh sebagai balasan. Kalau itu terjadi, garis keturunan suaminya akan habis. Perempuan ini memohon perlindungan raja.
Daud tersentuh dan berjanji melindungi anak itu, bahkan bersumpah demi Tuhan. Namun perempuan itu mendesak lebih jauh. Ia menyindir bahwa Daud, dengan melindungi anak orang lain yang bersalah, sebenarnya menghukum dirinya sendiri karena tidak melakukan hal yang sama untuk anaknya, Absalom. Ia berkata bahwa semua manusia pasti mati seperti air yang tercurah ke tanah, tidak bisa dikumpulkan kembali, tetapi Allah sendiri mencari jalan agar orang yang terbuang tidak tetap terbuang dari-Nya.
Daud sadar ini permainan Yoab. Ia bertanya langsung, dan perempuan itu mengakui semuanya. Daud memutuskan memanggil Absalom pulang. Tapi perhatikan, ini bukan pemulihan penuh. Absalom boleh pulang ke Yerusalem, tapi tidak boleh melihat wajah raja. Selama dua tahun ia hidup dekat, tapi tetap jauh. Ketampanannya digambarkan luar biasa, rambutnya begitu tebal sampai perlu ditimbang setahun sekali, tapi kecantikan fisik ini justru menjadi bayangan gelap dari apa yang akan terjadi kemudian dalam kisahnya.
Akhirnya Absalom, yang tidak sabar dengan jarak ini, membakar ladang Yoab untuk memaksa perhatian. Cara kasar ini berhasil. Yoab membawanya menghadap Daud, dan Daud akhirnya menciumnya. Rekonsiliasi terjadi, tapi lewat pemaksaan, bukan lewat pengakuan dosa yang tulus dari Absalom.
Apa Artinya Ini?
Bacaan ini bukan tentang keluarga yang rapi menyelesaikan masalah. Ini tentang keluarga yang retak, dengan seorang ayah yang mencintai anaknya tapi tidak sanggup jujur tentang kerinduannya sendiri, dan seorang anak yang pulang tapi tidak benar-benar direkonsiliasi. Daud memaafkan setengah hati. Ia memanggil Absalom kembali secara fisik, tapi menjaga jarak emosional selama dua tahun. Itu bukan pengampunan, itu penundaan.
Perkataan perempuan Tekoa di ayat 14 justru menjadi titik terdalam bacaan ini, meski keluar dari mulut seorang penipu bayaran. Ia berkata bahwa Allah tidak mengambil nyawa begitu saja, tetapi merancang jalan agar orang yang terbuang tidak tetap terbuang dari-Nya. Ironisnya, Daud sendiri tidak melakukan itu terhadap anaknya. Ia menerima kembali tubuh Absalom, tapi tidak hatinya. Ini menunjukkan betapa sulitnya pengampunan sungguhan, bahkan bagi seorang raja yang menulis banyak mazmur tentang kasih Allah yang mengampuni.
Alur yang Sama
Kata-kata perempuan Tekoa itu menggambarkan sesuatu yang jauh lebih besar dari drama keluarga Daud. Ia berkata tentang Allah yang merancang jalan agar orang terbuang tidak tetap terbuang. Itulah yang benar-benar terjadi di dalam Yesus Kristus, tapi dengan cara yang jauh lebih tuntas daripada yang bisa dilakukan Daud.
Daud memanggil anaknya pulang tapi menolak melihat wajahnya. Yesus melakukan yang sebaliknya. Ia datang justru untuk melihat wajah orang-orang yang terbuang, orang berdosa, orang yang gagal, dan tidak menjaga jarak dari mereka. Ia makan bersama pemungut cukai, menyentuh orang kusta, memeluk anak yang hilang sebelum anak itu selesai mengucapkan permintaan maafnya. Rekonsiliasi yang ditawarkan Yesus bukan penundaan dua tahun, bukan pemulihan setengah hati. Di kayu salib, Ia menanggung sendiri harga dari dosa yang membuat manusia terbuang dari Allah, supaya jalan pulang benar-benar terbuka, bukan sekadar secara fisik tapi juga hati.
Daud, raja besar itu, tidak sanggup menjadi ayah yang benar-benar mengampuni. Tapi Allah, Bapa yang sesungguhnya, sanggup dan sudah melakukannya melalui Anak-Nya sendiri.
Bagi Kamu
Mungkin kamu mengenal rasa yang dialami Absalom, dekat secara fisik dengan seseorang tapi jauh secara hati. Bisa jadi itu terjadi antara kamu dan orang tuamu, atau antara kamu dan teman yang sudah kamu maafkan di mulut tapi belum di hati. Cerita ini jujur soal betapa sulitnya rekonsiliasi yang sungguh-sungguh. Jangan puas dengan permintaan maaf setengah hati, baik yang kamu ucapkan maupun yang kamu terima.
Perhatikan juga bagaimana Daud, tokoh besar dalam Kitab Suci, ternyata gagal sebagai ayah di sini. Kitab Suci tidak menyembunyikan kegagalan orang-orang besarnya. Itu seharusnya membebaskanmu dari tekanan untuk tampil sempurna di depan Allah atau di depan orang lain. Allah tidak butuh kamu berpura-pura baik-baik saja. Ia justru mencari jalan supaya kamu, yang mungkin merasa terbuang karena kesalahanmu sendiri atau karena disakiti orang lain, tidak tetap terbuang dari-Nya.
Diskusikan
Ceritakan situasi di mana kamu memaafkan seseorang secara lahiriah tetapi belum sepenuh hati. Apa yang membuat rekonsiliasi yang sungguh-sungguh itu sulit?
Daud memanggil Absalom pulang tapi menolak melihat wajahnya selama dua tahun. Menurutmu, apa perbedaan antara pengampunan yang tuntas dan pengampunan yang setengah hati, dan bagaimana kamu melihat perbedaan itu dalam cara Allah mengampuni lewat Yesus?
Berdoa Bersama
Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak menjaga jarak dari kami seperti Daud menjaga jarak dari Absalom. Engkau mencari kami sampai wajah kami boleh melihat wajah-Mu, lewat Yesus Kristus. Ajar kami untuk mengampuni dengan sungguh, bukan hanya dengan kata-kata, dan tolong kami percaya bahwa Engkau tidak membiarkan kami tetap terbuang. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang 2 SAMUEL 14
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 2 SAMUEL 14?
Apa yang dikatakan 2 SAMUEL 14?
Apa yang 2 SAMUEL 14 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari 2 SAMUEL 14?
Mengapa 2 SAMUEL 14 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Dua kali Absalom memanggil, dua kali Yoab tidak datang. "Dia menyuruh orang untuk kedua kalinya, tetapi dia tidak mau datang." Bayangkan rasanya diabaikan berulang kali oleh orang yang seharusnya menjadi jembatan. Absalom sudah pulang ke Yerusalem, tetapi hatinya masih di pengasingan. Ada pemulihan setengah hati yang justru menumbuhkan kepahitan. Adakah orang yang kau biarkan menunggu terlalu lama?
Kemudian, Yoab bangkit dan pergi ke Gesur, lalu membawa Absalom ke Yerusalem." Perjalanan itu selesai, tetapi pemulihan belum. Sebab sesudahnya Daud berkata agar Absalom pulang ke rumahnya sendiri, tanpa melihat wajah ayahnya. Ada orang yang kaupanggil kembali, tetapi belum sungguh kauterima. Satu kota, satu atap, dan tetap saling membelakangi. Adakah wajah yang selama ini kausembunyikan dari seseorang?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak