Untuk remaja usia 13 tahun ke atas

LUKAS 18

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)

Alkitab

The Explanation

Pasal ini berisi rangkaian cerita yang pada pandangan pertama tampak terpisah-pisah, tetapi semuanya berbicara tentang satu hal: siapa yang sungguh dekat dengan Allah, dan siapa yang hanya merasa dekat.

Yesus mulai dengan cerita tentang seorang janda yang terus-menerus mendatangi seorang hakim yang tidak adil, sampai hakim itu akhirnya menyerah dan memberinya keadilan, bukan karena ia baik, tetapi karena ia lelah diganggu. Yesus memakai ini untuk menunjukkan betapa lebih lagi Allah, yang memang baik, akan menolong orang-orang yang terus berseru kepada-Nya siang dan malam.

Lalu ada dua orang yang berdoa di Bait Allah. Orang Farisi berdiri tegak dan membanggakan dirinya di hadapan Allah, sementara pengumpul pajak, orang yang dibenci masyarakat karena bekerja untuk penjajah Roma, bahkan tidak berani mengangkat wajahnya. Ia hanya memukul dadanya dan minta belas kasihan. Yesus bilang, justru orang ini yang pulang dibenarkan Allah.

Setelah itu, anak-anak kecil dibawa kepada Yesus. Murid-murid menganggap mereka mengganggu dan mengusir orang-orang itu. Yesus justru menegur murid-murid-Nya dan berkata bahwa Kerajaan Allah adalah milik orang-orang seperti anak-anak itu.

Kemudian datang seorang pemimpin kaya yang bertanya bagaimana mewarisi hidup kekal. Ia sudah menaati hukum sejak muda, tapi ketika Yesus menyuruhnya menjual semua miliknya dan mengikut Dia, ia pergi dengan sedih. Yesus lalu berbicara tentang betapa sulitnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, sesulit unta masuk lubang jarum.

Yesus kemudian untuk ketiga kalinya memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Ia akan diserahkan, dihina, disiksa, dibunuh, dan bangkit pada hari ketiga. Mereka tidak mengerti sama sekali.

Pasal ini ditutup dengan seorang pengemis buta di Yerikho yang berteriak memanggil Yesus, meski orang banyak menyuruhnya diam. Yesus berhenti, bertanya apa yang ia inginkan, dan menyembuhkan matanya karena imannya.

Apa Artinya Ini?

Kalau kamu baca semua cerita ini bersama-sama, ada satu benang yang jelas: Allah tidak terkesan dengan prestasi rohani, status sosial, atau kekayaan. Yang Ia cari adalah orang yang datang kepada-Nya dengan jujur tentang kebutuhannya, bukan orang yang datang dengan daftar panjang tentang betapa baiknya ia.

Orang Farisi itu bukan orang jahat. Ia benar-benar berpuasa dan memberi persepuluhan. Masalahnya bukan apa yang ia lakukan, tapi ke mana hatinya mengarah, yaitu kepada dirinya sendiri. Pengumpul pajak, anak kecil, pengemis buta, janda yang tidak berdaya, mereka semua punya satu kesamaan: mereka tidak punya apa-apa untuk dibanggakan di hadapan Allah. Mereka hanya bisa berseru.

Pemimpin kaya itu sebaliknya. Ia punya segalanya, ketaatan, kekayaan, reputasi, tapi ketika diminta melepaskan semuanya, ia tidak bisa. Bukan karena hartanya jahat, tapi karena hartanya sudah menjadi tempat ia bersandar, bukan Allah.

Benang Merah

Di tengah pasal ini Yesus mulai berjalan menuju Yerusalem, menuju salib. Itu bukan kebetulan. Semua cerita tentang kerendahan hati ini mengarah ke satu peristiwa: Anak Manusia sendiri yang akan direndahkan habis-habisan, diejek, diludahi, dibunuh, demi orang-orang yang tidak layak menerima apa-apa darinya.

Inilah yang membuat Injil berbeda dari semua agama lain. Bukan manusia yang mendaki untuk layak di hadapan Allah, tapi Allah yang turun untuk mencari manusia yang tidak layak. Pengumpul pajak yang pulang dibenarkan bukan karena doanya hebat, tapi karena Allah memang berbelas kasihan kepada orang yang mengakui ia pendosa. Dan belas kasihan itu, nantinya, ditebus dengan harga yang sangat mahal di kayu salib.

Ketika Yesus berkata "apa yang mustahil bagi manusia adalah mungkin bagi Allah," Ia sedang berbicara tentang diri-Nya sendiri. Keselamatan bukan sesuatu yang bisa kamu beli dengan ketaatan atau usaha, itu mustahil. Tapi Allah membuatnya mungkin lewat Yesus Kristus.

Untukmu

Mungkin kamu merasa harus terus membuktikan diri, di sekolah, di depan keluarga, bahkan di hadapan Allah. Ada tekanan diam-diam untuk tampil sempurna, rohani, berprestasi, diterima. Pasal ini bicara langsung ke tekanan itu. Allah tidak sedang menunggu kamu cukup baik. Ia sedang menunggu kamu berhenti berpura-pura dan datang apa adanya, seperti pengumpul pajak yang hanya bisa memukul dada.

Soal kekayaan dan kenyamanan juga menyentuh langsung dunia kamu sekarang, entah itu uang, gadget, status di media sosial, atau rencana masa depan yang sudah kamu susun rapi. Pertanyaannya bukan apakah kamu punya itu semua, tapi apakah kamu bisa melepaskannya kalau Yesus memintanya.

Dan soal doa yang tidak kunjung dijawab, yang membuatmu lelah dan ingin berhenti berharap, ingatlah janda itu. Iman bukan soal cepat mendapat jawaban, tapi soal terus berseru meski belum melihat hasilnya.

Mari Bicarakan

Di bagian mana hidupmu kamu lebih sering berdoa seperti orang Farisi, membandingkan dirimu dengan orang lain, daripada seperti pengumpul pajak yang jujur tentang keadaannya?

Apa yang paling sulit kamu lepaskan kalau Yesus memintanya hari ini, dan kenapa itu begitu sulit?

Berdoa Bersama

Tuhan, aku sering datang kepada-Mu dengan daftar alasan kenapa aku layak Kaudengar, padahal yang Kauinginkan hanyalah hatiku yang jujur. Ajar aku untuk berseru seperti pengemis buta itu, tanpa malu, tanpa menyerah, dan percaya bahwa yang mustahil bagiku mungkin bagi-Mu. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang LUKAS 18

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah LUKAS 18?
Pasal ini berisi rangkaian cerita yang pada pandangan pertama tampak terpisah-pisah, tetapi semuanya berbicara tentang satu hal: siapa yang sungguh dekat dengan Allah, dan siapa yang hanya merasa dekat.
Apa yang dikatakan LUKAS 18?
Kemudian datang seorang pemimpin kaya yang bertanya bagaimana mewarisi hidup kekal. Ia sudah menaati hukum sejak muda, tapi ketika Yesus menyuruhnya menjual semua miliknya dan mengikut Dia, ia pergi dengan sedih. Yesus lalu berbicara tentang betapa sulitnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, sesulit unta masuk lubang jarum.
Apa yang LUKAS 18 ajarkan tentang Tuhan?
Orang Farisi itu bukan orang jahat. Ia benar-benar berpuasa dan memberi persepuluhan. Masalahnya bukan apa yang ia lakukan, tapi ke mana hatinya mengarah, yaitu kepada dirinya sendiri. Pengumpul pajak, anak kecil, pengemis buta, janda yang tidak berdaya, mereka semua punya satu kesamaan: mereka tidak punya apa-apa untuk dibanggakan di hadapan Allah.
Apa yang dapat dipelajari remaja dari LUKAS 18?
Ketika Yesus berkata "apa yang mustahil bagi manusia adalah mungkin bagi Allah," Ia sedang berbicara tentang diri-Nya sendiri. Keselamatan bukan sesuatu yang bisa kamu beli dengan ketaatan atau usaha, itu mustahil. Tapi Allah membuatnya mungkin lewat Yesus Kristus.
Mengapa LUKAS 18 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Di bagian mana hidupmu kamu lebih sering berdoa seperti orang Farisi, membandingkan dirimu dengan orang lain, daripada seperti pengumpul pajak yang jujur tentang keadaannya?

Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?

Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).

Buka di alat Alkitab Anak