LUKAS 3
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)
Penjelasan
Lukas membuka pasal ini dengan daftar nama-nama pejabat: Kaisar Tiberius, Pontius Pilatus, Herodes, Filipus, Lisanias, Hanas, dan Kayafas. Ini bukan daftar yang membosankan. Lukas sedang menjangkar ceritanya pada sejarah yang bisa diperiksa, pada tahun yang bisa dihitung, pada orang-orang yang benar-benar memerintah. Firman Allah datang bukan dalam dongeng, tetapi di tengah politik yang nyata, di bawah kekuasaan Roma yang nyata.
Di tengah dunia yang diatur oleh kaisar dan gubernur itu, firman Allah justru datang kepada Yohanes, anak Zakharia, yang tinggal di padang belantara, jauh dari pusat kekuasaan. Yohanes mulai memberitakan baptisan pertobatan untuk pengampunan dosa. Ia mengutip Yesaya: jalan bagi Tuhan harus disiapkan, lembah ditimbun, gunung diratakan. Ini bahasa tentang perubahan besar, bukan tentang membersihkan permukaan.
Lalu Yohanes berbicara keras kepada orang banyak yang datang. Ia menyebut mereka "keturunan ular beludak" dan memperingatkan tentang murka yang akan datang. Ia tidak terkesan dengan garis keturunan mereka dari Abraham. Yang ia minta adalah buah nyata dari pertobatan. Ketika orang bertanya apa yang harus mereka lakukan, jawabannya sangat konkret: bagikan baju dan makanan kepada yang tidak punya, pengumpul pajak jangan menarik lebih dari yang ditetapkan, tentara jangan memeras atau menuduh palsu, cukupkan diri dengan gaji.
Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah Yohanes sendiri adalah Mesias. Yohanes menolak tegas. Ia membaptis dengan air, tetapi Seseorang yang jauh lebih berkuasa akan datang, yang bahkan membuka tali sandal-Nya pun Yohanes tidak layak. Dia akan membaptis dengan Roh Kudus dan api, memisahkan gandum dari sekam.
Karena Yohanes berani menegur Herodes atas hubungannya dengan Herodias, Herodes memasukkannya ke penjara.
Kemudian, di tengah orang banyak yang dibaptis, Yesus juga dibaptis. Saat Ia berdoa, langit terbuka, Roh Kudus turun dalam wujud burung merpati, dan suara dari langit berkata, "Engkau adalah Anak-Ku yang Kukasihi. Kepada-Mulah Aku berkenan." Lukas menutup pasal ini dengan silsilah panjang, dari Yusuf mundur sampai ke Adam, "anak Allah".
Apa Artinya Ini?
Yohanes tidak datang untuk membuat orang merasa nyaman. Ia menolak keras agama yang hanya mengandalkan status warisan, seolah menjadi keturunan Abraham otomatis membuat seseorang aman di hadapan Allah. Itu pesan yang menusuk, dan memang dimaksudkan demikian. Pertobatan sejati terlihat dalam hidup sehari-hari, dalam cara seseorang memperlakukan orang lain dan menggunakan kekuasaannya, bukan hanya dalam pengakuan iman di mulut.
Tapi perhatikan baik-baik apa yang terjadi setelah semua teguran keras itu. Yesus, yang tidak berdosa, berdiri di antara orang-orang yang mengaku dosa mereka dan dibaptis. Ia tidak perlu bertobat, tapi Ia memilih berdiri bersama manusia yang membutuhkan pertobatan. Dan tepat di momen itu, sebelum Ia melakukan satu mukjizat pun, sebelum Ia mengajar satu kata pun, suara dari surga sudah menyatakan siapa Dia: Anak yang dikasihi, yang kepada-Nya Allah berkenan. Identitas-Nya tidak datang dari prestasi. Identitas-Nya datang dari hubungan.
Benang Merah
Yesaya bernubuat tentang suara yang berseru di padang belantara, dan sekarang suara itu benar-benar terdengar, mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Janji lama sedang digenapi di depan mata.
Lalu ada silsilah yang ditarik sampai ke Adam, "anak Allah". Lukas sedang menunjukkan sesuatu yang dalam: Yesus bukan hanya keturunan Daud yang dijanjikan sebagai Raja, tetapi juga terhubung dengan seluruh umat manusia sejak awal. Adam yang pertama gagal menjadi anak Allah yang setia. Yesus datang sebagai yang kedua, yang akan menebus kegagalan itu. Baptisan-Nya di sungai Yordan adalah titik di mana Dia secara terbuka mengambil tempat-Nya di tengah manusia yang berdosa, bukan untuk dibersihkan, tapi untuk kelak membersihkan.
Untukmu
Banyak dari kita hidup dengan perasaan bahwa kita harus membuktikan diri dulu baru layak dikasihi. Nilai bagus, penampilan yang pas, diterima di lingkaran yang tepat, baru kita merasa berharga. Suara dari langit di Lukas 3 berbicara sebaliknya. Yesus dinyatakan sebagai Anak yang dikasihi sebelum Ia melakukan apa pun dalam pelayanan-Nya. Kasih Allah mendahului prestasi. Ini bukan alasan untuk malas atau asal-asalan, tetapi ini mengubah motivasi. Kamu tidak hidup benar supaya dikasihi. Kamu hidup benar karena sudah dikasihi lebih dulu.
Sekaligus, jangan lewati teguran Yohanes begitu saja. Mudah sekali mengandalkan identitas warisan, "saya dari keluarga yang beriman", "saya sudah dibaptis sejak kecil", sambil hidup tanpa perubahan nyata. Yohanes akan bertanya hal yang sama kepadamu seperti kepada orang banyak itu: mana buahnya? Bukan buah yang dipamerkan, tapi buah yang terlihat dalam cara kamu memperlakukan temanmu, menggunakan uangmu, menahan diri dari kebohongan kecil yang terasa aman. Iman yang nyata selalu punya konsekuensi yang konkret, bukan hanya perasaan religius.
Mari Bicarakan
Yohanes menolak status warisan sebagai jaminan keselamatan. Identitas atau status apa dalam hidupmu yang sering kamu andalkan padahal sebenarnya tidak menjamin apa-apa di hadapan Allah?
Suara dari langit menyatakan kasih Allah kepada Yesus sebelum Ia melakukan apa pun. Bagaimana kebenaran ini mengubah caramu memandang usahamu sendiri untuk diterima, baik oleh Allah maupun oleh orang lain?
Berdoa Bersama
Tuhan, Engkau berbicara di tengah sejarah yang nyata, kepada orang-orang yang nyata, dan Engkau masih berbicara sekarang. Ajar kami jujur ketika hidup kami jauh dari buah pertobatan yang sejati, dan beri kami keberanian untuk berubah bukan di permukaan saja. Terima kasih karena kasih-Mu kepada kami tidak menunggu kami pantas lebih dulu. Biarkan kami belajar hidup dari kasih itu, bukan menuju kasih itu. Dalam nama Yesus Kristus, amin.
Pertanyaan tentang LUKAS 3
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah LUKAS 3?
Apa yang dikatakan LUKAS 3?
Apa yang LUKAS 3 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari LUKAS 3?
Mengapa LUKAS 3 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Yang datang bertanya justru para pemungut cukai, orang yang paling dibenci di kampungnya sendiri. "Guru, apa yang harus kami lakukan?" Mereka tidak membela diri, tidak menjelaskan situasi sulit pekerjaan mereka. Mereka bertanya. Pertobatan sering dimulai bukan dengan air mata besar, tetapi dengan satu pertanyaan jujur yang berani kaubawa kepada Tuhan hari ini.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).
Buka di alat Alkitab Anak