NEHEMIA 10
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
The Explanation
Nehemia 10 adalah pasal yang paling mudah dilewati orang. Sebagian besar isinya adalah daftar nama. Delapan puluh empat nama, ditulis satu per satu: Nehemia anak Hakhalya, Zedekia, Seraya, Azarya, Yeremia, dan seterusnya. Para imam, orang-orang Lewi, para pemimpin rakyat. Kalau kamu membacanya dengan suara keras, terasa seperti membaca daftar hadir yang tidak ada habisnya.
Tapi coba pikirkan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Di pasal sebelumnya, bangsa itu baru saja mendengar Hukum Allah dibacakan, mengaku dosa, dan mengingat sejarah panjang kegagalan mereka. Sekarang mereka melakukan sesuatu yang konkret: mereka menandatangani. Ayat 1 memakai kata "memeteraikan", artinya mereka menempelkan cap resmi pada sebuah dokumen. Ini bukan perasaan rohani yang melayang. Ini kontrak, dengan nama dan tanda tangan.
Dan bukan hanya para pemimpin. Ayat 28 dan 29 menyebut kelompok yang lebih luas: rakyat biasa, para penjaga pintu gerbang, para penyanyi, para pelayan bait Allah, "semua istri, anak laki-laki dan perempuan mereka, setiap orang yang memiliki pengetahuan dan pengertian". Perhatikan frasa terakhir itu. Yang ikut mengikat diri adalah mereka yang cukup mengerti apa yang sedang mereka lakukan. Anak-anak yang sudah bisa berpikir sendiri termasuk di dalamnya. Ini bukan iman yang diwariskan secara otomatis, tetapi keputusan yang diambil dengan kesadaran.
Lalu isi janji itu. Bukan kalimat-kalimat indah, melainkan hal-hal yang sangat praktis dan cukup tidak nyaman. Pertama, soal pernikahan: mereka tidak akan menikahkan anak-anak mereka dengan bangsa-bangsa di sekitar yang menyembah allah lain. Kedua, soal ekonomi: kalau ada orang datang menjual gandum atau barang pada hari Sabat, mereka tidak akan membelinya. Setiap tahun ketujuh, tanah dibiarkan beristirahat dan utang tidak ditagih. Ketiga, soal uang: setiap orang menyerahkan sepertiga syikal setiap tahun untuk pekerjaan di bait Allah, untuk roti sajian, kurban harian, hari raya, persembahan penghapus dosa. Keempat, soal kayu bakar. Mereka bahkan membuang undi untuk menentukan keluarga mana membawa kayu api pada bulan apa. Kelima, hasil pertama dari tanah dan pohon, anak sulung ternak, persepuluhan bagi orang-orang Lewi.
Pasal ini ditutup dengan satu kalimat yang menjadi ringkasan semuanya: "Kami tidak akan mengabaikan bait Allah kami."
What Does This Mean?
Sangat menarik bahwa pertobatan bangsa ini tidak berhenti pada tangisan di pasal sembilan. Emosi rohani itu nyata, tetapi mereka tahu emosi saja tidak mengubah apa pun. Karena itu mereka menulis, menandatangani, dan mengatur jadwal kayu bakar.
Kita hidup di zaman yang sangat pandai merasa dan sangat lemah dalam berkomitmen. Kita bisa menonton video yang menyentuh hati, menangis di akhir kamp rohani, membuat catatan panjang tentang keputusan yang ingin kita ambil, lalu tiga minggu kemudian tidak ada satu pun yang berubah. Nehemia 10 menantang hal itu. Iman yang tidak sampai ke kalender, dompet, dan relasimu belum benar-benar menyentuh hidupmu.
Perhatikan juga di mana janji-janji itu jatuh: pernikahan, uang, waktu, kepemilikan. Justru di titik-titik itulah manusia paling ingin bebas. Bangsa Israel sadar bahwa yang menghancurkan mereka di masa lalu bukan teologi yang salah di atas kertas, melainkan kompromi kecil di area-area ini. Sedikit demi sedikit, sampai identitas mereka hilang.
Dan jangan lewatkan sisi yang tidak nyaman: mereka mengikat diri "dengan kutuk dan sumpah". Mereka menyadari bahwa janji kepada Allah bukan main-main. Sejarah selanjutnya menunjukkan mereka tidak sanggup memegangnya. Bacalah Nehemia beberapa pasal setelah ini, dan kamu akan menemukan Sabat dilanggar dan persepuluhan diabaikan. Kesungguhan mereka tulus, tetapi kekuatan mereka tidak cukup.
The Common Thread
Di sinilah pasal ini menjadi lebih besar daripada daftar nama. Nehemia 10 adalah dokumen yang indah dan sekaligus dokumen yang gagal. Manusia menulis janji terbaiknya, dan janji itu tetap patah.
Alkitab tidak membiarkan hal itu menggantung. Allah berjanji akan membuat perjanjian yang baru, yang tidak ditulis pada kertas atau tanah liat, tetapi pada hati manusia. Perjanjian itu ditandatangani bukan oleh delapan puluh empat pemimpin, melainkan oleh Satu Orang, dan bukan dengan tinta melainkan dengan darah. Yesus Kristus adalah satu-satunya yang memegang seluruh Hukum tanpa cacat, dan Ia menanggung kutuk yang seharusnya jatuh pada semua yang melanggar janji.
Perhatikan bahwa uang yang mereka kumpulkan sebagian dipakai untuk "persembahan penghapus dosa demi pendamaian bagi orang Israel". Setiap tahun, setiap hari, kurban itu harus diulang. Yesus mengakhiri pengulangan itu. Ia sendiri menjadi Bait Allah dan kurban sekaligus. Sehingga kalimat "kami tidak akan mengabaikan bait Allah kami" berubah bentuk bagimu: hidupmu sendiri kini menjadi tempat Roh Kudus tinggal.
For You
Komitmen bukan lawan dari kasih karunia; komitmen adalah bentuk syukur atas kasih karunia. Karena itu pertanyaannya jujur saja: di mana imanmu masih tinggal di tingkat perasaan?
Mungkin kamu tahu ada satu hubungan yang perlahan menarikmu jauh dari Allah, dan kamu berkata pada dirimu sendiri bahwa kamu masih bisa mengendalikannya. Mungkin kamu tahu waktumu habis di layar sampai tidak ada satu jam pun dalam sepekan yang benar-benar hening bersama Allah. Mungkin uangmu, sekecil apa pun, seluruhnya untukmu sendiri.
Bangsa itu bahkan mengatur siapa membawa kayu bakar pada bulan apa. Tidak romantis, tidak viral, tetapi bait Allah tetap menyala karena hal-hal kecil yang dikerjakan orang-orang yang tidak dikenal. Kesetiaan hampir selalu terlihat membosankan dari luar.
Tulislah satu hal. Bukan sepuluh. Satu keputusan konkret dengan waktu dan tempat, lalu ceritakan pada satu orang yang berani menanyakannya kepadamu bulan depan. Dan ketika kamu gagal, dan kamu akan gagal, ingat bahwa namamu tidak berdiri sendiri di dokumen itu. Nama Kristus ada di sana lebih dulu.
Talk About It
Di area mana hidupmu, iman yang kamu akui belum menyentuh apa pun secara nyata: waktu, uang, relasi, atau tubuhmu? Berani sebut satu dengan jujur.
Bangsa Israel akhirnya melanggar janji yang mereka tanda tangani sendiri. Apakah itu membuat komitmen jadi tidak berguna, atau justru mengubah alasan kita berkomitmen?
Praying Together
Tuhan, aku sering merasa tersentuh tanpa benar-benar berubah. Ampuni aku. Terima kasih karena Engkau tidak menunggu aku sempurna dulu, tetapi Kristus sudah menandatangani perjanjian itu dengan hidup-Nya. Tolong aku hari ini memilih satu hal yang nyata, dan berikan aku kekuatan untuk tetap setia ketika tidak ada yang melihat. Amin.
Pertanyaan tentang NEHEMIA 10
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah NEHEMIA 10?
Apa yang dikatakan NEHEMIA 10?
Apa yang NEHEMIA 10 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari NEHEMIA 10?
Mengapa NEHEMIA 10 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Setelah berhari-hari mendengar hukum Tuhan dibacakan, janji pertama yang mereka tanda tangani menyentuh hal paling pribadi: "Kami tidak akan memberikan anak-anak perempuan kami kepada penduduk negeri itu." Mereka sadar, yang menarik hati menjauh dari Tuhan jarang datang sebagai ancaman. Biasanya lewat kasih sayang, lewat rumah sendiri.
Adonia, Bigwai, Adin" (Nehemia 10:16). Tiga nama, tanpa cerita, tanpa satu pun perbuatan besar yang dicatat. Yang tertinggal hanya ini: mereka ikut membubuhkan meterai pada perjanjian dengan Allah. Mungkin hidupmu juga terasa seperti nama tanpa kisah. Tetapi Allah menuliskan siapa yang setia, bukan siapa yang terkenal.
Hodia, Hasum, Bezai." Tiga nama, tanpa cerita, tanpa penjelasan. Mereka hanya ikut membubuhkan meterai pada perjanjian itu, bersama yang lain. Tidak ada mukjizat yang tercatat atas nama mereka. Tetapi Allah menaruh nama mereka dalam Kitab Suci-Nya. Ketaatanmu yang tidak dilihat siapa pun hari ini, tetap tercatat di hadapan-Nya.
Nehemia 10:25 hanya mencatat tiga nama: "Rehum, Hasabna, Maaseya." Sekilas seperti daftar yang bisa dilewati. Tetapi mereka ikut menandatangani perjanjian untuk setia kepada Tuhan bersama Nehemia.
Namamu mungkin tidak pernah masuk berita. Tetapi ketika kamu diam-diam memilih setia, Tuhan mencatatnya. Bagi-Nya, tidak ada nama yang tenggelam dalam daftar.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak