FILEMON 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Ini adalah surat terpendek yang Paulus pernah tulis, dan juga yang paling pribadi. Tidak ada bab-bab panjang tentang doktrin. Hanya satu masalah yang sangat konkret, dan sangat sulit.
Paulus sedang di penjara. Ia menyebut dirinya bukan "rasul", melainkan "seorang yang dipenjara karena Yesus Kristus". Ia sudah tua. Ia menulis kepada Filemon, seorang Kristen yang cukup kaya, sebab jemaat berkumpul di rumahnya. Surat ini juga dialamatkan kepada Apfia, Arkhipus, dan seluruh jemaat itu. Perhatikan hal itu: masalah pribadi ini akan dibacakan dengan suara keras, di depan semua orang.
Paulus membuka dengan syukur. Ia mendengar tentang iman dan kasih Filemon, tentang bagaimana "hati orang-orang kudus disegarkan kembali" melalui dia. Itu bukan basa-basi. Filemon memang orang baik. Justru karena itu permintaan Paulus begitu tajam.
Lalu inti surat itu keluar: Onesimus. Seorang budak milik Filemon yang melarikan diri, dan tampaknya membawa kerugian atau utang (ayat 18). Di dunia Romawi, budak yang kabur adalah barang rusak. Ia bisa dicap dengan besi panas, dipukuli, bahkan dibunuh, dan secara hukum tuannya sepenuhnya berhak melakukannya.
Onesimus melarikan diri dan entah bagaimana berakhir di dekat Paulus, di penjara. Di sana ia menjadi percaya. Paulus menyebutnya "anakku" dan "buah hatiku". Ada permainan kata di ayat 11: nama Onesimus berarti "berguna". Dahulu ia tidak berguna, kata Paulus, sekarang justru sangat berguna.
Dan sekarang Paulus mengirim dia kembali. Berjalan pulang kepada pemilik yang ia rugikan. Dengan sepucuk surat di tangan.
Yang mengejutkan adalah bagaimana Paulus memintanya. Ia mengakui bahwa ia bisa memerintah (ayat 8). Ia punya otoritas rasuli, ia yang lebih tua, Filemon berutang hidup rohaninya kepada Paulus (ayat 19). Ia bisa saja memaksa. Tetapi ia menolak: "tanpa persetujuanmu, aku tidak mau melakukan apa pun supaya kebaikan itu kamu lakukan bukan karena keharusan, melainkan karena kesukaan."
Kemudian datang kalimat yang mengubah segalanya: terimalah dia "bukan lagi sebagai budak, melainkan lebih dari itu, yaitu sebagai saudara yang terkasih". Dan: "terimalah Onesimus sebagaimana kamu menerima aku." Dan: jika ia berutang, "tanggungkanlah itu kepadaku. Aku, Paulus, menulis ini dengan tanganku sendiri: Aku akan melunasinya."
Apa Artinya Ini?
Jujur saja: ada yang menggerakkan hati dan ada yang mengganggu dalam surat ini. Paulus tidak berkata, "Perbudakan itu jahat, hapuskan sekarang." Banyak orang berharap ia berkata begitu, dan rasa kecewa itu wajar. Tetapi yang ia lakukan justru meruntuhkan perbudakan dari dalam. Sebab jika Onesimus adalah "saudara yang terkasih", maka relasi tuan-budak itu sudah kehilangan dasarnya. Kamu tidak memiliki saudaramu. Kamu tidak mencap saudaramu dengan besi panas. Paulus tidak menyerang sistem itu dari luar dengan pengumuman; ia menaruh dinamit di fondasinya dengan satu kata: saudara.
Kedua: Paulus menolak memakai kuasanya. Itu langka. Ia punya semua kartu di tangan, dan ia meletakkannya. Ketaatan yang dipaksa bukanlah kasih, dan Paulus lebih menginginkan hati Filemon daripada kepatuhannya. Allah bekerja seperti itu juga. Ia bisa memaksa, tetapi Ia meminta.
Ketiga, dan ini yang paling menusuk: pengampunan itu ada harganya. Selalu. Seseorang harus menanggung kerugiannya. Filemon dirugikan secara nyata, dan Paulus tidak berpura-pura bahwa itu tidak apa-apa. Ia berkata: berikan tagihannya kepadaku.
Benang Merah
Bacalah ayat 18 sekali lagi, lalu pikirkan tentang salib.
"Jika ia telah bersalah kepadamu atau berutang apa pun kepadamu, tanggungkanlah itu kepadaku."
Itu adalah Injil dalam satu kalimat. Yesus berdiri di antara Allah dan kita, dengan utang yang bukan milik-Nya, dan berkata: bebankan itu kepada-Ku. Aku akan melunasinya. Paulus tidak sedang membuat ilustrasi yang manis; ia sedang hidup di dalam pola yang Kristus mulai. Yang tidak bersalah membayar, supaya yang bersalah bisa diterima.
Dan perhatikan bagaimana Paulus meminta Filemon menerima Onesimus: "sebagaimana kamu menerima aku." Itu juga yang terjadi pada kita. Bapa menerima kita seperti Ia menerima Yesus, bukan karena catatan kita bersih, tetapi karena kita datang dengan nama Kristus di tangan kita. Onesimus berjalan pulang membawa surat itu sebagai jaminan hidupnya. Kita datang kepada Allah dengan jaminan yang lebih besar.
Lalu ayat 15: "Mungkin alasan Onesimus dipisahkan darimu untuk sementara waktu adalah supaya kamu bisa menerimanya kembali untuk selamanya." Paulus tidak berkata "pasti", ia berkata "mungkin". Ia tidak menjelaskan segalanya. Tetapi ia berani percaya bahwa Allah sedang menenun sesuatu melalui kekacauan yang sangat manusiawi ini. Bukan bahwa semuanya baik, tetapi bahwa Allah tidak kehilangan kendali atas puing-puing.
Untuk Kamu
Setiap orang punya seorang Onesimus. Seseorang yang sudah kamu tulis habis. Yang merugikanmu, mengkhianati kepercayaanmu, membicarakanmu di belakang, atau menghilang tanpa penjelasan. Kamu punya alasan yang sah. Dan kamu punya hak, secara sosial, untuk membiarkan dia di luar.
Surat ini meminta sesuatu yang lebih mahal daripada "ya sudahlah, aku lupakan saja". Ia meminta kamu menyebut orang itu saudara. Duduk di ruangan yang sama. Menanggung sendiri kerugian yang tidak kamu sebabkan.
Dan sisi yang lain: mungkin kamu adalah Onesimus. Ada yang kamu lakukan yang membuatmu berpikir kamu tidak bisa kembali. Perhatikan bahwa Paulus tidak menyuruh Onesimus bersembunyi sampai ia menjadi orang yang lebih baik. Ia mengirimnya pulang, dengan jaminan.
Tantangan: pikirkan satu nama. Orang yang paling tidak ingin kamu sapa. Minggu ini, ambil langkah pertama, bukan pesan panjang, cukup sesuatu yang nyata. Dan bila kamu adalah pihak yang bersalah, tulis atau katakan hal yang selama ini kamu hindari. Tanpa pembelaan diri. Itu jauh lebih sulit daripada terdengar.
Satu hal lagi. Perhatikan di mana Paulus berada saat menulis semua ini: di penjara, tua, tanpa kuasa. Dan ia masih membangun jembatan antara dua orang. Keadaanmu tidak menentukan apakah kamu bisa membawa damai.
Bicarakan Bersama
Paulus bisa memerintah, tetapi ia memilih meminta. Di mana kamu memakai tekanan, rasa bersalah, atau posisimu untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan dari orang lain, dan apa yang sebenarnya kamu takutkan jika kamu berhenti melakukannya?
Siapa "Onesimus" dalam hidupmu, dan apa harga nyata yang harus kamu bayar untuk menerimanya kembali? Apakah kamu bersedia membayarnya, atau lebih jujur mengakui bahwa saat ini kamu belum sanggup?
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, Engkau berdiri di tempatku dan berkata: bebankan itu kepada-Ku. Aku tidak selalu mengerti betapa besar harganya. Ajarlah aku hidup seperti orang yang sudah diampuni sebesar itu. Berilah aku keberanian untuk satu nama, satu langkah, minggu ini. Dan bila akulah yang bersalah, tolong aku untuk pulang. Anugerah-Mu kiranya menyertai rohku. Amin.
Pertanyaan tentang FILEMON 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah FILEMON 1?
Apa yang dikatakan FILEMON 1?
Apa yang FILEMON 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari FILEMON 1?
Mengapa FILEMON 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Anugerah dan damai sejahtera bagi kamu dari Allah, Bapa kita, dan Tuhan Yesus Kristus." Kalimat ini bukan sekadar sapaan sopan. Paulus akan meminta Filemon menerima kembali budak yang kabur darinya. Sebelum hal sulit itu disebut, ia menaburkan anugerah lebih dulu. Mungkin ada orang yang sulit kaumaafkan hari ini. Mulailah dari sana juga.
Aku ingin menahannya bersamaku supaya ia dapat melayaniku sebagai penggantimu selama aku dipenjara karena Injil." Paulus butuh Onesimus. Di penjara, bantuan itu berharga. Tapi ia melepaskannya pulang, supaya Filemon sendiri yang memilih memberi. Kasih sejati tidak merampas kesempatan orang lain untuk berbuat baik dengan rela. Adakah yang sedang kamu genggam, padahal seharusnya kamu lepaskan?
Markus, Aristarkhus, Demas, Lukas, teman-teman sekerjaku." Empat nama sejajar dalam satu baris. Markus pernah pergi meninggalkan Paulus di tengah perjalanan, lalu kembali. Demas masih setia saat surat ini ditulis, tapi nanti ia pergi karena mencintai dunia ini. Nama yang tercatat hari ini belum tentu bertahan sampai akhir. Kamu ada di daftar itu sekarang. Maukah kamu masih ada di sana besok?
Paulus bisa saja memerintah. "Karena itu, walaupun dalam Kristus aku memiliki keberanian penuh untuk memerintahkanmu melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan," tulisnya. Tapi ia berhenti di situ. Ia memilih memohon. Hak yang ditahan demi kasih. Kamu juga punya hak seperti itu hari ini, atas anakmu, pasanganmu, rekanmu. Apa kamu berani tidak memakainya?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak