3 YOHANES 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Surat ini pendek sekali, hanya empat belas ayat. Bukan risalah teologis, melainkan sepucuk surat pribadi, ditulis oleh seseorang yang menyebut dirinya "penatua" kepada seorang pria bernama Gayus. Kita hampir tidak tahu apa pun tentang Gayus, kecuali satu hal: dia terkenal. Bukan terkenal di internet, tetapi di antara orang-orang yang pernah menumpang di rumahnya.
Pada abad pertama, para pemberita Injil berjalan dari kota ke kota. Tidak ada hotel yang aman, tidak ada dana perjalanan dari gereja pusat. Mereka bergantung sepenuhnya pada keramahan orang-orang percaya setempat. Ayat 7 mengatakan mereka pergi "demi Nama itu, tanpa menerima apa pun dari orang-orang yang tidak percaya." Mereka tidak menggalang dana dari luar. Jadi kalau orang seperti Gayus tidak membuka pintunya, pekerjaan itu berhenti.
Dan Gayus membukanya, bahkan bagi orang-orang yang tidak dikenalnya. "Engkau bertindak dengan setia dalam semua usahamu bagi saudara-saudara, meskipun mereka orang asing" (ayat 5). Orang-orang itu kemudian bercerita di jemaat lain tentang kasihnya. Reputasi Gayus dibangun bukan dari apa yang ia katakan tentang dirinya, melainkan dari apa yang dialami orang lain di mejanya.
Lalu muncul nama kedua: Diotrefes. Penatua itu menulis surat kepada jemaat, tetapi Diotrefes "yang suka menonjolkan diri di antara mereka, tidak mau menerima kami." Perhatikan urutannya. Pertama keinginan untuk tampil paling depan, lalu penolakan terhadap otoritas, lalu fitnah dengan kata-kata jahat, lalu menutup pintu bagi para utusan, dan akhirnya mengucilkan siapa pun yang berani menerima mereka. Kesombongan tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia selalu berakhir dengan menyakiti orang lain.
Nama ketiga: Demetrius. Tentang dia semua orang bersaksi baik, dan penatua itu menambahkan sesuatu yang aneh dan indah: "bahkan kebenaran bersaksi demikian." Bukan hanya orang-orang yang memujinya. Cara hidupnya sendiri sesuai dengan kebenaran, sehingga kebenaran itu seolah ikut mengangguk.
Surat itu ditutup dengan sangat manusiawi. Ada banyak hal lain yang ingin ia tulis, tetapi ia tidak mau melakukannya dengan pena dan tinta. Ia ingin bertemu muka dengan muka.
Apa Artinya Ini?
Ada satu kata yang terus berulang di ayat 1 sampai 4: kebenaran. Dan setiap kali, kata itu dipakai sebagai kata kerja, bukan kata benda. Gayus hidup dalam kebenaran. Anak-anak rohani sang penatua berjalan dalam kebenaran. Kebenaran di sini bukan daftar keyakinan yang kamu setujui, melainkan jalan yang kamu tapaki, arah kaki, cara kamu memperlakukan orang asing yang mengetuk pintumu pada jam sepuluh malam.
Itu menohok, karena kita hidup di zaman ketika sangat mungkin punya pendapat yang sangat benar tentang segala hal dan tetap menjadi orang yang tidak murah hati. Kamu bisa membela doktrin yang tepat sambil menutup pintu bagi orang tertentu. Diotrefes mungkin tidak sesat dalam ajarannya; masalahnya bukan itu. Masalahnya adalah dia ingin menjadi yang paling menonjol, dan segala sesuatu, termasuk gereja, harus melayani kebutuhan itu.
Ayat 11 memberi ukuran yang sangat sederhana dan sangat tajam: "janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik." Kata "meniru" itu penting. Kita semua meniru seseorang. Selalu. Pertanyaannya bukan apakah kamu punya model, tetapi siapa. Diotrefes bukan hanya orang yang bersalah; dia juga contoh yang menular. Karisma tanpa kerendahan hati selalu menarik pengikut.
Benang Merahnya
Ayat 7 menyebut alasan orang-orang itu berjalan: "demi Nama itu." Nama itu tidak perlu disebutkan, karena semua pembaca tahu Nama siapa. Seluruh surat ini berputar di sekitar Yesus Kristus tanpa satu kali pun menyebut nama-Nya secara langsung. Keramahan Gayus bukan sekadar sifat baik; itu adalah cara Gayus ikut mengangkut Injil Yesus ke tempat-tempat yang tidak pernah ia kunjungi sendiri. Karena itu ayat 8 berkata: "kita harus membantu orang-orang seperti mereka sehingga kita menjadi rekan pelayanan bagi kebenaran."
Dan lebih dalam lagi: Yesus sendiri berkata bahwa Dialah kebenaran. Jadi "berjalan dalam kebenaran" berarti berjalan mengikuti Seseorang. Yesus adalah Dia yang tidak menonjolkan diri, yang menerima orang asing, orang berdosa, orang yang dikucilkan dari sinagoge. Diotrefes mengucilkan orang dari jemaat; Yesus mengumpulkan orang-orang yang tersingkir dan menyebut mereka saudara. Kalau kamu ingin tahu apa artinya "berbuat baik berasal dari Allah," lihat pintu yang Dia buka bagi kita, dengan harga yang Dia bayar sendiri.
Kalimat terakhir surat itu juga bergema jauh: keinginan untuk bertemu muka dengan muka. Semua yang kita miliki sekarang, Alkitab, doa, gereja, adalah pena dan tinta dibandingkan dengan hari ketika kita melihat Dia berhadapan langsung.
Untukmu
Ada tiga orang di surat ini, dan mungkin kamu mengenali ketiganya di dalam dirimu sendiri. Ada Gayus yang mau memberi tempat. Ada Demetrius yang hidupnya konsisten meski tidak dramatis. Dan ada Diotrefes, bagian dari dirimu yang ingin dilihat, yang diam-diam senang kalau orang lain tampak lebih buruk, yang menceritakan kelemahan orang lain dengan nada peduli.
Coba lakukan dua hal minggu ini. Pertama, periksa apa yang kamu tiru. Buka apa pun yang kamu ikuti dan konsumsi setiap hari, lalu tanyakan dengan jujur: orang-orang ini menjadikan aku lebih murah hati atau lebih sinis? Sebab kamu akan menjadi seperti mereka, entah kamu memutuskan itu atau tidak.
Kedua, dan ini yang lebih berat: pikirkan satu orang di lingkunganmu yang praktis "dikucilkan," yang dianggap aneh, membosankan, atau merepotkan. Terima dia. Bukan sekadar bersikap ramah sekali di lorong, tetapi beri dia tempat yang nyata: waktumu, kursi di sebelahmu, undangan yang tidak kamu umumkan kepada siapa pun. Lakukan tanpa menceritakannya, tanpa membuatnya menjadi cerita tentang dirimu. Kalau tidak ada yang tahu, itu justru bukti bahwa kamu sedang berjalan dalam kebenaran, bukan sedang menonjolkan diri.
Bicarakan Bersama
Di mana dalam hidupmu keinginan untuk terlihat paling menonjol sudah pernah merusak sesuatu, sebuah pertemanan, kejujuranmu, atau caramu bicara tentang orang lain?
Kalau orang-orang yang mengenalmu diminta bersaksi tentang cara hidupmu, seperti orang-orang bersaksi tentang Gayus dan Demetrius, apa yang menurutmu akan mereka katakan, dan apa yang kamu berharap mereka katakan?
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, Engkau membuka pintu bagi kami ketika kami masih orang asing. Ampuni aku kalau aku lebih sibuk ingin dilihat daripada ingin mengasihi. Ajar aku berjalan dalam kebenaran, bukan hanya membicarakannya. Tunjukkan kepadaku siapa yang perlu diterima olehku minggu ini, dan berikan aku keberanian untuk melakukannya. Amin.
Pertanyaan tentang 3 YOHANES 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 3 YOHANES 1?
Apa yang dikatakan 3 YOHANES 1?
Apa yang 3 YOHANES 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari 3 YOHANES 1?
Mengapa 3 YOHANES 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Yang paling menyakitkan dari Diotrefes bukan hanya ia menolak menerima saudara seiman, tetapi ia "bahkan menghalangi mereka yang ingin melakukannya". Ada orang yang hatinya mau membuka pintu, dan ia menutupnya untuk mereka.
Kadang kita bukan yang menolak, tapi yang membuat orang lain sungkan berbuat baik. Sikapmu, komentarmu, bisa memadamkan kemurahan orang lain. Pikirkan itu hari ini.
Aku masih mempunyai banyak hal untuk dituliskan kepadamu, tetapi aku tidak mau menuliskannya kepadamu dengan tinta dan pena." Yohanes punya banyak isi hati, tapi ia menahannya. Bukan karena tak penting, justru karena terlalu penting untuk dititipkan pada tinta. Ada hal yang hanya bisa disampaikan sambil menatap wajah orangnya. Siapa yang sebenarnya perlu kamu temui, bukan sekadar kamu kirimi pesan?
Demetrius tidak menulis surat rekomendasi untuk dirinya sendiri. Yohanes berkata, "Demetrius mendapat kesaksian yang baik dari semua orang, dan dari kebenaran itu sendiri." Ada nama yang dibela oleh hidupnya. Bukan yang paling nyaring bicara, tetapi yang paling konsisten hidupnya. Kalau kebenaran diminta bersaksi tentang kamu hari ini, apa yang akan dikatakannya?
Yohanes menaruh nasihat ini persis di antara dua nama: Diotrefes yang gemar menjadi nomor satu, dan Demetrius yang hidupnya dipuji semua orang. "Jangan meniru yang jahat, tetapi tirulah yang baik." Kita selalu meniru seseorang, entah sadar atau tidak. Siapa yang diam-diam kaujadikan contoh belakangan ini?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak