1 TAWARIKH 1:5
Teks
Sesudah rangkaian nama dari Adam sampai Nuh, penulis Tawarikh tidak langsung berbelok ke Sem, leluhur Israel. Ia justru mulai dari yang paling jauh: "Keturunan Yafet adalah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh, dan Tiras." Tujuh nama, tanpa cerita, tanpa penilaian moral, tanpa satu pun kalimat yang menjelaskan siapa mereka. Ini adalah bangsa-bangsa di pinggiran peta dunia Israel kuno: orang-orang di utara Laut Hitam, di dataran Anatolia, di kepulauan Yunani, di Media. Ayat berikutnya memerinci cabang Gomer dan Yawan, lalu barulah giliran Ham dan akhirnya Sem. Urutannya sengaja: yang terjauh disebut lebih dulu, yang terpilih disebut terakhir, seolah kamera bergerak dari cakrawala menuju satu titik kecil di Yehuda.
Inti
Daftar ini ditulis untuk komunitas yang baru pulang dari pembuangan, kecil, miskin, tanpa raja, dikelilingi imperium yang jauh lebih perkasa. Dan hal pertama yang penulis lakukan bukan meyakinkan mereka bahwa mereka istimewa, melainkan menempatkan mereka di dalam keluarga manusia yang utuh. Gomer dan Yawan bukan makhluk asing; mereka sepupu. Allah yang berjanji kepada Abraham adalah Allah yang lebih dahulu menciptakan Tubal dan Mesekh. Di sini terletak sesuatu yang gampang terlewat: pemilihan Israel tidak pernah berarti Allah kehilangan minat pada bangsa lain. Justru sebaliknya. Israel dipilih di tengah daftar bangsa-bangsa, bukan menggantikannya. Silsilah ini adalah pernyataan teologis yang sunyi: sejarah keselamatan bergerak menyempit demi tujuan yang melebar, dan setiap nama asing di ayat ini sudah termasuk dalam jangkauan kasih Allah sejak awal.
Benang Merah
Perhatikan arah gerak silsilah ini. Dari Yafet dan tujuh anaknya, penulis menyempit ke Ham, lalu ke Sem, lalu ke Abraham, lalu ke Ishak, lalu ke Israel, dan pada akhirnya seluruh Kitab Tawarikh mengerucut ke satu takhta di Yerusalem. Corong itu tidak pernah berhenti menyempit sampai ia mencapai satu Orang. Tetapi janji kepada Abraham sejak semula berbunyi bahwa melalui dia semua kaum di bumi diberkati, dan itulah sebabnya nama-nama di ayat 5 harus disebut lebih dulu: mereka adalah alamat pengiriman berkat itu. Ketika Lukas menelusuri garis keturunan Yesus ke belakang, ia tidak berhenti di Abraham seperti Matius, melainkan terus sampai Adam. Corong yang menyempit di Tawarikh terbuka kembali di Kristus, dan tumpahannya persis mengenai Gomer, Magog, Madai, Yawan.
Cermin
Kita semua punya daftar seperti ini di kepala, hanya saja tidak tertulis. Nama-nama yang ada di pinggiran peta kita sendiri: rekan kerja yang keyakinannya membuat kita canggung, tetangga yang tidak pernah kita sapa lebih dari sekadar anggukan, menantu yang tidak masuk hitungan, kelompok yang kita sebut dengan kata ganti "mereka" dan langsung tahu siapa yang dimaksud. Ayat ini menolak membiarkan daftar itu berdiri. Penulis Tawarikh, seorang Yahudi pascapembuangan yang punya seribu alasan untuk membenci imperium asing, malah menulis nama mereka dengan hormat, tanpa satu pun kata sindiran. Tulislah hari ini satu nama, orang atau kelompok yang diam-diam sudah kamu coret dari perhatianmu, di secarik kertas, lalu doakan nama itu dengan suara terdengar selama dua menit.
Pertanyaan
Kalau bangsa-bangsa ini memang termasuk dalam jangkauan kasih Allah, mengapa mereka lalu menghilang dari cerita selama ribuan tahun? Gomer, Tubal, dan Mesekh disebut sekali, lalu Alkitab beralih dan hampir tidak menoleh lagi, kecuali kadang sebagai musuh di mulut para nabi. Magog bahkan berakhir sebagai lambang perlawanan terakhir terhadap Allah dalam Wahyu. Ada jeda panjang yang tidak nyaman antara "kamu tercatat" dan "kamu didatangi", dan generasi demi generasi hidup serta mati di dalam jeda itu. Alkitab tidak menjelaskan jeda ini; ia hanya menyatakan bahwa Allah sabar dan bahwa waktu-Nya bukan waktu kita. Saya tidak akan berpura-pura itu memuaskan. Yang bisa saya katakan: nama mereka disimpan lebih dulu, jauh sebelum ada yang datang mengetuk pintu mereka.
Tokoh Utama
Yang sesungguhnya berdiri di balik ayat ini bukan Yafet, yang tentangnya kita nyaris tidak tahu apa-apa, melainkan Allah yang menyimpan nama. Dunia kuno menghitung bangsa dalam jumlah pasukan dan luas wilayah; Allah menghitung mereka satu per satu dengan nama. Inilah watak-Nya yang muncul di seluruh Kitab Suci: Ia memanggil bintang dengan nama, Ia memanggil Abram, Ia memanggil Lazarus keluar dari kubur, Ia memanggil Maria di taman. Tujuh nama di ayat ini adalah bukti sunyi bahwa ingatan Allah tidak selektif seperti ingatan kita. Kita mengingat yang berguna dan yang menyakitkan; Ia mengingat semuanya. Bagi umat yang baru pulang dari Babel dan merasa dirinya terlupakan, daftar ini berkata: Allah yang mencatat Tiras juga mencatat kamu.
Detail
Berhentilah sejenak pada nama keempat: Yawan. Dalam bahasa Ibrani kata itu berarti Ionia, yaitu dunia Yunani, dan ayat 7 memerinci keturunannya: Elisa, Tarsis, Kitim, Rodanim, pulau-pulau dan pelabuhan di Laut Tengah. Bagi pembaca Tawarikh, Yawan adalah ujung dunia, tempat kapal-kapal asing berasal. Beberapa abad kemudian, justru bahasa Yawan menjadi bahasa yang dipakai untuk menuliskan Injil, dan Paulus menyusuri persis pelabuhan-pelabuhan keturunan Yawan itu, dari Siprus sampai Rodos, sambil memberitakan Mesias dari garis Sem. Nama yang di sini hanya sebutan tanpa cerita, di kemudian hari menjadi jalan raya kabar baik. Tidak ada nama dalam daftar Allah yang disebut sia-sia.
Refleksi
Siapa yang secara diam-diam kamu tempatkan "di luar" peta kasih Allah, dan apa yang membuatmu nyaman menaruh mereka di sana?
Jika Allah sudah mencatat namamu jauh sebelum kamu berguna bagi siapa pun, apa yang berubah dari cara kamu menilai nilai dirimu hari ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Chronicles 1:5
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 TAWARIKH 1:5?
Tentang apakah 1 TAWARIKH 1:5?
Apa konteks historis dari 1 TAWARIKH 1:5?
Apa yang 1 TAWARIKH 1:5 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 TAWARIKH 1:5 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 Chronicles 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber." Hanya satu baris, tanpa cerita, tanpa mukjizat. Selah tidak punya kisah yang dicatat, tapi tanpa dia garis itu putus. Mungkin hidupmu terasa seperti itu: setia, tidak terlihat, tidak diceritakan orang. Allah tetap menuliskan namamu dalam rencana-Nya.
Terima kasih, Tuhan, karena nama Hori, Homam, dan Timna pun Engkau catat dalam firman-Mu. Aku bersyukur Engkau tidak melupakan orang yang dianggap kecil dan tak dikenal. Namaku pun Kauingat, dan hidupku berharga di mata-Mu.
Tuhan, dalam daftar nama yang mudah terlewat itu, Engkau tetap mengingat setiap orang. Aku pun sering merasa hanya satu nama di antara banyak. Tapi Engkau mengenalku, dan hidupku punya tempat dalam cerita panjang yang Kautulis.
Terima kasih, Tuhan, karena nama Yetur, Nafis, dan Kedema pun Engkau catat. Engkau menepati janji-Mu kepada Ismael, dan tidak satu pun anak keturunan terlupakan oleh-Mu. Aku bersyukur namaku juga Kaukenal dan Kauingat, bukan sekadar angka dalam daftar.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi