1 TAWARIKH 20
Teks Ini
Musim semi tiba, saat para raja biasanya maju berperang, tetapi Daud tinggal di Yerusalem sementara Yoab mengepung dan meruntuhkan Raba, ibu kota Amon. Daud datang belakangan, mengambil mahkota emas raja Amon untuk kepalanya sendiri, mengangkut jarahan, dan memaksa penduduk bekerja dengan gergaji dan kapak. Sisa pasal ini mencatat tiga pertempuran melawan orang Filistin, di mana orang-orang biasa, Sibkhai, Elhanan, Yonatan, menjatuhkan keturunan raksasa yang selama ini menakutkan Israel.
Inti
Yang paling keras dari pasal ini adalah apa yang tidak ada di dalamnya. Pembaca yang mengenal 2 Samuel tahu persis apa yang terjadi di Yerusalem ketika Daud "tetap tinggal": Batsyeba, Uria, surat pembunuhan itu. Penulis Tawarikh menyebut keadaannya, lalu diam. Bukan karena dosa itu tidak penting, tetapi karena kitab ini ditulis untuk orang yang pulang dari pembuangan dan perlu tahu bahwa takhta Daud masih berdiri. Tetapi kalimat "sementara Daud tetap tinggal di Yerusalem" dibiarkan berdiri seperti pintu yang setengah terbuka. Allah tidak menghapus jejak. Etika Alkitab tidak pernah bekerja dengan penyangkalan; ia bekerja dengan pengampunan yang tetap mengingat. Dan pengampunan yang mengingat itulah yang membuat kita tidak menjadi ceroboh dengan waktu luang kita.
Benang Merah
Raksasa-raksasa Gat itu bukan sekadar catatan militer. Sejak Goliat, mereka adalah lambang ancaman yang membuat umat Allah merasa kerdil. Yang menarik: di sini Daud tidak lagi menjadi pembunuh raksasa. Sibkhai, Elhanan, Yonatan yang melakukannya, tetapi ayat penutup berkata mereka "tewas di tangan Daud dan di tangan hamba-hambanya." Kemenangan sang raja mengalir kepada orang-orangnya, dan kemenangan orang-orangnya dihitung sebagai kemenangan sang raja. Di situ ada bayangan Kristus: Raja yang mengalahkan musuh terbesar sekali untuk selamanya, lalu memberi umat-Nya bagian nyata dalam kemenangan itu, sehingga perlawanan kita terhadap dosa bukan usaha soliter melainkan perpanjangan dari kemenangan-Nya.
Cermin
Musim itu datang juga untuk Anda. Ada waktu-waktu ketika Anda seharusnya berada di tempat tugas, tetapi memilih tinggal, karena lelah, karena merasa sudah cukup berjasa, karena ada orang lain yang bisa mengurusnya. Seorang ayah yang menyerahkan pengasuhan anak remajanya sepenuhnya kepada istrinya. Seorang pemimpin kelompok kecil yang hadir tetapi tidak lagi mempersiapkan. Seorang karyawan senior yang membiarkan yang muda memikul, lalu datang saat pembagian pujian. Perhatikan urutan dalam pasal ini: Yoab yang mengepung, Yoab yang meruntuhkan, Daud yang memakai mahkotanya. Kekosongan jadwal jarang tetap kosong; ia diisi oleh sesuatu. Pertanyaan etisnya bukan "apakah saya berdosa besar hari ini", melainkan "di mana seharusnya saya berada, dan mengapa saya tidak di sana."
Profil
Pendengar pertama kitab ini adalah orang Yehuda pascapembuangan: kota tanpa tembok yang megah, tanpa raja, tanpa tentara, hidup di bawah izin kaisar Persia. Mereka mendengar tentang mahkota seberat satu talenta dan jarahan yang berlimpah bukan sebagai nostalgia kejayaan, melainkan sebagai bukti bahwa Allah pernah dan masih setia pada janji-Nya kepada keluarga Daud. Dan mereka mendengar nama-nama kecil itu, Sibkhai orang Husa, Elhanan anak Yair, Yonatan anak Simea, dengan lega. Sebab merekalah komunitas orang-orang tanpa nama besar. Pesannya: raksasa tidak selalu dijatuhkan oleh tokoh legendaris. Kadang oleh keponakan raja yang tidak pernah Anda dengar namanya, yang kebetulan ada di sana ketika ejekan itu terlontar.
Antarteks
Dua sambungan layak dilihat. Pertama, 2 Samuel 11 yang menceritakan apa yang terjadi di celah yang dibiarkan Tawarikh: kelalaian Daud terhadap panggilannya berubah menjadi perzinaan dan pembunuhan. Dibaca berdampingan, pasal ini mengajarkan bahwa dosa besar hampir selalu punya sejarah yang membosankan sebelumnya, sebuah keputusan kecil untuk tidak pergi. Kedua, 1 Samuel 17, ketika Daud muda menghadapi Goliat karena tidak tahan mendengar ejekan terhadap Allah yang hidup. Di pasal kita, ada raksasa lain yang "mengejek orang Israel", dan yang bangkit adalah Yonatan, bukan Daud. Keberanian ternyata bisa diwariskan; tetapi ia juga bisa berpindah tangan dari orang yang berhenti melatihnya.
Detail
Mahkota itu. Satu talenta emas, sekitar tiga puluh empat kilogram, bertatahkan permata mahal, "dan dikenakan pada kepala Daud." Tidak ada kepala manusia yang sanggup memikul beban itu lebih dari beberapa saat; ini jelas sebuah upacara, bukan pakaian sehari-hari. Justru di situ letak tajamnya. Mahkota yang terlalu berat untuk dikenakan lama adalah gambar yang jujur tentang kekuasaan: mengagumkan dalam foto, mustahil dalam keseharian. Daud mengangkat beban yang tidak ia menangkan sendiri, di kota yang tidak ia kepung sendiri. Dan tepat setelah ayat mahkota itu datang ayat gergaji, alat potong besi, dan kapak. Emas di kepala, kerja paksa di bawah. Alkitab tidak memberi komentar; ia hanya menaruh keduanya bersebelahan dan membiarkan kita gelisah.
Refleksi
Di mana dalam hidup Anda sekarang ada "musim raja-raja pergi berperang", tugas yang jelas milik Anda, tetapi Anda diam-diam berharap orang lain yang menanganinya?
Mahkota mana yang Anda kenakan hari ini, yang sebenarnya dimenangkan oleh kerja keras orang lain, dan apa yang jujur untuk Anda lakukan dengan itu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Chronicles 20
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 TAWARIKH 20?
Tentang apakah 1 TAWARIKH 20?
Apa konteks historis dari 1 TAWARIKH 20?
Apa yang 1 TAWARIKH 20 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 TAWARIKH 20 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 Chronicles 20
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, ada waktu-waktu ketika aku memilih tinggal diam padahal seharusnya aku melangkah. Jagalah hatiku di saat-saat sepi itu, supaya kekosongan tidak berubah menjadi jalan untuk jatuh. Tolong aku setia pada tempat yang Engkau percayakan padaku hari ini.
Tuhan, raksasa yang kutakuti hari ini tidak lebih besar dari tangan-Mu. Aku tidak selalu merasa kuat, tapi aku tahu Engkau memakai orang biasa untuk merobohkan hal yang tampak mustahil. Pakai aku juga, dan pakai sahabat yang Kau tempatkan di sisiku.
Daud mengambil mahkota raja Amon dari kepalanya, dan mahkota itu ditaruh di atas kepalanya sendiri. Berat emasnya satu talenta, sekitar 34 kilogram. Tidak mungkin dipakai seharian. Mahkota itu bukan untuk dikenakan, tapi untuk dipamerkan.
Ada saat-saat kita juga begitu. Kita mengejar sesuatu bukan karena kita butuh, tapi supaya orang lihat. Dan yang menariknya, pasal ini justru adalah pasal di mana Daud tidak lagi ikut berperang. Ia diam di Yerusalem, tapi mahkota orang lain berpindah ke kepalanya. Kemuliaan tanpa keringat sering kali paling berat dipikul di hadapan Tuhan.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
