1 YOHANES 3:11
Teks
Yohanes berhenti berargumen sejenak dan menunjuk ke belakang: "Sebab, inilah berita yang sudah kamu dengar sejak semula, yaitu kita harus saling mengasihi." Tidak ada yang baru di sini, dan justru itulah kekuatannya. Setelah beberapa ayat yang tajam tentang siapa anak Allah dan siapa anak setan, tentang dosa yang dihancurkan oleh Anak Allah, Yohanes merangkum seluruh perkara menjadi satu kalimat yang bisa dihafal seorang anak kecil. Kabar yang mereka terima pada hari pertama mereka percaya bukanlah sistem ajaran yang rumit, melainkan sebuah perintah yang mengikat mereka satu sama lain: saling mengasihi. Dan segera sesudahnya ia memberi contoh negatifnya, Kain, supaya tidak seorang pun mengira kata "kasih" itu netral atau lunak.
Intinya
Perhatikan kata "berita". Kasih di sini bukan nasihat moral yang ditambahkan pada Injil; kasih adalah bagian dari Injil itu sendiri, sesuatu yang didengar, bukan yang ditemukan sendiri. Itu berarti kasih tidak lahir dari suasana hati atau kecocokan karakter, melainkan dari sesuatu yang diberitakan kepada kita dari luar diri kita. Dan karena diberitakan, ia bisa ditolak, dilupakan, atau diselewengkan, persis seperti ajaran sesat yang sedang mengancam jemaat ini. Yohanes juga menulis "kita harus", bukan "kalian sebaiknya". Ia menempatkan dirinya di bawah perintah yang sama. Di sinilah letak ketajamannya: teologi yang benar tanpa saudara yang dikasihi bukanlah kedewasaan rohani, melainkan tanda bahwa berita yang paling awal itu belum pernah benar-benar sampai ke hati.
Benang Merah
"Sejak semula" dalam surat ini punya gema ganda. Yohanes memakainya untuk hari pertama jemaat mendengar Injil, tetapi ia sendiri membuka suratnya dengan "semula" yang jauh lebih tua, tentang Firman hidup yang sudah ada sejak awal. Perintah saling mengasihi bukan penemuan gereja mula-mula; ia adalah bentuk yang diambil kehidupan Allah sendiri ketika mengalir ke dalam manusia. Karena itu ayat 16 tidak berkata "kasihilah seperti orang baik", melainkan "Yesus Kristus telah menyerahkan hidup-Nya untuk kita". Salib adalah definisi kata itu. Dan contoh tandingannya, Kain, membawa kita kembali ke halaman-halaman pertama Kejadian: sejak awal sejarah manusia, kebencian terhadap saudara adalah jalan keluar dari hidup. Antara Kain dan Kristus tidak ada wilayah netral. Setiap hari kita bergerak ke salah satu arah.
Cermin
Ujilah ini pada hal-hal yang tidak romantis. Rekan kerja yang selalu mengambil pujian atas pekerjaan Anda: kasih di sini berarti tidak menyimpan catatan diam-diam untuk dipakai suatu saat nanti. Saudara kandung yang meminjam uang dan tidak pernah menyinggungnya lagi: kasih berarti Anda memutuskan apakah hubungan itu lebih berharga daripada jumlah tersebut, bukan menahannya sebagai utang moral seumur hidup. Anggota jemaat yang pandangan politiknya membuat Anda menghela napas: kasih berarti Anda tetap menyebut namanya "saudara", bukan "mereka". Ayat 17 menutup semua pintu belakang: memiliki harta, melihat kebutuhan, lalu menutup hati. Yohanes tidak menuduh kita membenci; ia menuduh kita menutup. Dan menutup hati hampir selalu terasa masuk akal pada saat kita melakukannya.
Hari ini juga: pikirkan satu orang di jemaat atau keluarga Anda yang belakangan ini Anda hindari, lalu kirimkan pesan singkat kepadanya yang menanyakan satu hal konkret tentang hidupnya, tanpa membela diri dan tanpa menyinggung masalah lama.
Profil
Mereka yang pertama membaca surat ini baru saja mengalami perpecahan. Sekelompok orang telah keluar dari persekutuan, membawa serta ajaran bahwa mereka lebih mengenal Allah, lebih rohani, lebih terang. Yang tertinggal adalah jemaat yang goyah, bertanya-tanya apakah merekalah yang salah. Bagi telinga mereka, kalimat "berita yang sudah kamu dengar sejak semula" berbunyi seperti tangan yang diletakkan di bahu: kalian tidak ketinggalan apa-apa, tidak ada wahyu tambahan yang luput dari kalian. Yang kalian dengar sejak awal itulah yang asli. Sekaligus kalimat ini menjadi alat uji yang menyakitkan, sebab orang-orang yang pergi itu meninggalkan saudara-saudara mereka. Kepandaian rohani yang meninggalkan orang di belakang membuktikan dirinya sendiri palsu.
Detail
Kata kecil "saling" menanggung seluruh beban ayat ini. Bukan "kasihilah semua orang" secara umum, melainkan sesuatu yang bergerak dua arah di dalam sebuah lingkaran yang bisa disebut namanya. Kasih yang umum itu murah; ia tidak pernah harus duduk semeja dengan orang yang menyinggung kita minggu lalu. Kasih yang "saling" mengandaikan wajah, nama, sejarah, dan kemungkinan untuk dilukai lagi. Justru di situ letak kesulitannya bagi kita: lebih mudah membela kaum tertindas di media sosial daripada menelepon paman yang membuat suasana Natal berantakan tahun lalu. Yohanes mempersempit medan dengan sengaja. Ia tahu bahwa kasih yang tidak bisa hidup dalam ruang sempit tidak akan pernah sungguh hidup di ruang luas.
Konteks
Surat ini ditulis pada akhir abad pertama, kemungkinan besar untuk jemaat-jemaat kecil di sekitar Efesus, jemaat yang berkumpul di rumah, bukan di gedung. Di ruang seperti itu Anda tidak bisa memilih tempat duduk yang jauh dari orang yang tidak Anda sukai. Kekristenan pun belum menjadi identitas yang aman: bergabung dengan kelompok ini sering berarti kehilangan jaringan usaha, jaringan keluarga, dan perlindungan sosial dari kuil-kuil kota. Jemaat adalah keluarga pengganti yang sungguh-sungguh menopang hidup orang. Karena itu, ketika sebagian anggota pergi dan memutus hubungan, yang runtuh bukan hanya rasa nyaman, melainkan jaring pengaman. Dalam keadaan itu, "saling mengasihi" bukan tema renungan; itu soal apakah orang bisa bertahan hidup.
Refleksi
Siapa nama orang yang paling sulit saya masukkan ke dalam kata "saling" di ayat ini, dan apa yang saya takutkan jika saya mendekatinya?
Di titik mana belakangan ini saya menutup hati sambil merasa punya alasan yang baik?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 John 3:11
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 YOHANES 3:11?
Tentang apakah 1 YOHANES 3:11?
Apa konteks historis dari 1 YOHANES 3:11?
Apa yang 1 YOHANES 3:11 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 YOHANES 3:11 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 John 3
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Bapa, karena sekarang juga aku adalah anak-Mu, bukan nanti kalau sudah lebih baik. Terima kasih untuk janji bahwa ketika Kristus menyatakan diri-Nya, aku akan menjadi seperti Dia dan melihat Dia sebagaimana adanya. Itu yang kupegang saat aku kecewa pada diriku sendiri.
Karena perbuatannya jahat, sedangkan perbuatan saudaranya benar." Habel tidak melakukan apa pun kepada Kain. Ia hanya hidup benar, dan itu saja sudah terasa seperti tuduhan. Kadang kita membenci seseorang bukan karena ia menyakiti kita, tetapi karena hidupnya menyingkapkan sesuatu yang kita sembunyikan. Siapa orang itu bagimu hari ini?
Bapa, Engkau meminta hal yang sederhana namun dalam: percaya kepada Anak-Mu dan saling mengasihi. Sering aku gagal di keduanya. Tolong aku memercayai Yesus hari ini, dan mengasihi orang di dekatku dengan tulus, bukan sekadar di mulut.
Terima kasih, Bapa, karena Engkau membuat jelas siapa anak-anak-Mu: mereka yang melakukan kebenaran dan mengasihi saudaranya. Aku bersyukur Engkau menaruh kasih itu dalam hatiku, sehingga hidupku boleh menunjukkan bahwa aku milik-Mu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi