2 RAJA-RAJA 20:11
Teks Itu
Yesaya berseru kepada TUHAN, dan bayang-bayang pada penunjuk waktu itu bergerak mundur sepuluh langkah. Bukan berhenti, bukan melambat, melainkan berjalan ke arah yang berlawanan dengan seluruh kebiasaan alam semesta. Dan penulis kitab menambahkan satu keterangan yang mudah terlewat: penunjuk matahari itu buatan Ahas, ayah Hizkia, raja yang justru terkenal karena tidak mau meminta tanda dari TUHAN.
Inti
Yang bergeser di sini bukan hanya bayangan, melainkan gambaran kita tentang siapa yang memegang waktu. Sepanjang pasal ini Hizkia berhadapan dengan satu hal yang tidak bisa dibeli, ditawar, atau direkayasa oleh raja mana pun: umur yang habis. "Kamu akan mati, kamu tidak akan sembuh." Lalu TUHAN menambahkan lima belas tahun, dan sebagai jaminannya Ia menyentuh mekanisme waktu itu sendiri. Artinya, waktu bukan kekuatan netral yang berjalan di atas Allah, seperti nasib yang bahkan para dewa pun tunduk padanya dalam mitologi bangsa-bangsa sekitar Yehuda. Waktu adalah ciptaan. Matahari yang membuat bayangan itu digantung oleh Allah pada hari keempat, dan Ia masih berkuasa memerintahnya. Anugerah di sini bukan sekadar perasaan hangat; anugerah adalah kuasa Pencipta yang membelokkan tatanan demi seorang yang menangis di tempat tidurnya.
Benang Merah
Perhatikan alasan yang TUHAN berikan pada ayat 6: "demi Aku dan demi Daud, hamba-Ku." Hizkia disembuhkan bukan karena catatan kesalehannya cukup meyakinkan, melainkan karena ada janji kepada Daud yang harus tetap hidup, sebuah takhta yang tidak boleh kosong. Bayangan yang mundur itu adalah tanda pada garis keturunan Mesias, penundaan yang menjaga agar cerita berlanjut sampai Anak Daud yang sesungguhnya lahir. Dan mata rantai itu memang berlanjut lewat jalan yang tidak indah: anak yang menggantikan Hizkia adalah Manasye, raja terburuk Yehuda. Anugerah menjaga janji bahkan ketika penerimanya mengecewakan. Kelak, ketika Anak Daud itu tergantung di kayu salib, matahari kembali disentuh, kali ini menjadi gelap, dan pada hari ketiga kematian sendiri berbalik arah.
Cermin
Anda mungkin tidak sedang menghadapi vonis dokter, tetapi Anda tahu rasanya melihat kalender dan merasa terdesak. Anak-anak tumbuh lebih cepat dari kesempatan Anda untuk hadir. Orang tua menua sementara pekerjaan tidak memberi ruang. Ada percakapan yang seharusnya sudah Anda lakukan tahun lalu, dan orangnya sudah tidak ada. Kita hidup seolah waktu adalah tuan yang harus kita layani dengan efisiensi, lalu diam-diam marah kepada Allah karena Ia tampak lambat. Teks ini tidak menjanjikan bahwa jam Anda akan diputar balik. Tetapi ia menuntut satu pengakuan yang menyakitkan sekaligus melegakan: waktu Anda bukan milik Anda, dan itu justru kabar baik, karena Pemiliknya mendengar tangis.
Gema Kitab Suci
Hanya sekali lagi dalam Perjanjian Lama matahari bertindak di luar kebiasaan, yaitu ketika Yosua berdoa di Gibeon dan hari diperpanjang demi kemenangan umat Allah. Dua-duanya terjadi bukan sebagai pertunjukan, melainkan sebagai penegasan bahwa TUHAN berperang bagi umat-Nya. Yang menarik, keduanya diawali doa manusia; Allah mengikat karya kosmis-Nya pada mulut hamba-Nya. Bandingkan juga dengan ayah Hizkia sendiri. Ketika Yesaya menawarkan tanda kepada Ahas, ia menolak dengan alasan saleh yang palsu, dan tetap saja diberi tanda: seorang anak dara akan mengandung. Ahas menolak tanda dan menerima Imanuel; Hizkia meminta tanda dan menerima bayangan yang mundur. Allah bersikeras memberi jaminan kepada orang yang tidak layak menerimanya.
Detail
Kata Ibrani untuk "langkah" di sini, ma'alot, sebenarnya berarti anak tangga, tanjakan, sesuatu yang naik. Penunjuk waktu Ahas rupanya berupa tangga yang bayangannya merambat turun sepanjang hari. Dan tangga itu buatan Ahas. Raja yang menutup pintu Bait Suci, yang membakar anaknya sendiri sebagai korban, yang meniru altar Asyur karena lebih percaya pada kekuatan politik daripada pada perjanjian. Alat ukur waktu miliknya adalah alat teknologi impor, simbol kemajuan yang ia banggakan. Di atas benda itulah, tepat di atas warisan seorang ayah yang murtad, Allah menuliskan tanda anugerah bagi anaknya. Ada sesuatu yang sangat khas tentang cara Allah bekerja: Ia tidak menghancurkan tangga Ahas, Ia memakainya untuk berbicara.
Sang Tokoh Utama
Yang bertindak di ayat ini adalah TUHAN, dan cara Ia bertindak layak diperhatikan. Ia tidak menyembuhkan dari kejauhan dengan gestur agung. Ia mengirim nabi kembali sebelum nabi itu sempat keluar pelataran. Ia menyuruh memakai kue ara, obat rumahan yang biasa. Lalu, untuk seorang laki-laki yang ketakutan dan meragukan firman yang baru saja ia terima, Ia menggeser bayangan matahari. Allah yang berdaulat atas waktu ternyata juga Allah yang sabar terhadap keraguan. Ia tidak menegur Hizkia karena meminta tanda, padahal Ia berhak. Kekudusan-Nya tidak membuat-Nya jauh; justru karena Ia kudus, kasih setia-Nya tidak bergantung pada kualitas iman kita hari itu. Ia berkata, "Aku telah mendengar doamu dan melihat air matamu," lalu Ia membuktikannya dengan alam semesta.
Di bagian hidup mana Anda diam-diam bertindak seolah waktu adalah tuan yang harus Anda taklukkan sendiri?
Warisan seperti apa dari masa lalu Anda, atau dari keluarga Anda, yang mungkin sedang dipakai Allah sebagai tempat menuliskan tanda anugerah-Nya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 2 Kings 20:11
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 2 RAJA-RAJA 20:11?
Tentang apakah 2 RAJA-RAJA 20:11?
Apa konteks historis dari 2 RAJA-RAJA 20:11?
Apa yang 2 RAJA-RAJA 20:11 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 2 RAJA-RAJA 20:11 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam 2 Kings 20?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi