KISAH PARA RASUL 1
Nas
Lukas membuka jilid keduanya dengan menyapa Teofilus dan merangkum jilid pertama: semua yang Yesus mulai lakukan dan ajarkan sampai hari Ia diangkat. Selama empat puluh hari Yesus yang bangkit menampakkan diri "dengan banyak bukti" dan berbicara tentang Kerajaan Allah, lalu memerintahkan para murid untuk tinggal di Yerusalem menanti janji Bapa, yaitu baptisan Roh Kudus. Pertanyaan mereka tentang pemulihan kerajaan bagi Israel dijawab bukan dengan jadwal, melainkan dengan panggilan: kamu akan menerima kuasa dan menjadi saksi sampai ke ujung bumi. Yesus terangkat, awan menutup Dia, dua orang berpakaian putih menjanjikan kedatangan-Nya kembali. Kelompok kecil itu, seratus dua puluh orang, kembali ke ruang atas, bertekun dalam doa, dan memilih Matias menggantikan Yudas.
Inti
Perhatikan kata kecil di ayat 1: semua yang Yesus "mulai" lakukan dan ajarkan. Lukas tidak sedang menulis riwayat seorang tokoh yang sudah selesai; ia sedang menulis babak lanjutan dari pekerjaan yang sama, kini dikerjakan oleh Kristus yang hidup melalui Roh-Nya di dalam umat-Nya. Di situlah seluruh bobot teologis pasal ini bertumpu. Kenaikan bukan perpisahan melainkan penobatan: Yesus pergi bukan ke ketiadaan, tetapi ke takhta. Dan Kerajaan Allah, tema yang Ia bicarakan selama empat puluh hari, ternyata tidak datang sebagai pemulihan politik Israel, melainkan sebagai kuasa Roh yang membuat orang-orang biasa menjadi saksi. Anugerah di sini sangat konkret: Allah tidak menunggu murid-murid-Nya menjadi lebih berani atau lebih pantas. Ia memberi Roh-Nya lebih dahulu, lalu mengutus.
Benang Merah
Dua orang berpakaian putih, awan yang membawa Yesus pergi, gunung di sebelah timur Yerusalem: Lukas sedang menulis dengan tinta Perjanjian Lama. Awan adalah tanda kehadiran Allah yang menuntun Israel di padang gurun dan memenuhi Bait Suci. Ketika awan itu menyambut Yesus, yang terjadi bukan Dia menghilang ke angkasa, melainkan Dia masuk ke dalam kemuliaan Allah sendiri. Dan pertanyaan murid-murid tentang "memulihkan kerajaan bagi Israel" bukanlah pertanyaan bodoh; para nabi memang menjanjikan itu. Jawaban Yesus tidak membatalkan janji itu, tetapi memperluasnya. Perjanjian dengan Abraham selalu berisi dua hal: satu bangsa, dan melalui bangsa itu seluruh keluarga di bumi diberkati. "Sampai ke bagian bumi paling ujung" bukan rencana cadangan setelah Israel gagal. Itulah isi perjanjian sejak semula, akhirnya dibuka.
Cermin
Pertanyaan murid-murid di ayat 6 adalah pertanyaan kita juga, hanya dengan kosakata lain. Kapan rumah tangga ini pulih? Kapan hasil tes itu keluar? Kapan perusahaan ini berhenti memangkas orang? Kita ingin tanggal, karena tanggal memberi kita rasa kendali. Yesus menolak memberikannya: "Bukanlah bagianmu untuk mengetahui tentang waktu dan masa yang sudah ditetapkan oleh Bapa dalam kuasa-Nya." Yang Ia berikan sebagai ganti adalah kuasa dan tugas, bukan informasi. Itu terasa seperti pertukaran yang tidak adil sampai Anda sadar betapa seringnya pengetahuan tentang masa depan justru melumpuhkan, sementara panggilan hari ini menggerakkan. Dan perhatikan apa yang mereka lakukan sambil menunggu: bukan berspekulasi, melainkan berdoa bersama, dengan sehati, selama berhari-hari. Hari ini, tuliskan satu hal yang paling ingin Anda ketahui jadwalnya, lalu ucapkan dengan suara keras: "Ini bagian Bapa, bukan bagianku," dan doakan satu orang yang perlu mendengar tentang Yesus dari mulut Anda.
Konteks
Yerusalem sekitar tahun 30 M adalah kota yang baru saja mengeksekusi pemimpin mereka sebagai pemberontak. Para pengikut-Nya adalah orang Galilea, dikenali dari logat mereka, berkumpul di sebuah ruang atas, kemungkinan rumah sewa atau pinjaman, tanpa status, tanpa pelindung politik. Secara sosial mereka adalah sisa dari gerakan yang gagal. Perjalanan dari Bukit Zaitun ke kota disebut "jauhnya seperjalanan Sabat", sekitar satu kilometer: mereka masih hidup menurut ritme Yahudi, masih naik ke Bait Suci, belum merasa menjadi agama baru. Yang mencolok adalah komposisi kelompok itu. Lukas menyebut para wanita, Maria, dan saudara-saudara Yesus, orang-orang yang dulu menganggap Dia tidak waras. Kebangkitan telah membalikkan keluarga itu. Di ruang sempit itulah gereja dimulai: seratus dua puluh orang tanpa kuasa, menunggu kuasa.
Pertanyaan
Mengapa Lukas menceritakan kematian Yudas dengan begitu kasar, tubuh yang pecah, isi perut terburai, dan menyebutnya "upah dari kejahatannya"? Dan mengapa Petrus mengutip Mazmur seolah-olah semuanya memang harus terjadi: "Kitab Suci harus digenapi"? Kalimat itu mengangkat pertanyaan yang tidak bisa diselesaikan dengan rapi: apakah Yudas punya pilihan? Teks tidak menjawab. Lukas menaruh berdampingan dua hal yang tidak dapat kita damaikan: kedaulatan Allah yang telah berbicara melalui mulut Daud, dan tanggung jawab seorang manusia yang "telah menyimpang untuk pergi ke tempatnya sendiri". Frasa terakhir itu menyengat. Tempatnya sendiri. Yudas menerima apa yang ia pilih. Penghakiman dalam Alkitab jarang berupa paksaan dari luar; lebih sering berupa Allah menyerahkan orang kepada keinginannya sendiri. Itu bukan penghiburan murah, dan memang tidak dimaksudkan demikian.
Detail
Doa di ayat 24 menyebut Allah dengan sebutan yang tidak biasa: "Tuhan yang mengenal hati semua orang." Dalam bahasa Yunani itu satu kata, kardiognostes, pengenal hati. Kata itu nyaris tidak ada di luar Perjanjian Baru; kemungkinan besar gereja mula-mula menciptakannya. Letaknya sangat tepat. Mereka baru saja membicarakan Yudas, seorang yang "terhitung di antara kita" dan tampak sempurna dari luar selama bertahun-tahun. Setelah pengkhianatan seperti itu, bagaimana Anda berani memilih orang lagi? Jawabannya: Anda tidak memilih, Anda meminta Yang mengenal hati untuk menunjukkan. Undi bukan perjudian rohani melainkan penyerahan penilaian kepada Allah, praktik Perjanjian Lama yang sesudah Roh dicurahkan tidak pernah muncul lagi dalam Kisah Para Rasul. Ini halaman terakhir cara lama, di ambang cara baru.
Refleksi
Apa yang sebenarnya Anda cari ketika Anda bertanya kepada Allah "kapan": kepastian, atau kendali?
Jika Kristus benar-benar "mulai" bekerja dan belum selesai, pekerjaan apa yang sedang Ia lanjutkan melalui hidup Anda minggu ini?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Acts 1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KISAH PARA RASUL 1?
Tentang apakah KISAH PARA RASUL 1?
Apa konteks historis dari KISAH PARA RASUL 1?
Apa yang KISAH PARA RASUL 1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KISAH PARA RASUL 1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Acts 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Sebidang tanah di pinggir kota, dan seluruh Yerusalem tahu ceritanya: "sehingga tanah itu disebut dalam bahasa mereka sendiri, Akeldama, yang artinya Tanah Darah." Dosa sering meninggalkan alamat yang susah dihapus. Tapi di kota yang sama ada bukit lain, dengan darah lain yang tertumpah, dan di sana kamu diberi nama baru.
Terima kasih, Tuhan, untuk janji yang jelas itu: Yesus yang terangkat ke surga "akan datang kembali dengan cara yang sama". Aku bersyukur kepergian-Nya bukan perpisahan, dan hidupku hari ini punya arah karena Engkau pasti menepati janji-Mu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
