KISAH PARA RASUL 3:24
Teks Itu Sendiri
Setelah mengutip Musa tentang seorang nabi yang akan dibangkitkan Allah, Petrus tidak berhenti di satu nama. Ia membuka tangannya lebar-lebar dan merangkul seluruh barisan: "semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel dan mereka sesudahnya juga memberitakan hari-hari ini." Artinya sederhana dan sekaligus mengguncang: apa yang baru saja dilihat orang banyak di Serambi Salomo, seorang pengemis lumpuh yang kini melompat-lompat, bukan kejadian sampingan dalam sejarah Israel. Itulah justru isi dari pemberitaan para nabi selama berabad-abad. Samuel, Natan, Yesaya, Amos, Mikha, semuanya, menurut Petrus, sedang membicarakan hari Selasa sore ini, di pelataran Bait Allah, dengan debu di sandal dan keranjang sedekah yang ditinggalkan tergeletak.
Inti
Ada sesuatu yang hampir tak sopan dalam kalimat Petrus. Ia menyatakan bahwa seluruh arsip nubuat Israel bermuara pada satu titik waktu yang sangat biasa: "hari-hari ini." Bukan pada suatu era kosmis yang masih jauh, bukan pada simbol abadi yang melayang di atas sejarah, melainkan pada minggu-minggu konkret setelah seorang tukang kayu dari Nazaret disalibkan dan dibangkitkan. Inilah cara Allah bekerja menurut Kisah Para Rasul: Ia tidak berbicara dalam gagasan, Ia berbicara dalam tanggal. Janji-Nya punya alamat. Dan itu berarti firman yang sudah lama diucapkan tidak pernah menjadi arsip mati; ia menunggu, kadang berabad-abad, lalu tiba-tiba menjadi tubuh seorang laki-laki yang berdiri tegak. Allah yang berjanji adalah Allah yang menepati di dalam sejarah, bukan di luarnya.
Benang Merah
Perhatikan di mana Petrus mulai menghitung: Samuel. Bukan Musa, yang baru saja dikutipnya, dan bukan Abraham, yang akan disebutnya sesudahnya. Samuel adalah orang yang mengurapi Daud, titik di mana janji tentang seorang raja dari keturunan Daud mulai bergerak dalam sejarah Israel. Dari Samuel ke bawah, nubuat Israel selalu punya dua nada: penghakiman atas umat yang bengkok, dan seorang yang akan datang untuk memulihkan. Petrus mengatakan: dua nada itu sekarang berbunyi bersamaan di Serambi Salomo. Dan ia menutupnya di ayat berikut dengan Abraham, "melalui benihmu, semua keturunan di muka bumi akan diberkati." Jadi garisnya utuh: janji kepada Abraham, diurapi lewat Daud, diteriakkan para nabi, menjadi daging di dalam Yesus, dan terlihat hari itu pada sepasang pergelangan kaki yang dikuatkan.
Cermin
Kita hidup di antara janji dan penggenapan, dan jarak itu melelahkan. Ada doa yang kamu panjatkan sejak anakmu masih kecil dan sekarang ia sudah punya anak sendiri. Ada pekerjaan yang kamu tahan-tahan bertahun-tahun sambil berkata, nanti Allah akan membuka jalan. Pelan-pelan muncul cara bertahan yang terdengar rohani tetapi sebetulnya adalah kekecewaan yang disopankan: janji Allah pasti benar, tapi mungkin bukan untuk hari-hari ini. Ayat ini menolak pelarian itu. Para nabi berbicara tentang hari-hari yang akhirnya benar-benar tiba, dengan debu dan saksi mata. Allah tidak menepati janji di akhirat saja; Ia menepati di dalam kalender.
Hari ini, tulis di secarik kertas satu hal yang sudah lama kamu doakan dan hampir kamu lepaskan, selipkan kertas itu di Kisah Para Rasul 3, lalu ucapkan dengan suara keras: "Engkau menepati di dalam waktu."
Detail
"Mulai dari Samuel." Dalam cara orang Yahudi menyusun kitab-kitab mereka, Samuel berdiri di ambang pintu: hakim terakhir, nabi pertama dari rangkaian panjang yang menjadi suara resmi Allah bagi raja-raja. Menyebut Samuel sama dengan menyebut awal sebuah institusi, bukan sekadar satu tokoh. Petrus tidak berkata "beberapa nabi menyinggung hal ini." Ia berkata: sejak nubuat menjadi suara tetap di Israel, seluruh suara itu mengarah ke sini. Bayangkan efeknya pada pendengar yang sejak kecil menghafal kitab-kitab itu di sinagoge. Mereka tidak sedang diminta menambahkan satu bab baru pada iman mereka. Mereka diminta menyadari bahwa seluruh buku yang mereka pegang ternyata berjudul Yesus.
Tokoh Utama
Petrus berdiri di pelataran yang sama tempat beberapa minggu sebelumnya ia menghangatkan tangan dan menyangkal bahwa ia mengenal Yesus. Sekarang ia berkhotbah di sana, tanpa izin, tanpa gelar, seorang nelayan Galilea dengan logat yang langsung ketahuan. Yang mencolok bukan keberaniannya saja, melainkan nadanya. Ia menuduh keras, "kamu membunuh Sang Pemberi Hidup," lalu beberapa kalimat kemudian ia berkata, "Saudara-saudaraku, aku tahu bahwa kamu bertindak dalam ketidaktahuanmu." Ia tidak sedang berbicara dari ketinggian moral. Ia tahu rasanya tidak mengerti, tahu rasanya mengkhianati Guru dan kemudian diampuni di pantai. Itulah sebabnya khotbahnya berakhir bukan dengan vonis tetapi dengan berkat: Allah mengirim Yesus "untuk memberkatimu dengan membuat setiap orang dari antaramu berbalik dari kejahatan."
Konteks
Jam kesembilan, sekitar pukul tiga sore, waktu kurban petang. Asap dan bau daging terbakar, bunyi terompet, ribuan orang bergerak masuk. Serambi Salomo adalah barisan tiang di sisi timur, tempat teduh tempat orang berdiri berdiskusi. Di pelataran itu, pengemis di Gerbang Indah adalah bagian dari perabot: setiap orang melewatinya, sebagian melempar koin, tidak ada yang mengharapkan perubahan. Kini perabot itu melompat-lompat. Dan yang menjelaskannya bukan imam, bukan ahli Taurat, melainkan dua orang Galilea di wilayah kekuasaan para imam Sadukia. Petrus sedang berbicara di halaman rumah orang lain, tentang Mesias yang baru saja dihukum oleh tuan rumah itu. Beberapa jam kemudian ia ditangkap. Harga dari kalimat "hari-hari ini" dibayar segera.
Refleksi
Janji Allah mana yang diam-diam sudah kamu geser ke "mungkin nanti di surga", dan apa yang berubah jika kamu kembali meletakkannya di dalam hari-hari ini?
Petrus menuduh keras dan tetap memanggil mereka "Saudara-saudaraku". Di mana kamu perlu belajar berbicara setajam itu tanpa kehilangan kehangatan itu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Acts 3:24
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KISAH PARA RASUL 3:24?
Tentang apakah KISAH PARA RASUL 3:24?
Apa konteks historis dari KISAH PARA RASUL 3:24?
Apa yang KISAH PARA RASUL 3:24 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KISAH PARA RASUL 3:24 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Acts 3
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, terima kasih karena Engkau mengirim Anak-Mu lebih dahulu kepada kami, bukan untuk menghukum, tetapi untuk memberkati. Balikkan hatiku dari jalan yang salah, meski itu terasa berat. Aku ingin hidup yang Kau pulihkan, bukan yang kupaksakan sendiri.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi