KOLOSE 2:7
Teks
Ayat ini melanjutkan kalimat dari ayat sebelumnya: karena kamu telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan, maka hiduplah terus dalam Dia. Dan seperti apa hidup itu? Paulus melukiskannya dengan tiga gambar yang saling bertumpuk: "berakar dan bangunlah dirimu dalam Dia, teguhkanlah imanmu sebagaimana telah diajarkan kepadamu, dan melimpahlah dengan ucapan syukur." Sebuah pohon yang menghunjam ke dalam tanah, sebuah bangunan yang naik di atas fondasi, sebuah iman yang dikokohkan oleh pengajaran yang sudah mereka terima, dan akhirnya sebuah kehidupan yang meluap dengan syukur. Empat gerakan, satu titik pusat: di dalam Dia. Paulus tidak sedang memberi resep pertumbuhan rohani; ia sedang menunjukkan di mana orang percaya berdiri, dan Siapa yang menopang mereka berdiri di situ.
Inti
Perhatikan bahwa gambaran-gambaran itu tidak seimbang, dan justru di situ letak kekuatannya. Akar dan tanah, bangunan dan fondasi: dalam kedua gambar itu, yang bertumbuh bukanlah yang menopang. Pohon tidak menciptakan tanahnya sendiri; tembok tidak meletakkan fondasinya sendiri. Kristus adalah tanah tempat hidupmu menghunjam dan batu tempat hidupmu ditumpuk. Inilah alasan Paulus menulis: jemaat di Kolose sedang digoda untuk menambahkan sesuatu pada Kristus, entah aturan makanan, entah penglihatan rohani, entah asketisme yang kelihatan saleh (ayat 16 sampai 23). Paulus menjawab bukan dengan melarang, melainkan dengan menunjukkan kepenuhan: dalam Kristus tersembunyi segala harta hikmat, dan di dalam Dia kamu telah menjadi penuh. Pertumbuhan Kristen bukanlah menambah sesuatu kepada Kristus, melainkan menghunjam semakin dalam ke dalam Dia. Karena itu ujungnya adalah syukur, bukan prestasi.
Benang Merah
Gambar akar dan bangunan bukan pilihan acak. Sepanjang Perjanjian Lama, Israel dilukiskan sebagai tanaman yang ditanam Tuhan dan sebagai rumah yang dibangun-Nya; orang benar dalam Mazmur 1 digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang daunnya tidak layu karena sumbernya ada di luar dirinya sendiri. Yang berubah dalam Kolose 2 adalah lokasi sumber itu. Bukan lagi Taurat, bukan lagi Bait Allah, bukan lagi tanah perjanjian, melainkan seorang Pribadi: "dalam Dia." Paulus sendiri menjelaskan logikanya beberapa ayat kemudian, bahwa hari raya dan sabat "hanyalah bayangan tentang hal-hal yang akan datang, tetapi wujud yang sesungguhnya adalah Kristus." Seluruh sistem penopang lama ternyata adalah siluet dari Dia yang kini berdiri di tengah. Karena itu berakar dalam Kristus bukan gagasan mistis; itu berarti menghunjam ke dalam kepenuhan yang selama berabad-abad hanya dijanjikan.
Cermin
Ada bentuk kegelisahan rohani yang sangat sopan dan hampir tak terdeteksi: perasaan bahwa iman kita belum cukup. Belum cukup dalam, belum cukup berpengalaman, belum cukup disiplin. Maka kita mencari tambahan: seminar berikutnya, metode doa yang lebih ketat, pengalaman yang lebih dramatis, atau justru daftar larangan yang membuat kita merasa serius. Di kantor kita mengukur diri dengan produktivitas; di gereja kita diam-diam memindahkan ukuran itu ke hal rohani. Ayat ini memotong kebiasaan tersebut di pangkalnya. Pertumbuhanmu tidak diukur dari seberapa banyak yang kamu tambahkan, tetapi dari seberapa dalam kamu menetap. Dan perhatikan tanda kesehatannya: bukan intensitas, bukan pencapaian, melainkan syukur yang meluap. Orang yang terus-menerus merasa kurang jarang bersyukur. Orang yang tahu dirinya sudah penuh dalam Kristus tidak bisa berhenti bersyukur.
Intertekstualitas
Gambaran Paulus bergema dengan perumpamaan pokok anggur dalam Yohanes 15, di mana Yesus berkata bahwa ranting tidak dapat berbuah jika tidak tinggal pada pokoknya. Keduanya menolak gagasan kehidupan rohani yang mandiri. Bedanya terletak pada penekanan: Yohanes berbicara tentang tinggal dan berbuah, Paulus tentang berakar dan dibangun. Namun keduanya bertemu pada satu titik yang sama, yaitu bahwa hidup mengalir dari Kristus kepada kita, bukan sebaliknya. Dan dalam konteks Kolose, penegasan ini punya sisi tajam. Bila hidup mengalir dari Dia, maka guru-guru yang menawarkan jalan pintas melalui penglihatan malaikat atau pantangan makanan sebenarnya sedang menawarkan sesuatu yang terputus dari sumbernya: kelihatan bijaksana, kata Paulus, tetapi tidak ada nilainya.
Profil
Jemaat Kolose adalah kelompok kecil di kota kecil di lembah Likus, jauh dari pusat kekuasaan, dan mereka belum pernah bertemu Paulus (ayat 1). Sebagian besar mereka berasal dari latar belakang bukan Yahudi, hidup di daerah yang terkenal dengan campuran religiusitasnya: kultus lokal, penghormatan kepada kuasa-kuasa langit, praktik pantangan yang dianggap membuka akses kepada yang ilahi. Bagi telinga mereka, "sebagaimana telah diajarkan kepadamu" bukan kalimat formalitas. Itu adalah pengesahan Paulus atas pengajaran sederhana yang mereka terima dari Epafras, melawan bisikan bahwa mereka baru mendapat versi pemula dan masih perlu naik kelas. Paulus berkata: tidak ada kelas lanjutan. Apa yang kamu terima sejak awal adalah harta yang penuh, dan di dalamnya "tersembunyi segala harta dari hikmat dan pengetahuan."
Detail
Dalam bahasa Yunani, "berakar" berdiri dalam bentuk perfek, sebuah tindakan yang sudah selesai dan hasilnya masih berlaku. Kamu telah ditanam, dan penanaman itu bukan pekerjaanmu. Sedangkan "dibangun" dan "diteguhkan" berdiri dalam bentuk yang berkelanjutan: sedang berlangsung, hari demi hari. Perbedaan tata bahasa yang halus ini menampung seluruh kehidupan Kristen. Ada satu hal yang sudah terjadi dan tidak perlu diulang, yaitu penanamanmu ke dalam Kristus melalui iman. Dan ada satu hal yang belum selesai, yaitu pembangunan hidupmu di atas Dia. Kita sering membalik keduanya: mencemaskan akar yang sudah aman, dan menganggap remeh bangunan yang masih harus naik. Ayat ini menaruh keduanya kembali pada tempatnya, dan menutupnya dengan syukur, karena hanya orang yang yakin akarnya sanggup membangun tanpa panik.
Refleksi
Apa yang diam-diam sedang kamu tambahkan kepada Kristus agar merasa cukup di hadapan Allah, dan apa yang berubah jika kamu percaya bahwa di dalam Dia kamu sudah penuh?
Di bagian mana hidupmu sedang "dibangun" saat ini, dan apakah pembangunan itu bertumpu pada Kristus atau pada kemampuanmu sendiri untuk bertahan?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Colossians 2:7
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KOLOSE 2:7?
Tentang apakah KOLOSE 2:7?
Apa konteks historis dari KOLOSE 2:7?
Apa yang KOLOSE 2:7 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KOLOSE 2:7 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Colossians 2
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, untuk orang-orang yang berjuang bagi kami tanpa pernah bertemu muka dengan kami, seperti Paulus yang bergumul bagi jemaat di Laodikia. Terima kasih untuk setiap doa yang diam-diam menopang kami, dan untuk hati yang Engkau gerakkan untuk peduli pada orang asing.
Bapa, aku lelah menakar diriku dengan ukuran orang lain. Ada begitu banyak suara yang menilai apa yang kumakan, kulakukan, dan kupilih. Tolong aku berpegang pada Kristus saja, sebab di dalam Dia aku sudah diterima. Beri aku hati yang tenang dan bebas hari ini.
Aturan buatan sendiri bisa kelihatan sangat rohani. Bangun lebih pagi, makan lebih sedikit, menahan diri lebih keras. Tapi Paulus berkata semua itu "tidak ada nilainya sama sekali dalam mengendalikan hawa nafsu." Yang habis bukan keinginanmu, melainkan tenagamu. Kristus tidak menawarkan daftar larangan, Dia menawarkan diri-Nya. Sudahkah kau berhenti mengukur imanmu dari seberapa lelah kau berusaha?
Salib terlihat seperti kekalahan. Tubuh yang tergantung, telanjang, dipermalukan di depan umum. Tapi Paulus membalik pemandangan itu: justru kuasa-kuasa gelap yang "dipermalukan di muka umum", dilucuti, digiring sebagai tawanan. Yang menuduhmu hari ini sebenarnya sudah kalah. Kamu masih takut pada musuh yang sudah tanpa senjata?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi