EFESUS 4:15
Nas Ini
Bayangkan sebuah perahu kecil di tengah danau, penuh anak-anak, tanpa dayung. Itulah gambar yang baru saja Paulus lukiskan di ayat 14: diombang-ambingkan ombak, dibawa ke sana kemari oleh angin pengajaran, dipermainkan tipu daya yang licik. Lalu datang satu kata kecil yang mengubah arah seluruh kalimat: "Sebaliknya." Ayat 15 adalah jawaban atas perahu yang terombang-ambing itu. Bukan dengan jangkar aturan, bukan dengan tembok pemisah, melainkan dengan sesuatu yang terdengar hampir terlalu sederhana: "mengatakan kebenaran dalam kasih, kita akan bertumbuh dalam segala hal kepada Dia, yang adalah Kepala, yaitu Kristus." Kebenaran yang diucapkan, kasih yang menggendongnya, dan pertumbuhan yang arahnya bukan ke atas secara abstrak, melainkan ke satu Pribadi yang punya nama.
Inti
Perhatikan ke mana pertumbuhan itu menuju. Bukan "bertumbuh menjadi lebih baik," bukan "bertumbuh menjadi versi terbaik dirimu," melainkan "bertumbuh dalam segala hal kepada Dia." Tujuan kedewasaan rohani di sini bersifat relasional dan personal: Kristus sebagai Kepala, dan kita sebagai tubuh yang merapat kepada-Nya. Itu berarti kematangan iman tidak pernah bisa diukur hanya dari isi kepala. Seseorang bisa hafal doktrin dan tetap menjadi bayi, karena ia memakai kebenaran sebagai pentungan, bukan sebagai makanan bagi saudaranya. Dan sebaliknya, seseorang bisa sangat ramah dan tetap menjadi bayi, karena ia tidak pernah berani mengucapkan apa yang benar. Allah tidak memaksa kita memilih antara jujur dan penuh kasih. Di dalam Kristus, keduanya tumbuh dari akar yang sama.
Benang Merah
Kalimat "Dia, yang adalah Kepala" tidak jatuh dari langit. Beberapa ayat sebelumnya Paulus sudah menggambar jalur turun-naik: Kristus yang turun ke bagian bawah bumi dan naik lebih tinggi dari semua langit "supaya Ia memenuhi segala sesuatu." Pertumbuhan jemaat bukan proyek manusia yang merangkak naik menuju Allah; ia adalah gerak balik dari Allah yang lebih dulu turun sampai ke dasar. Di Perjanjian Lama, Israel dipanggil menjadi umat yang hidup di hadapan satu Tuhan, tetapi selalu terpecah oleh dusta, fitnah, dan nabi-nabi palsu yang meniupkan angin pengajaran. Yang dijanjikan para nabi adalah umat dengan hati baru yang mengenal Tuhan dari dalam. Ayat 15 memperlihatkan janji itu sedang digenapi: sebuah tubuh yang tumbuh karena kebenaran akhirnya bisa diucapkan tanpa melukai.
Cermin
Ada dua cara menghindari ayat ini, dan kita biasanya mahir pada salah satunya. Yang pertama: kita menyimpan kebenaran demi kedamaian palsu. Rekan kerja yang perlahan merusak dirinya, anak remaja yang kita biarkan karena takut ribut, saudara seiman yang kata-katanya tajam tetapi tidak ada yang berani menegur karena ia banyak memberi. Kita menyebutnya kasih; Paulus menyebutnya ketidakdewasaan. Yang kedua: kita mengucapkan kebenaran, tetapi memakainya untuk menang. Pesan WhatsApp yang panjang dan benar dan mematikan. Keduanya meninggalkan tubuh itu tetap kecil. Hari ini, pilih satu orang yang kepadanya ada sesuatu yang benar yang belum pernah Anda ucapkan, lalu tulis satu kalimat jujur kepadanya yang diawali dengan pengakuan bahwa Anda menyayanginya, dan kirimkan sebelum matahari terbenam.
Konteks
Paulus menulis dari penjara, dan ia membuka pasal ini dengan menyebut dirinya "orang yang dipenjarakan karena Tuhan." Nasihat tentang kerendahan hati dan kesabaran datang dari seseorang yang kebebasannya sudah diambil. Efesus adalah kota pelabuhan yang ramai, pusat ibadah Artemis, penuh guru keliling, filsuf jalanan, dan kultus yang menjual rahasia rohani. Jemaat di sana campuran: orang Yahudi yang bertobat dan bekas penyembah berhala, dengan jurang budaya yang dalam di antara mereka, sebagian budak, sebagian pemilik budak. Dalam dunia seperti itu, "satu tubuh" bukan slogan hangat melainkan skandal sosial. Dan justru di sanalah kebenaran harus diucapkan, bukan di ruang aman antar-orang yang sudah sepakat, melainkan antara orang-orang yang dulu tidak akan pernah makan semeja.
Detail
Kata Yunani yang diterjemahkan "mengatakan kebenaran" sebenarnya satu kata kerja, alētheuontes, dan artinya lebih luas daripada sekadar berbicara: melakukan kebenaran, hidup benar, berlaku jujur. Karena itu ada penerjemah yang memilih "menjalankan kebenaran dalam kasih." Perbedaannya penting. Kalau yang dimaksud hanya ucapan, saya bisa memenuhi ayat ini dalam lima menit percakapan sulit lalu pulang dengan hati nyaman. Kalau yang dimaksud adalah seluruh sikap hidup, maka kebenaran harus kelihatan di cara saya membayar orang, mengakui kesalahan di rapat, dan menjawab pertanyaan anak saya tentang hal yang memalukan dalam masa lalu saya. Mulut hanyalah ujungnya. Paulus kemudian memang menuntut mulut yang bersih di ayat 25 dan 29, tetapi akarnya di sini: hidup yang tidak lagi perlu disembunyikan.
Tokoh Utama
Yang sebenarnya menjadi tokoh dalam ayat ini bukan kita, melainkan Kristus sebagai Kepala. Perhatikan betapa aneh gambar itu bila diambil serius: kepala tidak bersaing dengan tubuhnya, tidak membandingkan satu anggota dengan yang lain, tidak membuang tangan yang lamban. Kepala menghidupi, mengarahkan, dan merasakan setiap luka tubuh sebagai lukanya sendiri. Kristus yang digambarkan Paulus bukan penguasa yang berdiri di kejauhan sambil menuntut pertumbuhan, melainkan Dia yang turun lebih dulu, memberi karunia kepada manusia, dan membagikan anugerah "sesuai dengan ukuran karunia Kristus." Kedewasaan yang Ia tuntut, Ia sendiri yang sediakan bahannya. Itulah sebabnya ayat ini bisa menuntut tanpa menindas: Kepala yang memerintah adalah Kepala yang pernah tergantung di kayu salib demi tubuh-Nya.
Gema Kitab Suci
Dua gema terdengar jelas. Yang pertama dari dalam pasal ini sendiri: di ayat 25 Paulus mengulang temanya dengan alasan yang mengejutkan, "marilah setiap kamu berbicara tentang kebenaran kepada sesamamu karena kita sama-sama anggota dari satu tubuh." Alasan untuk jujur bukan prinsip moral abstrak, melainkan anatomi: berbohong kepada saudara seiman sama dengan tangan yang menipu mata. Yang kedua dari Mazmur 85, yang bernubuat tentang kasih setia dan kebenaran yang saling bertemu, keadilan dan damai sejahtera yang berciuman. Yang dalam mazmur itu masih berupa kerinduan penyair akan pemulihan Israel, di sini menjadi praktik harian jemaat. Kasih dan kebenaran berhenti menjadi dua kubu yang tarik-menarik, dan mulai menjadi satu gerakan yang sama.
Profil
Bayangkan surat ini dibacakan keras-keras di sebuah rumah, mungkin tiga puluh orang berdesakan. Di antara mereka ada bekas pencuri yang namanya disebut tanpa disebut di ayat 28, ada orang yang mulutnya masih kasar, ada yang pahit hatinya terhadap saudara di seberang ruangan. Mereka mendengar "satu tubuh, satu Roh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan" sebagai sesuatu yang belum mereka rasakan, baru mereka imani. Lalu terdengar ayat 15, dan mereka mengerti: kesatuan itu tidak akan datang dengan saling mendiamkan. Bagi mereka ini bukan nasihat komunikasi, melainkan instruksi bertahan hidup. Jemaat kecil di kota besar yang bermusuhan hanya akan sanggup berdiri kalau anggotanya berani jujur satu sama lain dan tetap saling menanggung beban dalam kasih.
Pertanyaan
Siapa yang menentukan apa itu kebenaran dalam percakapan saya dengan saudara saya? Ayat ini mudah disalahgunakan, dan memang sering disalahgunakan: orang yang gemar mengoreksi akan menemukan di sini lisensi rohani, dan ia akan menambahkan "dalam kasih" sebagai pelunak di akhir kalimat yang tetap melukai. Paulus tidak memberi kita prosedur pengaman. Yang ia berikan hanyalah arah: pertumbuhan "kepada Dia, yang adalah Kepala." Itu berarti setiap kali saya hendak mengucapkan sesuatu yang benar, saya harus bertanya apakah kalimat ini membuat saudara saya lebih dekat kepada Kristus, atau hanya membuat saya merasa lebih benar daripada dia. Jawabannya tidak selalu jelas sebelumnya. Kadang baru kelihatan setelahnya, dan kadang kita harus kembali untuk meminta maaf atas cara kita mengatakan hal yang benar.
Refleksi
Kepada siapa Anda paling sulit jujur, dan apa sebenarnya yang Anda takutkan hilang kalau Anda berkata jujur kepadanya?
Kapan terakhir kali seseorang mengatakan kebenaran kepada Anda dengan cara yang membuat Anda bertumbuh, dan apa yang membuat caranya berhasil?
Kalau kedewasaan diukur dari kedekatan dengan Kristus sebagai Kepala, bukan dari pengetahuan atau pengalaman, di bagian mana hidup Anda masih bergerak menjauh dari-Nya?
Selami lebih dalam Ephesians
Buku pilihan yang menggali kitab Alkitab ini lebih dalam.
Efesus: Amanat Alkitab Masa Kini
Eksposisi yang hangat dan jernih ini menolong Anda menelusuri Efesus pasal demi pasal, sambil menunjukkan bagaimana rencana Allah bagi gereja yang baru itu menyentuh hidup Anda hari ini.
Faith.network earns a small commission on Kobo purchases made through these links, at no extra cost to you. It helps keep the studies free.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ephesians 4:15
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti EFESUS 4:15?
Tentang apakah EFESUS 4:15?
Apa konteks historis dari EFESUS 4:15?
Apa yang EFESUS 4:15 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana EFESUS 4:15 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ephesians 4
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tidak membiarkan pikiranku tetap gelap dan terasing dari hidup Allah. Engkau melembutkan hatiku yang keras dan membuka mataku untuk mengenal Engkau. Setiap kali aku mengerti firman-Mu, itu anugerah-Mu semata.
Terima kasih, Yesus, karena Engkau yang turun ke tempat terendah juga naik jauh lebih tinggi dari semua langit, supaya Engkau memenuhi segala sesuatu. Tak ada sudut hidupku yang luput dari jangkauan-Mu, bahkan tempat yang paling gelap sekalipun Kau penuhi.
Bapa, aku masih dalam proses. Ada bagian dalam diriku yang belum dewasa, masih mudah goyah, masih kekanak-kanakan. Tumbuhkan aku bersama saudara seiman, sampai kami semakin mengenal Anak-Mu dan hidup kami makin serupa dengan Dia.
Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh mendengar tentang Yesus dan diajar di dalam Dia. Kebenaran itu bukan teori jauh, melainkan ada dalam Yesus sendiri, yang sabar membentukku lewat firman, lewat orang-orang yang mengajarku, dan lewat hari-hari biasa yang Kaupakai.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi