KEJADIAN 5:5
Teks
Sembilan ratus tiga puluh tahun. Itu angka yang diberikan penulis Kejadian untuk seluruh hidup manusia pertama: seratus tiga puluh tahun sampai Set lahir, delapan ratus tahun sesudahnya, anak-anak lain yang tidak disebut namanya, lalu titik. "Jadi, seluruh masa hidup Adam adalah 930 tahun, kemudian dia mati." Tidak ada pidato perpisahan, tidak ada kata-kata terakhir yang dicatat, tidak ada penjelasan tentang bagaimana atau di mana. Hanya sebuah jumlah dan sebuah kata kerja. Adam, yang pernah menghirup napas langsung dari mulut Allah, yang pernah menamai setiap binatang, yang pernah mendengar suara Tuhan berjalan di taman pada waktu angin senja, ditutup dalam satu klausa pendek yang akan diulang enam kali lagi dalam pasal ini.
Inti
Rasakan dulu beratnya sebelum menafsirkannya. Manusia yang tahu seperti apa dunia sebelum retak, yang bisa membandingkan setiap pagi dengan pagi-pagi di Eden, akhirnya berhenti bernapas. Firman Allah di taman terbukti benar: tanah itu benar-benar menuntut kembali apa yang diambil dari padanya. Tetapi perhatikan urutannya. Sebelum kematian itu dicatat, ayat 3 sudah mencatat kelahiran, dan ayat 1 sudah mengingatkan bahwa manusia dibuat "dalam keserupaan dengan Allah." Jadi ada dua warisan yang berjalan beriringan: gambar Allah yang tidak hilang, dan kematian yang tidak bisa ditawar. Keduanya diteruskan kepada Set, dan dari Set kepada Anda. Inilah yang membuat pasal ini bukan sekadar daftar: ia adalah kabar bahwa hukuman itu nyata, dan bahwa berkat itu ternyata lebih keras kepala daripada hukuman.
Benang Merah
Enam kali kalimat itu jatuh seperti pukulan gong: kemudian dia mati, kemudian dia mati. Lalu tiba-tiba, di ayat 24, ritmenya pecah. "Henokh berjalan dengan Allah, setelah itu dia tidak ada lagi, sebab Allah mengambilnya." Tidak ada "kemudian dia mati." Penulis membiarkan satu celah kecil terbuka di dinding, sekadar untuk menunjukkan bahwa dinding itu bukan mutlak. Dan di ujung silsilah ini muncul Lamekh yang menamai anaknya Nuh dengan harapan yang hampir memilukan: "Dia ini akan menghibur kita dalam kerja keras dan jerih payah tangan kita." Manusia mulai merindukan seseorang yang bisa membalikkan kutuk. Nuh tidak membalikkannya. Rantai kematian baru benar-benar dipatahkan ketika satu Manusia lain masuk ke dalam kubur dan tidak tinggal di sana.
Cermin
Anda hidup dengan angka-angka juga, hanya lebih kecil. Empat puluh tiga tahun. Lima puluh delapan. Ada momen ketika Anda melihat kolom obituari di koran dan menyadari bahwa usia-usia itu tidak lagi jauh di atas usia Anda. Ada momen ketika lutut Anda memberi tahu sesuatu yang tidak Anda minta untuk diberitahukan, ketika Anda mengurus dokumen warisan orang tua, ketika Anda berdiri di kamar rumah sakit dan mendengar mesin berhenti. Kejadian 5 tidak menghibur Anda dengan mengatakan bahwa itu wajar. Ia justru menolak menghaluskannya: kematian adalah akibat, bukan sekadar biologi. Tetapi ia juga menolak membiarkan Anda putus asa, karena di tengah semua angka itu terus ada bayi yang lahir, ada anak laki-laki dan anak perempuan, ada hidup yang menolak berhenti.
Intertekstualitas
Bacalah ayat ini bersama Kejadian 3:19, di mana Tuhan berkata kepada Adam bahwa ia akan kembali menjadi debu. Ayat 5 adalah pemenuhannya, tetapi pemenuhan yang tertunda delapan ratus tahun lebih; hukuman itu dijalankan dengan kelambatan yang sebenarnya adalah kesabaran. Dan bacalah bersama 1 Korintus 15, di mana Paulus menempatkan Adam dan Kristus sebagai dua kepala umat manusia: dalam Adam semua orang mati, dalam Kristus semua orang akan dihidupkan. Paulus tidak sedang berfilsafat. Ia sedang membaca Kejadian 5 dan berkata: rantai itu punya awal, dan karena punya awal, ia bisa punya akhir. Silsilah kematian bertemu silsilah kebangkitan.
Pertanyaan
Lalu kenapa Allah berfirman bahwa manusia akan mati pada hari ia makan, tetapi Adam hidup sembilan ratus tiga puluh tahun? Jawaban yang cepat, bahwa itu kematian rohani, benar sejauh tertentu tetapi terasa terlalu rapi. Teks sendiri tidak menjelaskan. Ada kemungkinan yang lebih tidak nyaman: bahwa hari itu Adam memang mulai mati, dan sembilan abad berikutnya adalah proses panjang seorang manusia menjauh dari sumber hidupnya, menguburkan anaknya sendiri, melihat garis keturunannya bercabang menjadi kekerasan Lamekh yang lain. Hidup yang panjang bukan selalu tanda perkenanan. Dan mengenai angka-angka itu sendiri, apakah dihitung persis seperti kalender kita atau berfungsi lain dalam dunia kuno, kita tidak tahu pasti. Saya lebih memilih mengakui itu daripada menambal lubangnya dengan tebakan.
Konteks
Kejadian 5 dibuka dengan rumus "Inilah catatan keturunan Adam," penanda yang dipakai berulang kali dalam kitab ini untuk membagi sejarah. Silsilah semacam ini bukan hiasan bagi pembaca kuno; ia adalah dokumen identitas, bukti hak atas tanah, memori kolektif. Bangsa-bangsa di sekitar Israel juga menyimpan daftar raja-raja purba, dengan masa pemerintahan yang jauh lebih fantastis, puluhan ribu tahun, untuk membuktikan bahwa raja mereka turun dari dewa. Kejadian 5 memakai bentuk yang sama tetapi membalik isinya. Tidak ada raja di sini, hanya bapak-bapak biasa dengan anak laki-laki dan anak perempuan yang bahkan tidak dinamai. Dan tidak ada satu pun yang keabadian, kecuali seorang yang berjalan dengan Allah. Sepuluh generasi dari Adam sampai Nuh, sepuluh langkah menuju air bah.
Refleksi
Angka mana dalam hidup Anda yang paling Anda hindari untuk dipikirkan: usia Anda, sisa waktu bersama orang tua, atau tenggat yang tidak akan Anda capai?
Kalimat "kemudian dia mati" akan ditulis juga tentang Anda. Apa yang berubah dalam cara Anda menghabiskan minggu ini jika Anda sungguh mempercayai bahwa kalimat itu bukan kata terakhir?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Genesis 5:5
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti KEJADIAN 5:5?
Tentang apakah KEJADIAN 5:5?
Apa konteks historis dari KEJADIAN 5:5?
Apa yang KEJADIAN 5:5 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana KEJADIAN 5:5 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Genesis 5
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, Engkau yang membentuk kami, laki-laki dan perempuan, lalu memberkati dan memberi kami nama. Saat aku merasa tak berharga, ingatkan bahwa aku bukan kebetulan. Ajar aku memandang sesama dengan hormat yang sama seperti Engkau memandang kami.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi