YEREMIA 42
Teks
Sisa-sisa Yehuda yang selamat dari kehancuran Yerusalem datang kepada Yeremia dengan permintaan yang terdengar saleh: berdoalah, tanyakan kepada Tuhan jalan mana yang harus kami tempuh, dan apa pun jawaban-Nya, "entah itu baik atau buruk, kami akan mematuhi suara TUHAN." Sepuluh hari kemudian jawaban datang: tinggallah di negeri ini dan kamu akan ditanam, bukan dicabut; pergilah ke Mesir dan pedang serta kelaparan yang kamu hindari justru akan memburu kamu di sana. Yeremia menutup dengan tuduhan telanjang: kamu sudah menipu diri sendiri sejak awal.
Inti
Perhatikan kata kerja dalam ayat 10: "Aku akan mendirikanmu dan tidak akan merobohkanmu, Aku akan menanammu, dan tidak akan mencabutmu." Itu persis kosakata panggilan Yeremia di pasal 1, ketika Tuhan menempatkan dia atas bangsa-bangsa untuk mencabut dan merobohkan, untuk membangun dan menanam. Empat puluh tahun nubuat penghancuran, dan sekarang, di reruntuhan, dua kata terakhir itu akhirnya dibuka bagi sekelompok pengungsi ketakutan. Inilah inti teologisnya: Allah yang sama yang mencabut adalah Allah yang menanam, dan Dia sanggup "menyesali bencana" yang Ia datangkan sendiri. Anugerah di sini bukan penghapusan sejarah, melainkan tawaran untuk berakar kembali justru di tanah yang hangus. Syaratnya cuma satu: tetap tinggal, di tempat yang tampak paling berbahaya.
Benang Merah
Mesir bukan sekadar pilihan geografis. Bagi Israel, Mesir adalah kata yang membawa seluruh memori bangsa: rumah perbudakan yang ditinggalkan dengan tangan teracung. Taurat sudah mengantisipasi kerinduan ini; raja dilarang membawa umat kembali ke Mesir (Ulangan 17), karena Tuhan telah berkata bahwa jalan itu tidak boleh ditempuh lagi. Maka ayat 14 adalah keluaran yang diputar terbalik: umat berjalan mundur menyusuri jejak Musa, mencari keamanan di rahim perbudakan lama. Dan mereka mati di sana. Menariknya, Matius mencatat bahwa Yusuf membawa bayi Yesus ke Mesir dan dipanggil keluar dari sana, sehingga apa yang gagal dilakukan sisa-sisa Yehuda ini digenapi oleh Anak yang taat: Dia masuk ke Mesir hanya untuk keluar lagi, dan Dia tidak pernah mencari keselamatan di tempat yang ditunjuk ketakutan.
Cermin
Ayat 20 adalah kalimat yang paling sulit ditatap: "kamu telah menipu diri dengan mempertaruhkan nyawamu." Bukan Yeremia yang mereka tipu, melainkan diri sendiri. Kita mengenali gerakan itu. Kita berdoa tentang tawaran pekerjaan yang sebenarnya sudah kita terima dalam hati; kita minta nasihat sampai menemukan orang yang membenarkan apa yang sudah kita putuskan; kita membuka Alkitab bukan untuk mendengar tetapi untuk mendapat stempel. Sumpah di ayat 5 dan 6 terdengar sungguh-sungguh, dan mungkin memang tulus saat diucapkan, sampai jawabannya ternyata bertentangan dengan akal sehat dan rasa aman. Sepuluh hari itu cukup lama untuk membuat hati mengeras. Hari ini: ambil selembar kertas, tulis satu keputusan yang sedang kamu "doakan" padahal sudah kamu ambil, lalu ucapkan dengan suara keras di hadapan Tuhan, "Ini sudah kuputuskan, dan aku belum benar-benar bertanya."
Pertanyaan
Kalau Tuhan tahu mereka akan menolak, apakah tawaran di ayat 10 sungguh-sungguh? Teks tidak memberi kita jalan keluar yang nyaman. Sepuluh hari keheningan itu bukan basa-basi; kondisi "jika kamu benar-benar akan tinggal" ditulis sebagai pintu yang betul-betul terbuka. Dan Allah yang berkata "Aku akan menyesali bencana" adalah Allah yang bersedia mengubah arah tindakan-Nya ketika manusia berubah arah. Namun Yeremia mengetahui, sebelum mereka menjawab, bahwa wajah mereka sudah menghadap ke selatan. Mungkin inilah yang harus kita tanggung tanpa penyelesaian: kedaulatan Allah tidak membatalkan kesungguhan tawaran-Nya, dan pengetahuan-Nya tentang penolakan kita tidak membuat penolakan itu kurang menjadi pilihan kita sendiri. Yang menipu di sini bukan Allah.
Konteks
Yerusalem sudah jatuh pada 586 SM. Bait Allah terbakar, raja dibutakan dan digiring ke Babel, dan Nebukadnezar menyisakan orang-orang miskin dengan Gedalya sebagai gubernur. Lalu Gedalya dibunuh oleh Ismael dari keturunan raja (pasal 40 dan 41), sebuah pembunuhan politik terhadap pejabat yang diangkat Babel. Yohanan dan para kepala pasukan tahu apa artinya: pasukan Babel akan datang lagi, dan kali ini tidak akan ada belas kasihan. Mereka sudah berkemah dekat Betlehem, di jalan menuju Mesir. Jadi ketika mereka bertanya "jalan yang harus kami tempuh," mereka sedang berdiri dengan barang bawaan di punggung. Doa mereka bukan renungan pagi yang tenang; itu doa orang yang kudanya sudah dipelanai.
Profil
Para pendengar pertama adalah orang-orang yang hidupnya tinggal sisa: keluarga terpecah, ladang hangus, tetangga mati atau dibuang. Ketika mereka mendengar "sisa-sisa Yehuda," mereka mendengar diri mereka sendiri, segelintir yang luput. Dan ketika mereka mendengar "Mesir," mereka mendengar sesuatu yang tidak selalu kita tangkap: pengkhianatan terhadap kisah asal-usul mereka, sekaligus tempat yang dalam politik nyata memang satu-satunya kekuatan penyeimbang Babel. Pergi ke Mesir masuk akal secara militer dan bunuh diri secara teologis. Yang mereka dengar dari Yeremia bukan larangan kaku, melainkan pembalikan yang mengerikan: pedang dan kelaparan bukan ada di Yehuda, melainkan justru akan mengejar mereka ke tempat perlindungan yang mereka pilih sendiri.
Refleksi
Keputusan apa yang sedang kamu bawa kepada Tuhan dalam doa, padahal sebenarnya kamu hanya mencari persetujuan-Nya?
Di mana "Mesir" kamu: tempat yang terasa aman tetapi sebenarnya adalah langkah mundur dari apa yang Tuhan pernah kerjakan dalam hidupmu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Jeremiah 42
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YEREMIA 42?
Tentang apakah YEREMIA 42?
Apa konteks historis dari YEREMIA 42?
Apa yang YEREMIA 42 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YEREMIA 42 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Jeremiah 42?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
