YOHANES 21:18
Teks
Bara api masih mengepul di pasir, sisa roti dan ikan di antara mereka, dan pertanyaan yang tiga kali menusuk itu baru saja mereda. Lalu Yesus berbicara lagi, dan kalimat-Nya berbelok ke arah yang tidak diminta siapa pun: "saat kamu muda, kamu sendiri yang mengikat pinggangmu dan berjalan ke mana pun kamu mau; tetapi saat kamu menjadi tua, kamu akan merentangkan tanganmu dan orang lain akan mengikat pinggangmu, dan membawamu ke tempat yang tidak kamu ingini." Dua tangan, dua babak hidup. Tangan yang dulu menyimpul ikat pinggang sendiri sebelum melompat ke perahu, dan tangan yang nanti terentang sementara orang lain yang menyimpulkannya. Petrus baru dipulihkan, dan hal pertama yang ia dengar sesudah pemulihan adalah ke mana pemulihan itu akan membawanya.
Intinya
Perhatikan urutannya, karena di situlah bobot teologisnya. Yesus tidak berkata: karena kamu mengasihi Aku, hidupmu akan aman. Ia berkata: karena kamu mengasihi Aku, gembalakanlah domba-domba-Ku, dan tanganmu akan terentang. Kasih kepada Kristus bukan jalan keluar dari salib, melainkan jalan masuk ke dalamnya. Bagi pendengar pertama, "merentangkan tangan" bukan kiasan yang samar; itu gerak tubuh seorang terhukum yang dipalang. Yohanes sendiri menutup kalimat ini dengan penjelasan telanjang: Yesus mengatakannya untuk menunjukkan dengan kematian seperti apa Petrus akan memuliakan Allah. Jadi kemuliaan Allah tidak hanya lahir dari pelayanan yang berhasil, tetapi juga dari seorang tua yang tidak lagi memegang kendali atas tubuhnya sendiri. Dan yang paling mengguncang: Yesus tahu semuanya, sampai ke ujungnya, dan tetap berkata "Ikutlah Aku." Anugerah di sini bukan janji kenyamanan, melainkan kesediaan Kristus memanggil orang yang pernah gagal untuk ikut jalan-Nya sampai habis.
Benang Merah
Kalimat ini bukan berdiri sendiri; ia menjawab sesuatu yang tergantung sejak malam perjamuan. Di ruang atas Petrus bertanya ke mana Yesus pergi dan bersumpah akan menyerahkan nyawanya, dan Yesus menjawab bahwa ia tidak dapat mengikuti sekarang, tetapi nanti. Di tepi danau ini, "nanti" itu akhirnya diberi bentuk. Yang dulu berupa keberanian mulut sendiri sekarang menjadi janji dari mulut Yesus. Dan perhatikan gambarannya: Gembala yang baik adalah Dia yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba; sekarang gembala kedua ditugaskan atas kawanan yang sama dan diberi tahu bahwa jalannya akan berakhir serupa. Pelayanan dalam Kerajaan bukan meniru teknik Yesus, melainkan diikutsertakan dalam pola hidup-Nya: memberi diri sampai tangan terentang.
Cermin
Ada satu hal yang hampir semua kita lakukan tanpa berpikir: mengikat pinggang sendiri. Memilih pekerjaan, mengatur jadwal, memutuskan kapan tidur, ke mana pergi, uang dipakai untuk apa. Lalu datang usia, atau diagnosis, atau anak yang keputusannya tidak bisa kita kendalikan, atau perusahaan yang memutuskan bagi kita, dan tiba-tiba orang lain yang menyimpul ikat pinggang kita. Kita menyebutnya kehilangan; Yesus menyebutnya juga jalan mengikut Dia. Itu tidak menghapus kepedihannya, tapi mengubah artinya. Yang paling ditelanjangi teks ini bukan ketakutan kita akan kematian, melainkan kelekatan kita pada kendali. Hari ini, ucapkan dengan suara keras, sambil membuka kedua tanganmu: sebutkan satu hal yang tahun ini lepas dari kendalimu, lalu katakan, "Tuhan, ke tempat yang tidak kuingini ini pun, aku ikut Engkau."
Gema Kitab Lain
Bacalah Kisah Para Rasul 12 di samping ayat ini. Petrus dibelenggu di penjara Herodes, tangan terikat, dijemput orang lain, dan justru dibebaskan malaikat. Rupanya belenggu tidak selalu berarti akhir; ada saat Allah melepaskan. Tetapi ada juga saat Ia tidak, dan Petrus tahu itu sejak pagi di tepi danau. Menariknya, dalam surat 2 Petrus 1:14 ia menulis bahwa ia tahu kemahnya akan segera ditanggalkan, seperti yang telah dinyatakan Kristus kepadanya. Puluhan tahun ia hidup dengan kalimat ini di kantongnya, dan itu tidak membuatnya lumpuh melainkan tekun. Nubuat tentang kematiannya menjadi kerangka pelayanan, bukan bayang-bayang yang melumpuhkan.
Pertanyaannya
Mengapa Yesus memberitahukan hal ini sama sekali? Ia bisa membiarkan Petrus melangkah tanpa mengetahui ujungnya. Alih-alih, hari pemulihan diberi bumbu pahit, dan kita tidak bisa berpura-pura itu enak. Teks tidak menjelaskan mengapa kemuliaan Allah harus lewat kematian seperti itu, bukan lewat usia tua yang tenang di antara cucu-cucu. Dan beberapa ayat kemudian, ketika Petrus melirik ke Yohanes dan bertanya bagaimana dengan dia, Yesus menutup pintu itu dengan tajam: "apa urusanmu?" Jadi nasib para pengikut memang tidak sama, dan kita tidak diberi rumusnya. Yang diberikan hanya dua kata yang sama untuk semua: "Ikutlah Aku." Itu bukan penjelasan. Itu tangan yang diulurkan sebelum jalannya kelihatan.
Konteks
Pagi hari, di tepi Danau Tiberias, sekitar tahun 30. Petrus baru saja menyangkal Yesus tiga kali di dekat api arang, dan sekarang berdiri di depan api arang lagi, sudah ditanya tiga kali, sudah tiga kali ditugaskan. Ia mungkin berusia tiga puluhan, nelayan, kuat, biasa memutuskan sendiri kapan perahunya berangkat. Yesus membuka ayat ini dengan rumus khidmat, "amin, amin" dalam bahasa Yunaninya, kalimat sumpah yang dipakai untuk hal yang mengikat dan tak bisa ditarik kembali. "Merentangkan tangan" adalah bahasa yang dikenal setiap orang di provinsi Roma: salib adalah alat kekaisaran untuk mempertontonkan siapa yang berkuasa. Petrus akan mati puluhan tahun kemudian di Roma, tua, di bawah tangan kuasa yang sama yang menyalibkan Tuannya.
Pertanyaan Refleksi
Di bagian hidup mana kamu masih diam-diam berasumsi bahwa mengasihi Kristus seharusnya membuat hidupmu lebih aman, bukan lebih terbuka pada kehilangan?
Kalau Yesus hari ini menyebutkan satu tempat yang tidak kamu ingini dan berkata "Ikutlah Aku", tempat mana yang langsung terlintas, dan apa yang menahanmu di situ?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang John 21:18
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOHANES 21:18?
Tentang apakah YOHANES 21:18?
Apa konteks historis dari YOHANES 21:18?
Apa yang YOHANES 21:18 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOHANES 21:18 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam John 21?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi