YOSUA 8
Teksnya
Setelah kekalahan memalukan di pasal sebelumnya, TUHAN menyuruh Yosua kembali ke Ai, kali ini dengan janji yang tegas: "Aku menyerahkan Raja Ai, rakyatnya, kotanya, dan negerinya ke dalam tanganmu." Strateginya sederhana dan mematikan: sebagian tentara bersembunyi di balik kota, sebagian memancing penduduk Ai keluar dengan berpura-pura kalah, lalu kota yang ditinggalkan terbuka itu direbut dan dibakar. Ai jatuh, rajanya digantung pada sebuah pohon sampai petang, dan pasal ini ditutup bukan dengan pesta kemenangan, melainkan dengan mazbah batu di Gunung Ebal, korban bakaran, dan pembacaan seluruh hukum Taurat, berkat dan kutuknya, di depan seluruh umat.
Intinya
Yang paling mengejutkan bukan taktik militernya, melainkan kalimat pembuka: "Jangan takut dan jangan cemas!" Ini diucapkan kepada seorang pemimpin yang baru saja gagal, kepada bangsa yang baru saja tercemar oleh dosa Akhan. Allah tidak mengulang teguran-Nya; Ia memberi perintah baru. Perhatikan juga pergeseran halus: di Yerikho tidak ada jarahan sama sekali, kini "barang-barang dan ternaknya boleh kamu jarah untuk dirimu." Apa yang dicuri Akhan dengan tangan sendiri, kini diberikan Allah dengan tangan-Nya. Kemenangan di Ai bukan hasil strategi yang lebih cerdas, melainkan hasil pemulihan hubungan. Allah bekerja lewat pengintaian, penyamaran, dan barisan pengadang, tetapi yang menentukan tetap firman-Nya: "sebab TUHAN Allahmu akan menyerahkannya ke dalam tanganmu."
Benang Merahnya
Pasal ini berakhir dengan gambar yang aneh untuk sebuah cerita perang: raja yang tergantung pada pohon, diturunkan sebelum matahari terbenam. Hukum Musa menyebut orang yang digantung pada pohon sebagai terkutuk, dan justru itu yang dikutip Paulus tentang salib. Di Ai, raja musuh menanggung kutuk itu sebagai pihak yang bersalah. Di Golgota, Raja yang tidak bersalah menanggungnya bagi yang bersalah, juga diturunkan sebelum petang. Bandingkan pula tombak Yosua yang terangkat tanpa turun sampai kemenangan penuh tercapai, dan Yesus yang di kayu salib tidak turun sampai berkata "Sudah selesai." Nama Yosua sendiri adalah bentuk lain dari nama Yesus: Allah menyelamatkan. Yang satu memimpin umat masuk ke tanah dengan pedang; yang lain memimpin umat masuk ke perhentian dengan tubuh-Nya sendiri diserahkan.
Cermin
Ada satu hal yang mudah kita lewatkan: Yosua tidak bertindak sebelum diperintah, tetapi ia juga tidak duduk menunggu sampai segala sesuatu terasa aman. Ia bangun pagi-pagi, memeriksa pasukan, dan bermalam di tengah-tengah rakyat. Banyak dari kita terjebak di salah satu ekstrem. Setelah gagal di tempat kerja, dalam pernikahan, dalam pola dosa yang berulang, kita entah bergerak dengan panik untuk menutupi rasa malu, atau kita membeku dan menyebutnya kerendahan hati. Firman "jangan takut" tidak menghapus konsekuensi kegagalan Anda; Ai tetap harus didaki lagi. Tetapi firman itu berarti Anda tidak mendakinya sebagai orang yang sedang membuktikan diri. Anda mendakinya sebagai orang yang sudah dipulihkan. Perbedaan itu terasa sampai ke otot leher.
Pertanyaan
Dua belas ribu orang, laki-laki dan perempuan, tewas dalam satu hari. Teksnya tidak melunakkan apa pun: "tidak ada seorang pun yang dibiarkan lolos." Kita tidak boleh berpura-pura ini mudah dibaca. Beberapa hal bisa dikatakan: Kanaan bukan tanah tak berdosa, penghukuman ini digambarkan sebagai tindakan hakim atas kejahatan yang sudah lama menumpuk, dan Israel sendiri diperingatkan bahwa mereka akan mengalami hal serupa bila berlaku sama. Tetapi itu tidak membuat asap yang naik ke langit menjadi indah. Yang tersisa adalah ini: Alkitab tidak mengizinkan kita menganggap dosa sebagai persoalan kecil, dan tidak mengizinkan kita menganggap kasih Allah sebagai sikap tak peduli. Salib berdiri di antara keduanya, bukan menghapus keseriusan itu, melainkan menanggungnya.
Detail
Perhatikan mazbah di Gunung Ebal: batu-batu "yang tidak dipahat, yang tidak dibuat dengan perkakas besi." Pedang besi baru saja menumpas sebuah kota; tetapi di hadapan Allah, besi tidak boleh menyentuh batu. Tidak ada satu pun jejak keterampilan manusia yang boleh menempel pada tempat pertemuan dengan Allah. Sesudah kemenangan yang paling menggoda untuk dibanggakan, Yosua membangun sesuatu yang justru tidak bisa dibanggakan. Dan di atas batu-batu kasar itu ia menuliskan hukum, lalu membacakan berkat dan kutuk. Umat yang baru menang berdiri mendengar syarat-syarat perjanjian, bukan pujian atas prestasi mereka. Kemenangan tidak pernah menjadi dasar hubungan dengan Allah; perjanjian yang menjadi dasarnya. Itulah sebabnya korban bakaran dan korban keselamatan dipersembahkan di sana, bukan piala.
Kaitan dengan Nas Lain
Ulangan 21:22-23 memerintahkan agar mayat orang yang digantung pada pohon tidak dibiarkan bermalam, karena ia terkutuk dan menajiskan tanah. Yosua menaati itu dengan cermat pada Raja Ai. Paulus mengambil ayat yang sama dan menerapkannya pada Yesus di Galatia 3:13: Kristus menebus kita dengan menjadi kutuk bagi kita. Dua adegan, satu pohon, arah yang berlawanan. Di gerbang Ai, timbunan batu menandai tempat seorang raja yang binasa. Di luar Yerusalem, batu digulingkan dari kubur seorang Raja yang hidup. Dan pembacaan hukum di Ebal, lengkap dengan berkat dan kutuk, di hadapan "perempuan-perempuan, anak-anak, dan pendatang," memperlihatkan ke mana semuanya bergerak: umat yang jauh lebih luas daripada satu suku, mendengar bukan kutuk lagi, melainkan Injil.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda masih hidup seperti orang yang harus membuktikan diri kepada Allah setelah suatu kegagalan, padahal Ia sudah berkata "jangan takut"?
Mazbah dari batu yang tidak dipahat: apa yang dalam pelayanan atau kesalehan Anda sebenarnya adalah pahatan besi Anda sendiri, yang justru tidak boleh ada di sana?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Joshua 8
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YOSUA 8?
Tentang apakah YOSUA 8?
Apa konteks historis dari YOSUA 8?
Apa yang YOSUA 8 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YOSUA 8 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Joshua 8
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tiga puluh ribu orang itu duduk diam di tempat penyergapan, tersembunyi di antara Betel dan Ai. Tidak ada sorak, tidak ada yang menonton. Hanya menunggu dalam gelap. Dan ayat itu ditutup begitu sederhana: "Namun, Yosua bermalam di tengah-tengah bangsa itu." Pemimpin yang tidak mencari tempat lebih nyaman. Barangkali ketaatanmu hari ini juga tidak dilihat siapa pun. Allah ada di tengahnya.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
